Demon Lord System

Demon Lord System
Ch. 164 - Far Vision Eye


__ADS_3

Setidaknya Ling dapat membuka inventori miliknya, dia menjadi lebih tenang karena hal tersebut. Ling kemudian beranjak dari lantai kamarnya, dan pergi membersihkan tubuhnya.


Setelah selesai membersihkan tubuhnya, Ling berjalan memasuki ruang makan seperti biasanya. Makan lalu berlatih, Ling menjadi sangat bosan. Terlebih smartphone yang dibeli Ling dulu, tertinggal di kerajaan Whazard pada saat kekacauan terjadi.


Kalau Ling ingat-ingat, dia pernah mendapat sebuah fragmen dari Menara Jianhou sebagai hadiah rekan aliansi mereka. Ling juga telah memberitahu bahwa dia memiliki banyak pasukan yang dapat dikerahkan nya, karena itu Ling telah memberitahu nama organisasi miliknya adalah Cold blooded troops.


Ling mengeluarkan benda tersebut dari inventori nya setelah selesai berlatih. Sebuah benda mungil berbentuk sepasang mata terlihat layaknya gantungan kunci.


Dengan mata X-ray, semua informasi mengenai fragmen tersebut tertampil layaknya sistem. Ling mengetahui dalam sekejap, bahwa mata ini seperti cctv yang hidup. Ling dapat menaruh mata berwarna hijau di tempat yang ingin di mata-matai. Lalu dengan mata berwarna merah, Ling dapat melihat apa yang dilihat oleh mata hijau.


Caranya cukup mudah, Ling hanya perlu memasukan mata merah tersebut ke dalam matanya. Mendorong mata aslinya, namun di situ dijelaskan mata merah tersebut hanya akan bersatu dengan mata penggunaannya, jadi Ling tidak perlu mengkhawatirkan matanya hilang.


"Tapi apa yang akan ku mata-matai dengan fragmen Far Vision Eye?" Ling telah memasang mata merah di matanya, namun Ling tidak tau apa yang akan dimata-matai olehnya.


Jika saja ada musuh yang mengancam, Ling pasti akan mencoba hal tersebut. Namun siapa sangka saat Ling berharap demikian, terdengar suara ledakan dari luar kediamannya.


"Benar juga, ku rasa Teluk Octopus maupun Bukit Penyihir akan menjadi lawan Menara Jianhou. Kenapa aku tidak gunakan ini kepada mereka? Ah iyah, kenapa tidak aku gunakan saja mata hijau ini di mahluk hidup, contohnya di salah satu pasukan mereka. Dengan begitu aku dapat melihat apa yang pasukan musuh lihat. Dan juga jika aku memasukan kuping di dalam mata hijau ini, mungkin aku dapat mendengar apa yang mereka katakan..."


Kepintaran Ling telah meningkat pesat berkat inteligen nya yang ditingkatkan. Dengan dibantu kemampuannya, bukan tidak mungkin Ling dapat menciptakan fragmen serupa namun berbeda fungsi. Namun karena hal tersebut juga, Ling menjadi semakin susah untuk dikalahkan dan tentunya semakin licik.

__ADS_1


Ling menciptakan sebuah telinga yang konsepnya sama dengan mata. Terdapat telinga merah dan hijau, lalu mata hijau dan telinga hijau tersebut, di konsumsi Ling. Di dalam tubuh, Ling menyatukan kedua fragmen tersebut namun dengan bentuk mata. Dengan ini, Ling dapat mendengar informasi sekaligus melihatnya.


...* *...


"Semuanya, lakukan dengan cepat! Jangan sampai pasukan Menara Jianhou datang, atau jika tidak kesempatan kita untuk mendapatkan spirit stone dan telur itu akan gagal!"


Pemuda yang usianya tidak jauh berbeda dari Ling, terlihat memerintahkan banyak pasukan dari Bukit Penyihir. Nama pemuda tersebut adalah Lise Anagome. Berasal dari keluarga Anagome di wilayah Bukit tinggi yang dikuasai oleh Bukit Penyihir.


Pasukan dari Bukit Penyihir, langsung mengikuti yang diperintahkan oleh Lise. Lise memiliki pangkat yang lebih besar dari mereka di Bukit Penyihir, pada dasarnya, kebanyakan dari orang-orang Bukit Penyihir berasal dari keluarga Anagome.


Di tengah riuh perseteruan antara penjaga kediaman Ling dengan pasukan Bukit Penyihir. Seorang pria paruh baya yang menggunakan topeng yang sama persis saat di lelang keluarga Velenic. Datang dengan banyak pasukan dibelakangnya, mereka layaknya Shinobi berdiri di genteng yang licin dan tajam.


Menyadari seseorang berada di jarak lingkup auranya, Lise menoleh kesampingkannya dan melihat pria paruh baya yang tidak lain adalah Julius Octopus, "Ouh lihat ada siapa ini, rupanya sampah dari Teluk Octopus."


"Nak, jangan terlalu percaya diri, Bukit Penyihir mu tidak lama lagi akan berada di bawah kendali kami. Bersiaplah, saat itu tiba perkataanmu saat ini ku jamin akan kau sesali." Dibalik topengnya, Julius tersenyum sinis.


Lise menggerakkan giginya, tangannya telah memegang sarung pedang. Bersiap melepaskan pedangnya dan menyerang Teluk Octopus, namun tiba-tiba saja, dari atas genteng kediaman Ling. Bayangan seseorang yang cukup dewasa terlihat berdiri di atas genteng dan mengeluarkan tawa yang membuat siapa saja merinding mendengarnya.


...* *...

__ADS_1


Ling membawa pedang naga terbangnya, meskipun bukan pertarungan yang mungkin membuat dirinya terpojok. Dia ingin memperlihatkan seberapa jauh perbedaan kemampuannya dengan orang-orang di kerajaan ini.


"Ku tebak kalian datang kesini karena ingin merebut spirit stone dan telur itu?"


Ling yakin 100% mereka mempertaruhkan banyak orang untuk datang ke sini karena suatu sebab. Tidak mungkin orang-orang ini datang tanpa sebab, kecuali mereka memang ingin berperang. Apalagi ini adalah sarang musuh mereka, Menara Jianhou. Untuk mempertaruhkan nyawa banyak orang, sudah dipastikan mereka memiliki tujuan.


Dan yang paling masuk akal, mereka mengincar spirit stone dan telur itu karena hanya itu yang Ling beli di muka umum.


"Kau benar anak muda, aku datang kesini untuk itu. Aku tidak tau sihir apa yang tadi kau gunakan tadi, tetapi itu tidak akan mempengaruhiku. Bila kau ingin tetap hidup serahkan benda dan telur itu, maka ku pastikan akan pergi tanpa membawa nyawamu." Meskipun Julius berkata demikian, tangannya bergetar hebat sebelumnya. Dan sampai saat ini, tangannya masih belum berhenti bergetar.


Ling hanya tersenyum tipis, dia menyadari hal tersebut.


"Kau ingin mengambil nyawaku? Dengan apa? Jumlah kalian bahkan lebih sedikit dibandingkan pasukan ku."


"Hahahaha apa kau bercanda? Lihat pasukan penjagamu sudah hampir kelelahan. Tapi ku akui prajurit yang menjaga kediaman mu cukup hebat." Tiba-tiba Lise masuk kedalam pembicaraan.


"Ah, mereka bukan pasukan ku. Mungkin kau akan sedikit terkejut dengan ini, tapi aku hanya ingin mengatakan jangan mengompol." Ling terkekeh kecil menutupi bibirnya sebelum membangkitkan prajurit skeleton dalam jumlah 2.000


Tanah di bawah, bergetar kencang. Menguncang bangunan disekitar kediaman Ling. Orang-orang dari Teluk Octopus yang berdiri di atas genteng pun ikut kehilangan keseimbangannya dan berakhir turun ke dalam kediaman Ling. Bersamaan dengan itu Lise yang berada di atas genteng pagar juga ikut turun.

__ADS_1


Suara tanah retak terdengar, tidak lama sebuah tangan tengkorak muncul dari berbagai tempat kediaman Ling dan luar kediamannya. Pemandangan berupa skeleton yang keluar dari dalam tanah, membuat hampir seluruh prajurit kencing di celana. Mereka merasakan dominasi dari prajurit skeleton.


"Kalau begitu, aku akan memulai mengkordinasi mereka. Bersiaplah karena aku hanya akan membiarkan satu dari kalian yang hidup..."


__ADS_2