Demon Lord System

Demon Lord System
Ch. 115 - Tidak, kalian salah paham


__ADS_3

Ling bangun dari tidurnya, dia merasakan tubuhnya sangat vit dan terisi banyak energi.


Perlu diketahui, setiap Class memiliki ciri khas Classnya masing-masing.


Seperti Class Assassin, mereka dianugerahi kecepatan yang tinggi. Ini adalah kekuatan yang tertanam di setiap assassin. Lalu, Dragon! Dianugerahi kekuatan api yang sangat kuat.


Begitu juga dengan Ling, Ling memiliki Class Necromancer. Di mana, Class ini memiliki kekuatan untuk meregenerasi tubuh sangat cepat ( Saat tidur ) Karena itu, Class Necromancer sendiri bisa dikatakan kebal hampir seluruh racun.


Ling beranjak dari kasurnya dan segera membersihkan dirinya. Tiga puluh menit kemudian dia selesai membersihkan dirinya dan segera bersiap-siap untuk pergi.


Clash...


Ling menghilang setelah memakai pakaian aliansinya. Muncul seperti biasanya, yaitu di tempat makan.


Ling dapat melihat banyak sekali hidangan yang di sajikan. Baik itu sayuran maupun daging, semuanya terdapat di meja makan. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Ling memakan semua makanan itu dengan mulut yang berada di tangannya.


Sejak beberapa hari yang lalu, tangan Ling tidak lagi menghisap seperti edotense milik Pain. Melainkan berubah menjadi sebuah mulut, dari dalam mulut itu mengeluarkan lidah yang besar dan pastinya kuat. Lidah itu sendiri Ling dapat gunakan sebagai serangan maupun tameng.


Sungguh kekuatan yang menakjubkan. Selesai mengomsumsi sebagian makanan. Ling langsung mengajak Kaito untuk pergi. Namun, Kaito saat ini masih berada di atas dan sepertinya masih belum bangun dari tidurnya.


"Anak itu." Gumam Ling.


"Ah... tuan, biar saya saja yang membangunkan tuan Kaito..."


Dari belakang Ling, muncul sosok pelayanya yang berambut pirang pendek. Dia adalah Amedia. Amedia menawarkan bantuan agar tuannya tidak perlu campur tangan. Yah, sebagai pelayan yang baik. Dirinya tidak ingin menyusahkan tuannya hanya karena masalah sepele.


Ling hanya menatapnya dalam diam, beberapa saat kemudian, Ling menggelengkan kepalanya.


"Tidak perlu, kamar Kaito ada di lantai 3. Biar aku saja..."


Terdapat banyak alasan mengapa Ling memilih itu tidak perlu dilakukan. Salah satunya...


'Teleportasi!'


Sling....


Ling menghilang di dalam kamarnya Kaito dalam sekejap. Ling dapat melihat, Kaito saat ini masihlah tertidur lelap. Namun, yang menjadi permasalahannya adalah satu...


"Ah tidak Miru, kamu ini nakal Sekali. Haha apa boleh buat..."


Ling menatap Kaito heran, meskipun dirinya orang bodoh mengenai perasaan. Namun, tidak untuk yang satu ini.


"Ah Iyah, biar aku saja yang membantumu."

__ADS_1


Kaito mengigau sambil tersenyum nafsu, bahkan saat dirinya tertidur. Ling dapat melihat darah yang mengalir dari hidungnya.


'Huh,' Ling menghela nafas panjang sebelum membangunkan Kaito, "Bangun, aku tidak ada waktu sampai kau menyelesaikan permainan mimpi mu..."


Ling menggoyang-goyangkan tubuhnya Kaito, namun yang terjadi adalah...


"Hahahaha Yuki kau juga menyukai ku rupanya..."


Kaito menarik pinggang Ling membuat Ling bertukar tempat. Ling di bawah dan Kaito di atasnya.


"Hihihi, Yuki..."


Darah menetes di wajah Ling sedikit demi sedikit. Itu karena wajah Kaito berada tepat di atas kepala Ling.


'Sialan bocah ini!' Ling sama sekali tidak menduga bahwa Kaito memiliki bakat saat mengingau.


"Kaito sadar bodoh!"


Ling mulai panik saat melihat wajah Kaito mulai mendekat dan pintu tiba-tiba terdengar suara ketukan.


"Tuan Kaito, apakah kau di dalam?"


Suara yang terasa familiar terdengar dari balik pintu. Suara itu kembali terdengar dan terus terdengar karena tidak ada jawaban dari dalam pintu.


Ling yang mulai panik segera bangkit dan menjatuhkan Kaito, namun apesnya, dirinya jatuh bersamaan dan tidak sengaja berciuman dengan Kaito.


"T -tuan?!" Mereka serentak terkejut melihat Ling dan Kaito...


Ling segera bangun dan meludah beberapa kali karena berciuman dengan Kaito. Dalam hati Ling, Ling sangat sedih karena ciuman pertamanya adalah seorang laki-laki.


Selesai meludah, Ling segera beranjak dari kasur Kaito dan berusaha menjelaskan, "Tunggu aku bisa jelaskan ini. Kalian salah paham."


"Tuan, aku sama sekali tidak menyangka kau seperti ini..."


Bukk....


Yuki terjatuh karena syok dengan pemandangan yang baru saja dilihatnya.


"Tunggu-tunggu, ini tidak seperti yang kalian pikirkan. Sungguh."


"Bukti sudah ada di depan tuan." Ucap Estes tersenyum seringai.


Tiba-tiba, Kaito yang berada di belakang Ling terbangun.

__ADS_1


"Huah, aku sama sekali tidak menduga bahwa mimpi memiliki efek nyata seperti ini." Kaito merenggangkan tubuhnya dengan senyuman.


Kaito melirik ke sekitar, dirinya baru sadar bahwa dia berada di bawah lantai. Dia kemudian melirik ke arah pintu, Kaito dapat melihat empat orang di sana.


Kaito bangun lalu menepuk pakaiannya, dia kemudian berjalan ke arah Ling.


"Ada apa ini?"


Ling menatap tajam Kaito. Begitu juga Yuki, Yuki memancarkan aura yang mengintimidasi ke arah Kaito.


"A -ada apa ini? Kalian sepertinya terlihat marah?"


"Kau tidak tau?" Tanya Ling.


"I -iya, aku tidak tau apa-apa, memangnya ada apa kawan." Kaito tertawa lalu menepuk nepuk punggung Ling, bersikap sok asik dengannya.


Ling menghela nafas panjang, "Kau mengambil ciuman pertamaku." Ucap Ling tanpa ekspresi.


"Apa?! Kau bercanda?! Aku bahkan belum pernah melakukannya dengan wanita. Bagaimana bisa ini terjadi?!" Kaito menggoyang-goyangkan tubuhnya Ling, meminta penjelasannya.


"Itu karena dirimu bod*h." Ling menyundul-nyundul kepala Kaito dengan jari telunjuknya.


"Apa?! Bagaimana bisa? Kau bercanda, kau pasti bercanda. Aku tidak percaya ini." Kaito berjalan kebelakang dan mondar mandir tidak jelas. Dirinya juga terlihat mengigit ibu jarinya dengan tubuh yang bergetar hebat, karena syok.


Ling menatap Kaito heran, setelah lama melihatnya, kemudian Ling melirik ketiga orang di depannya.


"Yah, ceritanya panjang, aku akan menceritakan di kereta kuda. Kalau begitu sampai jumpa," Ling sudah bersiap untuk berteleportasi, namun dirinya berhenti dan melirik ke arah Kaito, "Kai, kau pergi dengan pelayan lain. Aku akan pergi duluan."


Ling memegang ketiga orang itu, kemudian secara tiba-tiba mereka berempat menghilang di lantai satu. Meninggalkan Kaito sendiri di kamarnya.


Pada akhirnya, Ling pun hanya memasang wajah tanpa ekspresi karena merasa, dirinya tidak salah apa-apa. Berbeda dengan Yuki yang saat ini sama sekali tidak dapat menerima kenyataan pahit itu.


Beberapa menit kemudian, Ling sudah siap, Ling pun pergi dengan keenam pelayan yang biasa menemani dirinya. Ling juga memerintahkan untuk mengantar Kaito setelah dia selesai sarapan.


* *


Diperjalanan menuju turnamen, Ling terus diminta penjelasan oleh Yuki. Ling hanya tersenyum kecut menanggapi perkataan Yuki. Dirinya tidak tau harus memulai darimana.


"Tuan, aku hanya ingin tau." Yuki terus berkata demikian. Alhasil, Ling pun terpojok dan terpaksa menceritakan kejadian yang sebenarnya.


Ling menghela nafas panjang, "Singkatnya, aku mencoba membangunkan Kaito, namun dia yang mengingau tiba-tiba saja menarikku dan berkata Yuki..."


Yuki memasang wajah kesal saat mendengar penjelasan Ling. Yuki berjanji suatu hari akan ada masanya untuk dirinya membalas dendam kepada Kaito.

__ADS_1


_ _ _


Sad, Kaito sialan, kenapa Anda harus merebut kiss pertama Ling. Ah sudahlah, saya hanya mau bilang, NT/MT erorr, dan yah, pelajaran sudah dimulai, sebisa mungkin saya akan update. Untuk scene ini juga saya terinspirasi dari anime Naruto yang dimana sasuke x naruto... udh tau lah pasti, oke terima kasih banyak


__ADS_2