
Arthur merasa senang mendapatkan tugas untuk mencari sosok yang memutuskan koneksi Levi dengan burung gagaknya. Dia sudah sangat tidak sabar untuk bertarung saat Levi selesai mengatakan maksud dari kedatangannya.
ㅤ
“Kucing liar, jangan membuat tuan kecewa.”
ㅤ
“Kau–! Apa maksudmu kucing liar, burung sialan!” Nada bicara Arthur terdengar seperti preman yang sedang menyombongkan diri.
ㅤ
Kurumi dari jauh hanya menatap mereka sebentar lalu mengalihkan pandangannya, Kurumi terlalu malas menyaksikan kedua mahluk itu lagi-lagi bertengkar untuk sesuatu yang tidak berfaedah.
ㅤ
Namun, Kurumi tidak bisa membiarkan hal tersebut berlanjut, dia berjalan menuju Arthur dan Levi. Sampai di sana Kurumi menengahi mereka dan menyuruh Arthur untuk lebih fokus pada misi yang diberikan tuannya.
ㅤ
“Kau benar, meladeni burung sialan ini hanya akan membuat tuan marah. Kalau begitu aku pergi.” Arthur pergi mengambil barang-barangnya lalu keluar dari rumah kayu.
**
Arthur dapat merasakan kehadiran dari seekor monster atau yang biasa disebut juga sebagai binatang iblis. Dia merasakannya dari jejak besar yang berjalan menuju pedalaman hutan, awalnya Arthur tidak berniat masuk lebih jauh. Namun rasa haus pertarungan membuatnya berakhir masuk jauh lebih dalam untuk menemukan hewan iblis tersebut.
ㅤ
Sayangnya Arthur cukup kesulitan menemukan keberadaan sosok tersebut, karena hujan mulai turun dan menutupi aura mahluk tersebut.
ㅤ
Setidaknya dua puluh menit lamanya sampai Arthur dapat merasakan jelas aura dari hewan iblis yang cukup besar.
ㅤ
Dia mengeluarkan pedangnya bersiap-siap karena aura yang dirasakannya semakin dekat dengannya. Beberapa menit selanjutnya Arthur menemukan kawanan beruang sedang memakan hewan seperti rusa, kelinci termasuk gagak milik Levi.
ㅤ
Dibandingkan dengan beruang pada umumnya, beruang dihadapan Arthur memiliki aura yang tidak biasa. Ini menunjukkan status beruang tersebut tidaklah kecil, beruang itu memiliki warna bulu yang hitam lebat. Dengan sepasang cakar yang besar pada kedua tangannya, dipundaknya juga terdapat dua duri besar.
ㅤ
Tanpa disadari keberadaan Arthur telah dirasakan oleh beruang yang sedang makan, Arthur mendapatkan serangan tiba-tiba dari beruang yang sedang makan.
**
Iron Black Bear adalah beruang yang terkenal di wilayah kerajaan Diamond karena memiliki sepasang tanduk di pundaknya yang sangat keras, tanduk itu selain menjadi ciri khas mereka juga menjadi aset berharga untuk membuat senjata.
ㅤ
Diperkirakan kekuatan mereka menyaingi keberadaan penyihir atau knight tingkat master. Bahkan untuk Grand master sekalipun, menghadapinya akan memakan waktu cukup lama.
ㅤ
“Ukhg!” Arthur terpental beberapa langkah kebelakang, namun masih dapat menyeimbangkan tubuhnya di tanah yang licin akibat hujan.
ㅤ
Arthur tidak menyangka tenaga beruang tersebut sangat kuat, bahkan dapat mendorongnya saja itu sebuah pencapaian bagi beruang tersebut.
ㅤ
Kedua beruang yang berada di dekat beruang yang sedang bertarung dengan Arthur menonton dengan santai seolah-olah menikmati pertarungan. Baru kali ini Arthur di buat tertegun oleh seekor hewan.
ㅤ
__ADS_1
“Apa menurutmu saudara ke-3 mampu mengalahkannya?” Tiba-tiba salah satu beruang berbicara dengan bahasa manusia.
ㅤ
“Sepertinya mampu, tapi kalau manusia itu ternyata jauh lebih kuat dari saudara ke-3, kita harus segera membantunya.” Mereka berbicara dengan santai seolah-olah tidak menganggap Arthur akan mendengar perkataan mereka.
ㅤ
Meskipun hujan semakin deras, nampaknya kedua beruang tersebut tidak terganggu dan menikmati pertarungan Arthur dengan santai.
ㅤ
Arthur menahan nafasnya dia mengangkat pedangnya dan berlari menuju beruang dihadapannya, dia menebaskan pedang besarnya ke arah beruang tersebut dengan mengalirkan seratus lingkaran mana ke dalam pedangnya.
ㅤ
Saat beruang tersebut berusaha menangkisnya, terdengar suara tulang yang patah namun suara tersebut berasal dari tangan si beruang.
ㅤ
“Arhggg!” Beruang tersebut berteriak kesakitan akibat jarinya yang patah.
ㅤ
Teriakan tersebut membuat kedua beruang yang menikmati pertarungan langsung berdiri dan menyerang Arthur. Arthur sungguh tidak menyangka satu saja sudah cukup membuatnya mengerahkan seratus lingkaran mana, entah berapa banyak mana yang akan digunakan kembali untuk mengalahkan kedua beruang yang tengah berlari ke arahnya. Namun karena situasi cukup mendesak, pada akhirnya Arthur menggunakan beberapa puluh lingkaran mana.
ㅤ
“Elemental Fire – Magic Sword Attack!” Arthur menebas udara dua kali tebasan, serangan tersebut mengeluarkan gelombang api yang berbentuk X.
ㅤ
Sementara Arthur sedang disibukkan dengan kedua saudaranya, beruang yang mengalami cidera patah tulang pada jarinya segera mundur untuk menyembuhkan lukanya.
ㅤ
ㅤ
Arthur berdecak kesal karena jurusnya tidak mengenai mereka, kalau serangannya tidak mengenai mereka, Arthur terpaksa menggunakan lebih banyak lingkaran mana.
ㅤ
“Kalian yang memaksa!”
ㅤ
Kedua beruang yang baru saja menghindar segera berlari menuju Arthur, bersiap untuk menyerang. Namun mereka dihentikan oleh sesuatu yang sangat besar, sesuatu yang sangat mengerikan!
**
Beberapa menit yang lalu. Arthur tersenyum tipis melihat kedua beruang yang sedang berlari ke arahnya, dia lupa belum pernah mengetes jurus iblis api miliknya. Arthur menyeringai.
ㅤ
“Demon Lord – Bless in Fire!”
ㅤ
Seluruh keberadaan di jarak lima meter berubah menjadi api, tidak lama sejak api itu muncul, Api Biru yang mengelilingi Arthur berubah menjadi sebuah tulang tengkorak yang mengelilingi tubuhnya, lama-kelamaan tulang itu kembali berubah menjadi sebuah tulang yang memiliki tubuh, lalu tangan dan terakhir kepala.
ㅤ
TL/N : Seperti Para Clan Uciha
Kedua Beruang Hitam yang berniat menyerang, berhenti, namun mereka ingin maju hanya saja tubuh mereka bergerak mundur sendirinya, tidak bisa dipungkiri rasa takut mulai menyerang seluruh beruang iron.
ㅤ
__ADS_1
Padahal beruang iron dikenal sebagai beruang paling pemberani, namun nyatanya dihadapan Arthur mereka tidak bisa berhenti bergetar sedikitpun. Mereka tidak yakin sempat melarikan diri namun mereka bertiga sepakat untuk menyerang Arthur sampai titik darah penghabisan, setidaknya mereka harus dapat memberikan luka yang cukup dalam pada Arthur.
**
Pada akhirnya perjuangan para beruang berakhir sia-sia, Arthur menang tanpa mendapatkan luka sedikitpun di tubuhnya, meskipun serangan para beruang mengandung kekuatan yang setara dengan tingkat master akhir, pertahanan jurusnya tadi sangat-sangat sulit ditembus dan Arthur yakin setidaknya untuk menghancurkan perisai apinya dibutuhkan sepuluh peringkat Grand master atau satu peringkat Epic.
ㅤ
Arthur menatap beruang yang sedang meringis kesakitan, dia berusaha kabur meskipun dengan menyeret tubuhnya, sayangnya Arthur tidak tinggal diam. Dia mengibaskan pedangnya seketika pala beruang tersebut terlepas dari tubuhnya.
ㅤ
Arthur menyarungkan pedangnya, dia melihat langit yang telah berhenti meneteskan air hujan. Tidak lama sejak Arthur melihat ke atas langit, sebuah pelangi muncul.
ㅤ
“Sepertinya pelangi ikut menyambut kemenangan ku.”
**
Ling Chen sedang melihat-lihat keluar jendela saat tiba-tiba langit berhenti hujan dan memperlihatkan pelangi yang indah, Ling Chen tersenyum lalu mengajak Kazan dan Rafaela menikmati pemandangan setelah hujan.
ㅤ
“Indahnya...” Rafaela menatap pelangi tanpa berkedip, Ling Chen tersenyum melihatnya.
ㅤ
Rafaela adalah anak yang selalu berada di rumahnya, untuk keluar bahkan Rafaela harus ditemani dengan pengawal pribadi nya, saat ini dia benar-benar senang dan takjub. Pemandangan yang belum pernah dilihat olehnya.
ㅤ
Ling Chen tiba-tiba tersenyum kepada Rafaela, membuat Rafaela tersadar sudah terlalu lama dia menikmati pemandangan.
ㅤ
“Tuan?”
ㅤ
“Tidak apa-apa, aku hanya senang karena kau bisa melihat pemandangan seindah ini. Aku tau bagimu untuk keluar dari rumah dulu sangat susah dan kalaupun boleh kau ditemani oleh pengawalmu. Hidupmu benar-benar seperti burung yang tidak bisa terbang dulu...” Ling Chen terkekeh kecil mengingat kisah Rafaela.
ㅤ
“Bagiku hubungan kalian lebih indah.” Tiba-tiba Kazan masuk ke dalam topik pembicaraan, dia memasang wajah senyuman lebar tanpa merasa bersalah telah membuat suasana menjadi canggung.
ㅤ
Ling Chen ingin sekali untuk pertama kalinya memukul kepala Kazan, karena anak itu memiliki mulut yang ceplas-ceplos. Namun melihat Rafaela tidak mempersalahkannya, Ling Chen langsung mengganti topik pembicaraan.
ㅤ
“Setelah aku berhasil mendapatkan sekutu, aku akan kembali ke kerajaan Whazard dan merebut kembali kerajaan itu, bagaimana denganmu Rafaela? Apa tidak ada sesuatu yang menjadi tujuanmu?” Ling Chen menatap wajah Rafaela.
ㅤ
“Aku, aku tidak memiliki tujuan dulu, namun setelah bertemu denganmu, aku memiliki satu tujuan. Tujuanku adalah–”
ㅤ
“Tuan Arthur telah kembali.” Kurumi datang secara tiba-tiba memotong perkataan Rafaela.
ㅤ
“Ouh baiklah, aku akan segera menemuinya.” Ling Chen pergi meninggalkan Kazan bersama dengan Rafaela.
ㅤ
__ADS_1
‘Tujuanku, adalah untuk memantaskan diri untukmu... Ling.”