Demon Lord System

Demon Lord System
Ch. 94 - Kencan satu hari


__ADS_3


Nama : Yuki


Umur : 17+


Class : Ilusi


Job : Illusionist Woman (2)


Yuki adalah wanita dengan Class ilusi yang saat ini sedang mengembangkan beberapa teknik Assassin. ( Tampilan Yuki setelah satu Minggu di kediaman Gronth )


__________________________________________________________


Satu Minggu setelah kejadian pertarungan antara pahlawan dengan skeleton. Banyak berita baru mulai menyebar dan menggemparkan seluruh kerajaan dan penduduk-penduduknya. Banyak dugaan yang berkata bahwa keluarga Charlotte bangkit kembali menjadi sosok monster tengkorak dan berniat menyerang semua keluarga terpandang dan kerajaan. Ada juga dugaan yang mengatakan bahwa mereka adalah kirimin dewa keadilan untuk memberantas sosok bangsawan yang keji. Namun ada satu hal yang lebih membuat Ling tertarik, yaitu adalah mereka yang menduga bahwa itu adalah pasukan dari organisasi miliknya.


Sedangkan itu, saat ini Ling sedang berjalan-jalan keluar dari kediamannya untuk menikmati udara pagi yang segar. Sepanjang perjalanan Ling terus tersenyum, alasannya sederhana, rencana Ling kini telah berhasil dan membuat orang-orang disekelilingnya menggosipkan organisasi miliknya. Ling memiliki rencana namun dia harus membuat kekacauan terlebih dahulu untuk membuat penduduk menjadi cemas dan ketakutan, semua itu adalah demi kelancaran rencananya. Ling adalah orang yang licik, karena itu jelas otaknya sangat hebat dalam memainkan hati manusia.


Waktu itu, saat Ling meminta Kurumi pergi ke kerajaan untuk mencari tahu apa yang membuat Xan Zhang berada disana. Ling memerintahkan Kurumi untuk memberitahu kepada Xan Zhang untuk saat kembang api darurat terlihat, maka Xan Zhang disarankan untuk segera pergi ke arah Kastil tua atau yang biasanya disebut markas bagi Ling. Akan tetapi, Ling juga menambahkan untuk Kurumi memberitahu Xan Zhang untuk menarik perhatian saat dirinya pergi keluar.


Dengan begitu, skema yang telah di rencanakan oleh Ling cukup berhasil meskipun ada perubahan karena banyak hal yang terjadi.


Sedangkan itu, saat ini Ling pergi hanya ditemani oleh Yuki, dia dulu pernah berjanji untuk berjalan-jalan bersama Yuki. Akan tetapi, Ling merasa cukup aneh, Yuki yang biasanya selalu menggunakan pakaian berwarna hitam dan terlihat sangat mengintimidasi meskipun dia sangat cantik. Namun saat ini yang Ling lihat adalah wanita dengan pakaian biasa ala bangsawan kecil saja.


Entah kenapa Ling merasa aneh apabila Yuki memakai pakaian imut. Ling mengalihkan pandangannya ke arah sebuah toko kue di jalanan pasar.


"Paman." Ling menarik tangan Yuki dan berjalan ke arah paman di toko itu, "Paman aku minta dua puluh biji daging sate itu."


Paman tersebut membuka mulutnya lebar-lebar, mungkin harganya masih dibilang murah karena hanya dengan satu koin perak, pelanggan akan mendapatkan dua sate daging yang cukup besar. Akan tetapi, Ling membeli dua puluh sate daging, apakah dia bisa memakan semua itu? Begitulah pertanyaan yang muncul dalam hati paman tersebut. Akan tetapi, dia tidak memiliki hak untuk menentang, pada akhirnya dia pun mengambil dua puluh sate daging ayam dan diberikannya kepada Ling.


Pama tersebut tertawa saat Ling memberikan dua keping emas, "Anak muda sekarang ini, sangat tau saja yah cara menyenangkan hati pasangannya, yah kalau dilihat-lihat kalian memang cocok sih, hahaha." Paman tersebut tertawa memperlihatkan giginya yang ompong.

__ADS_1


Ling bukannya tersinggung malah tertawa, sebenarnya Ling tidak tertawa bukan karena paman itu berkata dia terlihat sangat cocok dengan Yuki, tetapi dia tertawa karena melihat gigi paman tersebut yang ompong.


Yuki hanya tersenyum malu sebelum ingin menjelaskan bahwa mereka bukanlah seorang kekasih. Akan tetapi, sebelum itu terjadi, Ling berkata, "Terima kasih karena telah memberitahukan kalau kami adalah pasangan yang serasi paman, ah sebagai hadiahnya aku akan memberikan gigi baru untuk paman." Ling terlihat memasukkan tangannya ke kantung celana lalu saat dirinya mengeluarkan tangannya, terlihat beberapa gigi berwarna putih.


Paman yang tidak tahu apa-apa pun keheranan, Sampai dimana akhirnya Ling membuat paman tersebut pingsan dan melemparkan gigi tersebut masuk kedalam mulutnya paman tersebut.


Beberapa menit kemudian, paman tersebut kembali bangun, "A-apa yang terjadi tadi?" Gumam paman tersebut heran.


Paman tersebut melirik ke arah pria muda yang bukan lain adalah Ling, "Nak, tadi kau bilang apa?"


"Bukan apa-apa, kalau begitu kami pamit paman."


Ling menarik tangan Yuki, lalu mulai memakan daging-daging yang dibawa olehnya. Ling tidak memegang sate daging tersebut, namun Ling membuat sate daging ayam yang besar itu terbang masuk kedalam mulutnya secara bertahap.


"Wahhh, enak sekali makanan yang bernama sate ini, Yuki kau juga makan." Ling tersenyum dengan wajah yang cukup belepotan.


"T-tuan, wajahmu kotor, sini aku bersihkan." Yuki jika terlihat oleh orang lain memanglah dewasa, terlepas dari tubuhnya yang sudah jadi. Akan tetapi, dihadapan Ling, dia terlihat layaknya gadis kecil yang pemalu.


"Wah kencan ternyata seenak ini yah, Minggu depan aku ingin mengajak siapa yah untuk kencan." Ling berfikir keras untuk menentukan orang yang akan dikencaninya. Yuki yang mendengar tersebut hanya tersenyum ragu, sepertinya karena tuannya lupa ingatan, dia tidak mengetahui apa itu kencan.


"Tuan, apakah tuan tau arti kencan?" Yuki bertanya sambil tersenyum.


Mereka saat ini sedang mengobrol di tengah pasar, namun karena saat ini masih terbilang cukup pagi, belum banyak yang keluar saat ini. Mungkin memang mereka telah bangun, tetapi mereka makan ataupun segera bekerja.


Ling memalingkan wajahnya menghadap Yuki yang sedang bertanya, lagi-lagi pipinya belepotan karena memakan sate.


Yuki menepuk jidatnya, dalam hati Yuki berkata, 'Sebenarnya tuan ini anak kecil apa tuan yang berumur 17 tahun sih.'


Ling hanya terkekeh saat melihat Yuki menepuk jidatnya, dia kemudian berkata, "Artinya kencan itu bersenang-senang bukan?"


Yuki terbatuk saat mendengar perkataan tuannya, 'Hah.' Yuki mengelap air liurnya karena terkejut tadi, 'Sekarang aku yakin tuan adalah anak kecil.'

__ADS_1


"Tuan, begini aku jelaskan..."


Yuki mulai memberitahu apa itu kencan kepada Ling, Ling tentu saja terkejut saat mengetahuinya. Istilah kata kencan sama sekali belum pernah di dengar olehnya di dunia sebelumnya.


"Ah jadi begitu, haha maaf-maaf." Ling tersenyum sambil menggaruk kepalanya, saat ini dirinya merasa agak canggung karena sudah mengetahui arti sebenarnya dari kata kencan.


Ling tetap berjalan dengan Yuki meskipun suasananya telah cukup hening. Sampai pada akhirnya, Yuki mencolek wajah Ling.


"Ada apa?" Ling memalingkan wajahnya.


"Liat tuan, ada lelang disana." Yuki menunjuk sebuah toko yang terlihat ramai dari kejauhan sekalipun.


"Ah, ouh lelang, apa kau ingin kesana?" Tanya Ling memastikan.


"Iya, disana dikatakan banyak sekali barang-barang bagus yang dijual, terlebih lagi toko itu adalah toko keluarga anda tuan."


"Eh, toko keluarga ku?" Ling memalingkan wajahnya dan melihat papan nama di atasnya. Ling melihat di ujungnya terdapat kata Acara Lelang Keluarga Gronth.


"Baiklah, ayo."


Ling dan Yuki berjalan ke arah toko tersebut tanpa mengantri. Prajurit yang sedang menjaga barisan masuk memalingkan wajahnya karena sekilas melihat seorang pemuda yang berniat masuk kedalamnya. Prajurit tersebut pun secara tiba-tiba berada di hadapan Ling saat Ling hampir saja masuk kedalam.


"Siapa kau! beraninya kau berniat masuk tanpa mengantri!"


"Eh, siapa aku? kau tidak kenal dengan majikan mu rupanya." Ling tersenyum meledek prajurit tersebut.


Prajurit tersebut terlihat sangat kekar, tubuhnya juga dilapisi oleh baja yang ringan namun kuat. Prajurit itu berdecak kesal saat Ling berkata dirinya tidak mengenali majikannya.


"Kurang ajar!" Sebuah tinju dilepaskan oleh prajurit tersebut dengan kencang dan mengandung energi Mana yang tidak sedikit.


Namun, pukulannya saat itu langsung berhenti saat Ling menahannya dengan tangan kanannya. Percaya atau tidak, Ling hanya mengandalkan fisiknya saja saat menahan serangan dari Prajurit tersebut.

__ADS_1


"Perkenalkan, namaku Ling, tuan muda keluarga Gronth."


__ADS_2