
Ling Chen beserta rombongannya sampai di Ibukota saat matahari sudah mulai terbenam. Ketika di Ibukota Scrollaves mereka akhirnya berpisah, Kedua Belas Prajurit yang awalnya merasa kesal karena dipaksa ikut oleh Kurumi, berubah menjadi senang.
ㅤ
Mereka mendapatkan sekitar dua ratus daging Monster, mereka akan mendapatkan uang yang banyak dari hasil penjualan tersebut! Terlebih mereka mendapatkan satu cincin dimensi, yang mereka tidak mampu untuk beli.
**
Setelah berpisah dengan Kedua Belas Prajurit Pemburu tadi, Ling Chen dan Kurumi berjalan menggunakan kuda menuju Kediaman. Dalam perjalanan tidak ada perbincangan setelah Ling Chen memberitahu dirinya akan pergi besok.
ㅤ
Sampai di kediaman Kurumi masih tidak berkata apapun, Ling Chen masuk ke dalam kediamannya setelah mengikat tali kudanya di kandang kuda. Ketika Ling Chen berniat membuka pintu, pintu tersebut lebih dulu terbuka, tidak lama Ling Chen berkeringat dingin melihat pandangan tajam dari perempuan di balik pintu.
ㅤ
Sebelum Ling Chen ingin menjelaskan sesuatu, gadis yang tidak lain adalah Rafaela terjatuh membuat pintu terbuka. Di saat bersamaan Kazan muncul lalu melompat terbang memeluk Ling Chen.
ㅤ
“Kakak kenapa kau tidak makan bersama kami? Apakah kau tidak ingin makan bersama ku? Apa aku salah, kakak?” Kazan dengan wajah memelas bertanya.
ㅤ
Ling Chen tersenyum canggung melihat Kazan memasang wajah memelas, “Bukan bukan, aku bukannya tidak mau makan bersama tetapi Kurumi tadi memanggilku. Iyah karena itu aku dengan cepat pergi ke tempatnya, juga Kazan kau tidaklah salah.”
ㅤ
Mendengar hal tersebut Kazan tersenyum puas, dia kemudian turun dari pelukan Ling Chen dan meraih tangannya dan menariknya ke dalam kediaman. Rafaela masih memasang wajah kesal ketika Ling Chen masuk ke kediaman melewati nya.
ㅤ
Ketika dirinya ingin bertanya sesuatu kepada Kurumi, Rafaela tidak jadi bertanya karena wajah Kurumi yang terlihat tidak seperti biasanya, Rafaela menduga ada sesuatu yang membuatnya bersikap demikian.
ㅤ
Rafaela menghiraukan Kurumi lalu berjalan masuk ke dalam kediaman.
**
Ketika bertemu dengan Safir Crowmaks Ling Chen mendapatkan kesempatan untuk lepas dari Kazan, dirinya segera masuk ke dalam kamar tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.
ㅤ
Setelah berada di dalam Kamar, Ling Chen akhirnya mulai melakukan proses peningkatan Class. Seratus Ribu Point Tukar dalam sekejap habis menjadi 17.384 Point Tukar. Tetapi karena itu juga Ling Chen memiliki kemampuan membuat gerbang dimensi.
ㅤ
Class Void miliknya naik menjadi rank S, kini Ling Chen telah mampu membuat Gerbang Dimensi. Ketika sedang memeriksa sistem, dari pintu kamarnya terdengar suara ketukan, Ling Chen segera membuka pintu.
__ADS_1
ㅤ
Rafaela berada di depan pintu dengan wajah cemberut dan tangan di pinggang, menatap Ling Chen terus menerus. Ling Chen yang merasa tidak nyaman menghilang dari pandangan Rafaela, membuat gadis itu berkedut kesal.
ㅤ
Ling Chen menghilang dan muncul di salah satu bangku makan. Kazan dan Safir menatapnya dengan mulut terbuka, Ling Chen memasang senyum canggung sebelum mencari topik pembicaraan.
**
Malam hari, pukul sepuluh malam Ling Chen dan Kurumi berada di atas genteng kediaman menatap rumah yang satu persatu mematikan lampu
ㅤ
“Tuan kenapa kita harus pergi besok? Kenapa kita tidak menunggu yang lainnya juga ikut siap? Dan juga kenapa hanya kita berdua?”
ㅤ
Ling Chen tersenyum canggung mendengar pertanyaan beruntun dari Kurumi. Dirinya mencoba menjawab satu persatu pertanyaan beserta penjelasannya. Untungnya, Kurumi cepat memahami Ling Chen.
ㅤ
“Kita akan menyabotase peralatan Festival mereka, agar terjadi keributan. Sampai sepuluh hari kemudian, kita harus dapat menahan mereka hingga bantuan datang.” Ling Chen menjelaskan apa yang akan di lakukan ketika memasuki Kerajaan tersebut.
ㅤ
Kurumi menatap tuannya membara, “Tuan! Akan ku pastikan kau tidak akan mati! Aku akan mengorbankan nyawaku ketika kau tidak bisa mengalahkan mereka, pasti!” Kurumi berkata lantang.
ㅤ
ㅤ
Kurumi yang bibirnya tertutup tangan Ling Chen menganggukkan kepalanya berkali-kali sebelum kembali ke posisinya tadi. Ling Chen masih tersenyum tipis, mendengar Kurumi mengatakan hal tadi jusrtu membuatnya tidak dapat berkata-kata.
ㅤ
Meskipun begitu jujur saja Ling Chen senang mengetahuinya, dia memiliki Prajurit yang begitu setia.
ㅤ
“Kurumi ngomong-ngomong apa keinginan mu dulu sebelum kau mati?” Tanya Ling Chen tanpa menatapnya.
ㅤ
“Aku... Ingin hidup bersama dengan kekasih ku sampai kami memiliki keturunan dan mati bersama. Hanya itu.” Kurumi menjawab pertanyaan Ling Chen, sambil menatap Bulan seperti tuannya.
ㅤ
Ling Chen tersenyum mendengarnya, dirinya yang tidak pernah meyakini adanya cinta hanya dapat tersenyum tipis. Dia kemudian melirik Kurumi, “Kalau begitu setelah kita mengalahkan mereka, aku akan mencari orang yang mirip kekasihmu, dia pasti masih hidup. Um siapa itu nama orang yang seperti kekasihmu?” Ling Chen menaruh tangannya di dagu, mencoba mengingat-ingat namanya.
__ADS_1
ㅤ
Kurumi tersenyum melihat tuannya begitu ingin membuatnya senang, dia merasa mengorbankan nyawanya kepada Ling Chen tidaklah buruk melainkan adalah anugrah. Jujur saja dia mulai memahami sifat Ling Chen, tuannya tidaklah jahat, dia hanya seperti induk yang melindungi orang-orangnya.
ㅤ
“Namanya adalah Vamas tuan. Aku tidak apa-apa, tuan tidak perlu menghiburku, diriku tau Vamas mungkin mati saat itu.”
ㅤ
Meskipun Kurumi berkata demikian, Ling Chen dapat melihatnya memasang wajah sedih. Ling Chen ingin mencoba menghiburnya namun dirinya bukanlah pelawak yang dapat membuat orang dengan mudah tertawa.
ㅤ
Ling Chen berusaha memikirkan sesuatu yang membuat seseorang senang, kemudian dirinya teringat dengan dua kotak hadiah yang masih belum di buka olehnya. Dia kemudian mengeluarkan salah satu kotak hadiah, dan menyerahkan kepada Kurumi.
ㅤ
“Untukmu, anggap saja ini sesuatu yang spesial. Tetapi kalau kau merasa itu jelek kau boleh membuangnya.” Ling Chen tersenyum puas, dirinya telah melemparkan ranjau yang membuat Kurumi tidak akan mengembalikan hadiahnya kepadanya.
ㅤ
Kurumi tersenyum lalu mengucapkan terima kasih kepada Ling Chen. Sesaat setelah memberikan hadiah kepada Kurumi, Ling Chen pamit undur diri dan menghilang. Kurumi masih menatap kotak hadiah di hadapannya dengan senang.
ㅤ
Ketika Kurumi membukanya, dari dalam kotak tersebut bersinar ke emasan, membuat Kurumi memejamkan matanya. Ketika dia kembali membuka matanya, sebuah pisau berwarna hitam yang di selimuti aura merah tertata di atas kotak hadiah tersebut.
ㅤ
Di sampingnya terdapat tiga buah anggur berwarna merah darah, serta sebuah kartu yang memiliki gambar aneh, “Apakah ini Kartu Takdir?” Kurumi tidak mengetahui apa maksud kartu tersebut, tetapi dirinya tetap menyimpannya di dalam kantung nya.
ㅤ
Kurumi kemudian menatap langit malam yang terang, suasana yang begitu dingin dan terangnya bulan, entah kenapa membuatnya merinding, “Terima kasih kepada Kamisama, telah menjadikan saya sebagai pelayan dari manusia yang begitu hebat.” Sebuah air mata terjatuh dalam satu kedipan mata Kurumi.
TL/N: Kartu yang di simpan Kurumi
ㅤ
......CONTINUE......
Sebagai Bentuk Dukungan Kepada Penulis, Penulis Hanya Berharap Tanpa Paksaan untuk melakukan :
•Like (Setelah membaca)
•Komentar (Positif/Negatif+Saran)
__ADS_1
^^^Written by : arkan^^^
...(Sekian Terimakasih)...