Demon Lord System

Demon Lord System
Chapter 204 : Perubahan Rencana II


__ADS_3

Kediaman Asosiasi Penyihir Hitam sampai saat ini masih belum diketahui dengan jelas, para Ksatria dari kerajaan Diamond sudah menyusuri banyak tempat namun tetap tidak menemukan nya.



Alasannya sederhana, karena salah satu petinggi Asosiasi Penyihir Hitam memiliki kemampuan menggunakan Array tingkat 6 Top-Tier, yang dikatakan telah punah di Benua ini.



Array adalah sebuah susunan Formasi Sihir, namun berbentuk penghalang. Array di bagi menjadi beberapa tingkatan dan dalam satu tingkatan juga kembali di bagi menjadi tiga, yaitu Low, Mid dan Top-Tier.



Sementara itu di gerbang masuk menuju Asosiasi, dua prajurit sedang tertawa kecil sambil meminum sebuah bir dari botol kayunya.



“Hey bagaimana kalau pemimpin mengetahuinya? Kau pasti akan mati, kau tau itu?” Ujar salah satu prajurit yang memiliki rambut tipis.



“Yah karena itu kau diam saja. Ngomong-ngomong aku dengar tadi malam kita mendapatkan banyak gadis dari para penyamun? Apa benar?” Prajurit bertubuh gemuk itu kemudian berdiri meminum bir nya.



Prajurit yang memiliki rambut tipis melipat kedua tangannya sambil bersandar di tembok, “Yah kau benar, aku mendengarnya juga dari teman sekamarku. Dikatakan mereka yang bekerja cukup baik akan mendapatkan salah satu gadis... Aihhh aku tidak sabar.”



Prajurit gemuk itu tertawa, “Sebelum kau mendapatkannya aku pasti telah bersenang-senang lebih dulu dengan merek–”



Tiba-tiba suara yang cukup keras terdengar dan memotong perkataan prajurit tubuh gemuk.



Kedua prajurit itu menatap ke hutan, mereka menemukan beberapa burung gagak sedang mencoba menerobos masuk Array yang tidak kasat mata itu. Bagaikan karet yang transparan, burung gagak itu mendorong namun terpental.



Prajurit bertubuh gemuk melihat rekannya dengan wajah panik karena burung-burung gagak itu semakin lama semakin bertambah, membuatnya khawatir, “Xun mereka tidak akan menembus Array ini bukan?”



Xun melihat wajah rekannya dengan raut wajah yang panik juga, “Seharusnya sih tidak... Tapi kalau kita tidak memanggil bantuan dan tiba-tiba gagak ini berhasil masuk, kita akan mendapatkan masalah besar. Sebaiknya salah satu dari kita memanggil yang lainnya.” Usul Xun.



“K-kalau begitu aku saja, kau tunggu di sini.” Prajurit bertubuh gemuk itu terlihat ingin sekali meninggalkan tempat ini.



Xun menggelengkan kepalanya pelan, “Dengan tubuhmu itu akan cukup memakan waktu, biarkan aku saja yang melakukannya...”


**

__ADS_1


Ling Chen sudah hampir lima jam penuh mencari di dalam hutan, tidak ada tanda-tanda Array yang di temukan sampai pada akhirnya Ling Chen menyadari perubahan pada raut wajah Levi.



“Tuan aku menemukannya!”



Ling Chen melebarkan senyumnya ketika mendengarnya, “Bagus kalau begitu di mana?”



Levi menunjukkan dengan tangannya, “Di sana, tetapi...”



Levi menjelaskan ada begitu banyak rintangan yang harus mereka lakukan jika berjalan langsung. Namun untungnya mereka dapat menggunakan sihir terbang.



Ling Chen terbang di ikuti Levi di belakangnya, dengan kecepatan tinggi tidak butuh waktu lama untuk sampai. Ling Chen berhasil menemukan kawanan burung gagak yang sedang mencoba menerobos sesuatu yang transparan.



Ling Chen turun secara perlahan lalu menyentuh Array tersebut. Wajahnya mengalami sedikit perubahan.



“Ini... Array tingkat enam? Tidak mengherankan Burung Gagak mu ini tidak dapat menembusnya, orang yang membuat Array ini cukup hebat...”




“Combat Technique - Demon Fist 1!”



Ling Chen menggerakkan tangannya dengan pelan dan berhenti saat tangan itu hanya beberapa cm lagi saja sampai mengenai Array. Tiba-tiba saat Ling Chen menyentuh Array transparan di depannya, Array tersebut hancur dan seketika energi ledakan yang besar menghancurkan sebuah gerbang.



Ling Chen menggaruk kepalanya, setau dirinya jurus ini kuat namun tidak sekuat ini. Mungkin karena faktor fisik Ling Chen yang memadai?



Levi menatap puing-puing dengan mulut terbuka lebar, dia mengetahui Ling Chen memang kuat, namun baru kali ini dia melihat sesuatu yang membuatnya begitu tertarik dan kagum.



Levi menatap Ling Chen serius, “Tuan?”



“Ah aku bisa menjelaskan ini...”

__ADS_1


**


Raut wajah Akasha mengkerut saat menyadari Array yang di buatnya hancur. Di saat yang bersamaan juga muncul seorang prajurit yang melaporkan situasi di depan gerbang utama.



Akasha terkejut, namun memilih untuk tidak membuang waktunya karena para pemimpin lain mungkin saat ini juga sedang pergi menuju gerbang utama.



Akasha adalah seorang pengurus Asosiasi yang bertanggung jawab atas keamanan Asosiasi. Tetapi saat ini dia benar-benar bingung sekaligus penasaran, terlebih salah satu prajurit mengatakan sosok yang mencoba menghancurkan Array adalah seekor gagak.



“Jangan bercanda, ini adalah Array tingkat enam, siapapun tidak akan percaya bila aku mengatakan alasan ini...” Sulit menerima bahwa Array yang baru beberapa bulan lalu di buatnya, hancur karena sekawanan Burung Gagak.



Akasha tidak membutuhkan banyak waktu untuk sampai di sekitar gerbang, Akasha menyadari beberapa pemimpin juga telah datang namun yang membuatnya bingung mereka terdiam di atas bangunan rumah prajurit sambil menatap gerbang yang di penuhi asap.



“Apa yang mereka lihat sampai seserius itu?” Akasha bergumam.



Dia akhirnya ikut menfokuskan pandangannya pada sesuatu di dalam asap. Samar-samar dia menemukan bayangan hitam yang berjalan, semakin lama bayangan tersebut semakin jelas, Akasha mengeluarkan pisau dari pinggangnya.



‘Ini bukan disebabkan hewan sihir, seperti yang ku duga.’



Meskipun senang, tapi di saat bersamaan Akasha bingung harus senang atau sedih? Senang karena yang menyerang Asosiasi adalah seseorang yang kuat, membuat image miliknya tidak terjatuh. Sedih karena dirinya lah yang akan bertanggung jawab dan kembali membuat Array yang kesulitannya membuat Akasha sakit kepala.



Akasha akhirnya terbangun dari lamunannya saat menyadari perubahan disekitarnya, aura membunuh yang mengelilingi sekitar terasa sangat jelas.



Perlahan-lahan sosok Pemuda yang datang dengan kosong itu maju, menunjukkan wajahnya yang tersenyum seperti tidak melakukan dosa apapun.



“Akhirnya kita bertemu... Asosiasi Penyihir Hitam.”



Bulu kuduk semua pemimpin yang mendengarnya seketika berdiri, tidak tau mengapa namun ada suatu perasaan yang lama hilang dari mereka dan akhirnya kembali teringat saat melihat pemuda itu.


...— — —...


Ini kenapa aku ngantuk coba, biasanya kuat sampai jam 1, aneh. Aku usahain update lagi

__ADS_1


__ADS_2