
Ling kini sedang berjalan dengan kudanya, namun saat dia melihat kerumunan orang, dia menjadi penasaran dengan apa yang sedang mereka lihat, segera saja dirinya turun dari kuda dan agak terbang untuk melihat apa yang sedang menjadi pusat perhatian.
"Miru." Gumam Ling yang kini sedang terbang satu meter dari tanah.
Segera saja Ling terbang dan berjalan ke arah Miru dan seorang laki-laki tampan yang kini sedang mencium punggung tangan Miru.
**
"Ah, anu, aku tidak bisa." Miru menggeleng kepalanya pelan berusaha menolak ajakan Tuan Hans itu.
Merasa bingung dan malu, Hans berdecak kesal, meskipun tadi dirinya bersikap baik, tetapi itu bukanlah sifat aslinya, namun dia menahan emosinya terlebih dahulu untuk menanyakan alasannya, "K..kenapa? aku dapat membelikan mu barang dan perhiasan yang mahal, bahkan Kediaman ku sangat besar, kau pasti akan menyukainya." Kata Hans sambil menggaruk pelipis nya yang tidak gatal.
"Iya, namun, aku tetap tidak bisa, aku harus menjaga adikku." Miru menggeleng kepalanya pelan lalu berpaling ke arah Leonard yang kini sedang berlatih pedang.
Kini emosi Hans tidak dapat tertahankan lagi, dia menjadi kesal dan melontarkan perkataan yang cukup kasar, "Kau! dasar kau jal*ang!" Ucapnya sambil melepaskan tamparan kepada Miru.
Namun sebelum itu terjadi, sebuah tangan memegang tanganya yang membuat dirinya tidak bisa memukul Miru.
"Menyerang wanita? bukankah tidak pantas? terlebih wanita itu tidak menyerangmu dan memaki mu." Seorang laki-laki yang tidak kalah tampan menahan pukulan dari Hans.
* *
Ling yang tadi melihat Miru dalam masalah segera menahan serangan dari Hans, bagaimanapun untuk sekarang Pelayan Undead nya itu belum boleh diketahui oleh orang lain kecuali dirinya mengizinkan nya.
Melihat tangannya ditahan oleh Ling, Hans berusaha untuk menariknya kembali, namun anehnya dia tidak dapat menariknya, 'Ada apa ini? kenapa tanganku tidak dapat ditarik?' Batinmya sambil berusaha menarik tangannya.
Merasa kesal karena dipermalukan dan dipermainkan, Hans berkata, "Sialan! padahal hanya wanita miskin saja! kenapa kau membantunya sialan!" Teriaknya tertuju dua orang sekaligus.
__ADS_1
"Kenapa? kau tidak perlu tau." Ling membalas perkataan Hans dingin.
"Sialan kau! apakah kau tau sedang berhadapan dengan siapa hah!? aku ini tuan muda keempat keluarga inti Naga hitam!"
Ling yang mendengarnya terlihat segera melepaskan genggamannya pada Hans, membuat Hans tersenyum sinis dan memandang remeh Ling.
"Ada apa, hahaha, takut? hahaha, semua orang juga takut dengan keluarga inti seperti kami, kalian para bangsawan hanya sosok rendah di keluarga inti seperti kami." Hans merendahkan derajat semua orang sambil tertawa lepas.
Ling yang mendengarnya hanya menggaruk telinganya dengan jari kelingkingnya, "Bukan, bukan, aku bukannya takut dengan mu, hanya saja aku takut kau tidak bisa menahan beberapa serangan dariku saja." Ling menatap Hans sinis sambil tersenyum.
"Kau! sialan!" Geram Hans.
Hans kemudian berpaling ke arah dua prajurit yang kini berada di belakangnya, "Tunggu apa lagi kalian? cepat hancurkan anak ini!" Titah Hans kepada kedua prajuritnya itu tegas.
"B..baik tuan." Kedua prajurit itu maju kedepan Hans dan kini mulai mendekati Ling.
Ling tersenyum seringai, "Hanya ini? Cih lemah sekali. Ini! baru pukulan!" Teriak Ling sambil memukul perut dari prajurit itu.
Boom!
Meskipun tubuhnya di lapisi oleh zirah besi, tetapi dengan sekali pukulan Ling, prajurit itu terpental ke atas langit-langit rumah yang berada di belakangnya, dan juga untuk Zirah besi yang digunakannya, hancur dalam seketika saat pukulan Ling mengenainya.
Semua orang segera melarikan diri saat melihat pukulan Ling, mereka tau akan terjadi keributan yang lebih besar lagi dari pada saat ini, karena itu mereka semua segera melarikan diri, termaksud para pedagang yang sedang berjualan pun segera melarikan diri.
"Hhm, ini mudah sekali." Ling menepuk-nepuk tangannya seolah membersihkan debu, dia kemudian melirik ke arah satu prajurit lainnya dan berkata, "Kenapa tidak maju? kalau tidak ingin maju setidaknya berikan aku hormatmu." Kata Ling tertuju pada rekan prajurit yang tadi sudah di terbangkannya.
"B..baik." Prajurit itu langsung menunduk hormat, dia merasa takut saat melihat hanya dengan satu pukulan Ling dapat membuat rekannya terpental begitu saja, bahkan hingga membuat zirahnya hancur, dilansir dari laman resmi kerajaan, zirah besi milik keluarga Naga hitam sangatlah kuat, bahkan mengalahkan kerasnya emas murni, tetapi seorang anak remaja di depannya dapat menghancurkannya dengan mudah pastinya bukanlah anak biasa, karena itu dia juga sangat takut saat melihat kepalan pada tangan Ling.
__ADS_1
Untuk Ling sendiri, sebenarnya dia juga merasakan sakit, dia tidak menyangka besi yang dipikulnya akan sekeras itu, untungnya dia tadi memukul dengan gabungan dari seluruh mayat yang dia konsumsi, karena itu rasa sakit kepalannya masih dibilang hanya luka kecil.
Sedangkan itu, Hans yang melihat prajuritnya berlutut hormat menjadi gemetar, dia sama sekali tidak berlatih ilmu sihir karena dia merasa itu tidak perlu, dengan adanya uang dia bisa melakukan apapun itu, namun ternyata salah, dia kini sangat apes karena bertemu dengan sosok monster tanpa hati di depannya itu, "M-maafkan saya tuan." Dia bersujud hormat kepada Ling, memohon ampunan, meski begitu sebenarnya dia dalam hati berdecak kesal dengan Ling.
"Bagus bagus, kalau begitu untuk sekarang aku akan memaafkan kalian, ouh yah, tetapi aku tidak bisa membiarkan kalian mengenali wajahku, karena itu..." Ling memegang kepala prajurit Hans dan kepala dari Hans sendiri, dia kemudian memerintahkan sistem dalam batinnya untuk menghapus ingatan mereka, namun...
[ Sistem membutuhkan proses 1%.....100% ]
Bukkk....
Kedua orang itu terjatuh saat Ling melepaskan pegangannya dari kepala mereka, Lalu kemudian Ling melirik Leonard dan Kurumi dan berkata, "Ikuti aku."
* * *
Sedangkan itu, kini di kawasan kerajaan, terlihat beberapa orang dengan wajah yang baru, mereka semua rata-rata memiliki kulit yang putih dan berambut pirang, entah laki maupun perempuan, mereka semua memiliki rambut dan kulit yang sama, kecuali satu orang, yaitu...
"Salam kenal Xan Zhang, aku adalah Raja Kanma, dan mereka yang persis di belakang ku adalah ketiga keluarga inti." Raja Kanma tersenyum sambil mengulurkan tangannya.
"Salam kenal juga raja Kanma, saya adalah pemimpin pasukan kerajaan Bhaki, dan juga saya pelindung dari nona Laura." Balas Xan Zhang dengan elegan.
Dari belakang Xan Zhang, tiba-tiba seorang wanita bertudung berjalan ke arah raja, "Salam kenal Raja Kanma, saya adalah putri Laura Kamaitachi, dari kerajaan Bhaki." Laura menunduk hormat kepada sosok raja kerajaan Whazard.
Untuk semua orang yang melihat Laura, mereka menjadi seperti terbius akan kecantikan dari sosok putri kerajaan Bhaki itu, hingga mereka sama sekali tidak menyadari bahwa air liur mereka mulai menetes ke tanah, namun untuk para wanita, mereka menatap tajam sosok putri Laura itu, mereka berdecak kesal dengan tingkah Laura, rasanya mereka ingin menyiramnya dengan air panas saking irinya, namun itu tidak bisa karena terdapat Raja disana.
_ _ _
Author : Aku mau crazy up nih, tapi aku juga mau vote kalian agar semangat hihi, tolong bantu votenya yah kakak², yah meskipun jika aku liat gk di vote, yah aku emg tetap crazy up, tapi 15 Episode, kalau aku liat yang vote banyak, aku Crazy up 40 Episode, ok salam 1 bulan lewat 1 hari, haha~
__ADS_1
Makasih Minna~