
Beberapa saat kemudian, seluruh pelayan Undead Ling kini telah memakai kostumnya, tidak lupa juga mereka menggunakan sebuah topeng berwarna putih yang berpadu dengan warna merah. Kurang lebih, tampilan mereka semua hampir mirip dengan Ling yang di atas, hanya saja yang membedakan adalah ukuran pakaian mereka dan jenis kelamin pakaian mereka.
Sambil menunggu mereka menggunakan kostum, Ling yang sudah lebih dulu menggunakan kostum kini sedang berfikir untuk memberikan nama apa pada pasukan revolusi yang akan dirinya buat.
'Apa Black Jack saja yah? Aku butuh nama yang misterius dan juga menakutkan, apa yah? Apa lebih baik black Jack?'
Ling saat ini masih bingung menentukan nama organisasi miliknya, dan juga organisasinya adalah organisasi yang bergerak untuk mengambil tahta kerajaan.
"Ah, Cold blooded troops!" Tanpa sadar, Ling berteriak sambil berdiri dari tempat duduknya saat menentukan nama organisasi miliknya, membuat semua pelayan Ling menatapnya.
Ling hanya tersenyum malu saat menyadari telah menjadi pusat perhatian dari perkataan nya tadi. Akan tetapi, dia sama sekali bangga karena berhasil menemukan nama organisasi yang menurutnya bagus, Cold blooded troops sendiri memiliki arti pasukan berdarah dingin. Ling kemudian mulai menjelaskan kepada mereka kenapa dirinya mengumpulkan mereka.
"Semuanya, harap duduk ditempat duduk yang kalian pilih, setelah itu, aku akan mulai menjelaskannya." Ling juga segera duduk kembali saat memerintahkan hal itu.
Semuanya langsung duduk ditempat yang mereka pilih, termaksud keenam pelayan manusia Ling yang tidak tau apa-apa dan satu manusia lagi yang dibawa oleh Kurumi.
"Baiklah, kalau begitu..."
Ling mulai menjelaskan kepada mereka tentang kedatangan mereka saat ini adalah karena Ling telah menentukan untuk memanfaatkan situasi ini untuk memberikan nama besar bagi organisasi miliknya. Akan tetapi, untuk sekarang Ling belum menyetujui untuk merebut tahta kerajaan. Dikarenakan dia belum mengetahui lima jagoan terkuat di kerajaan, sebenarnya Ling pernah mendengar desas-desus dari berbagai orang di pasar, mereka mengatakan tentang sosok lima pahlawan kerajaan. Ling juga memberi tahu nama organisasi yang dibentuknya bernama Cold blooded troops, atau pelayan Ling bisa menyingkatnya menjadi CBD.
Kembali ke pusat pembicaraan, karena hal itu juga sampai sekarang Ling belum berniat bergerak gegabah. Meski dia yakin dengan kekuatan miliknya, tetapi dia tidak bisa menjamin ini akan aman untuk seluruh keluarganya dan dirinya.
__ADS_1
Langsung saja dia memberitahu rencananya, dia berkata untuk menyelesaikan masalah di tembok wilayah dua yang mengatakan disana terdapat segerombolan sosok yang datang untuk menyerang. Akan tetapi Ling sendiripun belum mengetahui sosok dibalik asap itu.
Saat Ling sedang berfikir, Xan Zhang secara tiba-tiba berdiri dari kursinya dan berkata...
"Tuan, sebenernya waktu itu hamba sengaja membuat Giant tau tentang kerajaan in. Jadi mungkin saja itu adalah Giant..."
Tidak lupa, Xan Zhang juga memberikan alasan kenapa dirinya menuntun Giant itu, alasan Xan Zhang menuntun Giant itu adalah untuk membuat kekacauan di kerajaan, memanfaatkan situasi tersebut, dia ingin membantu tuannya merebut tahta kerajaan, menurutnya tidak ada yang lebih baik menjadi raja selain tuannya.
Alasan yang Xan Zhang ucapkan cukup logis. Saat Ling berkumpul dan memberikan tugas kepada seluruh pelayannya, waktu itu dia sudah memikirkan untuk merebut tahta kerajaan karena telah memiliki banyak pelayan yang kuat. Akan tetapi, kekuatan juga bukanlah segalanya, Ling ingin menggunakan akalnya yang pintar juga untuk merebut tahta kerajaan.
"Baiklah-baiklah, aku tidak akan mengungkit ini lagi, lebih baik kita pergi langsung ke lokasi kejadian..."
Ling tanpa basa-basi segera memerintahkan semua pelayanya menggunakan topengnya, kini identitas Ling dan seluruh pelayannya telah sangat tertutup karena kostum tersebut.
Semua manusia itu tidak mempermasalahkannya, hanya saja mereka masih belum dapat mencerna apa yang ingin dilakukan oleh tuannya itu.
* *
Ling terbang dengan cepat ke arah lokasi yang dimana di sana terdapat sosok yang ditutupi oleh kepulan asap. Sosoknya yang terlihat mengepakan sayapnya dengan cepat terlihat layaknya manusia burung. Perlu diketahui saat ini sebenarnya Ling sedang terbang di atas langit-langit rumah penduduk. Akan tetapi, dikarenakan waktu telah malam hari, dan juga rata-rata penduduk sama sekali tidak memiliki kemampuan, mereka menjadi sama sekali tidak dapat melihat Ling yang berada di atas langit.
Sedangkan itu, beberapa km dari keberadaan Ling saat ini, pasukan penerjang sudah bersiap untuk melompat dari barier dan menyerang sosok di balik kepulan asap itu.
"Eh, m-mereka..."
__ADS_1
Wajah salah satu prajurit terlihat sangat pucat saat dirinya melihat sosok dibalik kepulan asap itu. Kepulan asap itu sendiri semakin dekat dengan tembok semakin berkurang, akibatnya kepulan asap itu kini mulai pergi dan tidak menutupi mereka yang dibalik kepulan asap tersebut.
"Ada apa?!"
Pertanyaan prajurit itu hanya dijawab dengan tunjukkan jari dari prajurit yang kini telah pucat pasi saat melihat sosok dibalik kepulan asap. Merasa tidak berguna bertanya dengannya, prajurit yang bertanya pun langsung mengambil teleskop milik prajurit yang kini telah ketakutan setengah mati.
Saat dirinya menggunakan teleskop tersebut untuk melihat sosok dibalik kepulan asap, ekspresinya berubah hampir sama dengan prajurit yang tadi, wajahnya ikut berubah menjadi pucat pasi melihat banyaknya monster yang datang ke arah mereka.
"B-bagaimana ini kapten? jika lawannya adalah monster ini, kita pastinya hanya akan menjadi makanan mereka." Keluh seorang prajurit kepada sang kapten.
Kapten dari pasukan penerjang itu adalah sosok yang mengikuti perang bersama Ling waktu dulu, yah, dia bukan dan tidak lain adalah Xuan Ming. Xuan Ming sendiri juga tidak yakin mampu menahan pergerakan monster itu, satu-satunya jalan adalah memanggil salah satu pahlawan dari kerajaan.
Xuan Ming berpaling dan menyuruh prajuritnya untuk meminta bantuan kepada raja agar dibolehkan untuk memanggil pahlawan. Prajurit itu langsung pergi saat Xuan Ming selesai berbicara.
Sosok dibalik kepulan asap itu sebenarnya adalah seekor monster atau bisa dikatakan hewan sihir yang ganas, hewan sihir itu adalah Serigala Wolfking. Mereka adalah serigala dengan satu tanduk di kepala mereka, ukuran mereka sendiri birkisar 5 sampai 8 m.
"Semuanya, siapkan meriam!" Titah Xuan Ming.
Xuan Ming tidak yakin dia dapat mengatasi Serigala Wolfking. Akan tetapi, dia yakin bisa menahannya meskipun tidak lama, itu pastinya akan membantu untuk para warga mengungsi ke wilayah lainnya.
Sedangkan itu, para bangsawan yang tinggal di wilayah dua kini langsung bergegas ke barier pelindung untuk mencegah penyerangan dari monster yang menyerang, mereka juga meminta raja untuk mengirimkan setidaknya satu pahlawan untuk mengatasi hal ini.
Berita ini langsung tersebar keseluruh wilayah, nyatanya pengaruh keluarga terpandang sangatlah besar. Karena itu berita tersebut langsung tersebar secara cepat.
__ADS_1
Raja yang mendengar hal tersebut tidak tinggal diam, dia pada akhirnya memanggil satu pahlawan, pahlawan yang dimana dia adalah orang yang paling tidak sibuk diantara lainnya, dan yang paling baik pastinya. Pahlawan itu bernama....