Demon Lord System

Demon Lord System
Chapter 193 : Penyamun II


__ADS_3

Pedang besar Arthur dengan cepat menghancurkan formasi musuh dan merenggut nyawa kedua belas penyamun terdekatnya dengan singkat, penyamun yang tersisa mulai menjaga jarak dari Arthur karena tidak percaya mampu mengalahkannya.



Dari apa yang dilihat para penyamun, Arthur dapat dengan mudah membunuh rekan-rekan mereka, dan yang lebih buruknya lagi, para penyamun melihat Arthur membunuh dengan senyuman seolah dia menikmati setiap waktu yang dihabiskan untuk membunuh orang.



Para penyamun tidak bisa berhenti membohongi perasaan takutnya, mereka takut untuk kembali dan menyerang Arthur. Saat ini mereka hanya berharap Yaemo akan datang karena mendengar suara bising di belakang gerbong kereta.



“Apakah ini benar-benar kemampuan yang kalian miliki? Kalian bahkan tidak pantas disebut sebagai pemanasan.” Arthur menggelengkan kepalanya dengan ringan lalu menghela nafas, “Yah setidaknya membunuh kalian membuatku senang.” Arthur memasang senyuman lebar, membuat tubuh para penyamun mulai bergetar hebat.



Para penyamun berdecak kesal saat Arthur meremehkan mereka, namun mereka lebih sadar meskipun jumlah mereka saat ini lebih banyak. Mereka akan kehilangan nyawa setiap rekan-rekan mereka termasuk nyawa mereka sendiri saat bertarung habis-habisan dengan Arthur, bahkan tidak dapat dipungkiri tubuh mereka masih bergetar ngeri sejak tadi.



Levi dari atas menyaksikan dua kubu yang bertempur tiba-tiba berhenti, dengan tenang. Levi menghela nafas karena pola serangan Arthur yang bukan sifat Aoe memperlambat gerakan kereta kuda tuannya, Levi kemudian mengepakkan sayapnya kencang dan belasan bulu-bulu gagaknya rontok. Sekali lagi Levi mengepakkan sayapnya dengan kencang dan bulu-bulu gagak hitam itu terbang dengan kecepatan yang tidak dapat disadari para penyamun.



Dalam waktu singkat, bulu-bulu gagak itu menembus otak setiap penyamun dan membuat Levi menghabisi para penyamun yang menghalangi kereta tuannya dalam satu tarikan nafas.


**


Yaemo sedang beristirahat di dalam kereta kudanya saat tiba-tiba suara gaduh terdengar di belakangnya. Arthur membuka jendela kereta kudanya dan memanggil satu penyamun terdekatnya untuk memeriksa apa yang terjadi dibelakang.



Penyamun itu bergegas berlari menuju gerbong kereta terakhir, Yaemo masih belum mengalihkan pandangannya dari penyamun itu, baru mengalihkan perhatiannya ke belakang kereta, penyamun itu disambut oleh sebuah tangan yang mencekik lehernya, tangan tersebut cukup kekar dan juga diselimuti zirah besi.



Yaemo membuka lebar matanya karena melihat tangan itu mencekik salah satu anak buahnya, dia segera turun dari kereta kuda dan memanggil semua penyamun yang sedang melakukan tugasnya.



Pada awalnya para penyamun yang datang sedikit kebingungan namun saat mendengar ada seorang penyusup di gerbong kereta terakhir, para penyamun segera bergegas menuju gerbong kereta terakhir meskipun belum di suruh oleh Yaemo.



Yaemo menghela nafas berharap dagangannya tidak dibebaskan.

__ADS_1


**


Kepala desa merasa sangat bersalah karena membuat warga dan teman-temannya mendapatkan masalah dari arahannya, akan tetapi beberapa warga khususnya pria memahami bahwa kepala desa hanya berniat melindungi mereka tanpa bermaksud akan membuat mereka terperangkap.



Sayangnya ada seorang wanita tua yang benar-benar membuat situasi memanas, orang tua tersebut membuat beberapa kali kepala desa kembali meminta maaf. Semua warga maupun teman-teman kepala desa mulai menatap wanita tua tersebut.



“Apa? Ini memang salahnya, jika saja dia memberikan kita kesempatan untuk kabur menggunakan pasukan yang ada. Kita pasti tidak akan tertangkap seperti ini.” Perempuan tua tersebut mulai mengatakan alasannya menyalahkan kepala desa.



Semua orang menatapnya geram, ingin sekali mereka menampar wajah perempuan tua itu. Namun tangan mereka diikat oleh tali yang membuat mereka hanya dapat mendengus kesal.



Saat mereka mengobrol, tiba-tiba suara yang tidak asing muncul dari depan pintu gerbang yang mengunci mereka di dalamnya, suata itu seperti suara pertempuran. Namun suara yang mereka dengar tiba-tiba berubah menjadi teriakan kematian.



“K-kepala desa? A-apa itu tadi?” Salah seorang warga bertanya pelan-pelan tidak ingin memancing sosok di belakang gerbong mereka.




Lama-kelamaan suara tersebut semakin dekat dan berhenti tepat di depan gerbong mereka. Seketika semua orang yang berada di gerbong tersebut menelan ludah, berharap sosok tersebut tidak membunuh mereka.



Pintu gerbong kemudian mulai terbuka, seorang pria tampan dengan pakaian yang lengkap dengan baju besi di setiap tubuhnya, menarik perhatian setiap pasang mata para warga di dalam gerbong.



Mereka saat ini hanya bisa memastikan pria ini tidaklah bermaksud jahat. Terlihat dari senyumannya yang mengerikan.



**


Kepala desa menundukkan kepalanya berkali-kali sambil mengucapkan terima kasih banyak pada Arthur, sayangnya mereka tidak memiliki banyak harta, membuat mereka bingung harus membalas Budi seperti apa.


__ADS_1


Arthur yang seakan mengerti wajah rumit mereka, meminta untuk menanyakan itu pada tuannya. Arthur menunjuk sebuah kereta kuda bermuatan besar yang sedang diam beberapa puluh meter jaraknya dari mereka.



Tiba-tiba muncul pasukan dari belakang Arthur, melihat hal tersebut para warga ingin memperingati Arthur. Namun melihat tangan Arthur yang telah bergerak mencekik prajurit tersebut lebih dulu membuat mereka menghentikan sesuatu yang ingin mereka katakan.



“Kaliam tidak perlu takut, mereka hanyalah sekumpulan sampah. Kalian lihat di sana?” Arthur menunjuk seorang pria paruh baya dengan baju zirah kerajaan Diamond, para warga segera memperhatikan arah telunjuk Arthur, “Dia adalah Jendral Xan Zhang, kalian bisa berlindung di baliknya, dia akan menjaga kalian setidaknya sampai aku selesai mengalahkan mereka.”



Kepala desa membuka mulutnya tanpa mengatakan apapun, dia kemudian membawa segera warga di gerbong untuk berlindung di balik Jendral Xan Zhang. Sebelum pergi, kepala desa memastikan meminta pertolongan Arthur sekali lagi untuk menyelamatkan warganya yang masih ditahan.



Arthur menganggukkan kepalanya lalu membalikkan badannya, dia memegang pintu kayu gerbong sambil menatapnya, Arthur tersenyum memikirkan suatu imajinasi mengerikan.


**


Para penyamun datang dan melihat mayat berserakan di sekitar belakang kereta, mereka mulai menutupi hidung karena bau amis yang merembes keluar.



“Tidak mungkin, bagaimana bisa mereka semua mati?” Para penyamun mulai mempertanyakan perihal tersebut.



Satu penyamun setidaknya memiliki kekuatan yang setara dengan prajurit emas, tidak mudah mengalahkan mereka.



Saat mereka sedang saling menatap, tiba-tiba bulu hitam jatuh dengan kecepatan tinggi dan membunuh beberapa penyamun. Para pencuri itu melihat ke atas langit, terlihat samar-samar sosok manusia yang memiliki sebuah sayap hitam.



“A-apa itu? A-apa mereka ras Prissy yang menjijikkan itu?” Para penyamun mulai mempertanyakan sosok yang terbang di atas mereka.



Satu orang penyamun menegur mereka untuk segera mengumpat, tidak ada waktu bagi mereka untuk menanyakan sesuatu, yang pasti berkat penyamun itu, nyawa rekan-rekannya selamat, setidaknya... untuk beberapa menit selanjutnya.


...— — —...


SEKEDAR INFO BESAR : 2021COWOKSELALUBENAR! DAN UNTUK KAK LUXXY, AKU YAKIN MENTALNYA KUAT KOK.

__ADS_1


__ADS_2