Demon Lord System

Demon Lord System
Chapter 224 : Mendapatkan Bantuan


__ADS_3

(Satu hari sebelumnya)


Perjalanan menuju Gronmond memakan waktu sekiranya setengah hari. Tetapi karena Arthur sibuk menceritakan Gronmond, Xin Zhang tidak merasakan bosan di perjalanannya.



Saat sampai di depan gerbang, Arthur sebagai orang yang sudah lama di kenal Prajurit Gronmond, dapat masuk dengan mudah tanpa melewati pemeriksaan.



Xin yang bersama dengannya juga tidak ikut di periksa sebab bersama dengan Arthur. Salah seorang Prajurit juga menuntun mereka ke Kerajaan menggunakan Kuda, sesampainya di Kerajaan. Xin Zhang dan Arthur di persilahkan beristirahat lebih dulu di kamar masing-masing sementara Prajurit itu segera memberitahu kedatangan mereka kepada Pemimpin Kerajaan ini.



**


Menara Jianhou adalah sosok Paling Berpengaruh selain Kerajaan Gronmond. Merekalah asal muasal kebangkitan Kerajaan, meskipun sebenarnya masyarakat mengetahui Pahlawan yang membantu ialah Organisasi Cold Blooded Troops.



Hubungan Menara Jianhou dan Kerajaan Gronmond sudah selayaknya keluarga, Kediaman Menara Jianhou juga menjadi tempat terluas selain Kerajaan. Beberapa Aturan juga sudah ditetapkan, tidak boleh terjadi diskriminasi terhadap sesama.



Jiu Lan, Jiu San sedang bersama dengan Ratu Kerajaan Gronmond, Xue Yin! Berbicara mengenai perkembangan Kerajaan mereka yang semakin hari semakin melesat naik, di kediaman Menara Jianhou.



“Ketua Jiu Lan, apakah kau akan terus sendiri? Tidakkah kau ingin memiliki suami? Aku pernah mendengar sesuatu dari Yue Lian, dia mengatakan sesuatu seperti...” Xue Yin tiba-tiba merubah topik pembicaraan, berniat menggoda kedua kakak-beradik di hadapannya.



Jiu Lan masih tenang pada awalnya, tetapi saat Xue Yin mengatakan sesuatu yang di luar batas. Jiu Lan menjadi memikirkan sesuatu yang tidak seharusnya di pikirkan, wajahnya tampak merah merona.



Di sisi lain, Jiu San masih terlihat tenang meskipun wajahnya merona kemerahan. Xue Yin hanya terkekeh kecil melihatnya, menutup bibirnya yang manis dengan tangannya.



Tiba-tiba, pintu Ruangan mereka terbuka lebar saat Xue Yin sedang tertawa sambil kembali mengejek Jiu Lan. Seorang Prajurit masuk ke dalam dengan tergesa-gesa, Xue Yin dan kedua kakak-beradik yang melihatnya segera menghampiri Prajurit tersebut.



Xue Yin segera memberikan Energi untuk Prajurit tersebut, tidak lama dia sudah mulai tenang. Jiu Lan langsung bertanya, dirinya khawatir sesuatu yang buruk terjadi dan membutuhkan informasi secepatnya.


__ADS_1


Prajurit tersebut menghela nafas lega setelah kembali dapat merasakan nafas dengan tenang, dia kemudian mulai menceritakan maksudnya datang kemari.



Xue Yin begitu terkejut saat mendengar perkataan Prajurit tersebut, dia segera berlari menuju Kerajaannya berniat menyapa Ling Chen. Jiu Lan dan Jiu San terlambat menghentikan Xue Yin, tetapi mereka tidak berniat mengejar Xue Yin sebelum Prajurit itu mengatakan semuanya.



Sesampainya di luar Kediaman Menara Jianhou, Xue Yin di sambut oleh pemandangan pasukan berkuda nya. Dengan cepat dia meminta salah satu kuda yang di tumpangi oleh Prajurit Cavalry.



Prajurit yang memberikan Kudanya kepada Ratu Kerajaan hanya dapat tertegun dalam diam. Ratu Kerajaan Gronmond yang sering dilihat olehnya sebagai sosok yang sangat Feminim, serta anggun menjadi sangat berbeda dari sebelumnya.



Xue Yin tidak memperdulikan apa-apa, saat ini dia hanya ingin segera menyapa Ling Chen dengan penampilannya yang terbaik. Tidak lama sejak Xue Yin pergi, Jiu Lan dan Jiu San keluar dan dengan cepat menyingkirkan Prajurit yang berada di atas kuda. Mereka mengambil dua kuda lalu menunganginnya dengan cepat, tidak lupa dari kejauhan mereka berteriak berterima kasih.



Para Prajurit hanya dapat memandangi mereka sampai bayangan mereka tidak terlihat.


**


Setelah sampai di Kerajaannya, Xue Yin segera bertanya kepada salah seorang Prajurit. Prajurit yang mendapatkan pertanyaan, tersenyum canggung lalu menunjukkan jalannya.




“Arthur? Lalu...” Xue Yin melirik Xin Zhang.



Xin Zhang berdiri, dia kemudian memperkenalkan dirinya, “Xin Zhang, anggota ke enam. Salam kenal Nona Xue Yin.” Xin Zhang menunduk memberikan hormat.



Xue Yin tersenyum canggung sebelum menyuruhnya kembali berdiri. Dia lalu melirik ke sana kemari mencari Ling Chen, tetapi tidak menemukan sosok tersebut dimana pun.



Melihat hal tersebut, tentu Xin Zhang segera menyadarinya, Xue Yin sedang mencari Ling Chen! Tuannya. Dia kemudian maju mendekati Xue Yin dengan memasang senyuman di wajahnya.



“Nona Yin, kalau anda mencari tuan. Tuan tidak ada di sini, dia berada di Kerajaan Diamond, sedang mengumpulkan kekuatan tempur. Lalu alasan kami kemari juga karena ingin meminjam kekuatan Tempur kalian.” Xin Zhang menjawab sekaligus menjelaskan maksud kedatangannya.

__ADS_1



Wajah Xue Yin terlihat kecewa saat mendengarnya, namun dia tetap memasang sedikit senyuman untuk mendengarkan perkataan Xin Zhang yang ingin meminta bantuannya.



Tidak lama sejak Xin Zhang menjelaskan maksud kedatangannya, dua orang lainnya yaitu Jiu Lan dan Jiu San datang. Mereka memberikan hormat kepada Arthur serta Xin Zhang. Mereka juga berkenalan sebelum akhirnya membahas maksud kedatangan Xin Zhang dan Arthur kemari.



Di ruangan itu, Xin Zhang menjelaskan maksud kedatangannya. Dia menjelaskan bahwa Ling Chen, membutuhkan bantuan yang cukup untuk melakukan perlawanan terhadap Ras Giant.



Jiu Lan mengerutkan kening, dia mengetahui betul mengenai Ras Giant ini. Meskipun begitu, dia belum pernah berhadapan dengan salah satunya karena hanya mengetahuinya lewat buku cerita.



“Tetapi aku rasa akan sulit melakukan itu. Bukannya kami tidak percaya kepada kalian, namun Ras Giant sangat berbahaya, mungkin untuk mengalahkan satu di butuhkan dua puluh orang, atau bahkan lebih!” Jiu Lan menyampaikan pemikirannya.



Xin Zhang tentu mengetahuinya, tetapi alasan itu saja tidaklah cukup untuk menghentikannya. Xin Zhang akhirnya juga menyampaikan maksud lainnya datang kemari, dirinya menjelaskan dengan tidak tergesa-gesa agar para Petinggi di hadapannya dapat mengerti dengan jelas.



Mendengar penjelasan Xin Zhang, Jiu Lan kembali merenung, ‘Kemampuan Organisasi mereka jelas sangat hebat, bahkan anggotanya sama sekali tidak mudah untuk di kalahkan. Mungkin kalau mereka yang melatih, ini akan berhasil...’



Xue Yin hanya diam mendengar perkataan Xin Zhang, tidak tau harus mengambil keputusan apa karena yang dipertaruhkan adalah nyawa Prajuritnya. Dia tidak pernah mengambil keputusan semenjak menjadi ratu, dia hanya bertugas untuk menyetujui ide lahan atau apapun itu yang berguna.



Di hadapkan dengan situasi seperti ini, membuatnya pusing dan diam. Di sisi lain Jiu San hanya diam, mempercayai keputusan kakaknya.



“Sebenarnya bukan hanya itu. Tuan kami menawarkan puluhan ribu koin emas dan banyak sumber daya lainnya. Jika kalian menerimanya kami akan memberikannya dengan segera...” Arthur yang dari tadi diam mulai ikut berbicara.



Mendengar hal tersebut Jiu Lan segera menyetujuinya. Dia kemudian melirik Xue Yin yang berada di dekatnya, “Bagaimana Ratu Yin? Apa kau setuju?”



Xue Yin menoleh kepadanya, dia menganggukkan kepalanya menyetujui permintaan tersebut. “Aku akan menawarkan sekitar dua puluh lima ribu Prajurit, dalam Dua Puluh Lima Prajurit itu, di dalamnya terdapat Pemanah, Cavelry serta Prajurit biasa. Lalu Menara Jianhou juga akan ikut maju.”

__ADS_1



Jiu Lan menganggukan kepalanya lalu melihat Arthur, “Bagaimana dengan Sumber Daya dan Harta yang kalian janjikan?” Dengan senyuman ramah, Jiu Lan bertanya.


__ADS_2