
Meskipun Ling cukup lapar, tetapi kebangsawanan nya tetap harus terjaga. Ling menuangkan botol arak ke gelasnya, lalu meminumnya perlahan, untuk anak remaja, arak bisa dibilang biasa, namun terdapat beberapa arak yang tidak boleh diminum oleh anak remaja seperti mereka.
Sekelompok Ling sendiri menjadi canggung setelah kedatangan Ling ke meja mereka, mereka benar-benar tidak menyangka penampilan Ling akan berubah 180 derajat dari sebelumnya, meski dibilang tampan di sekolah Akedemi nya, tetapi Ling yang sekarang jauh lebih tampan dan berkharisma, mungkin karena di dukung oleh pakaian serba hitam yang dipakainya.
Mereka pun makan dengan keheningan, beberapa saat kemudian, Ling telah selesai memakan makanannya, dia pun pergi ke atas meninggalkan yang lainnya.
* * *
Sementara itu, di waktu yang sama, kini di kerajaan sedang di adakan rapat besar, yang dimana mereka sedang membahas tentang penyusup yang berhasil membunuh 15% dari seluruh pasukan istana kerajaan.
Seluruh prajurit dan orang-orang dari istana tentunya sangat ketakutan saat melihat banyaknya mayat yang berserakan, meski mereka sering membunuh beberapa orang dibawah perintah raja secara diam-diam, tetapi mereka bisa dibilang belum pernah melihat pembantaian seperti yang dilakukan Kurumi.
Seorang pria paruh baya dengan pakaian merahnya berdiri dari kursinya.
"Raja Kanma, ini tidak bisa dibiarkan, jika seperti ini terus, kerajaan akan dalam bahaya, kita harus memanggil guru-guru dari seluruh Akedemi untuk melindungi kerajaan."
"Benar." Pria berjubah emas berdiri mengikuti kepala keluarga Phoneix, "Aku akan memanggil guru-guru dari Akedemi Lexington, tetapi sepertinya karena penyusup ini sangat ahli, kita lebih baik kita juga mengumpulkan para murid dari seluruh Akedemi, bagaimana raja?"
"Aku setuju-setuju saja, tetapi mungkin saja ini berkaitan dengan kerajaan Bhaki, bisa saja sebenarnya merekalah yang mengerang kita."
Kanma menduga bahwa dalang dibalik ini semua adalah kerajaan Bhaki, sebelumnya mereka sama sekali belum pernah mendapatkan penyusupan, terlebih bisa dikatakan penyusupan ini sangatlah sempurna, hingga membunuh beratus-ratus prajurit dan seorang jendral milik keluarga Phoneix.
Yang di duga oleh Kanma tidak sepenuhnya salah, ini semua memang berkaitan dengan kerajaan Bhaki, namun dalang di balik ini sebenarnya hanyalah seorang anak berumur tujuh belas tahun, yaitu Ling, raja Undead dan kegelapan.
Raja kini sedang berkumpul dengan ketiga keluarga inti, dikarenakan hari ini telah malam, raja tidak memanggil para keluarga terpandang.
"Ouh, benar juga, panggil keluarga Shion, suruh mereka untuk berkumpul besok pagi, aku akan menyuruhnya untuk memanggil seluruh murid Akedemi dan guru-guru yang mengajar di Akedemi nya." Raja Kanma yakin dengan pasti, setidaknya dengan kehadiran seluruh murid dan guru-guru dari seluruh Akedemi, penyusup itu tidak akan berani untuk kembali menyerang, namun sebenarnya...
"Baik raja." Serentak, ketiga kepala keluarga inti itu menjawab, setelah itu mereka memberikan hormat dan undur diri ke kediamannya masing-masing.
__ADS_1
* * *
Pagi yang cerah dengan suasana yang bagus, angin sepoi-sepoi juga masuk melewati jendela kamar Ling yang terbuka.
Ling menjadi lebih nyaman saat angin-angin itu masuk kedalam kamarnya dan mendinginkan tubuhnya.
Disaat bersamaan itu juga, suara ketukan pintu terdengar.
Tok×5
Suara ketukan itu makin lama semakin kencang, pada akhirnya, hal itu membuat Ling terbangun dengan perasaan kesal, padahal dirinya sedang menikmati angin yang berhembus ke kamarnya.
"Ada apa?"
"Ada ada? masih bertanya? ini sudah lewat jam berapa, yang lain sudah bersiap siap makan, kau sama sekali tidak bersiap?" Suara itu terdengar seperti wanita, suaranya agak ketus namun tidak besar juga.
"Baiklah, aku akan mencuci muka terlebih dahulu." Balas Ling yang kemudian beranjak dari kasurnya dan segera mencuci mukanya.
* *
Ling duduk di salah satu kursi dan memakan makanan nya dengan lahap, beberapa menit kemudian seluruh kelompok Ling telah selesai makan, termaksud Ling, Ling dan kelompoknya pun pergi ke atas untuk bersiap check out dari penginapan keluarga Sakura.
Beberapa menit kemudian, semuanya telah siap pergi keluar, mereka pun turun bersama dengan yang lainnya, Taori, Nadia, dan Shukaku, mereka juga telah sadar dan makan bersama tadi di bawah bersama yang lainnya.
* *
"Semuanya, sudah siap?"
"Sudah pak!" Serentak.
__ADS_1
Di luar penginapan, guru Farhan berkata untuk mencoba berlatih berlari dari penginapan hingga Akedemi, jaraknya sendiri bisa dikatakan cukup jauh, sekitar 3km atau 2km.
Saat guru Farhan berkata untuk lari, semua orang terlihat berlomba lomba untuk sampai di Akedemi, guru Farhan sendiri terbang di atas langit menuju Akedemi, dikarenakan telah beristirahat cukup banyak, mana dari seluruh kelompok Ling telah pulih hingga maksimal.
Ling sendiri berlari santai, dia sama sekali tidak peduli dengan lomba ini, lagipula hal itu tidak menguntungkan baginya, sambil berlari, Ling terus berfikir tentang kerajaan, seharusnya jika dia mengirim Kurumi, pasti dikerajaan akan terjadi pembunuhan masal. Ling menduganya dikarenakan Kurumi adalah seorang vampir, sedangkan vampir membutuhkan darah untuk menjadi lebih kuat, wajar jika Ling telah memperkirakan hal ini.
Beberapa menit kemudian, mereka pun sampai di Akedemi, tetapi yang anehnya, beberapa murid keluar dengan sebuah tas ditangannya, membuat sekelompok Ling menjadi bingung dengan yang terjadi.
"Ada apa ini? kenapa terdapat murid yang keluar?" Guru Farhan bingung, dia yakin hari ini bukanlah hari perayaan, sebab, hanya saat hari perayaan ulang tahun kerajaan saja seluruh Akedemi di tutup.
Guru Farhan kemudian bertanya kepada salah satu murid yang berpakaian murid luar itu.
Murid luar itu cukup terkejut, dia dari tadi sedang melirik ke bawah dan menemukan bahwa sebuah tangan sudah memegang pundaknya, dia pun melirik ke atas dan menemukan guru olahraga murid dalam.
"A..ada pak?" Dengan ragu, dia bertanya.
Guru Farhan langsung menanyakan kenapa mereka diperbolehkan untuk keluar dari Akedemi. Murid luar itu menjawab bahwa Akedemi akan diliburkan hingga hari turnamen datang, mereka akan masuk kembali, mereka diwajibkan untuk berlatih di rumah masing-masing.
"Baiklah, terima kasih." Farhan belum menemukan alasan yang tepat, dia tidak tau kenapa kepala sekolah meliburkan murid murid Akedemi.
'Sepertinya aku harus bertanya langsung kepada kepala sekolah.' Setelah itu, guru Farhan melirik kelompok Ling dan menyuruhnya mengikuti dirinya.
* * *
Sedangkan itu, di kawasan murid dalam, seorang pria tua dengan kacamata hitam di wajahnya sedang berpidato di kawasan terbuka.
"Semuanya, saya sebagai wakil kepala sekolah mengumumkan, bahwa, Akedemi ini akan di tutup hingga hari turnamen tiba, untuk murid dalam, kalian harus mendaftar terlebih dahulu, nama kelompok, dan anggota anggotanya." Orang tua itu tidak lain adalah seorang wakil kepala sekolah Akedemi Feniks, dia kemudian melanjutkan perkataannya, "Kalian pasti bingung kenapa hal ini bisa terjadi, aku sebagai wakil kepala sekolah akan memberitahukan..."
_ _ _
__ADS_1
[ 19/40 ] Kalau ada salah kata, komen aja di bawah, ntar aku benerin, terima kasih.