
Waktu saat ini telah menunjukkan pukul 19:28 malam. Para penjaga bersiaga seperti biasanya di atas tembok memperhatikan sekitarnya. Di bawah tembok bagian luar, itu cukup gelap.
Tapi itu tidak sepenuhnya gelap, karena terdapat lampu di atas tembok besar atau lebih dikenal tembok Marya. Berkat lampu tersebut, semua orang dapat memperhatikan sekitar lebih baik.
"Kapten, apakah kau memiliki cerita? Bosan sekali di sini."
Sosok pria berbadan besar dan berambut hitam melirik ke belakang.
"Ada, kalian ingin mendengarnya?"
"Iya kapten!" Keempat orang yang berada di belakang sosok kapten itu bertriak serentak.
"Yah, waktu itu. Aku dan teman-teman seangkatanku melakukan perpisahan terakhir di hutan kabut. Kami menyerang berbagai monster di sana. Tetapi, kami–"
"Ada apa kapten?" Bingung salah satu prajurit.
"Aku merasakan sesuatu kehadiran." Kapten tersebut kemudian berdiri lalu melihat ke arah luar tembok yang gelap.
'Sihir mata dewa.'
Seketika itu, orang yang dipanggil kapten itu dapat melihat meskipun di luar tembok gelap.
Orang yang dipanggil kapten itu membuka matanya lebar-lebar, dia termundur beberapa langkah. Membuat beberapa prajurit heran.
"Ada apa kapten?"
Orang yang dipanggil kapten itu melirik ke arah prajurit itu dengan tatapan ketakutan.
"Di lua–"
Sretttt....
Saat ingin memberitahu, tiba-tiba Prajurit yang berada di sampingnya terpotong bagian atasnya. Hanya menyisakan bagian tubuh dari paha hingga kaki.
Semua prajurit dalam sekejap langsung terjatuh ke lantai karena ketakutan. Sosok yang dipanggil kapten itu berdiri lalu berteriak.
"SEMUANYA!!! PERGI DARI TEMBOK SEKARANG JUGA!!!"
Semua prajurit yang berada di tembok langsung terbang dari tembok setelah mendengar perkataan kapten mereka. Tembok besar itu juga seketika hancur dan memperlihatkan sesosok Giant.
* *
"Hehe, sepertinya ada orang yang sudah menyadarinya. Baiklah, aku akan lempar batu."
Sosok Giant itu tertawa kecil lalu mengambil bau yang berada di sampingnya. Bagi manusia, itu sangat besar, namun bagi Giant, itu adalah ukuran yang sama seperti kepalan tangan mereka.
"Lemparan batu oleng!"
Wushhhh...
__ADS_1
Batu itu terbang menuju sosok prajurit, saat batu itu mengenainya, tubuh bagian atas prajurit tersebut hancur dan menyisakan bagian bawahnya saja.
"Hahaha, 100 Poin! Hahaha."
"Sudah cukup main-mainnya, mari kita hancurkan sekarang!"
Sosok raksasa yang memiliki ukuran 20 m dan berpakaian seperti seorang penyihir berjalan sambil memegang sebuah tongkat.
Dia kemudian berjalan hingga beberapa meter dari tembok besar, setelah itu dia terlihat mengarahkan tongkatnya ke tembok.
"Sihir hitam, ledakan hitam!"
Sebuah bola hitam keluar dari dalam tongkat Giant tersebut, bola hitam itu berukuran satu buah rumah tingkat 2. Dan saat bola hitam itu menabrak tembok Maria. Tembok tersebut hancur dan batu-batu tembok terbang kemana-mana.
"Dari sini, tim 1 akan ku ambil alih. Oke penyihir." Sosok raksasa yang berukuran 20 m berjalan melewati raksasa berpakaian penyihir.
*Penyihir adalah sebutan bagi mereka yang memiliki ras raksasa elemen.
"Baiklah, ku harap kau dapat menyelesaikan ini dengan 100 raksasa lainnya."
"Serahkan padaku."
* * *
Pertandingan di Akedemi Feniks telah berlalu hingga 2 Jam. Dan hanya menyisakan satu orang di Aliansi YTZ. Dia bukan dan tidak lain adalah Asta.
"Menyerahlah, kau tidak akan bisa mengalahkan ku. Memang jika di beberapa drama, sosok pantang menyerah itu akan selalu menang, tapi ini adalah kenyataan, kau tidak bisa mengandalkan semangat saja." Ucap Ling tersenyum.
'Ah ini dia yang sudah ku tunggu-tunggu.' Batin Ling tersenyum tipis.
Ling kemudian kembali ke raga asli dan menyerahkan tubuh cloning kepada cloning nya.
* *
Ling membuka matanya perlahan, dia dapat melihat sosok pelayan miliknya telah berkumpul. Yang berada di Akedemi Feniks pun juga ikut berkumpul.
"Ah, kalian sudah berkumpul di sini, bagaimana yah aku mengatakannya. Hhm, tapi mulai dari sini, peperangan yang sudah lama ku nantikan akan terjadi. Namun sebelum itu..."
Ling melirik ke arah Xan Zhang, "Apakah kau sudah menyuruh orang-orang dari kerajaan Bhaki menjaga kediamanku?"
"Sudah tuan!"
"Bagus!"
Sejak beberapa Minggu yang lalu, putri dari kerajaan Bhaki memutuskan untuk tinggal di daerah Keluarga Gronth. Memang hal ini membuat keluarga Ling sedikit kesulitan untuk mengatur mereka. Namun dengan adanya Xan Zhang di kelompok kerajaan Bhaki. Mereka menjadi lebih teratur.
Dan juga, Xan Zhang membuat kerajaan Bhaki menjadi sekutu keluarga Gronth tanpa memberitahu bahwa ini adalah perintah Ling. Orang-orang kerajaan Bhaki memang sudah mengetahui sosok pemimpin dibalik kesebelas monster, namun mereka sama sekali tidak akan membuka mulut.
Kembali ke inti cerita.
__ADS_1
"Bagus! Baiklah! Semuanya! Pakai kostum Kalian dan laksanakan apa yang sudah rencanakan tadi!!!"
"YES MY LORD!!!" Jawab serentak ke sebelas pelayan.
Mereka yang belum menggunakan kostum organisasi segera memakai kostum.
* *
Levi, dirinya tiba-tiba dikelilingi oleh sekelompok burung gagak, mata nya berubah menjadi berwarna hijau terang.
"Sihir gagak, sayap gagak!"
Burung-burung gagak itu tiba-tiba memasuki tubuh Levi, dan dalam sekejap...
Whusss...
Dari punggung Levi, terlihat sebuah sayap hitam yang besar dan indah. Matanya yang berwarna hijau terang membuat pesonanya semakin kuat.
Dia kemudian terbang keluar dengan menghancurkan tembok bangunan di atas.
Sedangkan itu, Kurumi sudah tidak ada di sekitar, Ling menduga dia sudah menghentikan waktu disekitarnya sejak mereka menjawab perkataan Ling.
Masing-masing Pelayan Ling sudah memiliki kekuatan sendiri. Arthur, dia berubah menjadi sosok harimau yang terbentuk dari api biru. Dia berjalan keluar sama halnya dengan Levi dia menghancurkan tembok.
Namun di antara mereka, yang lebih membuat kastil Ling hancur adalah perubahan milik Xan Zhang, dia berubah menjadi Giant berkat mengomsumsi Giant dulu.
Ling hanya tersenyum tipis, namun dia sedikit marah karena kastilnya di buat hancur.
Ling menghela nafas panjang, "Huh, ya sudahlah, lagipula aku akan pindah ke kerajaan setelah ini." Gumam Ling.
Ling kemudian beranjak dari singgasananya, di depannya kini hanya terdapat dua pelayannya.
"Xiao Li, Xiao Zhang, mari kita pergi." Ucap Ling.
"Yes my lord."
Ling mengeluarkan sebuah Undead yang bentuknya terlihat seperti naga. Mereka kemudian menaiki naga tersebut dan keluar dari dalam kastil dengan menghancurkan tembok.
* *
Dalam sekejap saja, kini wilayah 1 Hancur dan banyak sekali manusia yang mati di bunuh raksasa. Pertandingan di seluruh Akedemi juga di akhiri karena adanya invasi raksasa.
Para bangsawan dari berbagai wilayah juga sudah mendapatkan laporan. Namun mereka sama sekali tidak menyangka bahwa raksasa-raksasa itu bisa mengetahui kerajaan ini.
Berita tentang kedatangan raksasa juga menggemparkan seluruh keluarga kerajaan dan organisasi yang dimiliki oleh Hades.
Di saat semua orang panik dan tidak dapat percaya, di tengah-tengah kekacauan muncul sebuah naga yang di atasnya terlihat sosok pria bertopeng.
"Ah, pertunjukannya sudah di mulai." Ling tersenyum seringai dibalik topengnya.
__ADS_1
_ _ _
Kalau ada kesalahan kata, bisa donk bantu jawab di kolom komentar :) Kalau ada saran juga. Ini Arc 1 dikit lagi selesai soalnya:)