Demon Lord System

Demon Lord System
Ch. 167 - Kedatangan para tetua


__ADS_3

Ling tidak terkejut dengan kehadiran ketiga tetua di depannya, dia mempersilakan mereka masuk ke dalam. Akan tetapi Ling meminta waktu untuk dirinya membersihkan tubuhnya, meskipun sudah menebak kedatangan para tetua. Tetapi kehadiran mereka terlalu cepat dari yang diharapkan.


Ketiga Tetua duduk di ruang tamu menunggu Ling membersihkan tubuhnya. Yanna, sangat geram karena dibuat menunggu oleh Ling.


"Pria itu bagaimana bisa menyuruh kita menunggu! Sialan!"


Xue Yin tertawa mendengar perkataan Yanna, dahulu sebelum kehancuran istana Amera Frost. Yanna adalah salah satu jendral terkuat dari 5 jendral kerajaan, dia adalah keturunan setengah elf dan manusia.


Sifatnya tidak berubah terlalu banyak, dia masih sering mengutuk orang khususnya laki-laki.


"Sudahlah Yanna, kau terlalu emosional, sudah ku katakan kau harus mengendalikan emosimu." Jiu Lan ikut berbicara, melihat Yanna dari dulu masih keras kepala.


Menara Jianhou, adalah sekte/organisasi yang mendukung penuh istana Amera Frost. Dulu hingga saat ini, tetap sama. Jiu Lan ketua Menara Jianhou dulunya adalah seorang bawahan terpercaya Raja, dia yang membimbing segala potensi anak-anak di wilayah istana ini.


Yanna hanya diam, meski begitu dia cukup takjub dengan hiasan di kediaman ini. Banyak furniture yang bagus dan indah dipandang.


Tiba-tiba, seorang wanita atau yang dikenal Rafaela datang dengan membawa makanan dan minuman di atas nampan. Yanna sedikit terkejut melihat Rafaela, parasnya cantik namun tubuhnya juga mengeluarkan aura suci yang murni.


"Silahkan dinikmati, saya mohon maaf atas perilaku tuan saya. Akan tetapi dia memang seperti itu, sekali lagi saya meminta maaf."


"Tidak masalah." Jawab singkat Jiu Lan.


"Lebih dari itu kau siapa? Apakah kau kekasihnya?" Yanna tiba-tiba bertanya.


Kepala Rafaela mendadak mengeluarkan asap, wajahnya mulai merah merona namun dia bukanlah siapa-siapa kecuali pelayan Ling (menurutnya).

__ADS_1


"B-bukan, saya adalah pelayan tuan Ling, ah dan sebelumnya saya meminta maaf, para Tetua dapat memanggil saya Rafaela." Sedikit gugup, namun Rafaela tetap berusaha tenang.


"Baiklah Rafaela, kalau begitu kami akan menyicipi makanannya, ku rasa masakan mu sangat enak." Yanna tersenyum memuji Rafaela.


"Tetua terlalu memuji, kalau begitu saya pamit undur diri. Silahkan dinikmati."


Rafaela keluar dengan tergesa-gesa, saat membuka pintu dia langsung berlari tanpa melihat dan berakhir menabrak dada Ling. Dibandingkan Rafaela, Ling jauh lebih tinggi dan kuat, karena itu Rafaela terjatuh ke lantai.


"Rafael, kau seharusnya lebih hati-hati saat berjalan. Apa kau tidak apa-apa?" Ling mengulurkan tangannya membantu.


"Ya, aku tidak apa-apa tuan, kalau begitu aku akan pergi."


Ling hanya memasang wajah heran sebelum berjalan masuk ke dalam ruangan tamu. Sesampainya di sana Ling langsung duduk di samping kursi Yanna.


"Sebenarnya aku sudah menduga kalian akan datang, kalian datang kesini apa karena tadi malam?"


Jiu Lan berhenti memakan makanannya, dan langsung membersihkan bibirnya menggunakan kain. Setelah itu dia menganggukkan kepalanya dan meminta penjelasan Ling.


"Kau tidak bermaksud berkhianat kan bocah? Meskipun kekuatan mu besar jangan harap dapat membunuh kami!"


"Ah tidak-tidak, nenek yang terhormat saya tidak berniat berkhianat kepada Menara Jianhou. Dan lagi aku sebenarnya adalah seorang pangeran dari kerajaan Whazard." Ling membuat karangan.


"Apa maksudmu nenek! Aku masih muda dasar perjaka!" Yanna terlihat ingin memukul Ling namun Jiu Lan telah membuat sihir rantai yang menghentikan gerakan Yanna.


"Yanna tenanglah," Selesai berkata demikian, Jiu Lan mengubah liriknya kepada Ling, "Jadi kau adalah seorang pangeran dari kerajaan Whazard? Baiklah. Tapi disini kami hanya ingin menanyakan kejadian tadi malam."

__ADS_1


"Seperti yang diceritakan oleh pasukan khusus Yanna, orang-orang dari Bukit Penyihir dan Teluk Octopus datang menyerang. Lalu aku akan menambahkan informasi, mereka mengincar spirit stone dan telur yang berasal dari gunung Vulcano. Karena itu mereka menyerang kediamanku untuk merebut paksa." Ling mulai menceritakan.


"P-perjaka! B-bagaimana kau bisa tau? Apakah kau dewa perjaka?"


"Jangan sembarangan mengganti nama orang nenek peyot." Ling mengatakannya santai namun terlihat beberapa kerutan kesal di wajahnya.


"Umur elf setidaknya dapat mencapai ribuan tahun, dan ku yakin umur Half-elf tidak kurang dari itu, dilihat dari tubuhmu umurmu mungkin lebih dari 200 tahun yah buyut." Setelah berkata demikian, Ling meminum teh hangat di depannya santai.


Kata-kata Ling menusuk hingga Yanna terkapar di meja tidak menerima fakta tersebut.


"Aku selalu dan selalu membuat simulasi dari otakku, terlahir dengan imajinasi tinggi adalah keuntungan tersendiri. Dan lagi, tadi malam aku hanya menunjukkan sebagian kecil kekuatanku. Untuk mengakhiri mereka aku bahkan tidak perlu turun tangan." Ucap Ling menjawab pertanyaan Jiu Lan, yang kemudian disusul dengan menaruh cangkir teh.


"Baiklah terima kasih atas kerja samanya, Xue Yin bawa panatua Yanna kembali. Aku masih ada beberapa urusan lain." Jiu Lan sedikit terganggu dengan ocehan Yanna.


Xue Yin membawa Yanna dengan senang hati pergi dari sana, tetapi meskipun begitu Yanna tetap mengutuk Ling, "T-tunggu! Sialan kau perjaka tu–"


"Maafkan aku atas perilakunya, dia sama sekali tidak berubah padahal umurnya sudah lebih 200 tahun."


"Akhhh!" Seperti panah yang menusuk hati, Yanna merasa tertusuk dengan perkataan Jiu Lan.


"Tidak masalah, lalu apa yang ingin anda bicarakan ketua Jiu?"


"Itu..."


..._ _ _...

__ADS_1


Salam, saya author disini mengucapkan permintaan maaf karena jadwal update tidak sama seperti dahulu. Saya sedang ulangan kenaikan kelas, dimohon untuk mengerti kondisi saya yang harus belajar juga. Sekian terima kasih dan semoga sehat selalu.


__ADS_2