
Rubah yang di tunggangi oleh Ling sangatlah cepat, bahkan bisa dibilang ini seperti tenaga 380 kuda. Sebenarnya Ling sama sekali tidak menyangka rubah miliknya akan menjadi sangat cepat, namun Ling hanya dapat menghela nafas panjang. Dirinya yakin ini akan menarik banyak perhatian orang.
"Ling, Potion yang kau berikan ini bisakah kau juga memberikan kepada kami?"
Dari belakang, Count terlihat bertanya dengan mimik wajah yang tersenyum lebar. Ling hanya menatapnya rumit. Sebenarnya bisa saja dia memberikannya kepada seluruh anggotanya, hanya saja cuma satu yang menjadi permasalahannya.
Permasalahannya adalah apakah mereka mampu mengontrol energi yang nanti akan masuk kedalam tubuh mereka? Jika hanya Kaito, Ling yakin dia bisa melakukannya, namun bagiamana dengan yang lainnya?
Ling pun memberitahu kepada mereka sebenarnya dirinya bisa memberikannya, hanya saja seperti yang di atas. Ling tidak yakin mereka dapat menahannya.
"Sudahlah, lebih dari itu kalian jangan mengendurkan penjagaan..."
Ling berkata demikian bukan tanpa sebab, dulu Ling pernah melakukan perjalanan di sebuah gurun. Perjalanannya di gurun sama sekali mengerikan, banyak orang-orangnya yang tewas akibat racun dari seekor ular. Meskipun itu terjadi sebelum Ling melakukan teknik terlarang, tetap saja itu adalah pengalaman yang membuat dirinya harus lebih waspada.
Beberapa jam kemudian, Ling dan anggotanya bisa melihat banyak bebatuan. Suasananya juga telah berganti. Jika wilayah sebelumnya adalah gurun pasir, saat ini mereka sedang berada di wilayah yang cukup normal.
Meskipun hanya terlihat bebatuan, namun Ling tau ini adalah sebuah batas wilayah yang menentukan musim.
Beberapa saat kemudian setelah melewati bebatuan, Ling dapat melihat perlahan dan perlahan rerumputan terlihat. Tidak lama setelah itu juga terlihat sebuah teluk yang cukup tenang.
Ling tersenyum tipis lalu memberitahu kepada anggotanya bahwa perjalanan akan kembali di lanjutkan saat siang hari.
Ling turun dari rubah miliknya, di susul oleh seluruh anggotanya. Ling membiarkan rubah tersebut bebas berkeliaran, itu semua agar dia nyaman.
Ling dan anggotanya mendirikan sebuah tenda di dekat teluk tersebut. Semua orang duduk di rerumputan sambil memandangi teluk yang berada di depan mereka. Teluk itu indah dengan suasana air yang tenang.
"Semuanya, bagaimana jika kita berenang? Bukankah ini akan menyejukkan?" Usul Kaito dengan riang.
Tentu saja, sebenarnya Kaito memiliki maksud tersendiri. Kaito mengatakan hal tersebut sambil melirik ke arah kedua gadis kecil kembar yang tidak lain adalah Sakuya dan Sakuyi. Meskipun mereka gadis kecil, tetapi mereka bisa dibilang sangat imut dan cantik. Wajar bila Kaito sangat menyukainya.
Ling menolaknya dengan keras, namun Ling tidak bisa melawan karena setidaknya delapan orang setuju untuk berenang. Law, adalah orang yang sama dengan Ling, dia tidak menyetujuinya karena alasan tertentu.
__ADS_1
Pada akhirnya, kedelapan anggota lainnya berenang sedangkan Ling dan Law tiduran dengan beralaskan kain di dekat sungai. Rubah milik Ling juga ikut berenang dengan kawanan Ling.
"Kenapa kau tidak berenang law...?"
"Entahlah, tapi kurasa ini hanya membuang tenaga."
Perlu diingat, Law adalah seorang pria yang di dahinya terdapat enam titik. Rambutnya juga botak namun tidaklah licin. Tingginya juga 110 cm.
"Hhm, begitu..."
Ling mengalihkan pandangannya ke arah sungai, mulanya Ling merasa baik-baik saja. Hingga beberapa saat kemudian Ling merasakan keberadaan yang cukup kuat dari bawah air.
Merasa tidak dapat dibiarkan, Ling pun berteriak kepada seluruh anggotanya untuk naik. Beberapa anggota sempat bingung namun mereka menuruti apa yang dikatakan oleh Ling.
Namun sialnya, sebelum seluruh anggota naik, dua orang secara tiba-tiba masuk kedalam air dengan cepat. Mereka tidak berenang kebawah, melainkan seperti di tarik.
Ling yang melihat itu segera berdiri dan berlari masuk kedalam sungai.
Ling masih mengingat jelas perkataan dari pengawas pertandingan. Bahwa jika salah satu anggota kalah maka seluruh anggota lainnya akan ikut kalah. Singkatnya ini seperti permainan individu yang bertujuan mengandalkan kerja sama tim. Ling juga mengetahui ini adalah proses latihan yang berguna untuk semua orang lakukan.
Ling mengeluarkan pedang penguasa api dari dalam tangannya, dia kemudian larut dalam pikirannya. Ling sebenarnya ingin melakukan teleportasi ke dalam air untuk mengejar anggotanya. Namun dia tidak tau apakah itu akan bekerja atau tidak.
'Aku tidak punya waktu untuk berfikir, sebaiknya aku mencobanya dari pada tidak sama sekali...'
Ling menutup matanya lalu mencoba membuat dirinya menghilang. Namun sayangnya, nasib berkata lain. Ling tidak bisa berteleportasi ke dalam air.
'Baiklah, jika teleportasi tidak bisa digunakan di dalam air, maka jawabannya ada pada esensi ku. Meskipun aku tidak pernah mencobanya, ku harap ini berkerja...'
Ling menfokuskan esensi yang dikeluarkannya keluar dari kakinya. Mengandalkan esensi angin, Ling menjadi seperti menaiki jet ski.
Bluk....
__ADS_1
Sebuah gelembung terlihat cukup banyak dari bawah air, Ling yang mulanya belum melihat kedua anggotanya kini dapat melihat mereka sedang di cengkram oleh seekor monster yang memiliki banyak tangan.
Tubuhnya juga sangat besar, matanya merah dengan kepalanya yang cukup besar. Monster itu biasa dipanggil... Gurita. Namun berbeda dengan gurita yang kita kenal, gurita ini memiliki besar 20 m.
'Bagaimana bisa di sini terdapat gurita? Tapi tunggu. Aku yakin dunia ini hanya buatan. Sebenernya sihir macam apa yang dapat membuat dunia buatan seperti ini? Ah sial, aku sepertinya harus mempelajari dunia aneh ini lebih banyak...'
Jujur Ling merasa bingung, setau dirinya, dia belum pernah mengetahui adanya sihir yang bersifat seperti ini. Jika di tanyakan apa yang membuat Ling bingung, itu semua adalah dunia ini memiliki manusia di dalamnya, memiliki cuaca, memiliki wilayah dan memiliki monster.
Sebenarnya ini apa? Inilah yang masih menjadi misteri di kepala Ling saat ini.
'Sebaiknya aku tidak terlalu memikirkannya, prioritas ku saat ini adalah membantu anggotaku untuk lepas dari monster sialan ini.'
Ling melirik bergantian ke arah kedua rekannya, kedua rekannya yang berada di genggaman gurita tersebut adalah Kaito dan Shukaku. Ling yang melihat ternyata yang berada di genggaman gurita adalah kedua orang itupun menatap malas mereka.
'Cih, ku kira siapa. Ternyata dua orang ini...' Ling kembali memasukan pedang penguasa api miliknya kedalam tangannya.
Ling sama sekali tidak berniat membantu mereka, itu semua karena Ling yakin mereka sama sekali tidak membutuhkan bantuan darinya.
* *
Kaito dan Shukaku saat ini sedang menahan amarahnya, berusaha untuk keluar namun tenaga yang mereka punya tidak cukup untuk melawan gurita tersebut, mereka hanya mendengus kesal sebelum pada akhirnya...
'Gurita ini, sangat mengesalkan!' Batin kedua orang itu bersamaan.
Bersamaan dengan itu, kini dari tubuh Kaito dan Shukaku mengeluarkan esensi yang sangat besar. Kaito dengan apinya yang menyala mengganas di dalam air sedangkan Shukaku dari tubuhnya mengeluarkan listrik yang sangat besar. Di tambah dengan air di sekitarnya, listrik milik Shukaku semakin menjadi-jadi.
Pada akhirnya, karena gurita itu tidak bisa menahannya, diapun...
_ _ _
Dukung auhtor dengan like dan rate 5 Bintang ๐ Jujur saya merasa agak kesal dulu dengan bintang saya yang turun. Namun saat bintang turun kembali, saya sempat berfikir untuk pindah lapak saja atau tidak dilanjutkan. Namun yah sudahlah, saya jadi tidak peduli lagi ( i don't Care ) Saya cuma meminta untuk setidaknya memberikan komentar kalau novel saya masih ada kekurangannya. Saya cuma ingin tau aja, itu biar saya perbaiki. Yah Author ini gk lemah, jadi ini novel akan saya tamatkan, Hhm segitu aja kali yah, selamat malam~
__ADS_1