
Energi internal adalah sesuatu yang jauh lebih kuat daripada mana. Bila tenaga dalam sama halnya seperti mana, maka Energi Internal sama halnya dengan Qi spiritual, ini tidak berbeda. Hanya penyebutannya saja yang berbeda.
“Wuoh tuan kau hebat sekali!”
Ling tersenyum sambil menggaruk kepalanya, tidak lama setelah itu. Ling merasakan kehadiran sosok yang kuat dari ujung Goa.
‘Akhirnya kau sampai... Kepala Suku...’
...* *...
Ling berbincang-bincang singkat dengan kepala suku Prissy, dia mengatakan maksud dari kedatangannya kemari adalah untuk menjalin kerjasama. Tentu bagi kepala suku, untuk mengetahui orang yang akan membantunya adalah salah satu pewaris kekuatan dewa, itu sangat melegakan.
“Ngomong-ngomong kalau boleh tau, siapa Dewa yang anda maksud?” Kepala Suku bertanya.
“Dewa Azure, pewaris ke-2 kekuatan agung petir... Seharusnya kau sudah mengetahuinya dari prajurit mu yang mengantar kami kan?”
Kepala Suku naik pitam mengetahui ternyata prajurit yang melaporkan padanya tidak memberitahunya. Namun dia tetap berusaha tenang karena berada di hadapan sosok pewaris Dewa Petir Agung.
Kebetulan, prajurit yang mengantar Ling juga berada di belakang kepala suku. Dia menyadari kepala suku nya berdecak kesal padanya.
“T-tapi kepala suku, kan kau tadi langsung pergi tanpa mendengar perkataanku...”
Ling tersenyum menutupi bibirnya, kejadian yang cukup klise bagi Ling.
“Baiklah langsung pada intinya saja, aku ingin kepala suku menjadi bagian dari pelayanku. Apa kepala suku setuju?”
__ADS_1
“Sebelum itu, mohon maaf karena tidak memperkenalkan diri hamba ini kepada tuan pewaris, nama hamba Takiran Colbert. Hamba adalah kepala suku ras Prissy di sini...” Takiran bersujud memberikan hormat pada sang pewaris.
Setelah Takiran memberikan hormat, Takiran menjawab pertanyaan Ling. Dia setuju untuk menjadi pelayan Ling dengan 3 syarat. Pertama tidak ada diskriminasi antara bawahan Ling dengan para ras Prissy. Kedua, memastikan kesehatan dan makan para Ras Prissy. Ketiga, Ling harus memastikan juga membayar mereka seperti prajurit kerajaan.
“Itu tidak masalah, pelayanku akan mengirim persediaan obat-obatan dan makanan, kalau begitu aku mohon bantuannya Takiran...”
“Terimakasih tuan pewaris, saya harap saya bisa mengabdi pada tuan selama akhir hayat saya...”
Pada hari itu, kesepakatan di kedua belah pihak terjadi, namun Ling masih belum bisa memberikan tempat untuk para ras Prissy tinggal, sebagai gantinya. Ling membawakan banyak makanan, kasur, pembersih tubuh dan obat-obatan secara lengkap.
Keesokan paginya, Ling mengirim surat kepada Takiran untuk tetap menunggunya di goa sampai dia kembali datang.
“Tuan kereta kuda yang kami sewa sudah datang, apakah kita akan ke kerajaan Diamond?”
“Ya, meskipun Xan Zhang sudah berada di pihak kita, akan tetapi aku menginginkan lebih banyak sekutu. Aku ingin menjadikan kerajaan Diamond sebagai sahabat kerajaan Whazard, terlebih, dari apa yang aku tau kerajaan Diamond berfaliasi kerajaan bintang 5...”
Ling naik ke dalam kereta bersama dengan Rafaela, mereka berdua berada di satu kereta kuda. Kurumi, Xan Zhang dan prajurit alpha nya ikut berjaga disekitar kereta kuda Ling. Sedangkan Levi dan Arthur berada di atas udara menjaga Ling dari atas udara.
“Apakah anda sudah siap tuan muda?” Kusir yang berada di depan bertanya.
“Ya paman, kami sudah siap.” Ling menjawabnya dengan senyuman manis.
“Baiklah...”
Kusir yang mengendarai kereta kuda cukup ramah, terlebih dia membawa seorang anak laki-laki di pangkuannya. Usianya baru 9 tahun bila Ling lihat menggunakan mata X-ray nya.
__ADS_1
“Wah, apakah kalian akan segera menikah kak? Enaknya, aku juga ingin menikah...” Tiba-tiba anak yang berada di pangkuan kusir membuka jendela antara tempat Ling dan kusir.
Tentu hal itu membuat kusir yang mengendarai kereta kuda marah, namun sebenarnya kusir itu juga ingin berkata seperti itu namun takut akan ikut campur terlalu dalam dengan Ling. Terlebih, dia mengetahui status penjaga yang berada di luar sebagai Jendral Xan Zhang. Orang macam apa yang di kawal dengan seorang Jenderal? Pastinya memiliki kedudukan cucu atau bahkan pangeran kerajaan.
“Kazan duduklah, jangan menganggu kedua kakak-kakak tersebut... Dan, kau itu masih kecil, apa yang kau maksud kau ingin menikah?! Apa kau ingin aku memberikan tugas membersihkan kandang kuda?”
“Tidak tidak, paman aku tidak ingin membersihkan kandang kuda...”
Ling tertawa kecil terhibur dengan perilaku antara anak dan paman tersebut, meskipun tidak tau apa hubungan mereka karena dari yang terdengar sepertinya mereka bukanlah ayah dan anak.
“Tidak apa-apa paman, justru aku senang bila mendengarnya... Yah meskipun perkataan Kazan yang terakhir cukup...”
“Hahaha begitukah, kalau begitu maafkan saya, silahkan berbicara dengan Kazan. Saya juga sering mendengarkan perkataan nya sambil berkendara mencari penyewa kereta, itu cukup menghibur dan waktu menjadi berjalan sangat cepat...”
Sedangkan Ling, paman pengendara dan Kazan tertawa, Rafaela menundukkan kepalanya, pipinya sangat merah namun ekspresinya tetap datar meskipun jadi terlihat sangat terpaksa datar.
“Um Rafaela, apa kau baik-baik saja?” Ling bertanya dengan menyentuh pundak Rafaela.
“A-ah a-aku b-baik, t-tidak apa-apa, silahkan lanjutkan berbicara...”
“Pfft Hahaha wajahmu Rafaela, sangat aneh, kau tidak seperti biasanya. Apakah kepala terbentur sesuatu, dan lihat wajahmu, apa kau sakit, wajahmu sangat memerah pfft...”
“Ukh, apa dia tidak menyadari bahwa itu terjadi karenanya?”
“Yah aku setuju, kakak itu tidak memiliki kepekaan, sungguh hebat, ternyata masih ada manusia seperti ini...” Kazan dan Paman itu menatap dengan wajah datar.
__ADS_1
1 Jam terlewati dengan cepat, Ling mendengar cerita Kazan. Cukup banyak cerita yang dimiliki Kazan, Kazan juga pindah dari tempat kusir menjadi duduk bersama Ling dan Rafaela, dia menceritakan kisahnya sebagai pahlawan, tentu itu hanyalah bualan belaka, namun itu tetap menghibur Ling di perjalanan.
Akan tetapi, selesai bercerita tentang Kazan yang menjadi pahlawan. Kazan malah terlihat murung dan lesu, membuat Ling keheranan, Ling mencari-cari mengapa Kazan bertingkah seperti ini, setelah berpikir cukup lama, sepertinya dia mengetahui mengapa dan kenapa dia menjadi seperti ini setelah bercerita.