
Dari beberapa hari yang lalu, Raja telah memerintahkan kepada para petinggi kerajaan untuk menyiapkan sekitar dua ribu prajurit, hanya saja prajurit-prajurit tersebut harus berkemampuan emas. Dua ribu prajurit tingkat emas bukanlah jumlah yang sedikit, kerajaan Diamond hanya memiliki seribu pasukan tingkat master dan lima Jendral tingkat Grand master.
ㅤ
Mengirim dua ribu prajurit tingkat emas beserta beberapa tingkat master setidaknya mengurangi kekuatan tempur kerajaan untuk beberapa saat ini. Semua prajurit yang dikumpulkan adalah untuk membantu Jendral Xan Zhang beserta rekan-rekannya.
ㅤ
“Layla apakah Jendral Xan dan rekan-rekannya telah datang?” Daun bertanya.
Layla yang berada di hadapan Raja Daun menggelengkan kepalanya, dia kemudian mengatakan mereka masih dalam perjalanan menuju kemari.
Raja Daun hanya dapat menghela nafas sambil menyenderkan tubuhnya di singgasananya.
**
Sudah dua hari dari pertemuan Ling Chen dengan Raja kerajaan Diamond, saat ini dia sedang berjalan santai menuju ke kerajaan. Namun tidak menyangka, di perjalanannya menuju kerajaan, banyak makanan yang enak ditemuinya di ibukota, membuat Ling Chen tertahan beberapa jam.
ㅤ
Levi menutup mulut tidak ingin protes terhadap perilaku tuannya, sementara Arthur maupun Xan Zhang juga ikut menikmati makanan jajanan yang dibeli oleh Ling Chen, hanya Kurumi sendiri yang sedikit menegur perilaku Ling Chen.
ㅤ
“Tuan lain kali kau harus lebih fokus, Raja Daun telah mempersiapkan pasukan untuk kita, kalau kita ingin memiliki hubungan yang erat, kita juga harus sesegera mungkin membantu mereka.”
ㅤ
“Hmm begitukah? Yah baiklah lain kali aku tidak akan mengulanginya lagi.”
ㅤ
“Kalau begitu tuan, sebaiknya kita segera terbang ke kerajaan. Mereka sudah menunggu terlalu lama.” Ucap Kurumi.
ㅤ
“Kau benar, kalau begitu gunakan invisible terlebih dahulu lalu terbang.” Ling Chen menyarankan.
ㅤ
Kurumi dan lainnya mengangguk paham mereka kemudian menjadi tidak terlihat dan segera terbang ke kerajaan.
**
Tidak butuh waktu lama untuk Ling Chen dan para pilarnya sampai di kerajaan, mereka dari atas dapat melihat sekumpulan prajurit berzirah silver dan beberapa ada yang emas.
ㅤ
__ADS_1
Raja Daun juga berada di antara mereka menatap Ling Chen dan lainnya turun dari langit.
ㅤ
Setelah turun, hal yang pertama dilakukan Ling Chen adalah meminta maaf atas keterlambatannya. Namun sepertinya Raja terlalu tidak berani membuat Ling Chen merasa bersalah.
ㅤ
‘Mungkinkah gara-gara waktu itu dia merasakan aura Levi dan Kurumi?’ Ling Chen hanya asal menebak.
ㅤ
Setelah berbicara dengan Raja Ling Chen mendapatkan sebuah zirah berlogo kerajaan, berwarna gold. Ling Chen mengambilnya dan segera memakainya, begitu juga dengan Levi dan lainnya, untuk Xan Zhang, seharusnya dia juga sudah mendapatkan zirah gold dari kerajaan. Namun pasukan yang bersama dengan Xan Zhang mengatakan baju zirah itu hanya membuat Xan Zhang tidak nyaman.
ㅤ
Jadi karena itu Xan Zhang tidak memakainya, tetapi karena Ling Chen saat ini memakainya, dia juga mengenakan baju zirah tersebut.
ㅤ
Raja nyatanya tidak hanya menyiapkan baju zirah saja, dia juga telah menyiapkan berbagai hal untuk Ling Chen dan lainnya, seperti mempersiapkan sebuah kuda perkasa untuk para pemimpin pasukan.
ㅤ
Untuk Xan Zhang, dirinya juga sudah dapat menaiki kuda karena sudah menguasai kekuatannya. Tidak seperti dulu saat dia menaiki kuda yang diberikan orang-orang kerajaan Bhaki, kuda itu langsung patah tulang.
ㅤ
**
Di antara mereka juga terdapat orang-orang yang bergosip tentang Jendral Xan Zhang adalah bukan manusia, karena mereka berpikir bagaimana bisa manusia biasa mengalahkan organisasi tombak merah.
ㅤ
Ling Chen sedikit terkejut karena Kurumi pernah memberitahu organisasi ini sangat kuat dan kejam, mereka biasanya menembakan anak panah yang di panahnya terdapat racun khas dari organisasi mereka.
ㅤ
Ling Chen melirik Xan Zhang, dia tersenyum tipis, yah bagaimana pun Xan Zhang adalah Undead. Dia tidak akan merasa kesakitan namun karena sepertinya dia saat ini memiliki darah, daging dan syaraf, Xan Zhang mungkin menerima sedikit dampaknya.
ㅤ
Saat berjalan di atas kuda dengan dua ribu pasukan dibelakang, Ling Chen merasa nostalgia. Ling Chen mengingat kejadian dimana perdana kali memimpin pasukannya perang, sungguh sesuatu yang sangat tidak enak di ingat, meskipun menang, nyatanya di pasukan Ling Chen juga ikut memakan banyak korban.
ㅤ
“Tapi itu dulu, dengan kekuatan ku saat ini aku yakin bisa mengungguli peperangan. Meskipun sebenarnya hanya ingin berlima, tetapi Raja sepertinya juga ingin membantu kita.” Ling Chen menyadari, Raja adalah sosok yang cukup baik hati, Ling Chen melirik ke kanannya karena merasakan niat membunuh, ‘Ada apa dengannya?’
__ADS_1
ㅤ
Kurumi menghentikan waktu disekitar, seketika semua orang terdiam tanpa suara. Kurumi turun dari kereta kudanya dan membunuh orang yang mengeluarkan niat membunuh, ada beberapa orang lainnya yang juga mengeluarkan niat membunuh, Ling Chen menyarankan untuk Kurumi membawa setidaknya satu dan mengintrogasi nya diperjalanan. Selainnya Kurumi dapat membunuh mereka atau menyerap darah mereka.
ㅤ
“Yah sebenarnya aku berniat menolak karena meminum darah dari orang yang mengarahkan niat membunuh kepada tuan sangat lancang, tapi jika itu keinginan tuan aku akan melakukannya...”
ㅤ
Kurumi menghisap semua orang yang mengeluarkan niat membunuh dan satu-persatu mayat kering dilemparkan ke gang kecil. Barulah setelah itu Kurumi menaiki kembali kudanya dengan menaruh satu orang di gerbong kereta tempat pasukan menyimpan anak panah.
**
Ling Chen dan pasukannya terhenti setelah tiga jam berjalan menaiki kuda, mereka saat ini sudah cukup kelelahan, kebetulan terdapat sungai di dekat mereka. Melihat para prajurit berjalan ke sungai dan meminum air di sana, Ling Chen memutuskan untuk tinggal beberapa saat di sini, lalu melanjutkan perjalanan.
ㅤ
Ling Chen juga ikut mengambil air dari sungai dan meminumnya,air di sungai sangat jernih dan tidak memiliki bau.
ㅤ
Para pasukan membuat tenda seadanya untuk makan siang, sebagian dari mereka telah memiliki istri di rumah. Karena itu mereka memakan bekal untuk makan siang, Ling Chen tersenyum dia juga mendapatkan bekal yang dibuat Rafaela.
ㅤ
Ling Chen mulai membuka bekalnya dan duduk di samping prajurit berzirah emas.
ㅤ
“Eh, tuan Chen ternyata telah memiliki istri? Istri tuan memasakan apa?”
ㅤ
Ling Chen tersedak nafasnya, baru kali ini dipanggil seperti itu.
ㅤ
“Ah ini bukan dari istriku, dan ngomong-ngomong namamu Drake bukan?”
ㅤ
“Tuan tidak perlu malu dan tidak perlu mengubah topik pembicaraan, aku tau kau ingin menyembunyikan kebenaran telah menikah di usia muda. Tapi aku menghormati pertanyaan tuan Chen, yah benar namaku Drake. Aku letnan divisi selatan seharusnya.”
ㅤ
Ling Chen akhirnya mengalah dan memilih untuk mengiyakan dirinya telah memiliki istri.
__ADS_1
ㅤ
Ling Chen mulai mengambil sumpit dan memakan bekal yang disiapkan Rafaela, sambil sesekali bertanya kepada Drake, Ling Chen tertawa karena selain hebat bertempur, sepertinya Drake memiliki bakat untuk membuat orang tertawa.