Demon Lord System

Demon Lord System
Chapter 205 : Pertempuran Dimulai


__ADS_3

Ling Chen menangkis setiap serangan pedang yang diarahkan kepadanya dengan mudah, dengan fisiknya saat ini tidak sulit baginya untuk menangkis bahkan dengan tangan.



“Apa kemampuan Asosiasi Penyihir Hitam hanya sekecil ini?” Ling Chen tersenyum mengejek.



Para pemimpin yang menyerang Ling Chen semakin mengganas saat mendengar perkataan Ling Chen, mereka bergerak bersamaan untuk menyerangnya namun Ling Chen menghindari mereka tanpa kesulitan.



Kecepatan Ling Chen berbeda cukup jauh dengan mereka, terlebih gerakan serangan yang digunakan para pemimpin Asosiasi mudah di tebak Ling Chen.



Ling Chen menggunakan kakinya dan menginjak satu persatu kaki yang berada di dekatnya, membuat para pemimpin meronta kesakitan sambil memegangi kakinya yang terasa bengkak.



“K-kau–! Sialan kemana para prajurit penjaga?!” Salah satu pemimpin berdecak kesal karena tidak ada prajurit yang datang membantu.



Ling Chen tersenyum seringai tidak membiarkan pemimpin itu mengambil nafas lebih lama. Ling Chen bergerak maju sambil menyerang menggunakan teknik bela dirinya.



Pemimpin yang sedang berdecak kesal itu mengerutkan keningnya sambil mencoba menahan tinju Ling Chen dengan pedang besarnya. Pemimpin tersebut mengerutkan kening saat merasakan pukulan tersebut membuat tangannya bergetar hebat.



‘Tenaga macam apa ini?’



Dari serangan tadi pemimpin tersebut merasakan tenaga yang sangat kuat, dia juga mengetahui para pemimpin lainnya mundur karena ingin menjadikannya seperti tumbal agar mengetahui kekuatan pemuda dihadapannya ini.



Pemimpin tersebut kembali berdecak kesal sebelum melakukan sihir terbaiknya.



“Demon Sword Technique - Fire Light!”



Pemimpin tersebut bergerak sangat cepat hingga tidak terlihat di mata para pemimpin lainnya. Dia memainkan tubuhnya sangat cepat dan memutari Ling Chen sambil tersenyum lebar, meskipun menjadi tumbal setidaknya dengan ini dia mungkin akan selamat.



Menemukan cukup banyak celah pada sang pemuda, membuat pemimpin tersebut bergerak sangat cepat dan menyerang dari belakang.



“Matilah!”



Pemimpin tersebut bergerak sangat cepat sambil mengarahkan pedangnya yangㅤ mengeluarkan aura panas dan juga bercahaya ke belakang Ling Chen.

__ADS_1



Ling Chen tersenyum hingga pada akhirnya tubuhnya dan pedang tersebut saling berbenturan.



Pemimpin dari Asosiasi Penyihir Hitam itu tersenyum lebar saat mengetahui serangannya mengenai Ling Chen, tetapi saat asap yang dihasilkan dari ilmu pedangnya hilang, Ling Chen nyatanya masih terlihat baik-baik saja bahkan tidak ada luka sedikitpun di tubuhnya.



Seketika tubuh pemimpin tersebut terjatuh lemas, tidak pernah sekalipun dia membayangkan akan ada manusia yang dapat menahan serangannya tanpa terluka.



“Bagaimana itu mungki–”



Sebelum dapat menyelesaikan perkataannya Ling Chen telah menebas kepalanya menggunakan tangan kosong, seketika kepala pemimpin tersebut terjatuh dan menggelinding ke salah satu pemimpin yang secara kebetulan adalah Akasha.



Tubuh Akasha seketika berkeringat dingin, tidak pernah membayangkan akan ada seseorang yang begitu kuat sampai dapat menyebabkan kepanikan di Asosiasi Penyihir Hitam.



Saat Akasha masih berpikir keras cara melawan Ling Chen, suara ledakan terdengar dari salah satu perumahan yang sangat besar. Rumah itu dikenali sebagai penginapan para prajurit Asosiasi berkumpul, setidaknya rumah-rumah besar itu dapat menampung sekitar 35 prajurit.



Meskipun ada sebuah ledakan yang terjadi, Akasha masih sulit memalingkan wajahnya dari Ling Chen. Terlebih saat melihat dengan mudahnya pemuda itu menebas kepala salah satu pemimpin hanya menggunakan tangannya, memikirkannya saja membuat Akasha menelan ludah.



**


Corvette tidak menyangka akan terjadi keributan besar di dalam Asosiasi nya, terlebih di katakan hanya ada dua orang yang menerobos masuk.



“Tunggu, jangan bilang mereka adalah pesuruh kerajaan? Bagaimana itu mungkin? Pasti bukan.” Corvette terus menyangkal pemikirannya meskipun itu masuk akal.



Corvette memanggil beberapa pemimpin lainnya seperti Scorpions, Belinda dan Mark untuk ikut bersamanya.



“Kenapa aku juga harus ikut, Scorpions seharusnya lebih dari cukup untuk mengatasi mereka.” Mark menghela nafas berat tidak menyukai keputusan Corvette.



Mark adalah salah satu Principal Lector yang pangkatnya hanya di bawah Chairman Asosiasi, Chairman Asosiasi bisa dikatakan pemimpin besar dalam sebuah Asosiasi sedangkan Principal Lector adalah seseorang yang bertanggung jawab menggantikan Chairman Asosiasi saat tidak ada Chairman di dalam Asosiasi.



“Kau seharusnya tau, dengan mendengarkan suara ledakan tadi, meskipun kau pemalas namun kemampuan mu masih sangat berguna...” Corvette menjelaskan sedikit situasinya.



Belinda hanya diam mendengarkan pembicaraan di antara kedua laki-laki tersebut sambil memejamkan matanya dan melihat menggunakan sesuatu yang bernama Eternal Sense.

__ADS_1



Ketika seorang Penyihir ataupun Kstaria mencapai tingkatan tertentu, biasanya pada tingkat Master, mereka akan memiliki sesuatu yang disebut Eternal Sense, indra tambahan ini berhubungan dengan jiwa dan pikiran. Biasanya digunakan untuk mempertajam penglihatan atau bahkan melihat sesuatu yang tidak dapat dilihat oleh mata biasa.



Scorpions juga dari tadi hanya mendengus kesal karena tidurnya diganggu, dia tidak berbicara sepatah katapun.



Mereka pun akhirnya sampai di luar kediaman, segera masing-masing bergerak secara terpisah, lebih tepatnya satu kelompok berisi dua orang. Dengan melompat dari satu bangunan ke bangunan rumah lainnya, mereka dapat bergerak cukup cepat.



Tidak butuh waktu lama hingga salah satu di antara mereka menemukan seseorang yang sedang bertarung dengan para prajurit.



Belinda yang melihat aksi pemuda itupun terpana, “Scorpions aku menginginkan dia, kau tidak perlu ikut campur dan tunggu saja di sini.”



“Dalam mimpimu, aku bahkan merelakan waktu tidurku terbuang, dan kau ingin aku mengamati pertarungan mu? Tidak mungkin!” Scorpions melompat ke arah pemuda yang dikelilingi oleh gagak.


**


Levi mendapatkan tugas untuk membunuh sebanyak-banyaknya prajurit musuh, sebelum Ling Chen dan dirinya masuk Ling Chen mengatakan alasan sebenarnya dia meminta Levi yang bersamanya.



Alasannya adalah karena Levi memiliki banyak burung gagak yang dapat menyerang menggunakan jumlah, sedangkan Undead lainnya terfokuskan pada serangan satu sisi, berbanding balik dengan Levi yang serangannya fleksibel. Serangan satu sisi ataupun serangan Area.



Levi baru saja selesai membunuh prajurit terakhir yang berada di dalam rumah, atau mungkin lebuh tepatnya saat telah menjadi puing-puing. Saat tiba-tiba ada seorang Pria paruh baya yang tubuhnya menyaingi kebesaran tubuh Xan Zhang.



Levi menatapnya dingin, dia telah merapalkan sihir kecil di tangannya bersiap untuk berpindah tempat dengan salah satu


gagaknya.



Namun baru saja pria paruh baya itu turun, seorang wanita yang memiliki aura membunuh yang tidak kalah jauh bedanya


dengan pria itu turun.



Penampilan wanita berambut pink dengan pakaian hitam di seluruh tubuhnya, matanya berwarna merah tua dan kulitnya putih seputih salju.



“Scorpions, aku tidak akan memaafkan mu bila kau menyentuhnya...” Wanita itu terdengar membela Levi, namun Levi tau ini bukan tentang keselamatannya melainkan keuntungan di antara mereka.


“Sejak kapan kau mulai bertingkah laku seperti ini nenek tua? Umurmu bahkan lebih dari seratus tahun dan kau masih ingin menggodanya?” Scorpions berdecak kesal, tangannya sudah bersiap memegang pedang di punggungnya.



Meskipun Scorpions tidak meninggikan suaranya, Levi dapat mendengarnya dengan jelas, dia hanya dapat menggelengkan kepalanya pelan sebelum berpindah tempat dengan salah satu gagaknya.

__ADS_1


__ADS_2