Demon Lord System

Demon Lord System
Chapter 258 : Rahasia Satu Bulan mendatang


__ADS_3

Master Petir menjelaskan lebih jauh kepada Ling Chen mengenai layar yang memperlihatkan dirinya dan orang di sekitarnya. Setelah selesai menjelaskannya Master Petir berpose tidur di udara.



“Jadi begitu. Dewa Teknologi ingin mengubah tata cara dunia ini bekerja. Sebelum merombak dunia ini menjadi tontonan bagi mahluk atas seperti Master Petir.”



“Tetapi ku pikir ini akan sangat keren. Bukan hanya penonton dapat memberikan tip pada orang yang dipilihnya untuk di tonton, tetapi mereka juga dapat memberikan atribut kemampuan mereka kepadanya.”



“Mendengar sesuatu seluar biasa ini membuatku sangat merasa kagum dengannya. Bagaimana bisa dia berpikir seperti ini, memang dia sangatlah luar biasa.” Meskipun merasa terganggu pada awalnya, setelah mendengar cerita Master Petir, Ling Chen sekarang merasa ini tidak begitu buruk.



“Tetapi seperti yang ku beritahu sebelumnya. Mungkin ingatan Manusia di dunia ini akan dihilangkan dan di ubah seperti mereka telah lama hidup di dunia baru yang nanti di buat oleh Dewa Teknologi.”



“Aku tidak tahu apakah kau akan ikut kehilangan ingatan, tetapi aku juga penasaran bagaimana jika kau kehilangan ingatan, Hahaha.” Master Petir tertawa antusias.



Sementara Ling Chen yang mendengarnya memasang ekspresi jelek. Dia tidak ingin ingatannya di hapus dan di ubah oleh Dewa Teknologi.



Ketika dia sedang memikirkannya, dia mendengar suara Kaito yang sedang membicarakannya.



“Hey kenapa Ling dari tadi terus berbicara sendiri? Apakah otaknya terbentur sesuatu tadi malam?” Tanya Kaito berbisik pelan di telinga Eric.



“Mungkin saja. Kita sebaiknya menyuruh Tuan untuk beristirahat kembali.” Eric memberikan usulan.



Ketika keduanya sepakat untuk menyuruh Ling Chen beristirahat. Pukulan keras segera membuat kepala keduanya benjol. Pukulan tersebut dilakukan oleh Kurumi.



“Kalian hanya bocah yang tidak tahu apa-apa.” Setelah memukul kepala keduanya, Kurumi berkata sambil menatap keduanya sinis.



Mendapatkan tatapan sinis dari Kurumi Eric dan Kaito sedikit bergetar. Merasa merinding ketika mata merah tersebut menatapnya terlalu lama.



“Bukan begitu kak Kurumi. Hanya saja melihat Ling berbicara sendiri sangatlah aneh.” Kaito mengatakan unek-unek yang ingin di sampaikan nya dengan berani.

__ADS_1



“Kalian belum memiliki tingkatan di mana dapat melihat Roh. Tuanku telah mencapai tingkatan yang belum pernah tercatat dalam Sejarah Manusia. Jelas dia mampu melihat dan berbicara dengan mahluk Roh.”



Kurumi sendiri menganggap Master Petir adalah sebuah Roh, karena jika memang Master Petir yang asli turun ke dunia. Maka pastilah dunia akan mengalami kekacauan akibat mahluk yang melebihi kekuatan yang mampu di tampung dunia masuk.



Setelah mendengar perkataan Kurumi, Eric dan Kaito kini memandang Ling Chen yang juga sedang memandangi keduanya. Mereka memasang senyum canggung karena tidak tahu menahu tentang Roh.



“T-tapi kalau ku pikir-pikir lebih baik aku tidak ingin melihat Hantu. Mereka sangat menyeramkan. Lebih baik aku berada di tingkatan tertentu yang tidak dapat melihat Hantu.” Ucap Kaito memejamkan matanya sambil melipat kedua tangannya di dada.



“Hmm... Apa kau serius dengan perkataan mu? Bahkan jika Hantu itu adalah Ras Elf yang terkenal akan kecantikannya?” Tanya Kurumi sengaja mengetes Kaito.



Kaito yang mendengar hal tersebut segera membuka matanya lebar-lebar, “Apa?! Jadi ada hantu Ras Elf! Kalau begitu aku akan melakukan apapun demi dapat melihat hantu!”



Eric yang berada di sebelah Kaito menghela nafas panjang lalu meninggalkan tempat ke belakangnya. Sementara Kurumi dan Yuki juga ikut menghela nafas merasa Kaito terlalu memiliki semangat tinggi demi melihat gadis cantik.


**



Melihat perilaku Kaito Master Petir sangat merasa terhibur. Namun di sisi lain Ling Chen memalingkan wajahnya meninggalkan mereka memasuki hutan yang tidak terlalu lebat di belakangnya.



Melihat Muridnya pergi memasuki Hutan di belakang mereka, Master Petir segera mengikutinya dari belakang.



“Kau ingin melakukan apa?” Tanya Master Petir.



Ling Chen tidak menjawab pertanyaan Masternya melainkan terus berjalan. Sampai pada akhirnya mereka menemukan sebuah danau, Ling Chen membuka pakaiannya dan melompat ke dalamnya.



“Hey! Kau bodoh! Apa kau tidak memeriksa apa yang berada di dalam Danau ini dulu!” Master Petir mendengus ketika melihat muridnya melakukan hal ceroboh.



Belajar dari pengalaman ketika masih menjadi manusia seutuhnya, Master Petir pernah melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh muridnya saat ini. Dia tidak memeriksa keadaan Danau dan langsung menyelam.

__ADS_1



Ketika beberapa menit sedang menyelam kakinya terikat oleh sebuah tanaman yang rupanya adalah Monster air. Melihat Ling Chen melakukan tindakan ceroboh sama seperti dirinya dulu, Master Petir khawatir terjadi hal yang sama dengannya.



“Huh... Kenapa kau tidak mendengarkan apa yang Mastermu ini katakan! Dasar murid tidak berbakti!” Master Petir kembali mendengus kesal ketika melihat Ling Chen tidak keluar dari dalam Danau tersebut, “Dan juga bagaimana caramu menemukan Danau ini! Aneh sekali, dasar.”



Ketika masih memandangi Danau dalam diam sebuah gelembung udara terlihat keluar dari dalam air. Master Petir segera menduga akan ada yang segera keluar, ketika melihat gelembung udara semakin banyak. Ling Chen akhirnya muncul.



“Master Petir aku menemukan ini.” Ling Chen mengangkat tangannya, terlihat dia sedang memegang sesuatu.



Sebuah Permata berwarna ungu yang ukurannya sebesar telapak tangan pria dewasa terlihat. Permata ini sangat indah, tetapi juga memancarkan aura korosif yang begitu kuat.



“Kau mendapatkannya dari mana?” Master Petir segera bertanya ketika merasakan aura korosif mulai menyebar dari Permata tersebut.



“Ada seekor monster berbentuk Tanaman Bangkai di dalam. Ketika aku berenang ada sebuah tanaman yang menarik tanganku, tetapi aku tidak melawannya dan membiarkannya menarikku. Ketika aku dapat melihat tubuh utama tanaman tersebut aku segera mengalirkan mana api dan membakar Tanaman yang memegang lenganku.”



“Selanjutnya aku membunuhnya dengan mana air, cukup mudah karena kemampuannya hanya berada di tingkat Grand Master.” Setelah selesai memberitahu Masternya, Ling Chen pun naik kembali ke daratan.



“Juga pertanyaan mu tentang bagaimana diriku mengetahui danau ini...”



“Sebenarnya danau ini sendiri memiliki aroma aneh yang memancingku datang. Tentu Master Petir yang hanya sebuah Roh mana mungkin dapat menciumnya.” Ling Chen menaikkan kedua pundaknya dengan senyuman mengejek.




Melihat perilaku Muridnya, Master Petir segera merilis Petir lalu menyambarkannya kepada Muridnya itu. Ketika Petir tersebut mengenai Ling Chen, dia segera pingsan.



“Hmm aku lupa dia baru saja keluar dari air, petir ku akan berdampak dua kali lipat daripada biasanya. Yah terserahlah aku akan membawanya kembali.” Master Petir mendekat Ling Chen lalu menyentuhnya, beberapa saat setelahnya mereka berdua menghilang.


...— — —...


[ UPDATE - 2/3 ]

__ADS_1


[ -1]


[ 60-90 min / 1UP ]


__ADS_2