Demon Lord System

Demon Lord System
Ch. 69 - Permainan Bendera IV


__ADS_3

Beberapa menit telah berlalu saat ledakan muncul dari tubuh Taori, Ling sendiri menunggu di atas pohon sambil memandangi Taori dari atas, sedangkan untuk Hamura juga naik ke atas pohon karena tidak tau kemana lagi dia harus berjalan.


Saat Ling sedang memandangi tubuh Taori, Ling melihat tubuhnya Taori kembali menghisap perlahan asap hitam yang pekat itu, asap hitam itu sendiri berbeda dengan yang biasa, karena asap hitam itu sehitam awan hitam yang akan turun hujan, udara di asap hitam milik Taori juga bisa dibilang lembab.


Perlahan tapi pasti, asap disekitar tubuh Taori kembali masuk, hingga beberapa menit kemudian, seluruh asap hitam menghilang dan masuk kedalam tubuhnya kembali.


Ling langsung saja turun dari atas pohon dan berlari ke arah Taori, diikuti oleh Hamura dari belakangnya.


"Jika terjadi apa-apa padanya akan kuhajar kau Ling." ucapnya sambil mengikuti Ling dari belakang.


"Hahaha, tenang saja kawan, kita lihat saja nanti." Ling tersenyum sambil meliriknya, dia berfikir, mana mungkin Hamura dapat mengalahkannya, dia jelas lebih cepat dari Laurel, dan juga dia lebih kuat dari Hamura, apakah mungkin Hamura dapat menang melawannya? jelas tidak mungkin.


Tidak terasa Ling dan Hamura sampai di dekat Taori, mereka dapat melihat sosok anak kecil berambut hitam merah dengan pakaiannya yang juga berjubah hitam, sedang melihat sekujur tubuhnya.


Sedangkan untuk Taori sendiri, langsung berlari ke arah Ling dan Hamura saat menyadari mereka berjalan mendekatinya.


**



"Terima kasih banyak senior Ling, mulai sekarang aku akan terus menjadi adikmu." Taori menundukkan kepalanya hormat.


Setelah disembuhkan oleh sistem, Taori berubah drastis menjadi lebih tampan dan putih, wajahnya sendiri dulu memanglah tampan, tetapi sekarang menjadi lebih tampan dari sebelumnya, rambutnya juga menjadi berwarna merah pada beberapa ujung.


Ling hanya tersenyum meresponnya, dia kemudian berkata kepada Hamura untuk kembali saja ke benderanya agar membantu teamnya menjaga.

__ADS_1


"Lalu, Taori?"


"Taori akan ikut bersamaku." Jawab Ling.


Ling kemudian pergi setelah menjawab pertanyaan dari Hamura, diikuti oleh Taori di belakangnya, dengan begini bisa dikatakan kemenangan berada di pihaknya.


Beberapa saat kemudian, mereka tiba disebuah tempat yang cukup dekat dengan sungai, mereka juga menemukan sebuah bendera berwarna biru pada bendera itu, bendera itu adalah milik orang yang Ling incar untuk jadi aliansinya pertama kali, dia adalah, Shukaku Yuusha.


Namun anehnya, bendera itu sama sekali tidak dijaga oleh siapapun, disana hanya terlihat bendera biru tetapi tidak terlihat siapa-siapa.


Disaat Ling diam saja sambil berfikir, Taori menawarkan untuk menjadi kambing hitam, dia sangat percaya diri karena kekuatan nya sendiri kini meningkat tiga kali lipat, tingkatan nya sekarang berada pada level 24, atau dalam dunia ini disebut tingkat emas bintang enam.


Namun sebelum Taori pergi kesana, Ling menghentikannya, dia dapat melihat terdapat jebakan namun dalam bentuk segel kertas, Ling untungnya mempunyai mata X-ray, karena itu melihatnya cukup mudah baginya.


Ling kemudian mengeluarkan es dari bawah tanah dengan gerakannya, es itu berbentuk tangan, namun besar, saat tangan es itu mencapai bendera biru itu, sebelum menyentuhnya, secara tiba-tiba dari bawah tanah muncul ledakan beruntun yang membuat es itu hancur.


Shukaku tersenyum lalu bertepuk tangan sambil berjalan pelan ke arah Ling dan Taori.


"Hebat, hebat sekali, aku tidak menyangka kau bisa mengetahui jebakan yang ada, sepertinya aku terlalu memandang remeh dirimu." Pria tampan berambut putih panjang itu bertepuk tangan sambil tersenyum.


Untuk Taori sendiri menjadi sangat kagum dengan Ling, bukan hanya dapat kuat dan cepat, bahkan Ling dapat menyembuhkan penyakitnya dan mengetahui terdapat jebakan, untuknya sendiri dia juga sama sekali tidak menduga, jika saja tadi dia yang maju, bisa dipastikan dia akan terluka parah meskipun tingkatannya sekarang telah mencapai emas bintang 6.


Ling tersenyum manis menunjukkan wajah tampannya yang manis, "Kau terlalu menjujung tinggi diriku."


'Hhm, anak ini, tidak seperti yang kuduga dari awal sih, dia sangat hebat, bahkan aku tidak dapat mengirim mata-mata kesana, entah apa yang dia perbuat, tapi kuakui dia sangat hebat, yah untuk sekarang, aku akan mencoba untuk berbicara saja terlebih dahulu.' Batin Shukaku.

__ADS_1


"Tidak kok, kau memang hebat Ling, ngomong ngomong apakah kau ingin bertarung dengan ku? ouh ya kalau boleh tau kau mempelajari sihir apa saja? kau kelas Assasin kan? kenapa kau bisa menggunakan sihir seperti layaknya wizard tadi? sungguh aneh, ouh yah aku mendapatkan informasi kau mempunyai dua Class yah?"


"Yah, itu tidak sepenuhnya salah sih, tapi sebenarnya..."


Semua menelan ludahnya kecuali guru Farhan yang melihat dari atas langit, dia sama sekali tidak dapat mendengar suara yang Ling ungkapkan, sedangkan untuk semua orang yang mendengar hampir tertegun, apa yang dikatakan Ling sama sekali tidak dapat mereka percaya.


"Ha. Haha.. hahaha, k..kau bercanda Ling?" Shukaku tertawa ragu, jika memang yang Ling katakan benar, maka dia sama sekali tidak yakin untuk dapat mengalahkan Ling.


"Bagaimana jika kita coba, kalian bertiga, melawan ku, aku juga belum sempat olahraga, bagaimana?" Tanya Ling dengan santainya.


Semua orang kembali di buat terkejut, termasuk Taori, bagaimana tidak? Ling mengatakan untuk melawan tiga orang sekaligus? apakah dia sangat percaya diri dengan kekuatannya? setidaknya Taori sendiri dan yang lainnya telah mencapai tingkatan Emas, pastinya akan sangat susah bagi Ling, terlebih Taori agak ragu menyerang Ling karena dia menjadi sangat hormat kepadanya setelah Ling menyembuhkannya.


"Baik, aku tersanjung, tapi aku ingin ada taruhannya." Shukaku tersenyum seringai, dia sama sekali yakin jika mereka bertiga menyerang Ling, pastinya mereka yang akan menang.


"Ok, aku akan memberikan kalian masing-masing sebotol ramuan regenerasi milik keluarga Phoneix, lalu, apa taruhan kalian." Ling bertanya kembali.


Mereka terdiam beberapa saat, jika mereka memang menang, mereka akan mendapatkan satu botol ramuan milik keluarga Phoneix, di tambah dengan tiga orang lainnya, totalnya menjadi tiga, apa benar Ling akan memberikannya? tetapi, Shukaku mau tidak mau tetap mempercayainya.


"Taruhan ku adalah, pasir besi genetik 50 kg, bagaimana? pasir ini biasanya digunakan untuk membuat jebakan dan dapat mengalirkan listrik, kau juga bisa menggunakannya sebagai penarik energi dari esensi petir, selama kau punya pasir besi genetik, kau bisa menguatkan esensi petir mu." Shukaku menjelaskan cukup rinci.


"Ouh, hebat, baiklah aku terima, kalau begitu Nadia?"


"A..aku akan bertaruh dengan satu tiket makan gratis di restoran keluargaku, satu tiket lantai lima!" Teriaknya.


Ling terdiam beberapa saat, dia memang telah menyelidiki latar keluarga dari Nadia, dia berasal dari keluarga terpandang yang mengutamakan penjualan pada restoran, keluarga Nadia sendiri adalah keluarga yang mempunyai restoran terbesar dan termewah, tidak ada yang tidak kenal dengan restoran milik keluarganya.

__ADS_1


_ _ _


[ 14/40 ]


__ADS_2