Demon Lord System

Demon Lord System
Chapter 225 : Pertandingan


__ADS_3

Akedemi Mondstar adalah salah satu Penyumbang kekuatan Tempur terbaik bagi Kerajaan Diamond. Kehadiran sosok Ksatria Burung Kematian di Akedemi Mondstar terlalu mengejutkan bagi Para Guru di sana



Sementara dari Pihak Penyihir yang masih di katakan membutuhkan banyak bimbingan bergegas meminta Levi mengajarkan mereka.



Mulai dari kategori remaja, Penyihir biasa dan Penyihir Ahli mengikuti kelas yang dimiliki Levi. Mereka mendapatkan pelatihan yang sulit tentang manipulasi, namun dalam bimbingan Levi satu persatu dengan singkat naik tingkat.



Bukan hanya sekedar memberikan ilmu tentang Manipulasi, Levi juga menyelesaikan masalah setiap orang yang dibimbing olehnya. Setiap Penyihir yang tingkat nya tersumbat dengan cepat naik tingkat setelah mendapatkan bantuan dari Levi.


**


(Dalam Kelas Remaja)



Levi tidak mendapatkan kabar apapun dari kediaman, koneksinya dengan Ling Chen juga tidak tersambung. Levi yakin ada sesuatu yang sedang Tuannya lakukan, karena itu dia tidak kembali ke kediamannya melainkan tetap mengajar.



Melihat ke sekelilingnya, tiga muridnya menatap Levi dengan wajah yang bersemangat. Ariel tentu saja masihlah seorang anak yang pemalas, meskipun begitu dia adalah yang paling kuat di kelas.



“Anak-anak! Aku ingin kalian melakukan latih tanding bersama. Semua yang ku ajarkan pada kalian! Ingin ku lihat sejauh mana perkembangan kalian.”



Tiga hari telah berlalu semenjak Levi memutuskan untuk menginap di Akedemi ini. Fasilitas yang di dapatnya tidaklah main-main, penginapan yang sangat berkelas dan pemandangan yang menakjubkan, terlebih di penginapan terdapat air panas.



Sementara murid yang mendengarnya terdiam sejenak, beberapa saat kemudian dua di antara empat melompat kegirangan. Mereka ialah Freya dan Aiken, dibandingkan dengan dua lainnya mereka memiliki semangat yang tinggi.



“Latih tanding akan ku adakan di luar.” Setelah berkata demikian Levi keluar dengan membawa bangku dari dalam kelas, ke empat muridnya mengikuti nya di belakang sambil membawa bangku.


**


Tanah Hamparan di depan Kelas cukup luas, Levi membuat sekitar area tanding menggunakan Bulu Hitamnya sebagai batas panggung pertandingan.



“Serang dengan kekuatan penuh. Aku akan memastikan kalian selamat meskipun sekarat, jadi jangan ragu-ragu untuk mengerahkan kemampuan masing-masing.” Levi meyakinkan.



“Ariel dan Aiken maju. Kalian bisa menyerang tanpa perlu takut memegang sesuatu yang tidak boleh.” Levi melirik murid perempuannya.



Dia dengan jelas sedang menyindir kedua murid perempuan nya. Di mata Levi perempuan tidaklah cukup untuk mengalahkan Ksatria meskipun tingkatnya di bawahnya. Kenapa? Itu karena wanita memiliki dua kelemahan.


__ADS_1


Pakaian, jika pakaian mereka robek mereka akan lebih memilih menutup bagian yang terbuka, memberikan kesempatan bagi musuh menyerang dengan bebas. Kedua, sesuatu yang menjijikkan, seperti slime dan berbagai hal lainnya. Tentu Levi mengetahui tidak semua wanita memiliki kelemahan kedua di atas.



Sementara itu Aiken dan Ariel masuk ke dalam lingkaran buatan Levi yang menggunakan Bulu Hitamnya sebagai pembatas. Keduanya saling berpandangan sebelum membuat jarak.



“Majulah, aku malas berlama-lama.” Ariel menggaruk kepalanya, dengan wajah lesu dia membuang mukanya menghadap langit.



“Kau ini!” Aiken mengepalkan tangannya keras.



Sesaat setelah mereka membuat jarak, pertandingan pun di mulai. Aiken bergerak maju dengan cepat sambil menggunakan manipulasi Petir nya untuk bergerak lebih cepat.



Ariel menatap Aiken yang maju dengan datar, ketika salah satu tangannya bergerak naik ke atas sebuah Tsunami kecil terbuat dan menghadang setiap jalan ke arahnya. Aiken berhenti ketika melihatnya, dia kemudian melompat naik.



“Heh Tsunami lima meter tidak akan mampu membuatku berhenti bergerak.”



Ariel menyeringai saat kakaknya itu melompat ke udara, tanpa memberikan banyak waktu Ariel membuat tembok di depan Tsunami nya. Air yang membentur tembok akhirnya mundur kembali ke arah Aiken yang hampir mendarat.



Aiken mengerutkan keningnya saat melihat hal itu, sementara Levi tersenyum melihat hal ini. Ariel bukan hanya memiliki bakat bertarung tetapi juga pintar menciptakan masa depan yang dapat di prediksi olehnya.




Levi tersenyum puas melihat kemampuan Ariel yang menakjubkan. Bakatnya memang benar-benar luar biasa hebat, tetapi ada satu fakta unik tentang kakak-beradik ini. Mereka di katakan keturunan Bangsawan namun karena mereka keturunan campuran, mereka di asing kan oleh keluarganya sendiri.



Seharusnya mereka memiliki nama Blaxland Ariel dan Blaxland Aiken. Tetapi akibat di buang mereka tidak diperkenankan menggunakan nama Keluarganya.



Di sisi lain Ariel mendekati Tsunami yang di buatnya, dia menyentuhnya dari belakang dan membuatnya kembali ke kondisi semula. Setelah beberapa saat air yang membeku mulai mencair kembali dan jatuh ke tanah, Aiken juga ikut terjatuh tetapi Ariel membantunya berdiri setelahnya.



“Cih! Sebenarnya aku ini kakak atau adik sih? Kenapa aku selalu kalah denganmu” Cetusnya sambil memeras pakaiannya yang basah.



Ariel terlalu malas meladeninya, dia berjalan menuju kursinya dan mulai tertidur kembali. Melihat Pakaian Aiken yang basah, Levi mendekatinya lalu membatunya mengeringkan pakaian itu.



Dengan hanya mengarahkan tangannya kepada pakaian Aiken, pakaian tersebut segera mengering. Aiken menundukkan kepalanya berterima kasih kepada Levi.

__ADS_1



**


Kedua murid perempuan maju memasuki lingkaran, mereka saling memberikan hormat sebelum membuat jarak.



Dibandingkan dengan kedua saudara kembar tadi, situasi saat ini jauh lebih serius.



“Fire Manipulation – Body Flame!"



Sebelum pertandingan di mulai Freya telah menggunakan kemampuannya. Freya saat ini hanya memiliki dua sihir, yaitu Fire Fist dan Body Flame.



Di hadapannya saat ini gadis imut berambut kuncir sedang mengarahkan tangannya kepada Freya. Saat pertandingan di mulai Freya dengan sigap maju mendekati Jessica.



Tangan Jessica yang di arahkan pada Freya membuat sebuah sinar terang, akibat hal itu Freya menutup matanya. Jessica maju dengan cepat lalu meninju wajah Freya.



Freya tersenyum tipis sambil menahan tinju Jessica, dia tidak benar-benar menutup matanya. Membuatnya dengan mudah memancing Jessica maju, saat itu Jessica yang tangannya tertangkap di dorong mundur oleh Freya.



Freya maju sambil meninju Jessica, Jessica yang mendapatkan serangan beruntun berusaha semaksimal mungkin menghindari serangan Freya dan menangkis beberapa pukulannya yang tidak sempat masuk perhitungan nya.



“Aku tidak mengira dirimu memiliki tenaga sebesar ini.” Freya tersenyum tipis tanpa memberikan jeda kepada Jessica.



Jessica tidak menjawabnya melainkan sibuk mengurus tinju Freya yang memojokkan dirinya. Jessica berdecak kesal karena tidak mampu dan dirinya semakin lama semakin mundur kebelakang akibat menahan tinju Freya.



“Light Manipulation - Light Weapons”



“Fire Manipulation — Fire Fist”



Mendengar Jessica menggunakan Sihir, Freya mulai mempercepat gerakannya dengan Fire Fist. Shield yang terbuat dari Esensi Cahaya retak setelah mendapatkan pukulan beruntun dari Fire Fist milik Freya.


...— — —...


Sebagai Bentuk Dukungan Kepada Penulis. Penulis Berharap tanpa paksaan untuk :


Like sehabis membaca dan berikan komentar berupa saran. Sekian terima kasih

__ADS_1



^^^Written by : arkan^^^


__ADS_2