Demon Lord System

Demon Lord System
Ch. 138 - Hasrat dan masa lalu


__ADS_3

Ling memainkan pedang di tangannya, pedang yang terbuat dari satuan banyak senjata itu. Membuat pedang-pedang yang di arahkan para anggota organisasi lawan Ling menjadi retak.


Sun mundur kembali menjaga jarak, di susul oleh tanah liat yang juga termundur beberapa langkah.


Ling tersenyum, dia menebas udara di depannya, dalam sekejap banyak sekali gelombang angin yang mengarah kepada Sun dan Tanah liat. Tanah liat tidak membiarkan serangan itu terkena secara telak, dia memasukan kedua tangannya ke tanah yang berada di bawah. Dalam sekejap sebuah dinding tanah menutupi Sun dan dirinya.


Ling semakin tersenyum di balik topengnya, hasrat bertarungnya mulai tidak terkendali. Dia menerjang musuh dengan pedang penguasa api di tangannya.


“Teknik Naga – Cakar emas!”


Swingghh...


Dinding tanah itu terbelah menjadi beberapa bagian, dan juga orang di belakangnya yaitu tanah liat terkena serangan tersebut. Sayangnya, sun berhasil lolos dari serangan itu. Dia pun segera melarikan diri kebelakang.


Nanako segera memerintahkan para Ghoul untuk menyerang Ling. Bersama itu, nanako juga menyuruh untuk para Ghoul tipe serangga untuk membantu melawan Ling.


Kelima Ghoul itu menuruti perkataan Nanako dan segera terbang menuju Ling. Ling semakin tersenyum melihat banyaknya lawan yang menerjang ke arahnya. Sayangnya, dia tidak tertarik dengan para kroco berupa Ghoul hitam.


Ling pun tersenyum lalu melambaikan tangannya, seketika itu muncul 100 monster yang tubuhnya mirip sekali dengan kadal namun di satu padukan dengan senjata-senjata.


Suasana berubah menjadi hening, tidak ada yang bergerak dan tidak ada yang bernafas melihat monster-monster yang baru saja dikeluarkan oleh Ling.


‘Darimana si bajing*n ini mengeluarkan mereka? Aku tidak dapat melihatnya. D-dia bukan manusia, dia lebih mirip iblis, bukan bukan, dia memang iblis yang terlahir di bumi ini!’ Batin Sun dan Nanako.


“Yah, sebenarnya aku tidak ingin mengeluarkan mereka. Namun yah, aku sama sekali tidak tertarik melawan para kroco-kroco itu. Ngomong-ngomong mereka ini mayat, percuma jika kalian menusuk ataupun menyerangnya dengan sihir, mereka tidak akan merasakan sakit...”


Glekkk...


Semua menelan ludahnya ketika Ling mengatakan itu, jika itu benar. Seharusnya mereka semua pun tidak akan mampu untuk mengalahkan seratus bala tentara Ling.

__ADS_1


“Ah~ Topeng ini sedikit mengganggu, hei hei! Apa kalian ingin melihat identitas ku yang sebenarnya? Aku ini bangsawan loh, ha-ha-ha.”


Xiao Li, Xiao Zhang, tidak lepas juga dari yang namanya keterkejutan. Mereka menyadari perubahan sikap Ling yang tiba-tiba menjadi maniak bertarung.


Semua orang tidak menjawab, namun mereka semua menatap Ling. Dengan mata yang tajam. Namun saat ini, mereka sedang berfikir wajah di balik papan itu berasal dari keluarga terpandang apa.


“Oke, karena kalian melihatku seperti itu aku anggap kalian ingin mengetahuinya. Yah, kalian bisa menganggap aku adalah Raja di masa depan!”


Klakkkk...


Topeng itu terlepas dari wajahnya, memperlihatkan sosok pemuda berwajah tampan dengan rambutnya yang sedikit panjang.


Semua orang menatap tajam tidak dapat percaya dengan apa yang dilihat oleh mereka. Mereka mengenali pemuda tersebut dengan sebutan sampah. Cerita ini sudah lama sekali, dulu terdapat seorang anak yang memiliki Class Assassin. Namun karena dia takut menyakiti orang lain, anak itu menjadi bahan bullying kakak-kakaknya.


Sudah lama terdengar cerita ini, dan anak kecil itu adalah Ling. Nanako terkejut bukan main, saat Ling masih kecil, nanako pernah bertemu dengannya. Dia menghibur Ling dan berbincang dengannya.


* * *


“B-benarkah? A-aku adalah anak yang cacat, bahkan aku tidak bisa mengontrol pisau sihirku. Padahal aku adalah seorang Assassin. Aku rasa aku tidak akan bisa menjadi sekuat itu kak Nana.”


Nanako berdiri dari ayunan, dia kemudian berjalan ke ayunan Ling. Nanako lalu menyentil kepala Ling.


“Aw! Sakit kak Nana.” Ucap Ling sambil memegang kepalanya yang kesakitan.


Nana lalu memegang kepala Ling dengan kedua tangannya, membuat Ling terkejut, Nana juga menyentuh jidat Ling dengan jidatnya. Membuat Ling dan dirinya saling bertatapan.


“Tenang saja, aku yakin kau pasti bisa. Anak baik sepertimu pasti akan mampu menjadi pemuda yang hebat.” Nanako tersenyum lebar.


* * *

__ADS_1


Kembali di saat ini, nanako mengarahkan tangannya ke arah Ling, seolah ingin menggapai sesuatu.


“Ling?”


“Hhm? Apa? Apa kau ingin mati lebih dulu? Kalau begitu maju dan serang aku.” Ucap Ling sinis.


Meskipun telah membuka topengnya, Ling nyatanya masih tidak membuka tudung jaketnya. Membuatnya terlihat seperti benar-benar malaikat pembawa kematian.


“Bukan itu. Fuh,” Nanako mengambil nafas, “Apa kau ingat aku? Aku adalah Nanako, saat kecil kita pernah bertemu. Saat itu kau masihlah bocah ingusan yang tidak suka bertarung. Saat itu kita berada di tama-”


Swushhhh...


Sebuah pisau kecil terbang dengan kecepatan tinggi, melewati rambut pink Nanako. Nanako menelan ludahnya, pisau itu seharusnya dapat membuat dirinya mati jika orang yang melemparnya ingin.


“Jangan berbohong pada Lord, aku tidak suka saat ada orang yang berbohong kepada Lord.” Ucap Xiao Li ketus.


Ling memalingkan wajahnya kepada Xiao Li, Ling menggelengkan kepalanya pelan lalu kembali menatap Nanako.


“Ah, sayangnya ingatanku telah lenyap. Ling yang sekarang adalah Ling yang baru. Ling lemah hanya berada di masa lalu...” Ucap Ling.


“Tapi aku masih tidak percaya ini, bagaimana bisa anak ingusan itu kini menjadi pemuda tampan dan kuat. Ada yang salah dengan dunia ini. Meskipun tadi aku melihat pertandingan mu, kekuatan mu sudah membuatku takjub, aku ingin menyapa. Sayangnya aku berada di pihak revolusi dan aku tidak ingin menyeretmu.”


“Tapi siapa sangka, rupanya organisasi yang menjadi ketakutan terbesar kerajaan akhir-akhir ini di pimpin oleh anak yang bahkan belum melewati umur 18 tahun. Yah aku hanya ingin bilang jika aku tewas ku harap kau menjaga tuan putri kami. Meskipun dia bukan putri asli, bagiku dia adalah putri yang harus dilindungi. Karena itu ku harap kau menjaganya jikalau kami mati.” Ucap Nanako.


Wanita yang bernama Nanako itu terlihat mengeluarkan pisau-pisau kecil dari balik jubah lengannya. Dia kemudian melirik bergantian ke berbagai arah. Kelima Ghoul serangga merespon sinyal dari Nanako, mereka langsung menatap tajam Ling.


Masih dengan tampang senyumnya, Ling menusuk tanah yang berada di bawahnya dengan pedangnya. Lalu dia segera menyatukan tangannya, dan beberapa saat setelah itu, tanah yang berada di sekitar Ling bergoyang-goyang. Seperti sebuah gempa bumi.


Ling kemudian membuka penyatuan tangannya, seketika tanah tidak kembali bergetar. Namun hal itu justru membuat Nanako dan organisasi nya terkejut dan menjaga jarak lebih jauh dari Ling.

__ADS_1


_ _ _


Episode selanjutnya, aku akan mengganti penulisannya menjadi POV 1. Yah, itu dari sudut pandang Ling sendiri...


__ADS_2