
Setelah menghabiskan makanannya Kaito dan Eric bersendawa kecil sebelum kembali menatap Ling Chen. Mereka benar-benar sangat senang ketika menyadari yang datang adalah Tuan mereka.
ㅤ
“Tuan ku hamba menyambut!” Eric terlihat menundukkan kepalanya memberikan penghormatan, ketika Ling Chen kini menyelamatkan. Saat ini juga dia telah berjanji akan melayani Ling Chen dengan setia.
ㅤ
Berbeda dengan Eric yang segera melakukan penghormatan Kaito saat ini tersenyum lalu menggandeng Ling Chen. Seperti biasanya bocah ini berlaku seenaknya.
ㅤ
“Ling! Aku sudah lama menunggumu! Ketika semua ini terjadi aku sedang tidak siap, membuatku tertangkap oleh Raksasa bajingan yang mengaku-ngaku sebagai penguasa dunia.”
ㅤ
“Tetapi Ling, kemana dirimu ketika hari itu? Bukankah kau berada di kediaman... Ah aku lupa tapi bukannya berada di suatu kediaman? Lalu bagaimana kau bisa tidak tertangkap?”
ㅤ
Melihat wajah serta tubuh Ling Chen yang kekar, Kaito mengetahui temannya ini tidak tertangkap. Dan lagi, menyadari kini perbedaan kemampuan di anta ke duanya telah jauh, Kaito menduga Ling Chen telah melakukan persiapan sebelum datang kemari.
ㅤ
“Ah waktu itu. Tetapi sebaiknya Eric kau berdiri lebih dulu, tidak enak melihat mu menundukkan kepalamu padaku secara terus-menerus.” Ucap Ling Chen merasa tidak enak dengan cara pandang Eric terhadapnya.
ㅤ
“Saya mengerti Tuan, maafkan hamba ini yang lancang menatap Tuan.” Eric masih dengan perilaku hormatnya, kini berdiri.
ㅤ
Di sisi lain Ling Chen hanya tersenyum tipis tidak menanggapi perilaku Eric yang terlalu menghormatinya lebih jauh. Dia kemudian mulai menceritakan dan menjelaskan.
ㅤ
“Ketika kita berhasil mengalahkan para Giant itu, tubuhku mengalami penurunan daya tahan. Membuatku pingsan dan tidak sadarkan diri untuk waktu yang lama. Tetapi, sebelumnya aku minta maaf karena belum menceritakan ini kepada kalian. Aku memiliki regu elit yang setidaknya kemampuan mereka berada di tingkat Heavenly Fate.”
ㅤ
“Mereka sebenarnya adalah orang yang sama dengan yang melatih kalian saat pertama kali aku di Akedemi, merekalah orang-orang Elit itu. Hmm yah kembali ke topik utama. Mereka dengan susah payah dan penuh pengorbanan anggota Elit yang bertugas melindungi diriku mati satu persatu untuk dapat membuatku kabur dari kerajaan. Alhasil saat ini aku hanya memiliki lima anggota Elit ini.”
ㅤ
Ling Chen mengakhiri ceritanya dengan helaan nafas panjang, dia merasa senang sebenarnya karena dapat selamat tetapi di saat yang sama juga dirinya merasa bersalah dengan Pelayan yang tewas demi dirinya.
ㅤ
TL/N : **Btw jangan marah yah sebenernya alasan Giant menyerang Kerajaan secara membabi buta bertujuan untuk pembersihan karakter yang tidak terlalu diingat oleh author:)
ㅤ**
Melihat mimik wajah Ling Chen yang tidak begitu baik setelah bercerita Kaito segera mengubah topik pembicaraan, berharap dengan begitu temannya ini tidak kembali berfikir dirinya terlalu bersalah.
ㅤ
__ADS_1
“Ngomong-ngomong apakah kau sudah menemukan Yuki? Sebelumnya aku telah melihatnya, dia di bawa oleh Pangeran Kerajaan Giant ini...”
ㅤ
Kaito berhenti bercerita ketika menyadari situasi menjadi lebih buruk setelah dirinya berkata demikian.
ㅤ
Di sisi lain Eric segera menengahi keduanya dengan pengalihan pembicaraan yang sekarang menyangkut ketiganya.
ㅤ
“Tuanku lalu apa yang harus kita lakukan saat ini?” Eric bertanya, wajahnya terlihat khawatir.
ㅤ
Sementara Ling Chen yang mendapatkan pertanyaan tersebut kini mulai tenang kembali. Setelah beberapa saat menenangkan dirinya Ling Chen kemudian menjelaskan kepada keduanya terlebih dahulu tentang kondisi di luar.
ㅤ
“Kemungkinan untuk kita bertarung adalah 79% tetapi kalau diriku yang melakukannya sendiri aku dapat dengan mudah melewati penjaga di depan Pintu utama karena aku dapat menggunakan kemampuan ini...”
ㅤ
Ling Chen menunjukkan dirinya dapat menghilang. Kaito yang sudah pernah melihatnya kini memasang wajah antusias ketika kembali melihatnya. Dia kemudian segera mengajukan pertanyaan kembali.
ㅤ
“Lantas apa yang akan kita lakukan? Mungkinkah akan menyerang mereka diam-diam lalu setelah itu kami pergi?” Kaito dengan pasif mengajukan pertanyaan.
ㅤ
**
Setelah menjelaskan panjang lebar tentang rencananya Ling Chen beserta kedua rekannya kini berjalan menuju ke atas Lorong tangga.
Setelah cukup lama berjalan mereka akhirnya sampai di lantai utama.
ㅤ
“Baik dari sini aku yang mengambil alih. Ketika kalian melihat seluruh penjaga atau hanya tersisa beberapa penjaga, kalian langsung serang mereka dengan seluruh kekuatan kalian.”
ㅤ
Kaito dan Eric mengangguk paham. Melihat hal itu Ling Chen kini berlari menuju keluar pintu utama meninggalkan kedua pemuda di belakangnya yang bersembunyi.
**
Woshhhh...
ㅤ
Pemandangan seorang manusia yang terbang melewati Giant segera menarik perhatian seluruh Prajurit yang berjaga.
ㅤ
__ADS_1
“Sialan tangkap manusia itu!” Seru salah satu prajurit dengan keras.
ㅤ
Mendengar perintah tersebut mereka segera berlari mengejar manusia itu. Menyisakan sekitar tiga Giant menjaga pintu masuk.
ㅤ
Rombongan yang terdiri dari sebelas Giant kini mengikuti arah Manusia itu berlari. Namun, akibat bangunan yang besar dan ketahanannya yang kuat, para Giant tidak dapat melakukan gerakan dengan leluasa karena kekerasan dan kebesaran pada bangunan tempat mereka tinggal sendiri sangatlah keras.
ㅤ
Jika manusia biasa memiliki rumah, lalu mereka memukul tembok tersebut. Maka dapat di bayangkan kekerasannya, kurang lebih hal tersebut kini berada pada posisi Giant. Mereka saat ini lebih terlihat seperti raksasa dan Manusia adalah seekor anjing.
ㅤ
“Kemari kau sialan!”
ㅤ
Ketika mereka masih sibuk mengejar Manusia tersebut, Manusia itu berlari masuk ke dalam gang rumah. Giant yang telah terbiasa dengan sekitar kini mulai memasang senyum kemenangan karena menyadari gang tersebut merupakan jalan buntu.
ㅤ
Dengan cepat dia mengajak seluruh prajurit untuk masuk ke gang tersebut. Tetapi..
ㅤ
“Kemana manusia itu pergi?!!! Bukankah dia masuk ke gang sempit ini?!” Salah satu Giant kini mulai mempertanyakan keberadaan manusia tersebut dengan heran.
ㅤ
Sementara Giant-giant lainnya kini mulai memeriksa gang tersebut, memastikan manusia yang masuk ke dalam sini mengumpat. Bagaimanapun juga gang ini adalah jalan buntu, mustahil bagi manusia tersebut untuk menghilang tiba-tiba.
ㅤ
Ketika seluruh Giant mencari-cari keberadaan manusia tersebut. Sekumpulan Skeleton berjatuhan dari atas langit atau yang lebih tepatnya berjatuhan dari atas perumahan.
ㅤ
Skeleton-skeleton ini berhasil membuat Giant terkejut dengan kehadirannya. Mereka segera menatap ke atas langit bersiap untuk menghadapi para Skeleton ini.
ㅤ
Sementara itu tidak jauh di lokasi awal yang merupakan tempat masuk Gang, seorang pemuda berambut hitam tipis dengan mata merahnya kini tersenyum menyeringai sambil memandangi dari kejauhan.
ㅤ
“Selamat tinggal Giant-giant bodoh.” Setelah membalikkan badannya, seperkian detik selanjutnya gang tersebut meledak dengan keras.
...— — —...
[ UPDATE - 2/3 ]
[ -1]
__ADS_1
[ 60-90 min / 1UP ]