Demon Lord System

Demon Lord System
Chapter 265 : Pertarungan di Kerajaan Giant


__ADS_3

Dua hari berlalu dengan singkat, situasi di istana masih begitu jauh dari kata tenang.



Sang Raja Giant dalam dua hari ini juga hanya menghabiskan waktunya dengan mencaci maki Prajurit-prajurit nya. Dirinya masih menyimpan begitu banyak kemarahan.



Saat ini Raja Giant atau yang sering di sapa Victor sedang duduk di atas kursi singgasananya, dari gaya duduknya dia sedang menunggu kabar dari prajurit yang masih mencari tahanan.



“Sial! Kenapa tidak ada satupun Giant yang berhasil menemukan tahanan ku!”



Ketika Victor sedang dalam kemarahan, seorang pria tua berwujud manusia datang, dari gaya pakaiannya dia adalah seorang Giant yang mengambil wujud manusia.



“Yang Mulia! Ini gawat!” Pria tua tersebut berlari dan berlutut di hadapan Victor.



Victor dengan cepat menyuruh Pria tersebut berdiri dan memberitahunya apa yang terjadi, namun sebelum pria tersebut memberitahu apa yang terjadi, suara keributan berupa ledakan yang nyaring terdengar.



“Ledakan?! Apa para manusia itu kembali lagi? Bagus aku bisa menghancurkan mereka dengan tanganku sendiri! dan kembali menangkap gadis itu.” Victor berjalan menuju pintu keluar.



Sebelum itu terjadi Pria tua dibelakangnya segera menghentikan Victor, “Tunggu yang mulia, sebenarnya itu bukan mereka...”



Pria tua tersebut mulai menceritakan entah dari mana segerombolan pasukan Manusia mulai berdatangan, mereka membawa begitu banyak anak panah yang tidak biasa. Ditambah lagi terdapat seorang pria misterius yang di sekitar tubuhnya terdapat banyak gagak.



“20% pasukan kita telah tewas yang mulia, kita tidak boleh gegabah melawan mereka...”



Ketika pria itu selesai berbicara tiga sosok berwujud manusia kembali masuk, mereka lah tiga teman Victor dahulu.

__ADS_1



“Yang mulia! Kami akan mengorbankan nyawa ini untuk melindungi mu! Kami Giant Udara akan segera mengeluarkan titah kepada fraksi kami untuk segera berkumpul menyerang!” Ketiga sosok itu berkata hampir bersamaan.



Victor terdiam cukup lama, dia tentunya terkejut mengetahui manusia memiliki kemampuan untuk membunuh begitu banyak Pasukannya. Ditambah seorang pria gagak, Victor tentunya cukup mengenalinya, dia adalah salah satu yang membunuh banyak Pasukannya ketika merebut kerajaan ini.



Setelah diam cukup lama Victor kemudian memerintahkan ketiga sosok itu untuk segera mengumpulkan pasukan dari fraksi mereka. Sementara Pria tua atau yang sering dipanggil Celio, diperintahkan untuk memanggil para ketua dari fraksi.



Ketika telah sendiri berada di ruang singgasana, Victor menghela nafas, “Kenapa masalah terus berdatangan sebelum aku menyelesaikan masalah lainnya.”


**


Kembali ke beberapa menit yang lalu. Di atas bukit yang lumayan tinggi, seorang wanita dari bangsa vampire berdiri sambil mengamati kerajaan.



“Tuan Ling, ini seperti yang kau rencanakan...”




“Kalau begitu ambil langkah selanjutnya, kita harus menyerang dari dalam dan luar.” Seorang pria yang memiliki mata merah tajam membalas perkataan Kurumi, ialah Ling.



Semua mengangguk, mereka kemudian memasuki sebuah Gerbang dimensi berukuran kecil. Ketika mereka memasuki gerbang tersebut mereka sampai di ruang bawah tanah, di sekeliling mereka terkumpul ribuan monster yang terdiri dari Orc, Troll, Goblin, Skeleton, Laba-laba.



Ling kemudian meminta seorang Pria berambut merah untuk menghancurkan langit-langit di atas, tentunya Ling memilih pria tersebut karena langit-langit bawah tanah yang di hancurkan olehnya akan tidak membahayakan Prajurit-prajurit monster nya karena hangus terbakar.



Ledakan yang dibuat pria berambut merah tersebut sangat besar dan apinya keluar dengan sangat ganas.



“Pujilah aku nona Kurumi!” Pria tersebut tersenyum lebar sambil membusungkan dadanya.

__ADS_1



Kurumi menatap dengan sinis, membuat pria tersebut atau yang sering di sapa Kaito terdiam mengalihkan pandangannya.



Segera setelah langit-langit bangunan terbakar, para montser dengan di bantu oleh makhluk bayangan Laba-laba Es Perak keluar dengan cepat. Kemunculan monster beraneka ragam dan dalam jumlah banyak membuat para Giant ketakutan, mereka yang tidak memiliki kemampuan bertarung hebat dengan cepat di bunuh oleh banyaknya monster.



“Sial! Monster-monster ini terus bermunculan seperti tidak ada habisnya!” Perlahan tapi pasti, belasan sampai ratusan terus dan terus mati di tangan monster monster Ling.



Hampir seluruh Giant yang di serang dua arah putus asa, terlebih lagi ketika mereka membunuh monster yang menyerang mereka dari dalam, montser monster itu mati namun kembali hidup dengan beregenerasi. Alhasil mereka kembali membunuh mati dan terus terulang sampai akhirnya tidak ada tenaga yang tersisa untuk membunuh mereka.



Hanya dalam kurun waktu satu jam Gerbang Istana berhasil di kuasai, membuat pasukan dari Kerajaan Diamond masuk. Seorang Pria yang dikelilingi oleh banyaknya gagak memimpin, dia tidak masuk melewati Gerbang namun terbang di Udara, dengan di udara dia dengan cepat membunuh Giant yang masih bersembunyi.


**


“Tuanku rasanya sudah lama kita tidak berjumpa.” Levi menunduk hormat bersamaan dengan Xan Zhang, “Senang dapat kembali bertarung dengan mu Tuanku!”



Setelah membersihkan area perumahan dari Giant, Prajurit dari Kerajaan Diamond berhenti sejenak untuk menyapa Ling Chen atau yang Kerajaan Diamond kenal sebagai Pangeran Chen.



Bertukar sapa untuk sebentar Ling Chen segera menyuruh mereka kembali untuk melakukan penyerangan.



“Kali ini kalian harus lebih berhati-hati, karena yang akan kita lawan adalah seluruh Fraksi dari Istana mereka.” Ling Chen memperingati.



“Kami mengerti Pangeran Chen!”


“Baiklah Tuanku.”


**


TO BE CONTINUED

__ADS_1


__ADS_2