
Merasa air jahe sangat membantunya menghilangkan kepusingan, Ling pun meminum habis air jahe yang berada di teko itu, kini setelah meminum air jahe, tubuhnya menjadi kembali vit dan sama sekali tidak merasakan pusing.
Ling kemudian mulai menghabiskan makanan yang berada di meja dorong makanan itu dengan mulutnya, Ling sedang malas untuk memakan dari tangannya, terlebih saat mengonsumsi dari tangan, Ling sama sekali tidak merasakan enak ataupun tidaknya makanan tersebut, namun mungkin Ling akan menggunakan nya saat memakan makanan teman atau mungkin kekasihnya yang tidak pandai memasak.
Setelah selesai menghabiskan makanannya, Ling pun menaruh kembali piring piring itu di atas meja dorong itu.
Yuki tersenyum lalu menunduk memberikan hormat sebelum pergi meninggalkan Ling dan membawa kembali meja dorong itu.
Setelah makan, Ling segera beranjak dari kasurnya dan berjalan ke tempat mandi untuk membersihkan tubuh nya.
Setelah Ling selesai membersihkan dirinya, Ling pun memakai pakaian murid dalamnya lalu berkemas hal penting lainnya, setelah memastikan barang yang dibawanya sudah cukup lengkap, Ling pun turun kebawah dengan santai.
Sesampainya di lantai pertama, para bawahan Ling kini terlihat langsung menjatuhkan satu lututnya kebawah lalu menahan tubuhnya dengan kaki lainnya, mereka kemudian juga terlihat menaruh tangannya di dada mereka.
"Selamat pagi tuan." Ucap salah satu dari mereka, diikuti oleh yang lainnya.
Ling menatap mereka heran, dia merasa aneh, pasalnya semua kelompok kini berada di hadapan Ling sambil memberikan hormat, para anggota lengkap kecuali pemimpin kelompok wizard yang masih perlu istirahat karena luka dari Levi.
Ditengah-tengah para kelompok, Levi maju dan memberikan hormat, lalu dia mengantar Ling ke meja makan.
Ling hanya memasang wajah senyum, dia kemudian duduk di kursinya lalu memakan makanan nya dengan mulut nya.
Sedangkan itu, para kelompok segera bubar mengerjakan tugas masing-masing setelah Levi melirik mereka dan memberikan kode untuk kembali ke kerjaannya masing-masing.
Ling menyantap makanan sambil memikirkan sikap para bawahannya yang menjadi lebih kaku kepadanya, dia tidak tau kenapa mereka seperti itu tetapi dia kemudian tidak memikirkan nya dan segera menghabiskan makanan nya.
__ADS_1
Bersamaan dengan itu, Levi dan beberapa anggota lainnya sudah selesai menyiapkan kuda untuk Ling.
Ling berjalan santai ke luar kediamannya, lalu sesampainya Ling di luar pintu, dia melirik para bawahannya dan Levi yang berada di tengah tengah mereka, mereka semua terlihat setengah membukungkuk lalu pergi setelah Ling menaiki kudanya.
Sebelum Ling berjalan keluar dari kediaman nya, dia menyuruh Levi untuk berada di kediaman dan mengajarkan beberapa teknik dasar bertarung kepada para bawahan Ling.
Ling rencananya ingin pergi ke kediaman Tetua Queen untuk mendapatkan arahan selanjutnya, dengan bertanya ke berbagai tempat dan murid murid luar yang berada di kawasan murid dalam, Ling pun akhirnya sampai di kediaman dari Tetua Queen.
Namun sebelum Ling masuk, dua prajurit bersenjata lengkap segera menghadang nya.
"Nak, ada perlu apa dirimu ke tempat Tetua Queen?" Tanya salah satu dari dua prajurit itu.
Ling tersenyum lalu turun dari kudanya dan berkata, "Sebelum itu, perkenalkan namaku adalah Gronth Ling." Ucap Ling sambil memegang tinjunya ke depan.
Kedua prajurit itu segera meminta maaf setelah mendengar nama Ling, mereka sebelumnya pernah mendapatkan pesan dari Tetua Queen untuk membiarkan murid yang bernama Ling untuk masuk kedalam kediamannya.
Sesampainya di dalam kediaman Tetua Queen, Ling melihat cukup banyak buku buku yang berada di kediaman itu, dan juga kediaman dari Tetua Queen sangat luas dibandingkan kediaman Ling, hanya saja kediaman ini tidak bertingkat.
Ling di antar ke sebuah ruangan yang cukup luas, disana dia lalu disuruh untuk menunggu sambil disuguhkan teh oleh pelayan disana, sedangkan prajurit itu segera berpamitan untuk memanggil Tetua Queen.
Tidak beberapa lama kemudian, pintu kembali terbuka dan terlihat sosok familiar bagi Ling, itu bukan dan tidak lain adalah Tetua Queen.
Ling segera berdiri dan memberikan hormat kepada Tetua Queen.
"Salam hormat Tetua Queen." Ling memegang tinjunya.
__ADS_1
Tetua Queen hanya tertawa kecil lalu menyuruh Ling untuk mengikuti nya. Ling pun mengikuti Tetua Queen dari belakangnya, mereka kemudian sampai di halaman belakang rumah Tetua Queen, disana terdapat sebuah kolam lalu juga terdapat gubuk di tengah tengah sungai itu.
Queen lalu mengajak Ling ke gubuk itu, Ling mengikuti nya dari belakang sambil memperhatikan sekelilingnya, dia melihat dibelakang rumah dari Tetua Queen itu rata rata penuh diisi oleh kolam, dan juga hanya terdapat satu gubuk yang memang cukup besar di tengah tengah kolam.
Ling duduk secara bersamaan dengan Tetua Queen, mereka lalu berbincang beberapa kata sebelum Ling kemudian melaporkan sesuatu kepada Tetua Queen.
"Ngomong ngomong, dimana Kaito?" Tanya Tetua Queen kepada Sai.
"Sebenarnya itu lah salah satu alasan ku datang kemarin Tetua Queen." Jawab Ling dengan wajah yang tersenyum palsu.
Ling kemudian mulai memberitahu kondisi dari Kaito, dan juga Ling mengubah cerita asli dari Levi yang menyerang Kaito menjadi orang asing yang masuk kedalam kediamannya dan melukai Kaito, Ling juga menambahkan bahwa orang tersebut adalah orang yang dendam dengan keluarga Leonardo.
"Baiklah, aku paham, nanti malam mungkin akan ada beberapa penjaga yang ku tugaskan untuk menjaga kediaman mu, sedangkan itu, sekarang mari kita berlatih, dan juga karena aku adalah pembimbing mu, aku akan memberikan sebuah teknik dasar." Tetua Queen berdiri.
Ling hanya tersenyum dan mengangguk pelan, tidak lama kemudian, Tetua Queen mengangkat tangannya dan sebuah bongkahan es muncul dari dalam kolam ke atas permukaan.
Tetua Queen kemudian melompat ke atas bongkahan itu dan menyuruh Ling juga ikut menaikinya, kini bongkahan es itu seperti terlihat layaknya sebuah arena bertanding, Ling menjadi mengerti kenapa dibelakang halaman Tetua Queen ini rata rata nya hanya kolam.
Ling melompat dan mendarat dengan sempurna di bongkahan es yang bergoyang goyang itu, membuat Tetua Queen terkejut sementara.
'Anak ini bukan jenius, tetapi sangat jenius.' Batin Tetua Queen.
Ling menatap Tetua Queen, lalu dirinya bertanya, "Tetua, untuk apa aku di sini? apakah kau ingin mencoba mengetes kemampuan ku?" Ling sebenarnya sudah mengetahui nya, namun dirinya tetap bertanya agar menghindari beberapa hal yang mungkin akan diluar dugaannya.
"Iya, tepat sekali dugaan mu, aku akan mencoba untuk Mengetes Kemampuan mu, setelah itu aku akan memutuskan untuk jadi memberikan mu teknik pertahanan, atau mungkin teknik lainnya." Setelah itu, Tetua Queen mulai memasang kuda-kuda nya.
__ADS_1
_ _ _
C o n t i n u e d :