Demon Lord System

Demon Lord System
Ch. 54 - Surat izin


__ADS_3

Ling masuk tanpa halangan sedikitpun, dia kemudian turun dari kudanya dan menyerahkan tali kudanya kepada salah satu prajurit, setelah itu Ling masuk kedalam kediaman Tetua Queen.


**


Setelah masuk kedalam, Ling melihat seorang wanita sebaya dengannya, Ling pun menyapanya, dia adalah sosok yang Ling cukup kenal di rumah Tetua Queen, dia bukan dan tidak lain adalah anak dari Tetua Queen, dia bernama Anggelina Liqua.



"Hallo senior Angelina, bisakah aku bertemu dengan ayahmu?"


Anggelina Liqua, seorang wanita yang terbilang kecantikannya sangat luar biasa itu kini berada di depan Ling, namun seperti biasanya, Ling sama sekali tidak tertarik dengannya.


Anggelina yang baru saja selesai makan dari ruang tamu dan menuju kamarnya tiba-tiba saja dikejutkan dengan sapaan Ling, dia kemudian menoleh kebelakang atau bisa dikatakan pintu masuknya, "Ouh, guling, ternyata kau."


Perkataan anggelina sukses membuat beberapa urat nadi Ling terlihat, jelas Ling kesal dengan panggilan yang dikatakan oleh anggelina.


"Bercanda bercanda, kau ini tidak dapat di ajak bercanda yah." Anggelina tertawa lalu merangkul pundak Ling dan membawanya ke suatu tempat.


Untuk sosok anak dari Tetua Queen, dia bisa dikatakan memiliki temperamen yang bagus, hanya saja dia sangat sering menggoda dan memainkan perasaan, tetapi yang lebih menjengkelkannya lagi dia selalu menganggu Ling dan meledeknya, entah apa yang Ling perbuat hingga Anggelina Liqua menjadi suka menggangunya.


Anggelina kemudian membawa Ling kesuatu tempat, lebih tepatnya halaman belakang rumahnya, dia kemudian menunjuk seseorang yang kini sedang berlatih.


"Ayah sedang berlatih, karena itu biarkanlah beberapa menit lagi, ayah biasanya akan selesai latihan pada jam 1 siang, dan sekarang masih jam satu kurang lima belas menit, kita tunggu saja di kamarku." Nada anggelina seakan berubah saat mengatakan dikamarku, itu membuat tubuh Ling terasa aneh.

__ADS_1


'Ada apa ini, kenapa jantungku d..dan, bawahanku berdiri, ini aneh sekali, tubuh ini sangat aneh.' Meskipun dahulu Ling telah hidup ratusan juta tahun, nyatanya dia masih belum pernah merasakan cinta, dahulu kala Ling hanya mementingkan dendamnya dengan Kekaisaran Long.


Melihat wajah Ling yang mulai bercucuran keringat, Anggeline mendekatinya, "Ada apa denganmu, apakah kau demam?" Tepat seperti julukannya, Snatch of the heart, atau dalam artinya perenggut hati, anggelina dalam hati tertawa keras karena berhasil menggoda Ling.


Ling yang merasakan tubuhnya kembali memiliki perasaan, segera mengubah kepribadiannya menjadi sosok yang dingin, Ling tidak segan mengeluarkan sebuah aura kegelapan dari tubuhnya, membuat Anggelina mundur karena merasa berbahaya jika masih mendekati Ling.


Sejauh ini, Ling sama sekali tidak percaya sepenuhnya dengan siapapun, dikarenakan memiliki perasaan dulu adalah sesuatu yang di tentang oleh Ling, Ling sendiri di dunianya dulu menerapkan metode terlarang yaitu penghilang perasaan, dan itu dilakukannya karena merasa putus asa saat tidak dapat mengalahkan musuh karena mereka menyandra seseorang, karena itu pula Ling berlatih untuk membuang jauh-jauh yang namanya perasaan, dan saat itu juga, Ling menjadi seperti layaknya senjata yang hidup, tidak takut dengan siapapun! tidak tergoda akan kecantikan! tidak tergoda dengan harta! Ling sukses membuat seluruh benua takut dengannya, sejak itu dia di kenal sebagai Pendekar Hampa.


Anggelina menatap Ling dengan perasaan campur aduk, dia takut namun dia juga kesal dengan Ling yang secara tiba-tiba mengeluarkan aura aneh, dan anehnya lagi tubuh anggelina sangat merinding saat mengenai aura Ling.


'Ada yang aneh dengan bocah ini.' Anggelina menatap Ling tajam.


Sedangkan untuk Ling sendiri, kini dia kembali memutuskan untuk kembali menggunakan metode terlarang untuk menghilangkan perasaannya, namun entah mengapa Ling merasa tidak ingin, entah kenapa dia rasanya ingin terbebas dan berteriak, dia sama sekali sudah sering memendam perasaannya dengan teknik terlarang, dan rasanya Ling dapat meledak saat dibuat kesal, Ling takut perasaannya akan meledak dan membunuh semua orang di kerajaan.


Baru saja Ling hampir menyelesaikan perkataannya, Tetua Queen memotong pembicaraannya, "Ling, ada apa kau kemari? bukankah kau hari ini libur?" Tetua Queen heran, namun dia kembali teringat tentang peraturan Akedemi yang memperbolehkan murid dalam meminta izin untuk keluar dari Akedemi, segera saja dia berkata, "Jangan-jangan kau ingin meminta izin keluar yah?"


"Benar sekali Tetua Queen."


"Boleh, tapi dengan satu syarat." Tetua Queen menyilangkan tangannya sambil menutup sebelah matanya, "Jika kau tidak ingin yasudah, gurumu ini tidak akan mengizinkanmu."


"Hah! baiklah baiklah, apa permintaannya? ouh yah sebelum itu mungkin Tetua Queen ingin melihat ini." Ling kembali merogoh sakunya lalu mengeluarkan sebotol kaca yang di dalamnya terdapat cairan berwarna merah, itu bukan dan tidak lain adalah Ramuan Regenerasi milik keluarga Phoneix.


Dalam sekali pandang, Tetua Queen menyadari bahwa itu adalah ramuan penyembuhan yang sangat kuat, bahkan untuk setingkat Epic sekalipun itu sangat kuat, "P..potion milik keluarga Phoneix!!!" Tetua Queen tidak dapat menutupi keterkejutannya, bagaimanapun juga potion/ramuan ini sangatlah mahal dipasaran, bahkan katanya dapat menyembuhkan seseorang yang sedang dalam masa kritisnya sekalipun.

__ADS_1


Melihat ayahnya bersikap demikian, Anggelina menjadi heran, perasaan itu hanya Potion biasa dan tidak terlihat sama sekali bagus untuk kacanya, namun dia juga tau mata ayahnya pasti tidak akan salah dalam menilai sesuatu.


**


Dengan begitu Ling berhasil mendapatkan izin dan pergi ke luar dari kediaman Tetua Queen dan pergi menuju gerbang Akedemi untuk keluar, dan untuk Tetua Queen sendiri hingga lupa dengan tujuannya menghentikan Ling, sebenarnya Tetua Queen berniat untuk membuat Ling jatuh cinta dengan anaknya, namun karena Potion dari keluarga Phoneix sangatlah mahal, dia jadi melupakan tujuannya.


Kembali ke pemeran utama, Ling kini telah sampai di depan gerbang Akedemi.


Seorang prajurit bersenjata lengkap dengan tubuh yang terlihat sangat mengintimidasi berjalan mendekati kuda Ling yang berhenti di depannya, "Tunjukkan suratmu." Nadannya terdengar dingin, membuat Ling juga demikian.


"Ini." Ling menyerahkannya kepada Prajurit tersebut namun terkesan perkataannya dingin.


Prajurit tersebut memeriksanya namun secara tiba-tiba dia merobek kertas Ling.


"Maaf, bisa berikan surat izinmu lagi?" Prajurit itu tersenyum seringai.


Hal itu membuat Ling berdecak kesal, dia tidak terima akan mendapatkan halangan lagi, padahal dirinya sedang terburu-buru untuk menemukan Kurumi dan Leonard yang Ling sedang tugaskan untuk menjual obat-obatan di tempat yang ramai.


Melihat raut wajah kesal Ling, semua prajurit yang berada di sana tertawa lepas, mereka sudah sering melakukan hal ini, namun tidak ada yang berani melawan kembali, dan mereka juga menegaskan siapa yang ingin lewat maka harus membayar setidaknya 100 Koin emas, itu sangat mahal sekali bahkan bagi keluarga terpandang sekalipun.


'Cih, mereka ini sepertinya harus diberikan pelajaran agar tau siapa yang tuan dan siapa yang pelayan.' Ling turun dari kudanya, wajahnya kini terlihat gelap dimata semua prajurit yang memandang.


_ _ _

__ADS_1


Author : Wah seneng banget, ada yang sadar gk sih? novel ini baru satu bulan loh, coba liat tanggal deh, hari ini tepat satu bulan novel ini berkarya, tapi gk nyangka dalam satu bulan udh 54 Episode, terima kasih yang udh dukung Novel ini, semoga sehat selalu Minna~ ouh tunggu dulu sebentar, aku recommended banget novel berjudul "Legenda Penguasa Alam" Aku gk maksa, cuma mau ngasih tau untuk yang suka novel dengan tulisan rapih coba aja baca dulu, siapa tau suka, salam satu bulan novel ini๐Ÿ˜œ๐Ÿ‘‹


__ADS_2