Demon Lord System

Demon Lord System
Ch. 77 - Kenangan Ling


__ADS_3

"Kak Ling, kak Ling."


Seorang gadis cantik kini terlihat sedang membangunkan Ling dari tidurnya.


Ling membuka matanya perlahan, dia melihat wajah seorang wanita cantik yang berada beberapa meter darinya saja.


"Yu-yuna?"


Ling membuka mata samar-samar, dia menemukan sesosok wanita yang bernama Yuna, namun beberapa saat kemudian, dia tersadar bahwa yang berada di depannya adalah Johan, bawahan manusianya.


Untuk Johan sendiri sedikit terkejut saat Ling memanggil nama kakaknya, Johan memiliki seorang kakak bernama Yuna Haoki, nama keluarganya sendiri bernama Haoki, yang memiliki arti tegar dan pemberani.


Ling menggelengkan kepalanya pelan, rupanya yang dilihatnya hanyalah mimpi belaka, beberapa saat yang lalu, Ling bermimpi sedang berada di sebuah taman, lalu seorang wanita bernama Yuna datang ke arahnya dan membangunkannya, tetapi dia tidak menduga bahwa itu sebenarnya adalah Johan, pelayan kelompok elf nya.


Melihat beberapa keringat di wajah tuannya, Johan memberikan sapu tangan miliknya, dia kemudian bertanya kepada tuannya tentang kondisinya setelah memberikan sapu tangan. tersebut.


Ling mengambilnya dan mengelap wajahnya yang berkeringat, perasaan ini barulah Ling rasakan, rasa takut akan kehilangan kembali di rasakan nya.


Dahulu, Ling mempunyai sahabat yang bernama Shou Yuna , dia adalah wanita cantik yang seumuran dengan Ling, Yuna sendiri adalah seorang bangsawan keluarga Shou yang memiliki status tinggi, namun sebenarnya keluarga Shou adalah keluarga yang di buat oleh Sai Yanzi, orang terkuat sepanjang masa, waktu itu sendiri, Ling sama sekali tidak menduga, bahwa disaat kotanya hancur, keluarga Shou dan keluarga Sai hancur hingga tersisa puing-puing bangunan saja, mayat bertebaran dimana-mana, namun yang paling dia sesali adalah, sosok Yuna yang berkorban untuk keselamatan dirinya.


Beberapa jam setelahnya, seorang pemuda tampan berambut putih datang dengan beberapa orang disisinya, dia adalah Sai Yanzi, sosok novel sebelah yang jadi pemeran utamanya, nyatanya, dunia Ling dulunya mempunyai kekuatan yang lebih mempuni dari pada di dunianya sekarang.

__ADS_1


Ling beberapa tahun juga mendapatkan latihan dari Sai, yang terakhir Sai ajarkan kepada Ling adalah teknik terlarang miliknya, Sai memberikan sebuah teknik penghilang perasaan, Ling menerimanya dengan senang hati, dia sudah menganggap Sai adalah gurunya, dan dia harus percaya apapun kepadanya, namun dari dulu yang masih dipikirkannya adalah tentang omongan gurunya yang berkata.


"Ling'er, aku ingin kau tidak mempercayai siapapun, kau harus menggunakan teknik itu saat kau terdesak, jangan takut untuk tidak memiliki perasaan." Sia memegang bahunya Ling dan bertatap muka dengan Ling, "Kau harus membalaskan dendam kekasih mu Yuna, aku juga sebentar lagi akan pergi dengan teman² ku, ku harap kau dapat menjaga diri dengan baik Ling'er, sebagai hadiah kelulusanmu, gurumu memberikan dua hadiah ini." Sai mengeluarkan sebuah lencana emas hitam dan sebuah pedang tipis yang mengeluarkan sebuah aura aneh di dalamnya.


"Ku harap, kau akan bisa menyusul ku di alam Nirvana nanti, kalau begitu sampai jumpa lagi."


Hari itu adalah hari perpisahan yang sangat Ling tidak inginkan, namun beberapa tahun dari itu, Ling berhasil menjadi seorang pendekar kegelapan di usia lima belas tahun berkat latihannya, Ling sendiri dulu adalah seorang anak yang lemah, hingga dia dilatih oleh gurunya, yaitu Sai Yanzi, usia Sai di saat itu juga hanyalah berumur 20 tahun, namun melihat dia menjadi kepala keluarga Sai, Ling menjadi kagum. Ling dilahirkan di dimensi kedelapan, dimana itu adalah tempat tinggal dari keluarga Sai berada.


* * *


Kembali ke cerita, Ling dan seluruh bawahannya masuk ke kediaman keluarga Gronth, orang-orang yang berada di depan gerbang menghentikannya, namun Ling yang mood nya sedang tidak suka diganggu langsung memberikan tanda untuk menyingkirkan mereka namun tidak membunuhnya.


Kedua pelayan Undead Ling berlari dan memukul prajurit bersenjata lengkap itu, namun bak layangan yang tipis, zirah zirah pelindung mereka hancur dan pengawal itu terluka parah, tidak ada lagi yang mengoceh saat melihat itu, beberapa bahkan memilih menundukkan kepala kepada Ling.


* *


Mendengar suara gaduh di depan, ayah Ling keluar dari dalam kediamannya, bukan hamya dia, seluruh orang-orang penting keluarga Gronth rata-rata keluar dari sarangnya dan melihat apa yang terjadi di gerbang mereka.


Saat mereka melihat seorang pemuda berpakaian serba hitam, mereka menjadi waspada, tetapi tidak untuk kedua orang tua Ling yang melihatnya, mereka dalam sekali lirik dapat mengenali bahwa pemuda tersebut adalah anak mereka, segera saja mereka berlari dan memeluk Ling.


Ling hanya tersenyum tipis, meskipun dia orang terkuat saat ini, tetapi dia sama sekali tidak berani membuat ayah dan ibunya marah kepadanya, mungkin karena dia belum pernah merasakan kehangatan dari seorang keluarga.

__ADS_1


"Nak, kenapa kamu kembali? bulanka- ouh ya, bukankah sekarang terdapat pengumuman tentang kerajaan yang telah diserang?" Alice melirik ke arah suaminya yang kini wajahnya berubah menjadi pucat pasi saat mendengarnya.


Shoto kemudian memegang bahu Ling dan berkata untuk Ling terus berlatih, karena Shoto sendiri takut jika kejadian serupa terjadi di kediamannya, karena itu lebih baik menyuruh anaknya untuk menjaga diri dengan berlatih secara terus menerus.


Jika saja para Undead Ling bisa melontarkan perkataan kepada ayah tuannya, mereka pasti akan berkata, 'Siapa yang butuh perlindungan? Kurumi saja bawahannya, apa yang harus di takutkan.'


Ling hanya mengangguk pelan, setelah itu dia dapat melihat ayahnya yang pergi dengan kereta kuda miliknya, Johan sendiri di tendang oleh sekertaris ayahnya yang bernama Siska, namun saat ingin mencoba memarahinya, Johan menjadi tidak tega, mengingat wajah Siska sangatlah 90% kriteria dari cewek idamannya.


Siska hanya memandang sinis Johan dan akhirnya pergi, namun sebelum membalikkan keretanya, dia menganggukkan kepalanya kepada Ling, mencoba memberikan hormat meskipun dari jauh.


* *


Ling masuk ke kediamannya dengan di temani oleh ke tujuh bawahannya, Kaito pun kini sudah di anggap oleh Ling sebagai budak cinta miliknya, karena itu dia memanggilnya sebagai pelayan.


Alice keheranan dengan orang-orang yang di bawa oleh anaknya, mereka terlihat menggunakan sebuah jubah yang menutupi seluruh tubuhnya, tetapi dia tidak yakin untuk bertanya kepada Ling tentang mereka.


Melihat tingkah canggung dari ibunya, Ling hanya terkekeh pelan dan mengikutinya dari belakang. Ling, dan seluruh bawahannya diberikan jamuan makan yang sangat banyak, sudah dua Minggu terakhir saat Ling meninggalkan kediaman keluarganya ini.


Ling memakan makanan yang di sajikan oleh ibunya dengan perlahan, makanan di kediaman keluarga Gronth selalu saja mengundang rasa nikmat di lidah Ling, sepanjang perjalanan hidupnya, baru saat pindah ke dunia ini Ling dapat merasakan masakan seenak ini.


_ _ _

__ADS_1


[ 22/40 ] Perlu diketahui, episode kali ini adalah gabungan dari dua novel, novelku yang berjudul Martial Of God dan yang ini, namun di Martial Of God sendiri belum banyak karena aku fokus kepada novel ini, sekian makasih.


__ADS_2