Demon Lord System

Demon Lord System
Chapter 209 : Akhir Pertempuran Asosiasi Penyihir Hitam I


__ADS_3

Meskipun Asosiasi Penyihir Hitam berasal dari aliran hitam, mereka memiliki tempat yang sangat nyaman untuk ditinggali, pemandangan di sekitar Asosiasi juga sangat indah.



Tetapi pemandangan saat ini benar-benar berbanding balik dengan sebelumnya, seluruh tempat berubah menjadi wilayah penuh darah, Corvette yang melihatnya pun hampir memuntahkan isi perutnya karena pemandangan yang mengerikan.



“Levi kau seharusnya melenyapkan tubuh-tubuh ini, aku muak dengan aromanya.” Ling Chen mengeluh.



Levi yang saat ini dibanjiri dengan darah benar-benar terlihat sangat mengerikan bagi Corvette, di mata Corvette Levi tidak jauh berbeda dengan ras Demon yang pernah di dengar olehnya. Mengerikan dan kejam!



“Saya mohon maaf tuan, saya akan mengurusnya...” Levi mengayunkan tangannya seketika lingkaran sihir muncul di belakangnya dan keluar ribuan Burung Gagak yang mulai memakan tubuh para mayat yang berserakan.



Kali ini, Corvette benar-benar memuntahkan isi perutnya, tidak sanggup melihat ini dia memejamkan matanya.



Meskipun sudah sering membunuh, kebanyakan musuh yang di lawan Corvette akan di bunuh depan cepat, membuatnya tidak pernah muntah saat membunuh sendiri.



Namun sosok-sosok di hadapan nya yang mengatakan seolah mereka berasal dari aliran putih benar-benar tidak dapat dipercaya.



Dengan mudahnya mereka melakukan hal ini, kalau Corvette pikir-pikir kembali melawan ratusan ribu aliran putih sepertinya lebih baik ketimbang berurusan dengan monster semacam mereka.


**


Meskipun bau darah telah hilang, Ling Chen masih dapat mencium amis aroma darah, namun dia tidak mempermasalahkannya dan segera menyuruh Corvette menukarkan sesuatu sebagai ganti dirinya menukarkan nyawanya.



“Take and Gift, kau harus mengetahui ini. Um siapa tadi namamu? Corner?”



Corvette menggaruk kepalanya sedikit takut untuk menatap mata Ling Chen, pikirannya larut dalam halusinasi pembunuhan yang di lakukan Ling Chen.



Ling Chen mengalihkan pandangannya ke suatu bangunan, bangunan itu memiliki lantai tiga dan di sekitarnya banyak sekali pohon bambu, Ling Chen yang merasa tertarik pun meninggalkan Levi bersama dengan Corvette, Levi untungnya telah mengetahui apa yang harus dilakukannya.



Sementara Levi dan Corvette pergi ke suatu bangunan lainnya, Ling Chen masuk ke dalam bangunan yang memiliki banyak pohon bambu di depannya.

__ADS_1



Ling Chen menyentuh tembok papan yang berada di samping pintu, tulisan tersebut seperti tulisan yang berada di dunia lamanya. Ling Chen tersenyum lalu memasuki lebih dalam bangunan tersebut.


**


Levi telah menyelesaikan keinginan tuannya dan menaruh sebuah bom hidup dalam tubuh Corvette tanpa sepengetahuan Ling Chen, Levi terbang sambil mengabari tuannya itu bahwa dia telah selesai mengambil harta benda milik Corvette.



Ling Chen yang mendengarnya segera keluar dari bangunan yang di masuki oleh nya, dia dapat melihat Levi telah menjadi Burung Gagak besar dan bersiap turun dari atas langit.



Setelah menunggu akhirnya Ling Chen dapat menaikinya dan meninggalkan Organisasi dengan cepat.


**


Perjalanan menuju Kerajaan diberhentikan karena Ling Chen yang kurang beristirahat, akhir-akhir ini dia terlalu sering menggunakan mana nya tanpa mengisinya kembali.



Menara Suci menjadi salah satu tempat berlindung Ling Chen saat ini, dia akan beristirahat beberapa hari sebelum pergi ke kerajaan.


Sementara Ling Chen beristirahat, beberapa prajurit yang bertugas mengirim pesan kepada kerajaan mulai memberitahu organisasi tersebut telah hancur, tentu bagi para prajurit yang melakukannya sedikit tidak percaya, tetapi Levi yang terus mendesak mereka membuat mereka melakukannya.



“Siapa nama kalian? Apa kalian seorang prajurit? Mengapa aku tidak merasakan aliran 'mana' di tubuhmu?” Levi bertanya heran dengan wajahnya yang cuek.




“Hmm kalian, apa kalian ingin ku ajarkan sesuatu? Anggap saja aku melakukannya sebagai hadiah spesial untuk kalian, karena sepertinya kalian orang yang baik.” Levi membuang mukanya sambil berbicara.



Ke empat prajurit itu saling menatap satu sama lain, pandangan mereka akhirnya kembali tertuju pada Levi. Mereka semua menyetujuinya namun dengan syarat pelatihan tanpa energi!



**


Levi memang berasal dari sebuah mafia dan keahliannya adalah menembak, tetapi bukan berarti dia tidak memiliki kemampuan bela diri. Salah satunya yang dia pelajari di perkumpulan nya adalah Kendo, dan lainnya adalah Taekwondo dan Kungfu.



“Aku akan mengajarkan sesuatu, teknik pedang yang ku buat sendiri dari pengetahuanku. Teknik ini adalah Kendo...”



Ke empat prajurit saling menatap heran, mereka tidak pernah sekalipun mendengar sesuatu semacam ini. Mereka kemudian kembali menatap Levi sambil menganggukkan kepalanya, meskipun tidak tau apa itu Kendo.

__ADS_1



Mereka akhirnya mulai berlatih, gerakan awal yang di ajarkan oleh Levi adalah gerakan mengayunkan pedang ke depan, Para prajurit yang mengikuti sesi latihan menjadi kurang antusias karena mereka sering mengayunkan pedang, dan itu terasa biasa saja.



Levi yang melihat hal tersebut berdecak kesal sebelum mengambil sebuah pedang bambu di bawahnya. Dia mengarahkan pedang itu kepada mereka berempat.



“Kalian sepertinya tidak tertarik dengan kemampuan Kendo dasar ini, baiklah kalau kalian dapat menyerang ku meskipun sekali, aku akan langsung mengajarkan intinya kepada kalian.” Levi masih memasang wajah datarnya.



“Namun kalau aku menang kalian harus bersiap karena aku akan menaikan jumlah waktu latihan kalian.”



Ke empat prajurit menelan ludahnya bersiap menyerang Levi, saat Levi berkata mulai, satu persatu di antara mereka mulai maju menyerang Levi secara bergantian.



Levi menatap prajurit yang pertama kali datang kepadanya dengan dingin, saat dia mengayunkan pedangnya kepada Levi, Levi hanya perlu menebas pedangnya ke tangan prajurit tersebut seketika prajurit tersebut merintih kesakitan lalu melepaskan pedangnya sambil mundur beberapa langkah.



“Ayunan pedangmu sangat mudah di baca, karena itu aku menyarahkan Kendo untuk kalia–”


Belum selesai Levi menjelaskan semua perkataannya, tiga prajurit lainnya mengayunkan pedangnya berturut-turut, Levi menghindari semuanya dengan mudah.



“Bahkan saat aku menjelaskan kalian malah menyerangku, meskipun aku tidak sehebat Arthur yang terbiasa menggunakan pedang, kemampuan ku bahkan lebih hebat dari kalian...”



Levi mempercepat gerakannya, mengejutkan ketiga prajurit yang masih bertahan, mereka bertiga melompat ke belakang namun mereka yang berada di udara terkejut saat melihat Levi berputar dengan mengayunkan pedangnya, suara keras dan hembusan angin membuat mereka terpental.



“Apakah sekarang kalian masih tidak ingin mempelajari ini?”


**


Ke empat prajurit akhirnya mulai mengikuti kembali apa yang Levi ajarkan, mereka sangat letih dan tentunya bosan karena hanya di suruh melakukan sesuatu yang sama berulang kali, empat jam mereka mulai berlatih Levi kembali ke tempat mereka berlatih sambil membawakan mereka minuman.



“Guru Levi, kau sangat baik tetapi kau juga sangat kejam.” Salah satu prajurit mengambil air minum lalu pergi berlari ke salah satu pohon.



Levi mengumpat dalam hati, dia berjanji besok akan membuat mereka berlatih sampai memohon ampun.

__ADS_1


...———...


Aku kurang percaya diri dengan tulisan ku, ini salah satu faktor yang buat lama update. Dan yah tentu ada beberapa faktor seperti game dan chat. Yah enjoyyy deh


__ADS_2