Demon Lord System

Demon Lord System
Chapter 202 : Menara Suci II


__ADS_3

Levi baru saja sampai saat Ling Chen sedang menatap langit yang mulai terlihat gelap.



“Tuan aku terlambat, maaf.”



Ling Chen menoleh ke asal suara tersebut, dia hanya tersenyum sejenak lalu kembali melihat langit di depannya.



Cukup lama Ling Chen menatap langit sampai pada akhirnya dia berbicara, “Kau tau? Sebenarnya aku berasal dari dunia lain, dunia kekaisaan...”



“Aku sudah mengetahuinya tuan, bukankah tuan telah menceritakannya saat pertama kali kami dibangkitkan?” Levi menatap Ling Chen dengan wajah tersenyum canggung.



Ling Chen menggaruk-garuk kepalanya, dia berusaha mengingat kejadiannya. Saat mengingatnya, Ling Chen hanya dapat memalingkan wajahnya dengan malu.



Sedangkan itu beberapa meter dari mereka, Feng turun dari atas menara dan secara tidak sengaja mendengar sedikit pembicaraan Ling Chen dengan Levi, akan tetapi dia tidak akan membahasnya.



Feng mulai mendekati Ling Chen, dengan sopan dia kemudian memanggilnya, “Tuan, terima kasih atas bantuannya, kalau tidak ada tuan jujur saja kami tidak tau akan seperti apa nasib kami tadi.” Jujur Feng sebenarnya sedikit malu menundukkan kepalanya, namun dibandingkan dengan bantuan yang diberikan Ling Chen, itu tidak ada apa-apanya.



Ling Chen sedikit merasa tidak enak, dia segera menyuruh Feng berdiri, “Tidak apa-apa berdirilah, lagipula aku datang hanya karena tugas.”



Feng mengikuti apa yang dikatakan Ling Chen, dia kemudian bertanya sesuatu kembali setelah berdiri dan mundur beberapa langkah, “Tuan, kalau boleh tau nama anda siapa? Dan apakah tugas yang dimiliki tuan memiliki kaitannya dengan Raja?” Feng bertanya dengan serius.



“Namaku Ling Chen.”



“Lalu untuk menjawab pertanyaan keduamu, Yah begitulah.” Ling Chen menjawab enteng.


__ADS_1


Feng mengangguk paham, dia kemudian mengajak Ling Chen dan Levi yang bersamanya untuk beristirahat, mereka pasti amat sangat kelelahan karena baru saja sampai.



Feng juga sebenarnya ingin bertanya tentang skeleton yang tadi muncul dan tiba-tiba menghilang saat Ling Chen mengucapkan sebuah kalimat aneh, tetapi dirinya tidak memiliki keberanian untuk bertanya.



Feng pun akhirnya hanya menunjukkan jalannya dan berpisah setelah mereka makan bersama.


**


Sekitar jam empat pagi, di Menara Suci, Ling Chen terbangun saat suara dari sosok yang sering mengganggunya terdengar. Dia melihat ke kanan kiri mencari asal suara tersebut, sampai pada akhirnya sosok tersebut muncul dengan mengejutkan Ling Chen.



“Dewa petir, ada apa?! Kau mengejutkan ku tanpa alasan, apa kau ingin membuatku terkena serangan batin?” Ling Chen mengumpat kesal atas perilaku Dewa Azure, “Sampai kau hanya mengatakan sesuatu yang tidak penting, aku akan mencopot gelar pewarismu...” Ling Chen membalikkan wajahnya sambil melipat tangannya di depan dada.



Dewa Azure hanya tersenyum kecut sambil tersenyum canggung, “Sudahlah-sudahlah, aku hanya bercanda tadi, tapi aku ke sini karena membawa berita penting... Ini mungkin akan mengejutkanmu.” Dewa Azure mengubah nadanya menjadi serius.



Seketika Ling Chen memperhatikannya dengan seksama, “Apa?”




Ling Chen tidak bertanya namun wajahnya memandang serius, Dewa Azure kemudian menjawabnya, “Di bawah tanah tempat kalian dulu tinggal, ada sebuah makam yang sangat besar, makam itu telah di nonaktifkan, namun energi yang keluar dari makam tersebut membuat orang-orang yang menyerapnya memiliki bakat untuk mengendalikan sihir lebih baik.”



“Ku pikir itu juga yang membuat kalian semua lebih unik daripada orang-orang lainnya, sebab kalian semua mampu menggunakan sihir terbang yang rata-rata orang dari kerajaan lain sulit mengendalikannya. Namun kalian memiliki satu kekurangan yang fatal, itu membuat kerajaan kalian jauh lebih kecil dari yang lain... Kekurangan itu adalah... Pengetahuan.”



Ling Chen menaruh tangannya di dagu, waktu pertama kali dia merasakan energi itu juga rasanya nyaman. Namun dia tidak berpikir itu adalah energi yang keluar dari makam, sebab semua energi di sekitar kerajaan Whazard memang terasa seperti itu.



“Lalu apa hubungannya denganku?” Ling Chen menaikkan alisnya memasang wajah heran.



“Itu tempat kau lahir dan kau bertanya apa hubungannya denganku? Apa kau sedang sakit? Aku tau kau memang bukan dari dunia ini Pendekar Hampa, tapi setidaknya tubuh yang kau gunakan... Ah sudahlah, aku tidak peduli. Ah yah benar, memang ini tidak ada hubungannya denganmu yah, sama seperti wanita itu.” Dewa Azure memalingkan wajahnya.

__ADS_1



Ling Chen yang mendengar 'wanita itu' memasang wajah serius, “Apa maksudnya wanita itu?”



Dewa Azure mengintip dengan satu matanya, “Itu tidak ada hubungannya denganmu, kau yang mengatakannya tadi.”



“Hmm baiklah aku ada hubungannya, lantas siapa wanita itu?”



“Hmm begitu lebih baik, tapi apa kau benar-benar ingin tau? Kalau begitu puja aku sebagai dewa petir terkuat setelah Dewa Zeus dulu, baru aku akan memberitahumu.” Dewa Azure tersenyum seringai sambil melipat kedua tangannya di dada.



Ling Chen mengumpat keras ingin memukul sosok Dewa dihadapannya tetapi... Huh, Ling Chen menghela nafas, “Ohhh Dewa Azure, kau adalah Dewa Petir terkuat setelah Dewa Zeus.” Ucap Ling dengan nada puisi, “Sekarang apa?” Nada perkataan Ling seketika berubah.



“Hei aku tau kau tidak ikhlas, tapi setidaknya kau bertanya dengan senyuman yang tulus. Cih, ya sudahlah. Baik dengar ini baik-baik, aku tidak akan mengulanginya kembali, jadi dengar dengan benar...”


**


Ling Chen menatap Dewa Azure dengan tajam, dia tidak percaya, tetapi juga percaya. Sulit menggambarkan maksudnya, yang pasti hanya seseorang yang kesepian yang akan mampu memahaminya.



“K-kalau begitu wanita bernama Yuki itu, apakah dia baik-baik saja?”



Dewa Azure menggelengkan kepalanya pelan, “Sayangnya tidak, dia dipaksa melakukan apapun yang diinginkan salah satu Giant, kalau ku pikir-pikir mungkin dia anak dari pemimpin Giant, sebab aku mendengarnya memanggil pemimpin Giant dengan sebutan ayah.” Dewa Azure sebenarnya sedikit heran dengan wajah Ling Chen yang terasa sangat ingin menangis namun tidak keluar air mata.



“Apa kau memiliki hubungan dengannya? Ah benar kau pernah menyebutkan ciri-ciri wanita itu, setelah ku ingat-ingat... Wanita itu kemungkinan yang kau sebutkan.”



“Hmm kau mengabaikan ku... Ohh benar juga, aku lupa mengatakannya. Ada dua orang yang aku tau tempatnya namun tidak tau nama tempatnya, tetapi bisa aku katakan mereka ada di dalam sebuah bangunan besar yang terlihat seperti kuil. Kuil itu berwarna merah hitam. Kedua orang tersebut ada di dalam sana, mereka berdua menarik perhatianku karena salah satu energi yang keluar dari dalam tubuh mereka sama seperti Pak tua Natrodomus...”


......— — —......


__ADS_1


Hoammm, ada yang menyukai aku, terima kasih^^


__ADS_2