Demon Lord System

Demon Lord System
Ch. 25 - Sifat Kutukan


__ADS_3

Yuki menundukkan kepalanya karena merasa bersalah, dia memang telah naik pangkat menjadi tingkat silver bintang 3. Hanya saja dia belum bisa menstabilkan energi mana di tubuhnya yang besar, dia merasa Ling sebagai tuannya akan kecewa padanya. Karena Ling telah memberinya peningkatan level yang sangat cepat, namun dia bisa terlambat setelah diberikan kekuatan itu, Yuki dan kelompoknya hanya menundukkan kepala ke Ling.


Ling Chen tentu cukup kesal, dia tidak terlalu suka yang namanya kebosanan, namun dirinya mengerti, murid dalam bukanlah tandingan bagi mereka para murid luar, karena itu sebagai hukumannya, Ling pun menyuruh mereka untuk, "Kalian akan ku hukum untuk keterlambatan kalian."


Yuki dan bawahannya tidak membantah, mereka siap menerima hukuman apapun dari tuannya itu, "Kami siap menerima hukuman tuan!" Kata Yuki sambil menunduk dan memejamkan matanya.


"Kalian harus memasakan sesuatu yang lezat sekarang, namun dalam jumlah yang besar, dan juga untuk satu Minggu kedepan kalian akan bertugas mencuci semua pakaian dari semua kelompok termaksud diriku." Ling memberikan hukuman yang dipikirkan nya sudah cukup bagus, dia kemudian berdiri dari kursinya dan beranjak pergi.


Sedangkan itu, para kelompok ilusi hanya tersenyum tipis dengan pipi yang memerah, Yuki bahkan menghayal tentang dirinya yang menjadi kekasih dari Ling.


Beberapa jam kemudian, waktu pun kini sudah berada di tengah malam, namun di kediaman Ling kini masih terlihat ramai dengan banyak lampu yang menyala, dan juga mereka semua kini sedang meminum arak di dalam kediaman Ling, namun para bawahan Ling tidak menyangka tuannya itu sangat kuat kuat meminum, Ling yang paling terlihat meminum arak, para bawahan Ling sangat terkejut melihat keterampilan Ling meminum.


"Tiga lagi." Ucap Ling sambil menyodorkan gelasnya.


"Tapi tuan, kau sudah banyak meminum." Ucap salah satu wanita dari kelompok wizard.


"Huh, kumohon." Ling memperlihatkan wajah yang menggemaskan itu, membuat sosok wanita dari kelompok wizard menjadi terpana dan tanpa sadar tersenyum sambil kembali menuangkan bir kedalam gelas Ling


Estes segera menghentikan nya setelah wanita dari kelompok wizard itu ingin kembali menuangkan bir ke gelas Ling.


"Cukup, ini akan membahayakan kesehatan tuan, lebih baik kita menggendong tuan ke kamarnya, karena setelah dilihat lihat tuan Ling sudah mabuk dari tadi, lihat, pipinya yang merah ini." Estes mencubit pipi Ling yang terlihat memerah itu.


Namun Estes kembali saja tersadar, dirinya baru saja memegang pipi dari tuannya itu, dan tidak beberapa lama setelah Estes mencubit pipi dari Ling, Ling terlihat berdiri, wajahnya kini terlihat mengerikan bagi Estes, Estes menduga Ling akan memukulnya dengan tangannya itu, namun sesuatu yang diluar dugaan nya muncul, Ling malah terlihat.

__ADS_1


Ling mengomel dengan pipi yang menggembung, dia terlihat marah, hanya saja Ling kini terlihat seperti anak kecil dimata semua orang.


"Kamu ini, nakal, aku tidak ingin berteman dengan mu." Ling memalingkan wajahnya yang memerah itu, dia terlihat layaknya anak kecil yang sedang ngambek, terlebih caranya berbicara juga sangat berubah drastis dari sebelumnya, setiap dirinya berbicara, lidahnya terus terpeleset dan akhirnya membuat gelak tawa dari semua bawahan Ling.


Ling yang mendengar gelak tawa dari semua orang pun menangis layaknya seorang anak kecil, membuat beberapa bawahan pria menertawakan Ling lebih keras.


Berbeda dengan para bawahan pria, para wanita menatap Ling dengan perasaan suka, mereka mulai mengerubungi Ling, hanya saja tiba tiba sebuah tangan menghalangi mereka.


"Berhenti, aku akan membawa tuan Ling pergi ke kamarnya, sementara itu kalian bersihkan sampah dan segera beristirahat." Seorang yang tidak lain adalah pelayan Undead Ling, yaitu Levi.


"Dan juga kalian yang menertawakan tuan, besok kalian akan berhadapan dengan ku." Levi melirik para lelaki yang menertawakan Ling tadi, dia juga memberikan tatapan sinis dan juga aura yang mengintimidasi.


"Kak Levi." Ling memeluk Levi dari belakang secara tiba-tiba, lalu dia menaruh kepalanya di pundak Levi sambil tersenyum dan memejamkan matanya, tak lama setelah itu, suara mendengkur tiba tiba saja terdengar dari Ling.


Dua puluh menit kemudian. Levi baru selesai menaruh Ling di ranjangnya, Levi menggunakan semua tenaganya hanya untuk menggendong Ling, nyatanya dirinya sangat kesusahan untuk membawa Ling dari lantai satu hingga lantai tiga, membuat Levi harus menggunakan seluruh kekuatan nya untuk berhasil membawa Ling.


'Huh, tuan Ling sangat berat sekali, padahal dia terlihat seperti manusia biasa, tetapi tubuhnya mempunyai berat yang diluar akal.' Batin Levi sambil menyelimuti tuannya itu, dia kemudian duduk sebentar dibawah lantai lalu kembali berdiri setelah nafasnya membaik.


Levi kemudian keluar dari kamar Ling, berniat untuk ke ruang tamu dan melakukan pengumpulan energi.


Saat pagi hari tiba, Ling bangun dengan kepala yang terasa pusing, dia kemudian duduk dikasur nya sambil memegang kepalanya yang masih terasa pusing itu.


'Ukh, kepalaku pusing sekali.' Batin Ling sambil memijat kepalanya itu dengan tangan kanannya.

__ADS_1


Tidak lama suara meja berjalan terdengar oleh telinga Ling yang mempunyai radar pendengaran yang jauh itu, sebenarnya Ling hanya dapat mendengar dengan lingkup jauh saat dirinya mengaktifkan nya, namun karena dirinya cukup pusing akibat alkohol, tubuhnya pun akhirnya mengaktifkan sendiri kekuatan yang berada di tubuh Ling.


Tidak lama, suara ketukan terdengar jelas dari pintu kamar Ling.


"Tuan Ling, apakah kau sudah bangun?" Dari suaranya, Ling dapat mengetahui bahwa suara itu adalah suara Yuki.


Ling kemudian menghirup udara segar di kamarnya dalam dalam, tujuannya adalah untuk mengurangi rasa pusing di kepalanya itu, setelah itu Ling pun menjawab perkataan dari Yuki.


"Aku sudah bangun, masuklah." Ucap Ling dengan pose yang sedang duduk dikasur nya sambil membenarkan selimut nya itu untuk kembali menutup setengah tubuhnya.


Yuki pun membuka pintu itu pelan pelan, perlahan dirinya masuk kedalam dengan meja makan yang didorongnya.


Yuki kemudian berhenti mendorong meja makan itu tepat di samping kasur Ling, dia kemudian membuka beberapa penutup makanan, di meja tersebut kini terlihat sebuah ayam lalu dengan sebuah air putih disampingnya.


"Sebelum itu tuan Ling, kau harus meminum jahe ini, jahe ini berguna untuk mengurangi rasa pusing akibat terlalu banyak meminum alkohol." Yuki tersenyum sambil menuangkan air jahe dari teko ke sebuah gelas, dia kemudian mengambilnya dan menyerahkan gelas yang berisikan air jahe itu kepada Ling.


Ling menatap gelas yang disodorkan oleh Yuki kepadanya beberapa saat, Ling baru mengetahui terdapat tanaman yang bernama jahe, namun Ling tidak terlalu curiga, sebab Yuki juga telah melakukan kontrak tulisan dengan nya.


Perlahan Ling meminum nya dan kemudian dirinya merasakan air jahe ini membuat tubuhnya hangat, dan juga Ling menatap minuman bernama jahe itu dengan seksama, dia merasakan tanaman yang bernama jahe ini, khasiat dan rasanya sama dengan tanaman yang bernama sawol di kehidupan dulunya, hanya saja di dunia ini nama panggilan tanaman ini berbeda, itulah yang Ling pikirkan.


_ _ _


C o n t i n u e d :

__ADS_1


__ADS_2