
Mereka semua kembali bertukar informasi, dan untuk rencana Raja Kanma yang berniat menjadikan mereka sebagai budak kerjaannya menjadi ragu, namun dia untuk sekarang ini belum memutuskan untuk jadi melakukannya atau membatalkan rencananya.
Selesai bertukar informasi, Raja Kanma mengajak putri Laura ke tempat anaknya dan istrinya untuk mengenalkan anaknya dan istrinya kepada putri Laura, namun itu tidak berlangsung lama, karena sang Putri dari kerajaan Bhaki itu berkata sudah sangat lelah karena melakukan perjalanan yang jauh, karena itu mereka hanya bertukar sapa sebelum Putri Laura diberikan sebuah kamar untuk beristirahat di kerajaan.
Dan juga untuk keenam sosok terpenting dari kerajaan Bhaki, mereka mendapatkan kamar yang bagus dan juga bisa dikatakan dekat dengan kamar tuan putri mereka, namun sebenarnya yang membuat mereka heran adalah beberapa orang yang pingsan dan luka-luka di luar, meskipun bisa dikatakan mereka hanya berkisar 1000 orang, namun setidaknya mereka semua setingkat dengan tingkat Emas awal - menengah, sungguh prajurit yang kuat, namun melihat luka-lukanya, mereka heran, perasaan luka-luka itu sama sekali tidak mengeluarkan darah, itu seperti mereka di serang oleh manusia, namun mereka tidak terlalu memperdulikannya dan mulai memberikan mereka satu tetes Potion Regenerasi dari keluarga Phoneix, dan untuk setelahnya, mereka pun kembali sehat hanya dengan satu tetes dari Potion itu.
Sedangkan itu, kini di sebuah ruang tahta, semua kepala keluarga inti sedang berlutut hormat kepada raja.
"Keluarga Naga Hitam, Keluarga Phoneix, dan keluarga Saga, kalian adalah orang-orang kepercayaan ku, karena itu aku sebagai raja ingin meminta pendapat kalian mengenai apa yang harus kulakukan disaat orang-orang mereka ternyata sangat kuat, aku pastinya tidak ingin mengambil hal yang gegabah, terlebih mereka sepertinya sangat tertarik dengan keluarga bangsawan Gronth, aku tidak tau apa yang terjadi tetapi aku butuh bantuan kalian untuk menyikapi kondisi ini." Raja menjadi agak ragu untuk mengambil keputusan, karena itu dia berniat mencari jawaban dari para keluarga inti yang paling menjadi orang-orang terpercayanya.
Mendengar keraguan hati dari sang raja, salah satu kepala keluarga berdiri, dia memakai setelan hitam putih namun itu terlihat seperti untuk menghangatkan tubuh, atau lebih tepatnya seperti pakaian musim dingin.
"Raja, aku mempunyai saran, bagaimana jika kita jodohkan saja putra raja kepadanya? bukankah dengan begitu akan selesai dengan mudah? kita tidak perlu mengambil jalan yang susah kalau jalan yang mudah pun ada, karena itu aku menyarankan agar seperti itu saja, mengingat kita juga membutuhkan tenaga kerja untuk membantu kerajaan menjadi lebih kuat saat para monster datang."
__ADS_1
Bisa dikatakan, pria ini mengatakan yang sejujurnya, menurutnya sendiri tidak bagus untuk membuat masalah jika belum mempersiapkannya dengan matang, terlebih kerajaan tidak tau akan ada masalah apa lagi di masa mendatang, karena itu sosok yang bukan lain adalah kepala keluarga Naga Hitam menyarankan seperti itu saja terlebih dahulu.
Raja Kanma cukup setuju, jika memang putri Laura setuju untuk menikahi putranya, dia merasa itu tidak terlalu buruk juga, mengingat kecantikan putri Laura sungguh pantas untuk dijadikan pendamping anaknya atau bisa disebut ratu di masa depan dari kerajaan Whazard, hanya saja itu juga seperti pedang bermata dua, raja tidak tau apa yang dipikirkan oleh putri Laura, karena bisa saja dia hanya mengincar kekuasaan kerajaan, dan Raja Kanma tidak ingin itu terjadi.
Tiba-tiba, seorang laki-laki paruh baya berpakaian serba merah berdiri dan berbicara, dia bukan dan tidak lain adalah kepala keluarga Phoneix.
"Raja, aku kurang menyetujui perkataan dari Alex, meskipun ada beberapa yang ku setujui, tetapi tentang menikahkan putri Laura dengan anakmu, aku rasa itu tidak bisa dilangsungkan hanya dalam beberapa saat, sebab meskipun luarnya terlihat baik dan bermartabat, kita tidak tau apa yang ada dibalik topengnya, karena itu aku menyarankan untuk tidak menikahkannya dengan putra mahkota namun juga tidak memperbudak mereka, mengingat kekuatan mereka bisa kita jadikan sebagai bala bantuan tentara kita." Pria paruh baya itu memberikan sarannya sendiri namun terlalu rinci.
Mendengar hal itu, Raja Kanma mengerutkan keningnya, pikirannya seolah dapat dibaca oleh sosok pria di depannya itu, untuk namanya sendiri dia bernama Phoneix Naoshi.
* * *
Keesokan paginya di kediaman Ling, kini seorang wanita dan anak kecil yang bukan lain adalah pelayan Undead nya sedang berlatih di taman kediaman Ling, dan juga untuk saat pertama kali pelayan Ling melihatnya, mereka sama sekali tidak bisa berkata-kata, sebab Kurumi sangat terlihat cantik, namun pribadinya yang dingin membuat mereka sama sekali tidak berani menganggu nya.
__ADS_1
Untuk mengenai janji Ling kepada Yuki juga Ling meminta maaf, bukan tanpa sebab, Ling memang tidak dapat berlama-lama karena keadaan yang mendesak, karena itu mengenai janji Ling yang akan pergi dengan Yuki menjadi tertunda, namun untungnya Yuki tetap sabar menanti dimana dirinya akan pergi bersama dengan tuannya, yaitu Ling.
Kembali ke kedua orang pelayan Ling, mereka kini sedang beradu pedang dan juga sedang di saksikan oleh semua pelayan Ling, para pelayan manusia Ling sendiri tidak bisa tidak berdecak kagum, sebab serangan yang dilepaskan kedua bawahan Undead Ling sama sekali bukan main-main, karena mereka yang melihatnya dari jauh sendiri masih dapat merasakan hembusan angin yang kencang saat perang mereka beradu, namun yang lebih membuat mereka takjub lagi adalah sosok anak kecil yang bernama Leonard, dia bahkan terlihat lebih muda dari mereka, namun tenaganya seperti layaknya monster.
Dari kejauhan, para bawahan manusia Ling saling membicarakan mereka.
"Kau lihat, anak kecil itu? dia sangat handal sekali bermain pedang, hebat, padahal aku di umur segitu hanya dapat bermain dengan pedang kayu, dan itu pun masih sulit untuk mengimbanginya, namun anak itu bermain pedang yang besar seolah sedang mengayunkan gayung mandi, aku tidak bisa membayangkan tenaganya." Salah seorang bawahan Ling bergidik saat membayangkan Leonard akan memukulnya.
"Iya, aku juga tidak menyangka pelayan tuan Ling akan sekuat ini, sepertinya pelayan tuan Ling semuanya adalah monster, mungkin suatu saat kita akan menjadi salah satu monster, tetapi bagaimana dengan tuan Ling? mungkin dia akan disebut sebagai, Monster di antara monster!"
Disaat bersamaan pula, mereka semua berteriak riuh karena melihat Leonard mengeluarkan sebuah esensi api pada pedangnya, hal itu membuat wanita cantik itu menjadi termundur beberapa langkah.
Melihat hal itu, tentu saja semua pelayan Ling menjadi kagum dengan bawahan tuannya, hanya saja dalam pikiran mereka terlintas beberapa hal seperti, 'Apakah aku akan dibuang oleh tuan Ling? aku tidak sekuat mereka, apakah aku berhak berada di sisi tuan Ling? semuanya menjadi risau dengan kemungkinan yang mungkin akan terjadi, namun secara tiba-tiba...
__ADS_1
* * *
[ 3/40 ]