Demon Lord System

Demon Lord System
Ch. 29 - Rencana Keluar dari Akedemi


__ADS_3

Setelah berkali kali membujuk Sasaki, akhirnya Ling pun berhasil untuk membujuknya, Ling tersenyum lalu berjalan bersama Sasaki keluar dari kamar itu.


Sambil bejalan keluar dari kediaman Tetua Queen, Ling mengobrol santai dengan Sasaki, membahas apa yang akan disiapkan untuk ulang tahun Yuki.


"Sebenarnya aku tidak terlalu tau wanita menyukai apa, karena itu aku menyuruh Pelayan ku untuk membelikan barang yang disukai wanita." Sasaki bercerita, dirinya dulu hanya membelikan pedang dan juga pakain pakaian wanita untuk adiknya, namu. pakaian tersebut adalah pakaian yang khusus untuk berperang, karena dirinya sendiri tidak pandai dalam urusan itu, pelayan dari keluarganya pun yang akhirnya kini datanh membantunya memilihkan hadiah.


Ling segera melirik ke arah Sasaki, lalu dalam hati berkata, 'Lugu sekali bocah ini, padahal banyak orang setampan dirinya yang berhati kotor, tetapi menemukan orang baik seperti ini, tidak buruk juga, jika bisa aku akan menjadikan nya bidak ku setelah kematiannya.' Ling terkekeh dalam batinnya yang jahat itu.


"Kenapa Senior Sasaki tidak memilih hadiah yang lebih feminim kepada adik senior? bukankah wanita menyukai pakaian yang mahal dan aksesoris lainnya?" Tanya Ling, Ling sebenarnya juga tidak terlalu berpengalaman, hanya saja baginya lebih bagus jika Sasaki sendiri yang membelikan hadiahnya untuk Yuki.


"Benar juga, aku sepertinya melupakan hal itu." Sasaki tersenyum malu, mungkin karena dirinya terus berlatih, dirinya menjadi melupakan apa yang seorang wanita sukai.


Namun Sasaki merasa ada yang ganjal dalam perkataan Ling tadi, "Tapi Ling, wanita tidak semuanya begitu kok, aku yakin ada seorang wanita yang memiliki hati bersih dan juga tidak memandang hadiah, namun tentang hadiah yang lebih feminim, aku rasa itu benar apa adanya." Sasaki membenarkan perkataan Ling, membuat Ling tersenyum kecut sambil memegang kepalanya.


Tidak terasa, Ling dan Sasaki kini sudah sampai di luar pintu kediaman Tetua Queen, di depan pintu kini juga terdapat Tetua Queen yang disampingnya ada kuda yang Ling bawa dari kediamannya.


"Terima kasih Tetua Queen." Ling menunduk hormat lalu menaiki kudanya itu dengan cepat.


Dari atas kuda, Ling melambaikan tangan kepada Sasaki dan juga Tetua Queen, setelah itu dia langsung membuat kudanya berlari dengan cepat.

__ADS_1


Ling dengan cepat kini telah keluar dari kediaman Tetua Queen, hari telah sore, Ling agak khawatir jika nanti dirinya tidak dapat kembali masuk kedalam Akedemi, karena itu, Ling pun memutuskan untuk kembali terlebih dahulu ke kediamannya.


Kuda Ling berlari sangat cepat, membuat semua orang minggir dari jalan karena menghindari tabrakan, untungnya tidak ada lagi yang menganggu perjalanan dirinya ke kediamannya, Ling jadi bernafas lega saat sudah beberapa meter lagi dari kediamannya.


Sesampainya Ling di dalam gerbang kediamannya, Ling segera turun dari kudanya dan kini di depan pintu juga terdapat pelayan Ling, mereka menghampiri Ling lalu memberikan hormat sebelum meminta untuk Ling memberikan tugas mengikat kuda kepada mereka.


Ling dengan senang hati memberikan tugas itu kepada mereka, lagian dirinya juga sedang dikejar oleh waktu, Ling pun masuk kedalam kediamannya lalu segera memanggil Levi.


"Levi!' Ling berteriak agar Levi dapat mendengar panggilannya.


Angin cepat segera berhembus kencang dari depan Ling, lalu secara bersamaan kini Levi telah berada di depannya sambil memasang hormatnya.


"Iya, aku butuh bantuan mu, aku ingin kau berubah menjadi diriku, aku akan pergi ke kastil untuk melihat yang lainnya." Ucap Ling di tengah tengah ruangan tamu.


Semua bawahannya dapat mendengar jelas perkataan Ling, mereka pun segera maju mendekati Ling dan bertanya.


"Tuan Ling, apakah kau akan pergi?" Tanya pria berambut putih yang tidak lain adalah Estes.


Ling mengangguk pelan, lalu Ling melirik lirik dan menemukan keberadaan Yuki, Ling segera menyuruh Yuki menyiapkan makanan untuk dirinya pergi, tetapi itu adalah akal Ling agar dirinya dapat menyampaikan bahwa Yuki sedang ulang tahun.

__ADS_1


Setelah Yuki pergi dari ruangan tamu, Ling segera memberitahukan kepada mereka semua, "Dengar, Sasaki dari murid inti nanti malam akan datang ke kediaman ku, dia adalah kakak Yuki, dia akan memberikan hadiah kepada Yuki, kalian bantulah siapkan hadiah untuk Yuki juga, sementara itu, aku akan pergi, tapi kalian tidak perlu khawatir, sebab Levi dapat menyamar menjadi diriku." Ling melirik Levi, memberikan kode untuk dirinya segera berubah.


Levi mengangguk dan seketika tubuhnya seperti di tinju tinju dari dalam, membuat sebuah tonjolan di beberapa bagian tubuhnya, tidak lama, Levi kini sudah terlihat mirip dengan Ling, membuat para bawahan Ling terkejut dan membuat huruf O pada mulutnya.


Ling kemudian kembali teringat perkataan Tetua Queen yang katanya akan mengantarkan prajurit untuk menjaga Kediaman Ling, kini Ling agak menyesal telah salah memainkan cerita, bukan tanpa sebab, alasannya ada dua, pertama, Sasaki akan menjadi lebih sulit untuk masuk kedalam kediamannya, kedua, Ling bisa saja ketahuan saat nanti dirinya pulang, mungkin saat sampai di dekat kediamannya, Ling sudah tidak mempunyai energi "Mana" yang cukup, akibatnya Ling terpaksa untuk menunggu sampai dirinya kembali pulih.


"Ouh ya, kalian, nanti tengah malam bantulah Sasaki untuk masuk ke kediaman, kalian dapat menawarkan makanan kepada prajurit yang menjaga nanti untuk mengalihkan perhatian nya." Ling menambahkan.


Semua berkata serentak, "Siap tuan!" Menjadi suara yang kencang karena mereka menjawab secara bersamaan. Disaat itu pula, Yuki datang dengan kotak makan untuk Ling bawa.


"Terima kasih." Ling berterima kasih, lalu dirinya berpamitan dan akhirnya keluar dari kediamannya, Ling menggunakan kudanya untuk menghemat energi "Mana" nya, hanya saja saat sudah sampai di dekat tembok, Ling segera mengikat kudanya dan terbang sambil menggunakan mode Ghost nya, Ling melewati penjaga di atas tembok dengan mudah, kemampuan tidak terlihat ini sungguh berguna bagi Ling.


Ling terbang dengan cepat ke arah kastil nya berada, dirinya juga segera menonaktifkan skill Ghost nya saat sudah berada jauh dari Akedemi.


namun untuk menghindari orang melihatnya, Ling pun terbang di atas awan untuk menggantikan skill Ghost nya itu, Ling terbang dengan cepat sambil berputar putar, nyatanya terbang sungguh luar biasa bagi Ling, Ling sangat menikmati angin yang berhembus kencang ke dirinya, dia tertawa sendiri sambil terus bermain di atas udara, namun Ling juga tidak melupakan bahwa dirinya harus pergi ke kastil, karena itu Ling bermain namun tetap beberapa kali melirik arah dari kastil itu, untungnya Ling ingat bahwa terdapat gunung tinggi di dekat kastil, Ling akibatnya menjadi lebih terbantu dengan hanya melihat gunung itu dari atas awan, karena gunung itu sendiri tingginya dapat terlihat dari atas awan.


Namun sebelum Ling sampai mendekat gunung itu, sebuah kawanan burung elang besar datang ke arahnya dengan cepat, mereka menyerang Ling dengan cakarnya yang tajam itu.


_ _ _

__ADS_1


C o n t i n u e d :


__ADS_2