
Ling Chen tertegun untuk beberapa saat sebelum menatap Iblis Hati di depannya. Dia berjalan layaknya seseorang yang telah kehilangan tujuannya. Semakin Ling Chen berjalan mendekati Iblis Hati, Iblis Hati Semakin nampak terlihat senang.
ㅤ
Sementara di sisi lain Ling Chen tidak terlihat akan menunjukkan perlawanan apapun ataupun serangan tiba-tiba. Iblis Hati berjalan perlahan mendekati Ling Chen, melebarkan tangannya menanti untuk memeluknya.
ㅤ
Saat jarak keduanya telah cukup dekat, Iblis Hati memeluk Ling Chen. Lalu setelah memeluk, dia memegang kedua sisi pipinya, mengarahkan wajah Ling Chen bertatapan dengan dirinya.
ㅤ
“Kau mengambil keputusan yang tepat! Aku tau kau yang dulu dan sekarang masih sama. Tidak ingin mendapatkan sesuatu yang merepotkan. Baiklah sekarang terima aku seperti di kehidupan pertamamu, maka aku akan memberikan kekuatan besar untukmu.”
ㅤ
Ling Chen tidak mengatakan apapun selain mengangguk-anggukan kepalanya. Terlihat tidak peduli. Dia kemudian mengulurkan tangannya, memegang kepala belakang Iblis Hati.
ㅤ
Iblis Hati nampak terlihat senang ketika Ling Chen berniat menyerapnya. Tetapi ketika pemuda itu menarik kepala Iblis Hati ke mulutnya, tangannya berubah haluan menjadi mencekik leher Iblis Hati.
ㅤ
Iblis Hati seketika tertegun menatap Ling Chen tajam sebelum kembali menyeringai.
ㅤ
“Kau mencekik ku dengan kuat, sayangnya itu masih belum cukup kuat untuk menghentikan ku. Ku pikir kau adalah manusia yang pintar, tetapi siapa sangka di kehidupan kedua mu ini kau malah berniat menyerang ku.” Iblis Hati nampak tertawa cekikikan, tidak terlihat terganggu oleh lehernya yang masih di tekan dengan keras oleh pemuda di hadapannya.
ㅤ
Ling Chen menaikan kepalanya, memperlihatkan wajah seringai khas miliknya kepada Iblis Hati. Ketika Iblis Hati melihat hal itu, dia seketika merasa sedikit ketakutan.
ㅤ
Dirinya mengetahui ini adalah sensasi pemikiran Ling Chen pada kehidupan pertama. Sangat dingin juga licik. Perasaan senang kini berubah menjadi penuh waspada, tidak ada manusia yang berakhir baik ketika Pemuda di hadapannya ini menyeringai sedemikian rupa.
ㅤ
“Dulu aku memang tidak bisa mengalahkan mu. Bahkan sekarang kekuatan ku juga belum mampu mengalahkan mu. Tetapi terima kasih karena kau meremehkan ku, aku memiliki kesempatan ini...”
ㅤ
Wajah Iblis Hati semakin panik ketika melihat senyuman Ling Chen yang membawa perasaan tertekan.
ㅤ
Ketika Iblis Hati masih berusaha melepaskan tangan Ling Chen dari lehernya, sebuah lidah yang panjang juga berbentuk lancip tiba-tiba keluar dari belakang leher Iblis Hati. Iblis Hati yang merasakan itu seketika kepalanya terjatuh lemas. Tidak lama sejak itu tubuhnya mulai terkupas menjadi butiran-butiran kecil lalu menghilang.
__ADS_1
ㅤ
Di saat yang bersamaan Ling Chen dapat merasakan tubuhnya semakin bercahaya karena telah mengalahkan Iblis Hati miliknya yang kini telah menjadi debu. Ketika Cahaya tubuhnya semakin terang, kesadaran Ling Chen kembali pada tubuh utama.
**
(Aula Kediaman Laba-laba Es Perak)
ㅤ
Naga Kecil masih menatap tajam pada Patung yang berdiri tegak. Tatapannya selama beberapa jam tidak lepas dari Patung tersebut, seperti menunggu Laba-laba Tersebut bangkit.
ㅤ
Sebagai Naga legenda Tentu Naga Kecil dapat merasakan Soul di dalam Patung. Dia merasakan bahwa Laba-laba di hadapannya ini hidup meskipun masihlah sebuah Patung.
ㅤ
Ketika masih menatap Patung dengan tajam, pandangan Naga Kecil tiba-tiba teralihkan ke belakang, yang secara langsung menatap Tuannya yang sedang bersemedi. Ketika melihat Tuannya Naga Kecil dapat melihat tubuhnya mulai berubah bercahaya juga mengeluarkan bau yang ngengat.
ㅤ
Tuannya saat ini terlihat tidak memakai pakaian apapun juga tranformasi tubuhnya tidak digunakan karena terdapat alasan khusus.
ㅤ
Ketika masih menatap Tuannya, tubuh Naga Kecil juga tiba-tiba ikut bercahaya.
ㅤ
ㅤ
Naga Kecil menatap Tuannya dalam diam, mengamatinya. Ketika beberapa menit kemudian melihat tuannya membuka matanya, Naga Kecil mengaum keras seperti bersorak gembira untuk tuannya yang berhasil menaikan kekuatannya. Meskipun tidak tau tingkat yang di miliki Ling Chen saat ini, Naga Kecil dapat merasakan kekuatan tuannya begitu besar.
**
Ling Chen membuka matanya perlahan, ketika membuka matanya hal yang pertama di lihatnya adalah seekor Naga sebesar dua belas Meter sedang memandanginya dengan mata lebar yang terkesan lucu.
ㅤ
Ling Chen nampak tidak terkejut. Karena Berbeda dengan sebelumnya, pikirannya saat ini menjadi jauh lebih cepat untuk meresponnya, membuatnya tidak terkejut. Ini adalah salah satu nikmat ketika seorang Pendekar/Ksatria telah mengalahkan Iblis Hatinya.
ㅤ
“Kau tumbuh menjadi lebih besar Miya.” Ling Chen tersenyum tipis memandangi tubuh Naga Kecil yang telah menjadi begitu besar.
ㅤ
Naga Kecil yang mendengar hal tersebut terlihat sangat senang, dia kemudian menjilati kepala Tuannya dengan antusias, meskipun bau Naga Kecil tidak perduli dan Lagipula kepala tuannya tidak mengeluarkan bau busuk. Sementara Ling Chen mengelus-elus kepala Naga Kecil sambil terkekeh kecil merasa geli akibat di jilat.
__ADS_1
ㅤ
Setelah melakukan kegiatan ini cukup lama Ling Chen pun berhenti mengelus Naga Kecil. Naga Kecil yang peka terhadap ini segera berhenti menjilati tuannya lalu mundur sebelum kembali memandangi Patung besar di hadapannya yang kini dapat di saingi kebesarannya.
ㅤ
Di sisi lain Ling Chen juga ternyata ikut memandangi Patung Laba-laba besar yang di lihat oleh Naga Kecil. Saat ini Ling Chen telah dapat merasakan sesuatu yang berbeda dari sebelumnya, dia dapat merasakan kehidupan seseorang atau mahluk hidup dari Soul di dalam tubuhnya.
ㅤ
Melihat Patung Laba-laba di hadapannya memiliki Soul, membuat Ling Chen menatapnya penuh waspada.
ㅤ
“Combined Magic - Fire Wind - Storm!” Ling Chen merasa tidak perlu bertele-tele kembali, dia melancarkan serangan besarnya kepada Patung Laba-laba besar dihadapannya.
ㅤ
Ketika Sebuah Badai yang bercampur dengan Api melaju dengan cepat ke Patung Laba-laba besar di ujung aula. Dua Badai Salju terlihat datang dari kiri kanan dan menabrak Badai Api yang mengarah ke Patung Laba-laba. Membuat Badai Api milik Ling Chen hancur dengan dua Badai Salju yang ikut hancur bersamaan.
ㅤ
Ketika melihat hal tersebut Naga Kecil segera berdiri di antara Ling Chen dengan patung tersebut, merasa tuannya harus dilindungi setelah memberikan banyak hal untuknya.
ㅤ
“Grrrr.”
ㅤ
Berbeda dengan sebelumnya kali ini suara juga Tatapan Naga Kecil berubah menjadi menyeramkan, seperti seekor Predator yang menatap buruannya dari dalam semak-semak.
ㅤ
Di sisi lain Ling Chen yang tidak menggunakan pakaian sedikit kedinginan. Meskipun begitu dia dengan sigap mengambil Pedangnya yang berada di dekatnya lalu mengarahkannya kepada Patung Laba-laba besar dihadapannya.
ㅤ
Ketika Ling Chen dan Naga Kecil memandangi Patung Laba-laba besar dihadapannya dengan tajam. Patung Tersebut retak, ketika retakan semakin besar dan tidak lama mulai hancur.
ㅤ
Seekor Laba-laba besar terlihat melangkahkan kakinya keluar dari Patung, membuat Patung di sekitar tubuhnya semakin hancur dan membuat tubuhnya terlihat. Warna Perak yang begitu mengkilap, juga bulu-bulu berwarna putih di sekitar kepalanya juga Cangkang peraknya. Terlihat jelas di mata Ling Chen.
ㅤ
Ketika itulah Ling Chen menyadari bahwa Laba-laba besar dihadapannya bukan Laba-laba Perak biasa seperti Laba-laba Perak pada umumnya. Tetapi jauh lebih dari itu. Ketika mengamatinya cukup lama Ling Chen mengetahui bahwa Laba-laba ini adalah...
ㅤ
__ADS_1
“Laba-laba Es Perak!”