
Tang...
Pedangku mulai beradu dengan pedang Nanako, pedang yang digunakan oleh Nanako berukuran 65cm, biasanya kurang dari 90 cm. Pedang yang di gunakan oleh Nanako mengeluarkan aura dingin yang kuat. Itu adalah lawan dari pedangku.
Trang...
Pedangku dan Nanako terus menerus beradu, sampai pada akhirnya. Kami menyerang dengan jurus bersamaan.
“Sihir serangan : Badai Naga Api!”
“Sihir serangan : Longsor Serigala es!”
Sebuah naga api keluar saat ku putar pedangku, naga itu berputar-putar membentuk sebuah badai api yang sangat kuat. Dan ku rasa, serangan ini juga sudah cukup besar karena telah menggunakan 5% dari energi sihirku.
Berbeda dengan sihirku, sihir yang dikeluarkan oleh Nanako membentuk sebuah longsor es yang terus menerus mengeluarkan duri-duri tajam. Duri-duri es itu keluar saat serigala es itu berlari ke arahku (Di sekitar serigalanya)
Saat seranganku beradu dengan sihir Nanako, terciptalah sebuah asap yang sangat tebal dan membuat sebuah gelombang. Aku sedikit terdorong kebelakang, mungkin karena aku tidak mengaktifkan tubuh mayat yang ada di dalam diriku.
Berbeda denganku, seluruh Ghoul yang terkena oleh gelombang itu hampir seluruhnya mati. Namun tidak dengan monster kadalku, mereka mengubah tubuh mereka menjadi perak dan membiarkan gelombang itu mengenai mereka.
Saat gelombang itu berhenti, kini seluruh tempat di wilayah keluarga Phoneix sudah sangat berkabut. Terlebih karena ini malam, suasana di sekitar menjadi lebih sulit untuk melihat. Namun tentu saja, itu hanya berlaku kepada orang biasa. Aku adalah monster dalam bentuk manusia, ini tidak akan mempengaruhiku.
Sringgg...
Mataku berubah bersinar menjadi berwarna biru muda, aku dapat melihat sekelilingku dengan bebas tanpa terganggu oleh asap-asap itu.
“Siapa yang mengira ini akan berjalan lebih sulit dari apa yang ku rencanakan. Tapi... Bagaimana jika ku naikan tingkat bertarungku hingga Grand Master.” Aku tersenyum seringai.
Sejak tadi, aku hanya menggunakan sebagian kekuatan ku. Mungkin lebih tepatnya kekuatan ku yang tadi berada di tingkat emas hitam akhir. Tapi berbeda dengan kebanyakan orang, tingkat emas hitam ku sangat berbeda karena aku memiliki...
__ADS_1
Pengalaman bertarung lebih dari berjuta-juta tahun, ilmu pengetahuan yang luas dan terakhir adalah karena aku sedari dulu tidak memiliki perasaan. Itu lah yang membuatku menjadi sangat kuat bahkan tanpa adanya cinta itu tidak mempengaruhiku.
Wanita? Harta? Popularitas? Semuanya tidak membuatku tertarik, aku hanya ingin bertahan hidup dan membuat kerajaan di mana para mahluk-mahluk kuat berkumpul. Namun ada satu hal yang membuatku tertarik, itu adalah perang.
Dan ini! Adalah yang ku cari!
“Aaaaahkkkk!!!”
Aku berteriak sangat kencang, bersamaan dengan teriakan itu. Tubuhku mengeluarkan aura hitam yang pekat.
Aku mengetahuinya, yah, ini adalah reaksi para manusia yang ku kenal. Mereka sangat ketakutan karena merasakan aura ku yang merembes keluar sangatlah pekat akan atribut kegelapan. Sudah bukan umum kalau kegelapan melambangkan kejahatan. Namun ada satu lagi, yaitu karena bayangan ku yang berubah menjadi sosok monster di belakangku.
Bahkan Nanako sendiri, tidak lepas dari ketakutan itu. Dari reaksinya, bisa ku simpulkan dia melihat monster yang sangat mengerikan berada di belakangku. Aku tidak melepaskan kesempatan itu dan langsung terbang ke tempatnya dengan cepat.
Berbeda pada saat kekuatanku di emas hitam, saat ini kecepatanku naik berlipat-lipat. Aku dalam beberapa detik telah berada di dekat Nanako.
“Yo, ada apa denganmu? Apa kau takut? Yah, kau takut yah?! Hahaha.” Aku tertawa melihat wajahnya semakin ketakutan dan bahkan dirinya terjatuh kebelakang.
Aku segera melihat ke arah atas kiri, aku dapat melihat sosok dua orang yang cukup familiar.
Yah, dan aku baru ingat, mereka adalah pahlawan, pahlawan itu bernama Nana dan pahlawan bernama Suzaku. Mereka adalah pahlawan No 1 dan 3. Namun ada yang ku herankan, di mana pahlawan 2? Di saat genting seperti ini dia tidak ada.
Aku mulai berfikir orang yang saat itu kucurigai berasal dari pahlawan dan pahlawan itu jika ku tidak salah tebak adalah Hades. Yah, entah kenapa aura hitamnya sungguh mengerikan, dia nampak terlihat seperti diriku di usia 200 Tahun.
“Yo, sudah lama kita tidak bertemu pahlawan.” Aku menyapa mereka dengan senyumanku.
Mereka berdua menatapku sinis, “Kau! Kau adalah anak dari keluarga Gronth bukan?! Beraninya kau menyerang kerajaan, akhirnya aku tau siapa dalang dibalik serangan ini. Sudah ku nyatakan bahwa keluarga Gronth berkhianat. Aku sudah lama mencurigai kalian karena kalianlah keluarga yang paling dekat dengan keluargaku charlotte.” Pria macho itu memberikan tatapan sinis terhadapku.
Aku sebenarnya tidak tau dari mana dia mengetahui aku berasal dari keluarga Gronth. Namun yang jelas, identitas ku sebagai seseorang yang berasal dari keluarga Gronth, telah terungkap.
__ADS_1
Aku tersenyum tipis, lalu menggelengkan kepalaku, setelah itu, aku pun kembali melihatnya, “Ini tidak ada hubungannya dengan keluargaku. Ini murni karena aku ingin merebut kekuasaan Raja. Ngomong-ngomong, namaku adalah Ling, Gronth Ling. Salam kenal.” Aku tersenyum manis, sengaja...
Raut wajah Suzaku, mulai terlihat kesal, sepertinya dia sangat membenciku. Yah mau bagaimana lagi, ini adalah hobiku, lagipula kalian juga tidak terlalu adil kepada rakyat dan lebih mementingkan keluarga bangsawan karena mereka lebih terpandang.
“Bocah ini harus ku berikan pelajaran agar tau betapa menakutkannya kekuatan yang berada di tangan Raja.” Suzaku terlihat menonjok-nonjok tangannya. Yah, ku lihat dia sudah mulai panas.
Bagus, inilah yang ku cari, “Apa-apaan kau pria otot? Hanya punya otot saja bangga, memangnya ototmu itu mampu mengalahkan tenagaku? Hahaha.” Sebuah serangan lidah berhasil ku lepaskan.
“Sialan bocah ini,” Aku dapat melihat pria itu menarik nafasnya, “Baiklah jika kau memang ingin mati, jangan salahkan aku jika aku tidak menguburmu dengan benar!” Pria macho itu terbang ke arahku dengan cepat.
Aku terkejut melihat kecepatan dari Suzaku, namun aku masih dapat menahan serangan pedangnya, akupun terkena tebasan pedangnya. Hanya saja tebasan itu ku tangkis dengan tangan kananku. Aku sedikit terpental kebelakang karenanya. Lebih tepatnya aku terpental 15 langkah kebelakang.
Pedangku masih berada di sana, tertancap di tanah, Suzaku tersenyum lalu memasukan pedangnya ke sarungnya kembali. Dan mengambil pedang penguasaan apiku.
Aku seketika itu tersenyum seringai, tahu mengapa aku menaruhnya di tanah? Iyah, sejak aku melihat mereka berdua. Aku diam-diam menancapkan pedangku di tanah kembali. Lalu sengaja memprovokasi Suzaku karena ingin dia mengambil pedangku.
Kalian mungkin tidak tau, pedangku itu...
“Akhhhhh!!!”
Liar!
Tangan Suzaku terbakar oleh pedangku, pedangku memiliki kekuatan yang mampu mengenali tuannya. Karena itu siapapun yang memegangnya tanpa ku setujui, akan terbakar tangannya.
Aku tertawa lepas melihatnya, sungguh deh, ini membuatku tertawa.
“Sialan kau bocah, jangan kau kira hanya karena aku memiliki satu tangan. Kau bisa lepas dariku. Ingat, tanganmu sendiri hanya tersisa 1!” Suzaku tertawa dengan senyuman sombongnya.
Aku seketika itu tersenyum, “Sepertinya ada kesalahpahaman, siapa bilang tanganku 1?”
__ADS_1
_ _ _
TO BE CONTINUE : MC INI ANTI-HERO. Ah Iyah, info, karena ada yang tidak terbiasa dengan POV 1. Aku coba kasih 3 Episode lagi, tar di episode 143. Kalian putusin lebih bagusan mana. Ok! Terima kasih atas dukungannya selama ini (。•̀ᴗ-)✧ sampai jumpa lagi di next chapter.