
Ling menyetujui permintaan Kurumi, dia juga tau bahwa Kurumi membutuhkan pengalaman tentang mengendalikan kekuatannya, jika tidak dalam keadaan mendesak, Ling yakin potensi terbesar dalam kekuatan itu akan terus terpendam, karena itu dia tidak mempermasalahkannya.
"Baiklah, kalau begitu saya pamit undur diri dulu tuan." Kurumi memberi hormat dan bersiap untuk pergi, namun Ling berkata tunggu, Kurumi pun memberhentikan langkahnya dan berpaling ke arah tuannya kembali.
Sedangkan itu, kini Ling sedang memerintahkan sistem untuk memberikan sebuah buku tulis dan pena untuk Kurumi mencatatnya jika saja Kurumi merasa terlalu banyak informasi yang tidak dapat diingatnya.
[ Pembelian sukses, Kartu tukar dikurangi -8 ]
Ling kemudian mengeluarkan buku dan pulpen itu, setelahnya barulah dia memberikannya kepada Kurumi.
"Catat saja agar lebih rinci, baiklah kau boleh pergi sekarang." Selesai memberikan buku dan juga pulpen, Ling memperbolehkan Kurumi untuk pergi.
"Baik, hamba pamit undur diri dulu tuan." Setelah itu, Kurumi pergi dari kediaman Ling, meski tau Kurumi tidak dapat menyembunyikan kehadirannya, Ling tidak mempermasalahkannya, tetapi yang Ling khawatirkan hanya satu, yaitu tentang sayap vampirnya, Ling agak khawatir jika orang-orang melihatnya.
Ling menghela nafas panjang lalu mengubah raut wajahnya seperti biasanya, dia kemudian mengajak para bawahannya itu untuk makan makanan yang telah disediakan, Ling cukup peka saat mencium aroma makanan, dia dengan yakin bahwa setidaknya beberapa makanan telah jadi.
* * *
Beberapa hari sebelum kedatangan orang dari kerajaan Bhaki, tepat saat semua orang pergi dari hutan dan meninggalkan Xan Zhang sendirian di hutan, Xan Zhang memakan Giant 11 m, dan hasilnya, dia kembali mendapatkan kekuatan dari Giant itu, Xan Zhang kemudian terbang dan meninggalkan Giant 10 m yang terbakar di dalam hutan.
Sesaat setelah kepergian Xan Zhang, Giant 18 m datang dan menemukan mayat dari salah satu anak buahnya, dia membuka matanya lebar-lebar melihat kematian anak buahnya yang terbilang cukup mengenaskan.
"A..aku tidak percaya bahwa manusia dapat melakukan ini..."
Dalam seumur hidupnya, baru kali ini dia menemukan manusia yang dapat membunuh seorang Giant tanpa adanya korban jiwa, dia tidak dapat percaya dengan ini, namun bukti telah berada di hadapannya, dia kemudian berdiri kembali dan mencoba untuk mencium aroma dari para manusia.
__ADS_1
"Arah Selatan!"
Segera Giant itu berlari menuju ke arah selatan, dimana dia mencoba untuk mengikuti bau manusia itu agar menemukan tempat tinggal mereka.
Setelah lama mengikutinya, Giant 18 m menemukan sebuah tembok besar yang mengelilingi kota di dalamnya, Giant 18 m yakin tembok itu pastinya sangat kuat, tetapi yang paling menarik perhatiannya adalah beberapa manusia yang sedang masuk kedalamnya, terdapat sebuah pintu kayu yang sangat besar terbuka, dan itu adalah salah satu jalan masuk dari tembok itu.
"Hhm, manusia-manusia ini cukup pintar, membuat tembok yang sangat besar, tetapi..." Giant 18 M tersenyum seringai, dia yakin dengan kekuatan para Giant, setidaknya 100 Giant seharusnya sudah cukup untuk menghancurkan kerajaan itu.
"Baiklah, aku sudah mengetahui letak keberadaan manusia, aku akan kembali dan membuat perhitungan kepada mereka, haha, dasar, sial*n."
Giant 18 m berbalik badan dan pergi kembali ke tempatnya berada, bisa dikatakan Giant 18 m berhati-hati dalam bertindak, meskipun badan mereka terbilang besar dan kuat, tetapi mereka tidak dapat mengandalkan itu saja sebagai serangan, mereka membutuhkan setidaknya kerja sama, jika tidak, itu pastinya akan jadi lebih mudah bagi manusia untuk menghancurkan mereka.
* * *
Selesai memakan makanannya, Ling pergi ke kamarnya untuk bersiap-siap untuk pergi ke sekolah, beberapa Minggu lagi adalah tepat saat Ling bertanding di turnamen Kasara, tetapi meski begitu sebenarnya Ling yakin dengan kekuatannya sendiripun dirinya dapat menenangkan turnamen, hanya saja itu pastinya akan menarik banyak perhatian, karena itu Ling menutup auratnya hingga di tingkat Emas bintang 3.
Sesampainya di lantai pertama, Ling segera berjalan ke luar kediamannya, dan juga perlu diketahui bahwa hari ini adalah hari pertama kali Ling masuk ke sekolah, untuk seminggu kemarin, itu adalah masa pengenalan pada sekolah, karena itu murid baru tidaklah masuk namun tetap berlatih dengan pembimbing mereka.
Sesampainya di luar kediamannya, Ling di sambut oleh pelayanya yang bernama Johan.
"Tuan, kereta kuda telah saya siapkan, mari tuan."
"Tidak perlu, aku akan naik kuda saja, kereta kuda akan memakan waktu lebih lama." Waktu telah menunjukkan angka 8:15, sedangkan waktu masuk sekolah adalah jam 9 tepat, karena itu Ling menyarankan untuk menggunakan kuda.
Johan hanya tersenyum canggung, dia tidak dapat menolak permintaan tuannya, dia pun berjalan sendiri ke tempat keberadaan dari kuda itu dan segera membawanya ke tempat tadi tuannya berada.
__ADS_1
"Tuan, ini..." Johan memberikan tali kuda itu ke tangan Ling.
"Terima kasih."
Ling kemudian naik ke kudanya dan segera bergegas menuju sekolah Akedemi, untuk letaknya sendiri bisa dibilang lebih hanya beberapa ratus meter dari tempat Ling berada.
Evolve adalah sebutan murid dalam pada Akedemi Feniks ini, sedangkan untuk Extraordinary adalah sebutan murid luar dalam Akedemi Feniks.
Tidak terasa dalam beberapa menit, Ling telah sampai di Akedemi nya, untuk beberapa hari sebelumnya Ling juga telah mendapatkan sebuah surat mengenai sekolahnya, karena itu dia memasuki gerbang yang bernama Kelas Evolve, dan juga dikarenakan pakaiannya yang menunjukkan bahwa dia murid dalam, pada petugas tidak menghentikannya.
Ling kemudian sampai di kelasnya, berbeda dengan kelas Extraordinary, atau yang biasanya di singkat menjadi kelas Extra, kelas Evolve terlihat lebih megah dan mewah.
Ling lalu mengikat kudanya di tempat yang cukup sepi, bisa dibilang dihari pertamanya, Ling cukup menarik banyak perhatian orang, dikarenakan seluruh murid biasanya terbang, namun rata-rata para murid dalam yang terbilang kaya mereka menaiki kereta kuda yang terlihat mewah.
Selesai mengikat kudanya, Ling berjalan dengan sebuah tas di lengannya, dia berjalan dan berjalan, hingga dia kemudian sampai di dalam kelasnya, kelas 1-A, itulah kelas Ling berada.
Sepanjang perjalanan sendiri, Ling melihat banyak mata yang terarah kepadanya, namun semua itu tidak dipedulikannya, untuk Ling sendiri dia merasa canggung, dia tidak mengerti sekolah harus apa, sebab dia adalah orang yang berasal dari dunia Kultivator, dimana disana hanya di ajarkan bertarung.
Beberapa saat kemudian, Ling telah sampai di depan pintu kelasnya, dia kemudian membukanya dan melihat banyak sepuluh orang lainnya, bisa dibilang orang yang kini tengah Ling lihat semuanya adalah generasi murid dalam baru.
Yap, mereka adalah kesembilan keluarga lainnya, namun Ling merasa ada yang kurang, namun itu tidak dipikirkannya, dia kemudian duduk di salah satu bangku dan menaruh tasnya dibelakang, setelah itu, dia hanya diam karena tidak tau apa yang harus dilakukan.
_ _ _
__ADS_1
[ 7/40 ]