
Semua orang yang mendengar teriakan Eric dan Kaito segera berlari ke atas, mereka takut akan terjadi hal buruk dengan Kaito dan juga Eric, sesampainya di atas kamar, kini terdapat dua orang dengan tubuh yang diselimuti api sedang memberikan hormatnya kepada Ling, tuan mereka sendiri.
"Tuan! ada apa! kemana Eric dan tuan Kaito? lalu siapa mereka!" Bingung salah seorang dari bawahan Ling.
Posisi Ling dan para bawahannya berada di beberapa jarak saja, Ling di sedang berada di kasur sedangkan para bawahannya kini berada tepat di pintu kamar Ling. Mereka tidak dapat masuk lebih dalam karena merasakan api yang sangat panas, meski begitu mereka berusaha untuk pergi ke tempat tuannya untuk menyelamatkannya dari api yang panas itu.
Ling tersenyum lalu berkata, "Sudahlah, kalian jangan mendekat, lagian orang yang berada di depan kalian adalah Kaito dan Eric, mereka kini sedang dalam proses penyatuan kekuatan, mengerti, kalau begitu cepat keluar." Bersamaan dengan Ling berkata seperti itu, sebuah angin bertiup kencang mendorong semua bawahannya keluar dari kamar Ling, pintu kamar juga langsung tertutup dan terkunci hanya dengan sekali gerak, itu semua berkat kemampuan X-ray, Ling kini dapat memperkirakan cara terampuh dan terkuat untuk apapun itu.
Lebih dari 20 menit kemudian, tubuh Kaito dan Eric yang sedang bergaya hormat kepada Ling secara tiba-tiba kembali ke wujud semula, dan di saat itu pula, mereka menjadi sadar seutuhnya.
Kaito membuka matanya, kini kelopak matanya berubah menjadi berwarna ungu, sedangkan untuk Eric sendiri berubah menjadi hijau muda, dan yang lebih mengejutkan nya lagi, mereka kini menembus menjadi tingkat Emas, terlebih untuk Kaito, dia langsung menembus tahapan perak dan emas, kini dia berada di tingkat Emas hitam awal, yaitu bintang 1, untuk Eric sendiri, dia kini berada pada tahap Emas bintang 9, itu tidak berbeda jauh dengan Kaito.
Mereka segera memberikan hormat sebesar-besarnya kepada Ling, mereka mendapatkan kekuatan sebesar ini pastinya harus membalas Budi, "Terima kasih tuan, aku akan melakukan apapun yang tuan suruh meskipun harus mengorbankan tubuhku." Ucap Mereka bergiliran.
"Baik, baik, kalau begitu untuk sekarang kalian latih penggunaan api itu di belakang halaman rumah, aku yakin api itu tidak akan mati hanya dengan air biasa." Titah Ling kepada mereka berdua.
"Siap laksanakan tuan." Ucap nya bersamaan, dalam sekejap, mereka kini berubah menjadi api dan api itu terbang ke luar, meskipun kini hujan sedang turun deras, Ling sangat yakin air hujan sama sekali bukan tandingan api dewa.
* * *
Di dalam kerajaan Whazard, kini seorang raja nampak memasang wajah yang terkejut, bagaimana tidak terkejut? dia yang dari dulu telah di beritahu bahwa dunia ini telah dikuasai oleh monster, dan diberitahu bahwa hanya mereka satu-satunya generasi manusia yang masih hidup, mendengar bahwa ada segerombolan manusia di luar gerbang kerajaan, sungguh tidak dapat dipercayanya, hanya saja bukti sudah ada di depan mata, dia tidak dapat membohongi dirinya sendiri, dan untuk orang-orang yang berada di depan gerbang, mereka juga berkata bahwa mereka berasal dari kerajaan Bhaki, kerajaan dari benua timur.
"Cepat, biarkan mereka masuk, mungkin kita bisa mendapatkan informasi dari manusia itu." Titah raja kepada prajurit yang kini sedang menghadapnya.
"Siap laksanakan tuan!" Segera prajurit itu pergi ke luar dari ruang singgasana, meninggalkan raja dengan tangan kanannya dan juga tangan kirinya.
__ADS_1
Seorang wanita berambut merah dengan gaya rambut kepang 2 dan berkacamata hitam, maju mendekati raja, "Raja Kanma, menurutku mereka bisa kita jadikan seorang keluarga bangsawan di kerajaan, terlebih mereka mengatakan mereka sangat ahli tentang Obat-obatan." Wanita yang tidak lain adalah seorang tangan kanan raja memberikan pendapatnya.
Raja Kanma yang mendengar itu segera menanyakan maksud perkataannya, "Jadi, kau ingin berkata kalau kita bisa bekerja sama dengan mereka? dan mereka akan menyediakan obat-obatan untuk kita, begitu?" Tanya Raja Kanma menyeringai.
Dengan ragu wanita itu menjawab, "Iya rajaku."
Raja yang mendengar itu hanya tertawa, dia k kemudian berkata, "Tidak perlu, kita jadikan mereka budak saja, mereka tidak akan bisa melawan kita." Raja Kanma tersenyum sambil menyilangkan kakinya dan bersandar di singgasananya.
* * *
Hujan datang makin deras terdengar oleh Ling, Ling hanya dapat menghela nafas panjang, 'Lebih baik, aku menaikan tingkat Kultivasi saja.' Batin Ling.
Ling pun berkultivasi cukup lama, dari pagi hingga ke siang, barulah setelah hujan mereda, dia membuka matanya dan kini tubuhnya sudah sangat berkeringat, dan untuk Kultivasi Ling sendiri, dia naik tingkat dari bintang 7 menjadi bintang 9 awal.
Ling kemudian beranjak dari kasurnya lalu berkata, "Sistem, tampilkan status pengguna."
Nama : Ling
Ras : Human
Level : 27
Kondisi : Sehat
Job : Assassin Rank D, Necomancer, Kordinat, Masterpiece.
__ADS_1
Gelar : Pengguna Sistem, seseorang yang pertama. Lord of light and darkness. Assassin Ghost.
Gelar terkunci : Gravity. Iron Body. Deadly Ghost, Mata X-ray 2.
Penyimpanan : [ 170.9060/1M ]
Kemampuan : Mengonsumsi mayat ( infinite ), X-ray, Save, Create Body. invisible, Fly, Pengendali Cahaya dan kegelapan, memanggil roh, mengendalikan tanah, clean, Kontrak Tulisan, Create Weapon, Aura Es, Naga Kembar Elemen.
_ _ _
Ling tidak bisa tidak takjub, saat mengetahui X-ray dapat melihat sepercik masa depan, itu sudah sangat berguna bagi Ling, saat melihat ternyata X-ray terdapat level 2, Ling menjadi tidak sabar untuk mendapatkannya.
Segera setelah itu Ling pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya, dia juga dikamar mandi terus melakukan teknik untuk menaikkan tulangnya ke tingkat selanjutnya.
Setelah satu jam berada di kamar mandi, Ling kemudian memakai pakaian hariannya, untuk beberapa hari Ling kini telah beradaptasi dengan pakaian dari dunia ini, biasanya dulu dia menggunakan pakaian-pakaian perang, karena sudah terbiasa, dia menjadi agak sulit untuk beradaptasi dengan lingkungan, namun untungnya dia telah dapat beradaptasi, dia kemudian turun dari kamarnya dengan rambut yang sebagian terlihat agak berantakan, meski begitu penampilan nya cukup mempesona.
Ling tidak lama telah berada di lantai satu, namun secara mengejutkannya, dia melihat seorang anak sebayanya yang bukan lain adalah Count yang ingin membahas aliansi dengannya.
Melihat tuannya turun, para bawahan Ling segera memberikan hormat, "Selamat siang tuan, makanan telah siap." Ucap seorang wanita berpakaian pelayan itu.
Ling hanya tersenyum sebentar ke arahnya lalu berjalan mendekati Count yang kini sedang makan di rumahnya.
Melihat Ling telah berada di depannya, Count tersenyum dan melambaikan tangannya, sedangkan untuk satu tangannya lagi dia gunakan untuk menyantap roti isi krim itu.
"Yo Ling, pelayan mu cantik-cantik sekali, aku iri dengan mu." Setelah berkata demikian, dia menyantap kembali roti itu.
__ADS_1
Ling hanya tersenyum namun dapat dilihat beberapa urat muncul di keningnya, namun Ling sudah biasa untuk marah namun tetap tersenyum.
_BERSAMBUNG_