
POV Ling
Saat ini, fokus ku sedang terarah kepada para monster buatan ku. Mereka sangat terlihat kuat dan pandai memainkan tubuh mereka dan mengubah setiap inci dari tubuh mereka.
Seperti Monster kadal yang berada di dekat bangunan hancur, saat ini dia sedang melawan lima Ghoul. Aku dapat melihat dengan jelas bahwa setiap serangan yang dilancarkan oleh Ghoul, dapat dengan mudah di tangkisnya.
‘Monster-monster ini, setidaknya mereka setara dengan tingkat Emas hitam akhir. Mungkin jika aku menyerang kerajaan hanya dengan mereka, itu akan lebih efesien. Namun yah, itu tidak seru karena aku tidak dapat beraksi.’
Aku mengubah jalur pandanganku ke arah Nanako, Sun dan lainnya. Mereka terlihat sudah menyiapkan kuda-kuda. Sepertinya mereka sangat mewaspadai diriku. Yah mau bagaimana lagi, kekuatanku memang sangat hebat.
Aku menggenggam kembali pedangku yang menancap, lalu mencabutnya. Namun, saat ku cabut, aku juga mengalirkan energi sihir pada pedang itu. Hal itu membuat pedang itu menjadi lebih kuat. Dengan di tambah sihir yang bernama Mana skin. Aku dapat membuat serangan ku menjadi lebih kuat dan pertahanan ku juga ikut meningkat.
Aku mengarahkan pedang penguasa api ku ke arah Nanako. Membuat mereka semua dalam sekejap sudah mengeluarkan kuda-kuda yang lebih baik.
Pedang dengan panjang 60 cm, biasanya kurang dari 80 cm. Pedang ini memiliki sarung pedang yang biasanya bisa diikat di sabuk. Aura membakar dan panas juga sangar terasa kental, seperti namanya, pedang penguasa api. Siapa yang menyangka Ling dapat membuat item sihir yang sangat kuat seperti ini.
Meskipun cukup jauh, saat ini Nanako terlihat terbatuk dari waktu ke waktu. Sepertinya aura panas ini sangar kuat setelah ku alirkan energi sihirku atau yang biasa di kenal dengan mana ke pedang.
Tanpa menunggu lebih lama, aku pun berjalan menuju mereka. Aku melewati para monster kadal milikku dan Ghoul yang sedang bertarung. Tentu saja, para monster kadal yang menyadari tuannya yaitu aku, akan lewat, segera berlari ke arah ku lalu membuat sebuah tembok pertahanan dengan tubuh mereka.
Aku tersenyum lalu mengucapkan terima kasih kepada monster kadal itu, setelah itu aku pun berjalan kembali menuju keenam orang itu.
Meskipun pedangku mengeluarkan hawa panas, namun mereka adalah mahluk yang tidak memiliki rasa sakit. Maka karena itu mereka tidak merasakan apa-apa saat di dekatku. Sebenarnya bukan karena itu saja, itu juga karena aku sangat mahir dalam mengendalikan kekuatan sihir. Karena itu mereka tidak terkena dampaknya.
Cukup basa basinya, aku akan menyerang mereka sekarang.
__ADS_1
Tashhhh...
Aku meloncat terbang sambil menenteng pedangku yang terus mengeluarkan api, aku melompat dari udara ke udara hingga pada akhirnya aku sampai di atas mereka. Mungkin lebih tepatnya aku berada di langit di atas kepala mereka.
Mereka terkejut, tidak menyangka kecepatan ku sangat di luar nalar. Tidak berbasa-basi, aku dengan cepat mengayunkan pedangku ke arah mereka.
“Sihir api : Raja singa api!” Teriakku sambil mengayunkan pedangku.
Wushhhh...
Dari pedangku, terlihat sosok wajah singa yang keluar dan terbang menuju keenam orang itu.
Nampak dari langit, kedua wajah manusia yang tidak lain adalah Nanako dan Sun terlihat panik dan pucat. Aku cukup puas melihat wajah yang ketakutan itu.
Namun, aku tidak menduga, kelima Ghoul serangga itu terbang menuju api singa ku.
Aku kemudian hanya menunggu di atas langit sambil menatap mereka. Menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. Tapi jika ku pikir-pikir, kenapa banyak penjahat kalah adalah karena mereka suka mengulur waktu terlebih dahulu. Jadi, ku pikir seharusnya aku tidak melakukan itu. Baiklah, setelah api singa itu meledak, aku akan kembali melancarkan sihir kuat.
Beralih kembali ke Ghoul biru tua, dia berhenti lalu mengarahkan kedua tangannya dan keempat ekornya ke arah api singaku.
“Sihir air : Pusaran air kesesatan!”
Sebuah pusaran air keluar dari tangannya, yang mulanya kecil kini mulai membesar dan semakin membesar. Akhirnya, pusaran air yang terlihat berwarna perak itu mulai beradu dengan api singaku.
Bukan itu saja, aku dapat melihat terdapat sebuah sihir hitam yang juga ikut beradu serangan dengan sihirku.
__ADS_1
“Hhm, jika ku pikir-pikir mereka ini Ghoul yah. Aku tidak menyangka kekuatan mereka bisa sebesar ini. Dan juga...” Aku melirik ke arah kananku.
Aku dapat merasakan sebuah aura dari tiga sosok yang terbang ke arahku. Aku mulai berfikir memang sepertinya aku harus menyelesaikan ini lebih cepat. Dan saat aku kembali melihat api singa ku. Nyatanya api singaku sudah meledak dan membuat sebuah kepulan asap hitam.
Aku menggunakan perlindungan hologram tidak menghirup udara itu. Bisa dibilang juga, sihir ini dapat menetralisir udara kotor dan membuat penguna sihir pertahanan hologram mendapatkan nafas segar. Ini juga mampu membuat tubuh semakin kuat.
Aku melirik kiri kanan, aku dapat melihat mereka seperti berbicara kecil. Yah, meskipun tidak tau apa yang mereka bicarakan, aku setidaknya sudah menebak ini akan terjadi.
Aku pun terbang mendekati mereka dengan cepat, tidak lupa pedang penguasa Apiku ku arahkan kepada salah satu Ghoul.
Wushhhh...
“Who?”
Boom!
Salah satu Ghoul tertusuk oleh pedang penguasa api, dan berubah menjadi sebuah abu hanya dalam beberapa detik. Yah, andai tidak ku alirkan oleh energi sihirku, ku yakin efeknya tidak akan sehebat ini.
Aku mengalihkan pandanganku ke arah Ghoul yang tersisa, perlahan asap di sekelilingku mulai menghilang. Aku tersenyum tipis berniat meledek mereka, “Hahaha, hanya segini saja kekuatan kalian? Hhm, yah setidaknya kalian mampu membuat api singa ku yang tadi hancur. Itu sudah cukup mengesankan untuk kalian. Sayang beribu sayang, kalian akan ku musnahkan dalam beberapa menit lagi.” Ucapku tersenyum meledek.
Namun, berbeda dari yang ku harapkan, mereka sama sekali tidak terpancing. Tiba-tiba, suara wanita dari kejauhan terdengar.
“Percuma, mereka adalah Ghoul, monster kegelapan. Mereka tidak memiliki hati, mereka tidak akan tertawa, mereka tidak akan bersedih, mereka tidak akan marah. Yang mereka inginkan hanyalah berguna bagi tuan mereka. Jadi, hal yang kau lakukan itu percuma Ling.”
Aku memalingkan wajahku, aku dapat melihat sosok Nanako yang terlihat sangat berbeda. Matanya terlihat sangat dingin, auranya berubah dan di sekelilingnya, terlihat banyak bunga-bunga yang mengelilingi dirinya.
__ADS_1
“Aku akan bertarung dengan serius melawanmu sebagai wakil kelompok Malam Purnama. Karena itu kau juga harus bertarung dengan serius. Ling!”