
Pertarungan Xan Zhang dengan Yulita menimbulkan kerusakan dan gelombang kekuatan yang dahsyat, membuat mereka yang memiliki kemampuan kelas menengah pingsan seketika.
ㅤ
Bagi mereka yang memiliki kemampuan di atas rata-rata sekalipun tidak berani mengambil resiko untuk tetap berada di dekat mereka.
ㅤ
Manusia maupun Giant sama-sama memberikan ruang bertarung untuk keduanya. Sementara itu di sisi lain Levi dengan cepat mengambil tindakan melindungi Ling Chen dari Ras Giant Udara yang bergerak ke arahnya.
ㅤ
Bing, pemimpin Ras Udara itu merasa sedikit terancam melihat kekuatan Levi. Dia bisa merasakan pemuda itu sedang berada dalam ambang kenaikan tingkat.
ㅤ
“Untuk ras burung elang, ku perintahkan untuk menyerang pemuda itu!” Bing menunjuk Levi dan Ling Chen, seketika banyak Giant berkecepatan tinggi mendekat ke arah Levi.
ㅤ
Bing tidak merasa puas, dia juga ikut maju perlahan dengan beberapa ras burung lainnya yang memiliki kekuatan tinggi. Menyerahkannya kepada satu ras burung rasanya tidak akan berjalan dengan mulus.
ㅤ
Ling Chen, terdiam melihat banyak nya Giant yang terbang ke arahnya, sebenarnya dirinya bisa menghabisi mereka hanya dengan beberapa gerakan. Namun, saat ini prioritas nya adalah menyimpan kekuatan untuk mengalahkan Raja Giant.
ㅤ
“Tuan cukup diam, aku akan segera membereskan mereka...” Levi berkata dengan wajah serius.
ㅤ
Ling Chen mengangguk sebagai balasan, tepat setelah membalas perkataan Levi, beberapa Giant terbang dengan cepat dan melancarkan tinju raksasa mereka kepadanya.
ㅤ
Sebuah bulu berwarna hitam besi dengan cepat menangkis setiap tinju yang datang ke arah Ling Chen. Reaksi Giant yang meninju Bulu-bulu itu terlihat sangat kesakitan, tangan mereka memunculkan urat.
ㅤ
Ketika sedang mencoba menahan sakit di tangan mereka, Levi memunculkan dirinya dari balik bulu-bulu besi tersebut.
ㅤ
“Bulu-bulu ini bukanlah bulu biasa, serangan biasa tidak akan mempengaruhi pertahanan ku.” Dengan memberikan tatapan dingin serta mengeluarkan aura membunuh, beberapa Giant yang memiliki mental lemah berkeringat dingin.
__ADS_1
ㅤ
Bulu-bulu tersebut kemudian kembali bergerak setelah Levi selesai berbicara, namun kali ini bergerak dengan kecepatan tinggi dan memutar layaknya badai angin.
ㅤ
Giant yang memiliki firasat buruk segera menghindari bulu-bulu tersebut sementara mereka yang memiliki respon lama seketika hancur tertelan badai.
ㅤ
**
Dalam sengitnya pertarungan Levi dengan Bing, Xan Zhang dengan Yulita juga memberikan tontonan yang menarik.
ㅤ
Sudah seratus kali lebih mereka melakukan pertukaran jurus dan serangan, namun di antara keduanya masih belum menunjukkan siapa yang akan lebih dulu tumbang.
ㅤ
Giant Laut juga tidak terlalu mendominasi karena lawan yang mereka hadapi rupanya memiliki kemampuan beregenerasi yang cepat. Setiap kali mereka membunuh skeleton, mereka akan hidup kembali dengan beregenerasi.
ㅤ
ㅤ
Yulita cepat menyadari bahwa Fraksinya kalah dalam pertarungan ini, merasa tidak ada pilihan lain Yulita kemudian memilih untuk bernegosiasi dengan Xan Zhang.
ㅤ
“Kau, bagaimana kalau kita bernegosiasi?” Bujuk Yulita sambil tetap menangkis dan menyerang Xan Zhang.
ㅤ
Xan Zhang tersenyum kecil, menebak kemana arah topik ini terjadi, “Aku memiliki nama, jangan panggil diriku 'kau' namaku Xan Zhang!”
ㅤ
Yulita merasa sedikit kesal melihat wajah Xan Zhang yang menunjukkan ekspresi kemenangan dan tidak terkalahkan, namun dia harus fokus untuk bernegosiasi.
ㅤ
“Yah kau Xan Zhang, bagaimana kalau kau melepaskan diriku? Jika Raja kami menang aku akan membebaskan mu dan pasukan mu, dan jika Raja ku kalah aku akan menjadi budakmu, ini tidak buruk bukan?” Yulita memasang senyum terpaksa.
ㅤ
__ADS_1
Xan Zhang agak terkejut, dia tidak berpikir topik ini akan mengarah ke sana namun dirinya tetap ingin memanfaatkannya.
ㅤ
“Bagaimana yah... Itu memang negoisasi yang bagus, jika tuan ku menang kau akan jadi budakku... Kau sangat cantik mungkin bisa menemani ku semalaman, ah tidak mungkin lima hari.” Xan Zhang memasang ekspresi polos menghitung jari.
ㅤ
Yulita benar-benar merasa dipermalukan dengan perkataan Xan Zhang, ‘Pria ini... Benar-benar berpikiran cabul!’
ㅤ
Meskipun begitu Yulita tetap memasang senyuman nya.
ㅤ
Setelah lama terdiam, Xan Zhang akhirnya menatap Yulita dengan senyuman, “Aku menolak.”
ㅤ
“Sebagai ganti tawaran mu aku akan memberikan kematian yang cepat bagi kalian...” Xan Zhang memberikan tanda mundur bagi para monster, dirinya juga tiba-tiba menghilang bak menghilang di telan bumi.
ㅤ
Yulita terkejut ketika mendapati Xan Zhang menghilang, dirinya langsung memasang sikap waspada terhadap sekitarnya.
ㅤ
Tidak hanya Yulita, Fraksi yang di pimpin oleh Yulita pun merasa khawatir dengan hilangnya Xan Zhang. Perasaan takut mulai mengisi benak mereka, suasana hening tercipta.
ㅤ
“Ahhhkkkkkk!!!!”
ㅤ
Dalam hening sebuah suara teriakan tiba-tiba terdengar dari barisan belakang, Yulita dengan cepat terbang menuju suara tersebut. Ketika dirinya sampai, mulutnya terbuka dan melihat sekelilingnya, “Dasar, pengecut!”
ㅤ
Yulita sangat marah namun perasaan takut juga mulai mengisi hatinya, melihat salah satu pasukan nya tewas dengan leher yang terpotong setengah, memberikan perasaan mual.
ㅤ
“Pengecut? Dalam peperangan, tidak ada kata pengecut! Yang ada hanyalah menang dan kalah! Kau tidak berpikir secara realistis, pada akhirnya keteguhan mu dalam cara berperang akan menghancurkan dirimu sendiri.”
__ADS_1