Demon Lord System

Demon Lord System
Chapter 246 : Laba-laba Es Perak


__ADS_3

“Laba-laba Es Perak!”



Di saat yang bersamaan Laba-laba Es Perak terlihat telah keluar dari Patungnya, kini tubuhnya terlihat putih mengkilap seperti mobil yang baru saja di bersihkan. Tidak ada lagi Batu-batu yang menempel pada tubuhnya, semuanya menjadi terlihat putih bersih.



Naga Kecil yang melihat hal tersebut segera mengeluarkan sebuah Aura gelap Kental yang menekan Laba-laba di hadapannya dengan aura tersebut.



Laba-laba Es Perak dapat merasakan Aura Gelap kental mengelilingi tubuhnya, Aura gelap tersebut seperti sedang menyedot mana di dalam tubuhnya.



Laba-laba Es Perak tidak tinggal diam ketika menyadari Mana nya di ambil oleh Naga di hadapannya, dia mengeluarkan Aura yang juga tidak kalah besar dari milik Naga Kecil. Aura tersebut sangat dingin, menekan aura kegelapan Naga Kecil hingga titik dimana dia dapat bergerak bebas tanpa perlu khawatir mana nya di hisap.



Di sisi lain Ling Chen yang berada di antara aura tersebut segera merasa tubuhnya kedinginan. Karena proses kenaikan yang telah di antisipasi olehnya, Ling Chen melepaskan bentuk tranformasi bulu serigala yang menyelimutinya, agar tidak bau. Membuatnya saat ini benar-benar tidak memakai apapun selain celana.



Ling lalu menatap Naga Kecil yang sedang menatap Laba-laba Es Perak.



“Miya bisakah kau menahannya untuk beberapa saat? Aku kedinginan di sini, aku ingin mandi di luar aula ini.” Ling Chen berteriak cukup keras agar Naga Kecil mendengarnya.



Naga Kecil yang mendengar hal tersebut melirik Tuannya, terlihat tidak ada kekhawatiran di wajahnya. Dia lalu mengangguk-anggukan kepalanya beberapa kali. Setelah itu kembali menatap Laba-laba Es Perak di hadapannya dengan tajam.



Melihat hal itu Ling Chen tersenyum tipis sebelum pergi kembali ke lorong gelap yang digunakannya untuk datang ke aula ini, “Aku akan memberikan mu banyak daging setelah ini selesai.” Ucap Ling Chen sambil berlari ke dalam lorong gelap yang lama-kelamaan menghilang di kegelapan.


**


(Ruangan Kurumi Beristirahat)



Kurumi membuka matanya, perlahan dia dapat melihat sebuah lampu terang yang terbuat dari stone cahaya di atasnya. Dia kemudian bangkit dari tempat dirinya tidur lalu duduk sambil menatap sekitarnya.



Hal yang pertama kali dilihat oleh Kurumi adalah punggung berwarna hijau yang berotot. Dia dapat mengetahui bahwa punggung tersebut adalah punggung Orc. Tetapi Orc ini berbeda pada umumnya, besarnya melebihi ingatan Kurumi.

__ADS_1



Karena menyadari dia di kelilingi oleh Orc dan Orc ini tidak ada yang terlihat akan menyerangnya. Kurumi menyentuh punggung Orc, seketika Orc yang di sentuh olehnya berpaling ke arahnya.



Orc yang berpaling membuat Orc di sekitarnya ikut membalikkan badannya ke arah Kurumi. Mereka menatap Kurumi, sorot mata mereka tajam tetapi beberapa detik setelahnya mereka bersujud hormat.



“Tunggu dimana Tuan? Aku tidak melihatnya? Apa kalian tau dia ada dimana?!” Kurumi telah melihat-lihat sekelilingnya, mengabaikan kumpulan Orc yang menunduk hormat kepadanya.



Orc yang mendengar hal tersebut terlihat menggelengkan kepalanya pelan, lalu dia beranjak dari sujud hormatnya. Berjalan beberapa meter dari sana, dia terlihat berhenti dan duduk di lantai.



Melihat hal tersebut Kurumi segera mengikutinya, karena dari apa yang dirinya tau Orc tidak dapat berbicara dalam bahasa manusia karena lidahnya cacat. Tetapi mereka seharusnya dapat tetap berkomunikasi meskipun dengan lidah cacat mereka.



Ketika Kurumi sampai dia dapat melihat lantai di dalam ruangan ini di hancurkan olehnya. Tetapi berkat hal tersebut Kurumi menjadi lebih mengetahui bahwa tuannya pergi keluar.



Setelah selesai menggambarkan Ling Chen yang pergi dari ruangan ini. Dan menggambarkan mereka harus menjaga Kurumi, Orc pun melihat kembali ke arah Kurumi, menatapnya dalam diam.




Kurumi adalah satu-satunya Undead Pelayan yang berada di sisi Ling Chen. Jika dirinya tidak dapat melindungi Tuannya, lalu apa gunanya dia hidup?



Orc yang mendengar pertanyaan dari Kurumi segera menggelengkan kepalanya pelan sebelum menggambar tanda tanya di lantai. Dia dan para Orc lain bahkan tidak di beritahu oleh Ling Chen, jadi bagaimana bisa dia menjawabnya.



Melihat hal tersebut Kurumi menghela nafas berat, “Huh... Sepertinya kalian juga tidak tau, kalau begitu apa boleh buat. Aku akan mencarinya sendiri.” Kurumi berlari menuju pintu keluar tiba-tiba, membuat sekumpulan Orc yang di tugaskan menjaga Kurumi segera mengejarnya.


**


(Aula Kediaman Laba-laba Es Perak)



Pertarungan antara Naga Kecil dengan Laba-laba Es Perak berlangsung lama. Keduanya bertarung dengan sengit. Selama Pertarungan Naga Kecil dapat menaruh setidaknya lima luka pada tubuh dan kaki Laba-laba Es Perak. Sementara Laba-laba Es Perak berhasil mendaratkan serangan sekitar empat kali di tubuh Naga Kecil.

__ADS_1



Dapat terlihat bahwa Naga Kecil lebih unggul di sini.



‘Monster Bodoh, Kau pikir aku ini siapa? Aku ini Naga Legenda, Partner dari seorang Raja Kegelapan! Beraninya kau menyerangnya, apa kau sudah bosan hidup?!’ Naga Kecil melakukan telepati pada Laba-laba Es Perak di hadapannya.



Laba-laba Es Perak terkekeh geli, ‘Kau menjadi Partner manusia apa menjadi bawahannya Bodoh?! Yang bodoh itu kau! Kita ini monster! Tapi lihat dirimu, terlihat seperti pecundang, Cih.’ Laba-laba Es Perak terlihat membuang ludah.



Ketika Hewan Sihir seperti mereka menginjak tingkatan tertentu, mereka dapat saling berkomunikasi. Lebih tepatnya ketika mereka berada pada tahap Heavenly Fate akhir. Tetapi Naga Kecil berbeda, darah Naga di dalam tubuhnya membuatnya yang hanya berada pada tingkat Grand Master dapat melakukan telepati terhadap sesama monster. Namun, dia masih harus memejamkan matanya untuk melakukan hal ini.



‘Kau tidak tau apa-apa! Kau hanya tau makam! Kau tidak tau seberapa luasnya dunia ini! Jika aku jadi dirimu aku juga akan menjadikan Calon Raja Kegelapan sebagai Partner!’ Naga Kecil memandang Laba-laba Es Perak di hadapannya sinis.



Meskipun seharusnya Laba-laba adalah Ras rendah dalam kehidupan monster. Tetapi Ras Laba-laba Es Perak dapat menyaingi keberadaan Ras Naga, karena itu harga dirinya juga ikut menyaingi Seekor Naga.



Laba-laba Es Perak yang mendengar hal tersebut hanya terkekeh geli. Dia kemudian bergerak cepat menyerang Naga Kecil di hadapannya, malas untuk berdebat dan menunda pertarungan dengan Naga Kecil.



Naga Kecil yang masih dalam proses memejamkan matanya, tidak melihat hal tersebut. Tetapi dia dapat merasakannya, bahwa Laba-laba Es Perak sedang berjalan ke arahnya dengan cepat.



Naga Kecil yang menyadarinya tidak tinggal diam, dia membuka matanya lalu mengeluarkan asap hitam dari mulutnya. Asap Hitam itu kemudian menyebar dengan cepat, membuat Laba-laba Es Perak yang mendekat segera terhenti karena merasa waspada dengan asap ini.



‘Trik apalagi sekarang yang kau gunakan! Naga rendahan!’ Laba-laba Es Perak mendengus kesal. Sambil berjalan mundur, menghindari awan hitan menyentuhnya.



‘Kau yang rendahan!’ Naga Kecil berusaha menahan amarahnya tetapi tidak bisa mengabaikannya begitu saja.



Ketika mereka berdua saling menatap tajam, Seorang Pemuda terlihat berjalan dengan santai memasuki asap hitam yang terlihat seperti Awan Gelap.


__ADS_1


“Ahhhhkkk itu adalah Mandi ternyaman ku! Sudah lama sekali aku tidak merasakan air hangat!” Tiba-tiba Pemuda itu dengan santainya mengatakan hal tersebut, sambil merenggangkan tubuh dan tangannya. Terlihat Seolah tidak terganggu dengan kedua Monster yang ada di hadapannya.


__ADS_2