
Paviliun Seni Tarung adalah tempat bagi para Penyihir bertarung memperebutkan kontribusi, tidak heran setiap harinya akan terjadi pertarungan untuk saling memperebutkan kontribusi. Tetapi berbeda dengan pertarungan lainnya pertarungan kali ini membuat setiap penonton tidak akan bisa melupakannya, ini pertarungan sihir paling hebat menurut mereka.
ㅤ
Bahkan untuk Tetua sekalipun yakin bahwa pertandingan yang di adakan hari ini sangat-sangat menakjubkan dan berat sebelah. Para Tetua mulai mendekati Levi menawarkannya beberapa arak serta Seni Tarung namun semuanya di tolak oleh Levi.
ㅤ
“Maaf tetapi aku tidak membutuhkan Seni Tarung milik kalian...” Levi menolaknya dengan santai,
ㅤ
Para Tetua yang menawarkan Seni Tarung mereka pada Levi hanya tersenyum kecut lalu meninggalkan Tetua yang menawarkan arak. Sama seperti Para Tetua sebelumnya, Levi menolak Arak yang di tawarkan untuknya.
ㅤ
Levi hanya memandang dengan datar, dia telah berusaha untuk tidak terlalu jujur karena Xan Zhang memberitahunya itu akan membuat hati para orang yang di temui nya terluka.
**
Acara Paviliun Seni Tarung akhirnya selesai semua murid Levi mengantri dan mendapatkan hadiah sumber daya kelas satu, mereka juga mendapatkan banyak perhatian dari Raja dan Tetua Akedemi.
ㅤ
“Terima kasih Guru...” Satu persatu mengambil Sumber Daya mereka dan menemui Levi, mereka mengucapkan terima kasih.
ㅤ
Seperti biasa mereka akan menemukan Levi yang memasang wajah datar, meskipun begitu beberapa murid pernah menemukan terang-terangan Guru mereka tertawa. Levi mengucapkan selamat kepada seluruh Muridnya yang menghadiri pertandingan.
ㅤ
Setelah lama memberikan selamat akhirnya rombongan Raja berniat untuk pulang kembali, namun sebelum pulang Raja memberikan surat undangan makan malam pada Michael, Xan Zhang, Levi dan beberapa Tetua Akedemi yang beruntung.
ㅤ
Para Tetua yang mendapatkan surat makan malam dari Kerajaan menunduk hormat, mereka mengetahui hidangan di Istana sangatlah mewah, meskipun Raja terlihat sangat menikmati makanan yang Akedemi miliki para Tetua yakin ada makanan yang jauh lebih nikmat di Istana.
ㅤ
Michael mengantarkan Raja ke istana bersama dengan beberapa Tetua termasuk Xan Zhang, mereka pergi tepat setelah matahari mulai terbenam.
ㅤ
Ketika rombongan kereta Raja telah pergi menuju Istana terlihat Levi langsung meninggalkan Paviliun Seni Tarung, dirinya mengepakkan sayapnya lalu terbang. Tetua dan murid Akedemi yang masih berada di Paviliun hanya dapat takjub ketika melihat Tetua baru mereka terbang.
**
__ADS_1
Ke esokan paginya Levi terbang sangat cepat menuju Istana, dia dari semalam telah berlatih dan hari ini dia ingin menanyakan sesuatu kepada Raja.
ㅤ
Kecepatan sayap milik Levi sungguh cepat, dalam sepuluh menit dia yang sebelumnya berada di Gunung yang letaknya dekat dengan Ibukota segera sampai di Istana. Prajurit membuka jalan dan membiarkan Levi memasuki Istana, mereka sudah tidak asing dengan nama ’Ksatria Burung Kematian’ karena perbincangan tentang Pahlawan masih sangat hangat.
ㅤ
Ketika Levi melewati Prajurit, dia dapat mendengar beberapa sedang membisikkan sesuatu tentang dirinya, namun dia memilih untuk mengabaikannya. Setelah masuk ke dalam Istana dia berjalan menuju ruangan singgasana, Levi sempat di hadang oleh beberapa Prajurit yang berada di depan pintu ruangan singgasana namun apalah daya para Prajurit yang sekali Levi mengepakkan sayapnya seketika terhempas.
Levi pun akhirnya memasuki ruangan singgasana, ketika membuka pintu dia dapat melihat Raja sedang duduk di atas singgasana namun ada seorang wanita di pangkuannya.
ㅤ
“Ehem, maaf aku datang di waktu yang salah...” Sekarang Levi mengerti mengapa ada beberapa Prajurit yang di tugaskan berjaga di depan pintu.
ㅤ
Raja mengerutkan kening ketika melihat Levi memasuki ruangan singgasana, dia baru saja ingin bermain dengan sang Istri tetapi karena kedatangan Levi dia akhirnya menunda. Daun mengatakan untuk istrinya segera memakai pakaiannya di belakang bangku singgasana.
ㅤ
“Yang Mulia maaf telah lancang memasuki Ruangan...” Levi merasa sangat canggung karena telah membuat sepasang kekasih harus menunda waktu mereka.
ㅤ
ㅤ
“Singkat cerita, aku ingin memasuki Gerbang Dimensi...” Levi sedikit menundukkan wajahnya.
ㅤ
Sebenarnya Levi bisa saja langsung memasuki Gerbang Dimensi yang berada di halaman Istana, meskipun Daun melarangnya dia dapat dengan mudah menerobos untuk masuk.
ㅤ
Hanya saja, Ling Chen telah mengatakan kepada Levi dan seluruh Pilar pelindung nya untuk selalu menghormati rekan mereka, Levi yang sebelumnya masih tidak dapat menundukkan wajahnya pada siapapun selain Tuannya perlahan mulai bisa meskipun tidak ikhlas.
ㅤ
Daun sebenarnya terkejut dengan perkataan Levi, namun dia langsung menjawab pertanyaan tersebut dengan penolakan.
ㅤ
“Apa masalahnya?” Levi bertanya, dia mengherankan jawaban Daun.
ㅤ
__ADS_1
“Pangeran Chen melarang ku untuk mengizinkan seseorang memasuki Gerbang miliknya, karena dia berkata akan ada sesuatu yang buruk jika di langgar.” Daun menjelaskan alasannya.
ㅤ
Memang kalau di pikir-pikir kembali Daun sendiri cukup yakin tidak ada sesuatu yang sempurna, jadi meskipun Gerbang Dimensi adalah sesuatu yang praktis pasti akan memiliki dampak buruk.
ㅤ
Levi tidak membantah lebih jauh dia sadar dia tidak bisa membantah keputusan Tuannya, dia pun berniat pergi meninggalkan Daun bersama dengan istrinya yang mengumpat di belakang Singgasana, tetapi sebelum dia dapat beranjak pergi suara Daun membuatnya berhenti.
ㅤ
“Memang saat ini kau tidak boleh memasukinya tetapi dua hari lagi aku jamin kau dapat memasukinya, bahkan kau bisa menjadi yang pertama memasuki Gerbang Dimensi itu...” Daun merasa perlu sedikit memberikan semangat kepada Levi.
ㅤ
Levi memasang senyum tipis, dia menyadari niat tersembunyi Sang Raja mengatakannya untuk sedikit menghiburnya, “Baiklah, terima kasih Yang Mulia...”
ㅤ
Setelah selesai mendapatkan jawaban Levi berjalan dan pergi keluar istana, sayap hitamnya yang terbentang luas membuat setiap mata Prajurit memandangnya dengan harapan suatu saat dapat terbang sepertinya.
**
“Kalau kita masih berada di sini hingga malam nanti aku merasa mungkin itu akan menjadi akhir kita...” Seorang Pemuda berambut merah mengatakannya dengan wajah khawatir.
ㅤ
Dia bisa melihat banyak Giant Ras Udara yang mulai memeriksa area sekitar Tembok Kerajaan, dalam beberapa Jam lagi mungkin mereka akan segera memeriksa area tempat dirinya bersembunyi dengan yang lain.
ㅤ
“Kaito benar Tuan, kita tidak bisa terus berada di sini, kita harus mencari tempat bersembunyi yang lain atau kita akan segera di temukan.”
ㅤ
Kedua pemuda ini mulai mendesak seorang pemuda lainnya, matanya yang merah sangat tajam dan mendominasi membuat setiap hewan buas takut berada di sekitarnya. Ketika pemuda ini menghela nafas, angin mulai bertiup kencang, “Huh, baiklah-baiklah kalau begitu kita cari tempat bersembunyi yang lain.”
ㅤ
Pemuda itu berdiri diikuti oleh yang lainnya, memang situasi Kerajaan Victorious tidak bagus semenjak hilangnya tawanan mereka, pemuda itu kemudian membuat sebuah Gerbang di dekatnya menjadi tidak terlihat lalu meninggalkan nya.
...— — —...
......**Sedang berusaha supaya bisa update setiap harinya menghibur beberapa pembaca.......
(❤️) klik
__ADS_1
^^^^^^Written by : arkan**^^^^^^