Demon Lord System

Demon Lord System
Ch. 166 - Artefak Fire Arrow Spider


__ADS_3

Menara Jianhou terkenal dengan dua belas pendekar wanita, semua pendekar wanita memiliki ciri khasnya masing-masing dan kemampuan yang unik. Di antaranya adalah Xue Yin.


Di taman yang keberadaannya tidak jauh dari Menara Jianhou, Xue Yin sedang berlatih sendirian ditengah malam. Angin besar tidak membuatnya berhenti berlatih, dia terus mengayunkan pedangnya sambil beberapa kali mengalirkan energi kepada pedangnya dan membuat banyak pohon runtuh.


"Lihat ini, putri kecil kerajaan yang dulu mudah menangis telah berubah menjadi wanita dewasa." Suara wanita tiba-tiba terdengar dari belakang.


Suara tersebut membuat Xue Yin menoleh kebelakang. Dia mengenali suara tersebut namun geram dengan perkataannya. Xue Yin dapat melihat, wanita dewasa dengan telinga panjang yang seperti elf dan memakai jubah hitam.


Tingginya 178 cm, dan tubuhnya adalah keindahan yang didambakan oleh semua laki-laki.


Xue Yin berlari menuju wanita itu, lalu. memeluknya, "Kakak! Kau lama sekali! Aku khawatir sekali! Dan juga jangan mengoloku lagi! aku sudah dewasa!"


Yanna hanya terkekeh geli, mengolok adiknya adalah sesuatu yang menyenangkan hatinya.


"Ah ngomong-ngomong Xue'er, katanya selagi aku menjalani misi, ketua Jiu merekrut pemuda bernama Ling? Apakah benar?" Yanna memastikan.


Xue Yin melepaskan pelukannya lalu menganggukkan kepalanya.


Yanna mengambil batu di tanah, "Aku tidak tau kenapa ketua Jiu menerima laki-laki tersebut, tetapi aku akan memastikan membunuhnya jika dia berperilaku mesum terhadap salah satu dari kita." Yanna mengepalkan tangannya seketika batu tersebut hancur.


Xue Yin hanya tersenyum tipis sambil menggaruk kepalanya, dia kemudian menceritakan segalanya kepada Yanna.


Yanna beberapa kali sedikit terkejut karena mengetahui pemuda itu dapat menggunakan pengobatan tradisional dari Benua keberadaan leluhur ketua Jiu dan istana kerajaan Amera Frost.


"Hmm begitu, tidak heran ketua Jiu menerimanya, mungkin dia ingin mengetahui teknik pemuda tersebut. Tetapi aku sungguh terkejut mendengar dia berada pada tahap Epic, di usianya yang masih mud–"

__ADS_1


Belum menyelesaikan perkataannya, Yanna menarik tangan Xue Yin ke arahnya. Namun rupanya dia salah paham karena yang datang adalah pasukan khusus yang berada di bawah bimbingan Yanna langsung.


"Ada apa? Kalian seperti habis melihat hantu saja, coba ceritakan padaku apa yang terjadi."


"Tetua Yanna, diperjalanan kami menuju Menara Jianhou. Terdapat suatu kediaman yang diserang, dan kediaman itu berada langsung dibawah pengaruh dan pengawalan Menara Jianhou."


"Apa! Lalu bagaimana keadaannya, sebaiknya kita langsung ke sana untuk membantu mereka."


Sebelum dapat melompat, pasukan khusus yang berada dibawah bimbingan Yanna menggenggam tangan Yanna dan menggelengkan kepalanya.


"Mohon tetua tidak ke sana, saya akan menceritakan lagi... Saat kami ingin membantu karena melihat banyak prajurit penjaga tewas, tiba-tiba dari dalam tanah muncul begitu banyak monster skeleton yang biasanya muncul dalam dungeon atau makam. Pada awalnya kami menduga muncul makam disana, tetapi setelah menunggu lebih lama. Kami dapat memastikan pemuda yang menginap di sana yang mengendalikan mereka."


"Tunggu, saat ini yang berada di bawah perlindungan Menara Jianhou secara penuh hanya Ling. Berarti..." Xue Yin sudah menebak kebenaran.


"Itu yang ku maksud tuan putri, saya hanya mencoba melaporkan ini kepada tetua dan tuan putri. Saya harap tetua dan tuan putri dapat memberitahu ini kepada Ketua Jiu Lan." Setelah mengatakan hal tersebut, wanita yang menyelimuti tubuhnya dengan kain hitam bak Shinobi dalam anime, menghilang.


...* *...


TL/N : Menyembunyikan sesuatu disini merujuk kaya melakukan perencanaan berkhianat atau apapun yang mengancam Menara Jianhou.


Masalahnya, Ling telah berkontribusi besar terhadap Menara Jianhou. Dan juga bisnis dan teknik kesehatan miliknya masih sangat diinginkan Jiu Lan. Jiu Lan percaya dan yakin terhadap Ling.


"Kalau begitu kita hanya harus bertanya kepadanya, aku juga percaya dengannya. Kalau dia ingin dia seharusnya telah membunuhku yang saat itu berdua dengannya di atas. Terlebih dia dapat mengeluarkan pasukan skeleton, dia dapat pergi dengan mudah. Dan juga pelayan yang selalu bersamanya. Aku bahkan tidak dapat melihat Kultivasi mereka, mereka sungguh berada di kekuatan yang berbeda dengan kita." Ucap Xue Yin sedikit menyarankan dan memberitahu.


"Yah, selama mereka tidak berkhianat aku tidak akan membunuh mereka." Yanna masuk ke dalam pembicaraan.

__ADS_1


Jiu Lan kembali mengingat bahwa Yanna telah kembali dari misinya, dia kemudian melirik Yanna dan bertanya.


"Yanna, sebagai tetua ke tiga belas Menara Jianhou kemampuanmu tidak diragukan lagi. Lalu aku disini akan langsung bertanya kepada intinya, apakah kau berhasil mendapatkan artefak nya?"


Yanna yang tadi tersenyum sambil mengutuk laki-laki bernama Ling langsung mengubah raut wajahnya menjadi serius.


"Aku berhasil mendapatkannya ketua, dan artefak kali ini yang kudapat adalah artefak..."



"Artefak ini memungkinkan penggunanya dapat mengendalikan semua laba-laba dalam durasi 30 menit. Saat memakai artefak ini aliran darah juga akan diperbaiki dan meskipun tubuh kita meledak ataupun kita terbelah dua, dengan artefak ini kita tetap akan hidup (dalam mode diaktifkan). Dan juga Waktu clowdown adalah 60 menit. Batas penggunaan adalah 5 kali dalam sehari." Yanna menjelaskan.


"I-ini, ini terlalu luar biasa, artefak ini di tingka–"


"Artefak ini ditingkat SS." Yanna menjawab sebelum Tetua Yue Lian.


...* *...


Pada akhirnya waktu berjalan hingga tengah malam, setelah selesai membahas Ling mereka akhirnya mengambil keputusan yang sama dengan Jiu Lan dan Xue Yin. Yanna juga ikut terpaksa menyetujuinya namun seperti biasa dia memberikan ancaman.


Sedangkan itu keesokan harinya mereka kedatangan surat yang tidak di duga. Surat itu berasal dari Bukit Penyihir yang menyatakan kemarahan mereka terhadap Menara Jianhou yang sudah menyerang orang mereka.


Yanna yang pada saat itu berada di sana berdecak kesal sambil melepaskan mantra sihir secara acak ke luar Menara Jianhou. Dia tidak terima mendapatkan cacian dari para bajing*n Bukit Penyihir.


"Tenanglah Yanna, kau harus mulai bersikap tenang. Kau terlalu emosional, baiklah sebaiknya kita siap-siap untuk berangkat ke kediaman tuan Ling untuk menanyakan perihal semalam."

__ADS_1


Jiu Lan sepakat, pada pagi hari dirinya, Xue Yin dan Yanna akan pergi ke kediaman Ling untuk menanyakan perihal semalam.


"Ya yah mari pergi, ku harap dia sedikit berbeda dengan kebanyakan laki-laki mes*m di luar sana."


__ADS_2