
Di dunia ini, Ling kurang lebih telah mengetahui beberapa tingkatan kekuatan, berikut beberapa tingkatan yang telah Ling baca di waktu senggang nya.
- Petarung Perunggu.
- Petarung Perak.
- Petarung Emas.
- Petarung Emas Murni.
- Petarung Master.
- Petarung Grand Master.
- Petarung Epic.
Namun di tulis dalam sejarah manusia, tidak ada manusia yang pernah melewati tingkatan dari pada Epic, dulu di kerajaan ini juga hanya terdapat satu Petarung Epic, setelah itu tidak ada lagi seseorang yang sampai hingga Petarung Epic.
Kembali ke cerita, selesai Ling meminum ramuan dan juga mendapatkan obat oles ditangan nya, Ling merasa tangannya kembali lebih baik dari sebelumnya.
Ling tersenyum dan berterima kasih atas obat yang diberikan oleh Sasaki, Sasaki kemudian berdiri dari kursinya secara tiba-tiba, membuat Ling heran.
"Ada apa Senior Sasaki?" Tanya Ling.
Sasaki tersenyum sambil menggaruk kepalanya, dia kemudian menjelaskan bahwa hari ini adalah hari ulang tahun adiknya yang bernama Yuki, Ling sontak terkejut dengan perkataan Sasaki, dia kemudian menanyakan sesuatu kepada Sasaki.
__ADS_1
"Senior, apakah adik mu adalah murid luar? dan juga apakah dirinya ketua kelompok ilusi?" Tanya Ling sambil tersenyum tipis.
"Benar, bagaimana kau bisa tau? apakah kau dapat membaca pikiran ku?" Tanya Sasaki tersenyum.
Ling menggelengkan kepalanya pelan, lalu dia menjelaskan bahwa dia mempunyai bawahan yang bernama Yuki, dan juga dia adalah ketua kelompok dari kelompok ilusi, tentu itu membuat Sasaki sedikit terkejut.
"Aku tidak menyangka kau adalah tuan dari adikku, kau tidak melakukan tindakan yang macam macam kan kepada adikku." Tanya Sasaki tersenyum penuh makna. Membuat Ling menyadari bahwa Sasaki mungkin menduga dirinya melakukan tindakan yang macam macam kepada adiknya itu.
Ling segera membenarkan perkataan Sasaki, Ling menjelaskan dirinya hanya menyuruh Yuki untuk menyiapkan makanan dan juga membersihkan kamarnya, Ling juga bercerita bahwa tadi malam dirinya memberikan sebuah hukuman kepada Yuki karena dirinya terlambat untuk pulang.
Cerita tentang Yuki yang dihukum membuat beberapa kerutan di wajah Sasaki, namun dirinya yang masih terlihat tersenyumlah yang membuat Ling menatapnya berbeda, Ling mengenali orang jenis seperti ini, mereka sangat menyayangi keluarganya lebih dari apapun, namun juga akan menghukum bila keluarga mereka salah.
Suasana menjadi hening saat Sasaki terus menatap Ling, namun tidak beberapa lama pintu kembali terbuka dan terlihat Tetua Queen datang bersama dengan seorang wanita sebaya dengan Ling.
Sasaki segera memberikan hormat nya, Ling juga mengikuti nya meskipun tetap duduk di atas ranjang.
Ling mengangguk membalas perkataan Tetua Queen.
"Syukurlah, Ouh ya, Ling, perkenalkan, dia adalah putriku." Tetua Queen melirik ke arah putrinya yang berada di sampingnya itu.
Sosok wanita berambut merah di kuncir dua dengan mata yang berwarna ungu, maju mensejajarkan dirinya dengan Tetua Queen, dia kemudian memperkenalkan dirinya sebagai Anggeline Liqua.
"Salam kenal Liqua." Ling tersenyum menghadap ke arah Liqua.
"Ling, bagaimana jika malam ini kau tinggal di kediaman ku saja dulu, besok kau juga akan kembali berlatih bersamaku." Tetua Queen menawarkan, dirinya juga ingin memanfaatkan situasi itu untuk membuat suatu krisis dimana Ling dan putrinya akan saling bertemu dan mengobrol, mungkin dari situ dirinya dapat membuat Ling jatuh hati kepada anaknya.
__ADS_1
Ling menggelengkan kepalanya pelan lalu menjelaskan dirinya tidak dapat berlama lama disini karena pelayan nya mungkin akan khawatir, "Tenang saja Tetua Queen, aku sudah agak mendingan kok." Ling tersenyum tipis ke arah Tetua Queen, tentu sebenarnya bukan hanya itu saja alasan Ling, namun alasan Ling yang sebenarnya adalah karena dirinya telah berkata kepada pelayan Undead nya itu bahwa dirinya akan datang besok, dan sekarang ini adalah hari dimana dirinya harusnya datang.
"Sayang sekali, kalau begitu aku juga tidak dapat memaksakan dirimu untuk tinggal, kalau begitu aku akan menyuruh prajurit ku untuk mempersiapkan kudamu." Tetua Queen kemudian melangkahkan kakinya keluar kamar.
Setelah Tetua Queen menghilang dari pandangan semua orang, Liqua mengajak Ling mengobrol sebentar sebelum dirinya juga ikut berpamitan, kini Ling kembali berdua dengan pria bernama Sasaki itu.
"Aku sungguh tidak melakukan hal lain selain itu." Ucap Ling serius sambil menatap Sasaki.
"Baiklah aku percaya, maafkan aku yang terlalu menekan mu tadi." Sasaki meminta maaf senyuman kini terlihat tidak kembali memaksa.
Ling pun menjadi lebih lega setelah Sasaki berkata seperti itu, dia kemudian beranjak dari kasurnya pelan pelan, yang sakit adalah tangannya, jadi Ling tidak terlalu khawatir bila kakinya juga bermasalah.
Sasaki mencoba membantu Ling, hanya saja Ling menolaknya, dia yakin dirinya dapat sendiri, setelah Ling berdiri, Sasaki pun juga ikut berdiri, "Ling,. bisakah diriku berkunjung ke kediaman mu? aku ingin merayakan ulang tahun adikku." Sasaki terlihat meminta untuk Ling mengizinkan nya, meskipun murid inti, bukan berarti mereka dapat berlaku seenaknya, mereka hanya diperbolehkan untuk masuk ke kediaman orang jika murid dalam itu bermasalah, tetapi jika tidak, mereka harus mempunyai izin dari pemilik kediaman, jika tidak merekalah yang akan mendapatkan hukuman dari para tetua.
Ling tersenyum ragu, pasalnya dirinya akan langsung pergi keluar dari Akedemi untuk berkunjung ke kastil, terlebih lagi hari telah menjelang sore, Ling tidak punya banyak waktu jika dirinya sampai pada malam hari di Akedemi, karena pintu gerbang Akedemi akan ditutup, memang benar dirinya dapat masuk kedalam dengan terbang, tetapi pastinya saat itu juga energi "Mana" Ling pastinya sudah habis karena menggunakan nya untuk terbang dan balik ke Akedemi, dan pada saat itu, dirinya pasti tidak dapat menggunakan dua skill secara sekaligus karena "Mana" yang tersimpan tinggal sedikit.
Ling kemudian terpirkan untuk membuat Sasaki pergi ke kediamannya pada malam hari, namun dirinya masih memikirkan rencananya, tepat setelah beberapa menit kemudian, Ling terpikirkan sebuah rencana, namun karena dirinya dari tadi hanya terlihat diam saat berdiri, membuat kesan yang aneh bagi Sasaki.
"Senior Sasaki, bagaimana jika aku membantumu untuk menyiapkan kejutan pada Yuki, namun kau harus datang mengejutkan Yuki pada tengah malam hari, aku akan menyuruh yang lainnya juga ikut membantu." Ucap Ling berusaha membuat Sasaki mengikuti rencananya.
Sasaki menggelengkan kepalanya pelan, "Aku tidak bisa jika harus tengah malam, Tetua yang berada di penginapan ku pasti akan menghukum ku." Jawab Sasaki sambil berusaha menjelaskan.
Ling kembali membujuk Sasaki, namun karena dirinya yakin cara biasa tidak akan berguna, akhirnya Ling pun terpaksa menggunakan sifat liciknya, "Senior Sasaki, sekali sekali dihukum demi adik tidak apa apakan? lagian setiap kali aku melihat keluar jendela, Yuki selalu terlihat memandang langit malam, aku yakin dirinya kesepian karena saat malam hari tidak pernah bertemu dengan kakaknya, mungkin dia menganggap bulan adalah kakaknya." Ling berusaha membuat buat cerita agar Sasaki jatuh ke genggaman tangannya.
_ _ _
__ADS_1
C o n t i n u e d :