Demon Lord System

Demon Lord System
Ch. 111 - Tersisa


__ADS_3

Dalam dunia ini, terdapat dua penyebutan untuk hewan. Sebutan yang pertama adalah monster, dan sebutan yang kedua adalah hewan sihir. Namun yang membedakan di antara keduanya adalah monster sama sekali susah untuk dikendalikan, sedangkan hewan sihir adalah hewan yang bisa dikendalikan.


Mudahnya, jika hewan itu jinak maka dia disebut hewan sihir sedangkan jika tidak maka dia akan disebut monster.


Setelah menaikan Rank pada Class miliknya, Ling menjadi sangat cepat dan pastinya lebih kuat. Berkat Class Assassin nya yang naik, Ling mendapatkan skill Weather speed. Di mana skill ini dapat mempercepat Ling di keadaan tertentu.


Sedangkan itu, sebelum Ling sempat Keluar dari dalam teluk. Ling merasakan panas dan tersetrum secara bersamaan. Namun itu masih dapat di tangannya, lagi pula itu tidak terlalu sakit. Itu semua berkat Class Undead milik Ling.


Perlu diketahui bahwa kemampuan yang dimiliki Class Undead adalah anti rasa sakit atau mengurangi rasa sakit. Seperti namanya, Undead adalah mayat, karena itu mereka tidak merasakan sakit.


Ling segera keluar dari dalam teluk itu. Melihat Ling telah keluar dari dalam teluk, Sakuya dan Sakuyi segera menghampiri Ling dan memberikan sebuah handuk untuk mengeringkan tubuhnya maupun pakaiannya.


"Terima kasih..."


Ling yang telah mendapatkan handuk dari kedua anak kecil itu segera mengeringkan tubuhnya. Ling juga dapat melihat bahwa seluruh anggota lainnya bersikap biasa saja seolah kejadian tadi tidak pernah terjadi. Itu wajar, sebab, Kaito adalah orang terkuat kedua setelah Ling, sedangkan Shukaku adalah orang terkuat ketiga setelah Kaito.


Ling membuka kostum bagian atasnya, dia kemudian segera memasukan kostum bagian atas itu kedalam sistem. Ling juga mengambil sebuah pakaian dari dalam inventorinya. Berkat Ling menyelam tadi, kini kostum hitamnya basah, meskipun ini anti api namun tentu saja ini tidaklah anti air.


Saat Ling kostum bagian atasnya, semua orang dapat melihat di tubuhnya Ling terdapat otot-otot perut. Mungkin ini lebih dikenal sebagai roti sobek. Meskipun begitu, tubuh Ling tidaklah terlalu besar.


Law segera menghampiri kedua gadis kembar itu, ini tidaklah bagus untuk dilihat oleh gadis kecil seperti mereka. Karena itu Law mengajak mereka untuk memakan sesuatu.


Sedangkan itu, tiba-tiba dari dalam teluk muncul kedua orang yang bukan dan tidak lain adalah Kaito dan Shukaku. Ling segera menghampiri mereka setelah kedua orang tersebut bertapak di daratan.


"Bagaimana dengan gurita tadi?" Ling langsung bertanya kepada intinya.


"Itu, kami tidak tau. Saat dia mendapatkan serangan yang cukup besar dari kita tadi. Dia langsung menghilang begitu saja..."


Kaito menambahkan bahwa mereka belumlah menggunakan seluruh kekuatannya. Namun mereka tidak tau kenapa gurita itu menghilang.

__ADS_1


Ling yang mendengar hal tersebut kini menjadi yakin dengan kesimpulannya. Namun untuk sekarang Ling dan teman-temannya lebih baik mengisi perut mereka terlebih dahulu dengan mayat yang berada di dalam inventori milik Ling.


* *


Satu jam telah terlewati semenjak insiden tadi terjadi. Ling dan rekan-rekannya saat ini telah selesai mengisi perut mereka dengan daging. Ling pun mulai memberitahu hasil kesimpulan yang dirinya dapatkan dari pengalaman Kaito, Shukaku maupun dirinya.


"Kesimpulan ku terhadap dunia buatan ini adalah..."


Ling memberitahu bahwa setiap monster di dunia ini hanyalah ilusi. Itu sudah terlihat jelas dari pengalaman Kaito maupun Shukaku barusan. Sihir kuno ini memiliki cuaca maupun wilayahnya, itu berarti sihir ini mengandung kekuatan ilusi yang sangat tinggi.


Namun yang menggangu Ling adalah dirinya sama sekali tidak dapat melihat bahwa ini adalah ilusi. Entah apa yang membuat dirinya tidak dapat melihatnya, yang pasti ini sudah sangat aneh.


Semua orang membuka tutup mulutnya saat mendengar kesimpulan milik Ling. Mereka setuju dengan Ling, sebab, tidak ada kesimpulan lain yang lebih kuat daripada ini.


Ling melirik ke kanan dan kiri, "Ganti rencana, aku punya firasat buruk jika terus berada di sini hingga siang hari."


Ling menyadari terdapat banyak hawa keberadaan yang akan sampai di tempatnya saat ini, biasanya Ling akan menghadapi mereka. Hanya saja di sini yang menjadi permasalahannya adalah waktu.


"Semuanya naik! Aku tidak ada waktu untuk menjelaskan kepada kalian. Aku akan memberitahu di perjalanan..."


Semua orang hanya menatap Ling heran, namun tanpa menunggu lebih lama mereka pun mengikuti apa yang Ling katakan. Kini seluruh anggota telah naik di atas hewan sihir milik Ling.


Ling pun saat itu segera memberikan perintah untuk rubah miliknya berlari sekencang mungkin.


Di perjalanan Ling menuju garis finis, Ling memberitahu kepada rekannya bahwa terdapat setidaknya 8 aliansi yang saat tadi berjalan mengarah kepada tempatnya. Jika Ling dan para anggotanya berada di sana lebih lama, Ling yakin bahwa pertarungan antara sembilan aliansi akan terjadi.


* *


2 Hari telah lewat di dalam dunia buatan, Ling saat ini sudah sampai di sebuah kota bernama Hotori. Jarak antara garis finis dengan kota Hotori sudah sangat dekat. Namaun karena Ling baru saja sampai, Ling pun memberi kesempatan untuk anggotanya beristirahat terlebih dahulu.

__ADS_1


Ling dan anggotanya masuk kedalam salah satu penginapan yang berada di sana, jika biasanya harus membayar, dalam dunia ini sama sekali tidak terdapat hal seperti itu. Manusia dalam dunia ini juga sama sekali tidak banyak bicara dan perkataan yang keluar dari mulut mereka bisa dibilang sama.


Saat baru saja sampai di tempat penginapan itu, Ling berniat untuk memakan makanan dari penginapan. Namun secara tiba-tiba Ling merasakan hawa keberadaan yang cukup kuat sedang berjalan ke arahnya.


"Semuanya, sepertinya kita tidak bisa beristirahat dulu." Ling tersenyum seringai, "Alasannya adalah... Kita harus melawan mereka!"


Brakkkk


Tembok penginapan lantai satu hancur, memperlihatkan banyak orang atau lebih tepatnya 10 orang yang berada di balik kepulan asap.


Seorang pria dengan pakaian yang terlihat sangat rapih berjalan keluar dari dalam kepulan asap, "Eh? Aku tidak menyangka aku akan bertemu dengan aliansi Reven Gouse. Beruntungnya kita..." Laki-laki itu tersenyum sinis mengejek Ling.


Laki-laki itu memiliki rambut berwarna coklat dengan tinggi sekitar 134 cm. Memiliki nama Absyr, dan juga memiliki senjata berupa katana, dan dia juga adalah wakil aliansi dari aliansi Kisame.


"Ouh, kalau tidak salah kalian ini dari aliansi Kisame yah. Aku tidak tau kenapa kalian berkata kalian beruntung tapi ku rasa jangan terlalu berharap jika kau bisa menang..." Ling tersenyum sinis berniat memancing amarah dari aliansi tersebut.


"Cih! Kalian hanya orang yang mengandalkan kepintaran saja. Kalian tidak akan bisa melawan Aliansi ku! Semuanya seran -"


Belum sempat menyelesaikan perkataannya, sebuah suara muncul cukup keras.


"Slot yang tersisa untuk pemenang hanya 1 lagi. Cepatlah menuju garis finis untuk memenangkan pertandingan..."


Ling terkejut bersamaan dengan seluruh aliansi di dunia buatan ini.


'Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus segera pergi sebelum anggota lainnya masu -'


Belum sempat menyelesaikan perkataannya, wajah Ling menjadi kaku saat menyadari sesuatu yang akan dihadapinya...


"Ini, yang benar saja... kenapa harus di saat-saat seperti ini..."

__ADS_1


_ _ _


Sebagai bentuk dukungan terhadap novel ini, kalian cukup melakukan Hal ini, ( like ) dan vote semampunya. Atau kalau tidak punya yah tidak apa-apa. Selamat malam~


__ADS_2