Demon Lord System

Demon Lord System
Ch. 64 - Itadakimasu~


__ADS_3

Kurumi berlari dengan cepat, kecepatan vampir sendiri sangatlah cepat, hanya dalam satu tarikan nafasnya, mereka dapat berlari hingga 150-1000 m, tergantung tingkat atau ras vampir tersebut.


Semua yang berada di kerajaan sama sekali tidak ada yang dapat melihat Kurumi, sebab, Kurumi sangatlah cepat, kecepatannya sendiri sekitar 100km/per menit, itu sangatlah cepat, dan juga jangan lupakan skill memberhentikan waktunya, dengan menggunakan kecepatan dan pemberhentian waktu, Kurumi sama sekali tidak mendapatkan kesulitan, namun saat dia sampai di lantai 3, dia menemukan seorang pria paruh baya di tengah-tengah lantai 3 itu, untuk tampilannya sendiri dia menggunakan pakaian berzirah besi berwarna merah tua, badannya juga besar, sedangkan rambutnya sendiri berwarna coklat.


Pria itu mengangkat kepalanya lalu melirik ke arah Kurumi dan berkata, "Siapa kau, dan bagaimana bisa masuk kedalam istana? dasar, prajurit di luar sama sekali tidak pecus!"


Kurumi membalasnya dengan senyuman seringai, namun di tutupi oleh tangan putih manisnya, "Aku adalah Kurumi, ras vampir yang mengincar kekuasaan kerajaan, jangan coba halangi aku jika tidak ingin mati." Kurumi tersenyum penuh makna.


"Kau pikir aku takut? aku adalah penjaga dari keluarga Phoneix, kau pasti tau itu, keluarga Phoneix adalah keluarga inti, memiliki banyak sumber daya dan harta, tingkat ku sendiri adalah Master bintang 1, kau tidak akan bisa melawanku." Dengan percaya diri pria paruh baya itu berkata lantang.


Kurumi yang mendengarnya hanya tersenyum namun dalam hati berkata bahwa pria yang kini di depannya sangatlah bodoh, bagaimana bisa dia mengatakannya, apakah dia kasihan dengan Kurumi? apa karena Kurumi wanita? bodoh sekali.


Kurumi tanpa basa-basi segera menyerang pria itu dengan kukunya yang tajam, namun dapat terlihat pria paruh baya itu hanya tersenyum lalu mengibaskan pedangnya, dan disaat bersamaan itu juga, sebuah ombak api muncul ke arah Kurumi.


"Hahahaha, kau tau, jika benar kau vampir, kau berarti sangat sial bertemu dengan ku, vampir lemah dengan api, sedangkan aku adalah wizard yang mengutamakan esensi api dalam serangan ku, tamat sudah riwayat mu, hahaha."


Pria yang bernama Hakho itu tertawa sambil terus mengibaskan pedangnya secara terus menerus, membuat sebuah api yang seperti ombak yang menghantam/mengincar ke arah Kurumi secara bertubi-tubi. Sayangnya, Kurumi sangat cepat dan serangan ombak itu cukup lambat.


Untuk Kurumi sendiri dia tidak menggunakan kekuatan waktunya terlebih dahulu, dia sedang mencoba untuk membiasakan untuk menggerakkan tubuh barunya agar lebih lihai dalam melakukan berbagai gerakan.


Perlahan tapi pasti, Kurumi menghindari serangannya Hakho dan mengelilinginya berniat menyerangnya dari belakang, hingga dia kemudian berhenti di belakang Hakho, Hakho tentunya tidak membiarkan Kurumi menyerangnya, dia berpaling dan mengeluarkan sihir api berbentuk tapak ke arah Kurumi.

__ADS_1


"Sihir kitab api - Gerakan keempat tapak api!"


Sebuah tapak yang terbentuk dari api melaju cepat ke arah Kurumi, sedangkan untuk Kurumi sendiri hanya tersenyum lalu mengibaskan tangannya, dalam seketika ruangan menjadi sangat dingin dan tapak api itu langsung menghilang begitu saja.


"Memang benar vampir adalah mahluk yang akan musnah jika terbakar, tetapi untungnya vampir dianugerahi esensi Es dari dewa Hades, kami tetap dapat bertahan meskipun lawan kami adalah pengguna esensi api!"


Kretektektek...


Saat Kurumi berbicara, sebuah es perlahan muncul dari kakinya dan membekukan lantai ke arah Hakho, dan tepat saat Kurumi berteriak, es itu telah membekukan kaki dari Hakho hingga ke pinggangnya.


Hakho yang seketika itu merasakan nyawanya terancam langsung menggunakan seluruh energi "Mana" nya untuk melelehkan es yang membekukan dirinya, namun sayang di antara sayang, es yang Kurumi gunakan sangatlah dingin, itu hanya dapat di lawan dengan api yang panasnya sekitar 760 derajat, dan itupun hanya dapat melelehkan perlahan.


Kurumi kemudian berjalan ke arahnya lalu dapat terlihat tangannya secara perlahan mengeluarkan sebuah pedang yang terbuat dari es, itu biasanya digunakan oleh orang-orang yang mempunyai esensi tipe Es.


"N..nona cantik, mohon ampuni nyawa saya, saya akan menjadi budak nona asalkan nona tidak membunuh saya, saya juga akan melakukan apapun demi nona, S-saya akan melakukan apapun untuk nona jika nona mengampuni nyawa saya."


Hakho yang putus asa berbicara tanpa panjang lebar, dia sangat takut sekali dengan yang namanya kematian, namun disaat yang bersamaan juga dia tidak berani untuk berkhianat dengan kepala keluarga Phoneix.


"Benarkah?"


"B..benar nona, apapun! apapun akan saya lakukan untuk nona!" Wajahnya terlihat sangat pucat, jelas wajahnya mengandung ketakutan yang mendalam saat melihat Kurumi telah beberapa meter saja darinya.

__ADS_1


"Bagus, kalau begitu..."


Kurumi berjalan dan sampai di samping tubuh dari hakho, dia kemudian membisikkan sesuatu, "Aku ingin kau mati sayang♥~" Kurumi menjilat telinganya lalu kepalanya terlihat menurun beberapa cm dan kini tepat berada di leher hakho, "Itadakimase." Kurumi mengigit lehernya di bagian yang terdapat uratnya, sebab, urat adalah tempat mengalirnya darah.


*ITADAKIMASE : LATINAN DARI SELAMAT MAKAN.


"Akhhhhh!"


Suara itu berhasil menggema keseluruh ruangan, beberapa orang juga dapat mendengar teriakan dari Hakho, namun di saat mereka masuk kedalam ruangan Hakho, Kurumi telah selesai menghisap habis darahnya dan menghentikan waktu disekitarnya.


Dengan begitu, Kurumi dapat kabur dari mereka tanpa diketahui, dan juga perlu diketahui vampir akan semakin kuat saat mengonsumsi darah manusia ataupun monster lainnya, untuk Kurumi sendiri kini langsung mencapai tingkatan Master bintang 6 setelah meminum habis darahnya Hakho.


Sedangkan untuk orang-orang yang datang ke ruangan lantai 3 atau bisa disebut loby dari ruangan ketiga, langsung menemukan seorang pria paruh baya yang terlihat sangat pucat, es yang mengelilinginya juga menghilang, itu karena sebenarnya Kurumi melakukan....


"Wa!" Hakho menyerang orang-orang disekitarnya tanpa pandang bulu, rata-rata semua orang yang datang adalah prajurit yang berpatroli, dan hanya terdapat beberapa orang pasukan khusus yang datang, namun dibandingkan dengan Hakho, mereka jelas di bawahnya.


Kurumi sambil berlari terus tertawa, dia sengaja tidak membunuh hakho karena dia memang berniat menjadikan hakho sebagai pengalihan, dan juga perlu diketahui, vampir mempunyai racun yang dapat membuat orang menjadi gila dan menyerang apa saja disekitarnya, namun orang yang dijadikan gila itu akan langsung tunduk saat berhadapan dengan yang membuat dia menggila.


Sepanjang perjalanan menuju lantai 5, Kurumi membunuh semua prajurit yang menjaga, tidak ada yang dapat menghindari serangannya, dan juga semua serangan Kurumi bersifat membunuh, dia menargetkan leher dari setiap prajurit yang menjaga, namun tidak ada yang dapat menghindari serangannya karena pemberhentian waktunya.


_ _ _

__ADS_1


[ 9/40 ]


__ADS_2