
Saat ini, Ling telah berada di sekitar Kastil tua yang menjadi markasnya. Dia berjalan santai menuju kastil yang di sekitarnya berkabut.
Dari kejauhan, Ling dapat melihat Vamas yang dilatih sangat keras. Bagaimana tidak dilatih dengan keras? Pisau-pisau yang dilemparkan oleh pelayan Undead Ling sangat cepat. Membuat sekujur tubuh Vamas terluka parah.
Ling hanya menghela nafas panjang, latihan yang diberikan oleh pelayannya memang keras. Akan tetapi, ini masih kurang efektif untuk menciptakan monster.
Beberapa saat kemudian, Ling pun sampai di depan Kastil. Semua pelayan Ling berhenti dan segera memberikan hormatnya kepada Ling.
"Yah, ku pikir latihan yang kalian berikan masih kurang bagus. Hhm, tapi untuk sekarang mari masuk. Aku memiliki berita yang akan sangat berguna sebagai batu loncatan kita." Ucap Ling sebelum berjalan memasuki kastil.
* *
Setelah berkata panjang lebar, mereka juga menyentujui bahwa memang tidak ada orang yang lebih kuat lagi daripada Pahlawan, Petualang Rank S dan yang terakhir adalah tiga Keluarga Inti.
"Yah, aku hanya ingin kalian untuk membantuku menyelediki latar belakang mereka. Hhm, namun jika ditanya, aku ingin kalian untuk lebih menyelediki seluruh latar pahlawan kerajaan. Aku memiliki penilaian ku sendiri tentang ini."
Sebenarnya, yang membuat Ling berfikir bahwa salah satu pahlawanlah yang menjadi dalang. Itu dikarenakan saat pertarungan pahlawan dengan skeleton miliknya. Secara tiba-tiba Ling tidak dapat kembali memerintahkan skeletonnya.
Skeleton yang hancur dan tidak dapat dikendalikan kembali akan sangat berbeda. Karena itu wajar bagi Ling untuk mewaspadai para pahlawan.
"Baiklah, semuanya, malam ini adalah hari di mana kita akan menyerang kerajaan. Sebelum itu, aku ingin kalian menyelidiki latar belakang para pahlawan.Itu saja, ah yah..."
Ling terlihat mengeluarkan sesuatu dari dalam sistem miliknya.
"Ini adalah skill telepati. Kalian bisa menghubungi ku lewat skill ini. Yah, cara untuk menyimpan kontaknya sangat mudah." Ling berjalan ke arah Miru, lalu merangkul kepalanya.
Setelah itu, Ling juga memajukan kepalanya, sebenarnya hal itu membuat Miru malu. Namun beberapa saat kemudian dia baru sadar kalau tuannya hanya ingin menyentuhkan jidatnya dengan jidatnya.
"Jika sudah dapat menguasainya, kalian hanya perlu melakukan hal itu. Paham?"
"Siap paham!"
"Bagus, hhm kalau begitu kemari semuanya...."
Beberapa menit kemudian, Ling pun telah selesai melakukan persyaratan untuk menggunakan skill telepati.
"Ehm, baiklah, dari kalian semua maju 1 perwakilan lalu beritahu informasi yang kalian dapatkan. Yah, yang penting saja."
Ucap Ling yang kemudian duduk di bangku singgasananya.
Seorang pria berambut coklat maju dan berlutut di depan Ling. Tampilannya terlihat macho dan tubuhnya sangat besar. Memiliki pakaian khas berupa kulit singa.
"Tuan." Undead itu berlutut.
"Bicaralah." Ucap Ling sambil menyilangkan kakinya.
"Kerajaan Bhaki menolak untuk campur tangan. Namun aku berhasil membuat mereka berpihak kepada kita."
__ADS_1
"Ah begitu, yah, sebenarnya ini sudah ku duga. Tapi yah, ok. Lanjut."
"Distrik pasukan elite baru-baru ini menerima sekitar 300 orang. Kemampuan mereka setara dengan tingkat Emas hitam."
"Ouh, ini sangat mengejutkan. Tapi yah, lanjut." Ling hanya tersenyum, baginya ini adalah masalah kecil. Yang menjadi permasalahannya adalah para pahlawan, petualang rank S dan yang terakhir adalah Keluarga Inti. Selain itu tidak masalah.
"Baru-baru ini terdapat isu yang mengatakan pahlawan Aojin terkena racun. Aku tidak bisa memastikan kebenarannya, tapi ku rasa ini tetap harus dilaporkan."
"Ah, si kapar*t itu. Ok, sepertinya cukup, Xan Zhang. Kau sudah bekerja keras. Kalau begitu aku ingin kau melakukan sesuatu..." Ling maju lalu membisikan sesuatu kepada Xan Zhang.
Xan Zhang dengan teliti menyerap maksud tuannya. Dia kemudian mengangguk kecil setelah Ling selesai berbisik padanya.
"Baik, hamba mengerti."
Ling tersenyum, dia kemudian kembali memanggil beberapa pelayanya dan memberikannya tugas masing-masing. Penyerangan akan dilakukan malam hari, yah, itu sebenarnya untuk mencegah identitas diketahui.
Setelah semuanya mendapatkan tugasnya masing-masing. Mereka kemudian bersujud di depan Ling yang kini berada di singgasananya sambil menyilangkan kaki.
"Kalian adalah pelayan ku yang terhebat, aku kagum dengan kalian. Yah, jadi laksanakan tugas ku sekarang!"
"YES MY LORD!!!" Mereka semua berkata serempak.
Sesuatu yang telah lama hilang di hati Ling tiba-tiba terasa kembali. Jantung Ling berdetak kencang saat mendengar perkataan mereka. Seolah Ling sangat menanti-nanti saat ini.
"Ah, sial, ini mengingatkan ku tentang pasukanku dulu." Ucap Ling sambil menutupi area wajahnya dengan satu tangannya.
Sedangkan itu, di turnamen saat ini, Ling telah berada di ruangan tunggunya lagi.
"Hey Ling! Kemana saja kau?!"
Ling hanya diam sambil menatap Count. Pandangannya terlihat kosong dan raut wajahnya datar. Ling hanya berjalan melewati Count kemudian duduk di sofa.
Count hanya dapat menghela nafas, setidaknya Ling sudah sampai.
Count pun duduk kembali di sofa yang di tengah-tengahnya terdapat meja itu. Dia saat ini melihat pertandingan kembali dengan serius. Wajar, semua peserta pun akan melakukan hal yang sama. Itu karena untuk menganalisis lawan.
Tiba-tiba, Shukaku merangkul tangan Count lalu berkata, "Apa kau ingin bertaruh denganku?"
Count memalingkan wajahnya ke arah Shukaku, "Heh, siapa takut."
"Hahahaha, sudah kuduga. Baiklah, aku pilih Aliansi Syinmurai."
"Heh, oke, aku pilih Aliansi Lord Hans sisi lawan."
Mereka berdua tersenyum seringai satu sama lain. Dalam hatinya, mereka berfikir satu sama lain bodoh.
'Hahahaha, Aliansi Syinmurai akan kalah dengan Aliansi Lord Hans. Mereka memiliki pertahanan yang sangat kuat, aku yakin Syinmurai tidak akan mampu mengalahkan mereka.' Batin Count sambil tersenyum seringai.
__ADS_1
'Hahahaha, Aliansi Lord Hans akan kalah dengan Aliansi Syinmurai. Kau tidak tau saja Assassin dari aliansi ini sangat hebat. Yah, aku tidak mempermasalahkannya. Yang penting, aku menang.' Batin Shukaku sambil tersenyum seringai.
Sedangkan itu, kedua Aliansi yang diperdebatkan oleh Shukaku dan Count saat ini sedang berhadapan. Pertarungan sengit di antara mereka baru lewat 20 menit. Masih tersisa 40 menit lagi sebelum selesai.
* *
"Yama! Kau tidak akan bisa mengalahkan aliansi ku. Aliansi Lord Hans adalah yang nomor 1!"
Pria berambut merah dengan kulit gelap itu berkata tegas. Dia terlihat tersenyum sambil mengayunkan kapak di tangannya.
Sedangkan itu, di sisi lain, "He, kau meremehkan Aliansi Syinmurai? Kau pasti akan menyesali itu Kuma."
Pria berambut biru dengan pedang di tangannya membalas perkataan Kuma. Di terlihat tersenyum sambil menangkis Kampak itu dengan pedang di tangannya.
Kuma adalah pria berambut merah dengan gigi yang tajam seperti vampir. Kulitnya gelap dan alisnya tebal berwarna merah. Dia memiliki tinggi 185 Cm dan badannya sangat besar.
Berbeda dengan Kuma, Yama adalah pria yang terlihat tampan. Rambut birunya yang pendek tidak mengurangi ketampanannya. Tubuhnya yang tidak terlalu kekar tidak menjadi kekurangan di mata wanita. Semua itu karena... Tampan.
"Kuma! Kita lakukan serangan akhiran langsung saja!"
"Baiklah!"
Keduanya mundur lalu berancang-ancang dengan kuda-kudanya masing-masing. Kuma memegang kapaknya persis di sampingnya. Kampak itu terlihat mengeluarkan aura merah yang ganas dan kuat.
Kuma tersenyum seringai memperlihatkan giginya yang tajam.
Sedangkan itu, Yama. Memegang pedangnya persis di depannya. Aura biru yang tenang keluar dari dalam pedang itu. Yama tersenyum.
Saat keduanya tersenyum, mereka berdua maju dengan cepat sambil mengayunkan senjatanya masing-masing.
"Kuma!!!"
"Yama!!!"
"Ahhhhhhhh!!!"
Mereka berdua bertriak dengan keras, dalam beberapa detik kemudian, kedua senjata mereka pun beradu membuat sebuah gelombang yang sangat besar.
Rata-rata semua orang yang menonton terjungkir balik akibat gelombang yang sangat besar itu.
Di tengah-tengah aduan pedang dan kapak itu, sebuah asap muncul dan menutupi area lapangan pertandingan. Membuat seluruh penonton tidak melihat siapa yang menang.
Hanya satu hal yang mereka tau. Yaitu, terdapat satu orang pemenang. Itu karena penonton dapat melihat satu orang yang berdiri di tengah-tengah kepulan asap.
_ _ _
Dukung auhtor dengan like & Vote nya. Terimakasih
__ADS_1