
Sebenarnya aku sangat ingin menemui Xan Zhang secepatnya, akan tetapi Kurumi mengatakan dia hanya akan pulang setiap Minggu sekali. Karena itulah aku akan menunggu disini, dan sebenarnya bisa saja Kurumi mengajaknya untuk langsung keluar dari kerajaan Diamond dan kembali ke organisasi.
Sayangnya aku tidak ingin menganggu nya, lebih tepatnya aku ingin memanfaatkan namanya.
Akan tetapi, sebenarnya dalam hidup ini... Apa yang ku inginkan? Kebahagiaan? Kekasih? Perang? Atau kedamaian? Ah aku tidak tau. Aku sampai saat ini masih tidak tau apa tujuanku hidup, haruskah aku melindungi seluruh keluargaku? Dan menjadi penguasa dan melahirkan penerus?
Huh. Aku kembali menghela nafas, aku masih tidak mengerti untuk apa aku kembali dilahirkan di dunia ini. Aku mengambil susu yang disiapkan Rafaela, tidak lupa aku tersenyum kepadanya lalu meminumnya.
"Susu memang yang terbaik, aku tidak pusing seperti meminum bir..."
Sudah ku putuskan aku tidak ingin minum bir lagi, itu membuatku pusing. Tubuh ini rupanya lemah terhadap bir, haruskah aku mencari tubuh baru? Tidak-tidak, takdirku akan terus menjadi Ling, di masa lalu ataupun masa depan.
Hari kedua di kota Monday..
"Kurumi semakin kuat saja..."
"Yah kau benar, kita juga harus kembali berlatih agar tidak tertinggal..."
Aku hanya diam memakan makananku sambil mendengarkan pembicaraan Levi dengan Arthur. Aku memikirkan sesuatu yang rumit, ini tentang kesedihan ku... Ini terlalu menganggu, rasanya aku ingin mengeluarkan hati ku dan merobeknya.
Aku berpikir ini mungkin terkait dengan Yuki, mungkinkah... Aku jatuh hati?! Bagaimana mungkin! Aku ini orang yang tidak berperasaan! Bagaimana bisa aku jatuh hati dengan gadis ceroboh tersebut! Akh aku baru sadar, setelah ku ingat-ingat aku cukup dekat dengannya. Tidak lupa aku juga sering mengelus rambutnya dan kepalanya.
Aku menghela nafas berat, lalu segera menyelesaikan makanku dengan cepat. Setelah selesai, aku menaruh piring ke dapur dan kembali ke kamar.
Aku berbaring di kamar sambil melihat keluar jendela, angin sejuk masuk ke dalam kamar. Hatiku menjadi lebih tenang, aku ingin ketenangan seperti ini bertahan lama.
Huah... Angin ini menyejukkan!
Saat aku sedang menikmati pemandangan sambil berbaring di kamar. Aku merasakan kehadiran Kurumi di luar pintu, tepat sebelum dia mengetuk, aku sudah memperbolehkan masuk.
"Terima kasih..."
__ADS_1
Kurumi masuk ke dalam kamarku, akan tetapi aku tetap melirik keluar jendela. Tetap menikmati angin pagi yang sejuk ini.
"Tuan..."
"Ya, kau ceritakan saja..."
"B-baik..."
Kurumi menceritakan informasi yang dia punya, mulai dari kekuatan tempur kerajaan yang umum diketahui. Hingga rahasia negara/kerajaan ini. Semuanya Kurumi beritahu kepadaku, aku mengangguk-angguk namun pandanganku tetap tertuju keluar jendela.
Kurumi berhenti setelah jam mulai berganti, aku pun telah menerima banyak sekali informasi berguna.
...* *...
Kurumi mengajakku berkeliling kota, mungkin dia ingin agar aku tidak terlalu bosan berada di dalam rumah menerus. Rafaela pun ikut bersamaku, kami bertiga berjalan bersama-sama.
Aku memakai setelan kemeja berwarna hitam, dengan topi hitam yang hanya menutupi sebagian kepalaku. Sedangkan Rafaela, dia memakai pakaian sederhana, namun tetap saja kecantikannya menjadi nilai + dimata orang.
"Cih, dia pasti pakai sihir pengikat."
"Iyah."
Aku hanya tersenyum kecut, mereka tidak tau apa-apa dan langsung melontarkan perkataan tersebut. Andai saja mereka tau wanita cantik di sebelahku adalah pembunuh yang banyak merenggut nyawa di kota ini... Mereka pasti akan menarik ucapannya.
Kami terus berjalan, hingga seseorang berseragam hitam datang menghentikan kami. Pakaian mereka terlihat sama, dari yang terlihat ku rasa mereka ini prajurit walikota, jumlah mereka tiga dan masing-masing dilengkapi senapan di punggung.
"Selamat pagi tuan dan nyonya, mohon maaf bila kami menganggu. Apa kalian baru saja datang ke kota ini?" Petugas tersebut bertanya dengan wajah yang tersenyum tipis. Akan tetapi aku merasakan sedikit niat membunuh darinya.
"Ah Iyah, kami baru saja sampai di kota ini." Aku menjawabnya dengan santai.
"Kalau begitu apakah kalian telah ke datang ke Walikota? Kalian seharusnya datang ke pusat kota untuk menemui walikota..."
Aku merasakan kebohongan disini, untuk apa kami harus datang ke Walikota? Membayar biaya masuk? Ini tidak masuk akal, dan juga tidak ada semacam itu di kerajaan Whazard maupun Gronmond!
__ADS_1
"Maaf kami menolak, kami hanya sebentar di sini. Dalam seminggu kami akan pergi."
"Sayangnya... Kalian tidak bisa membuat keputusan itu di sini. Baiklah aku akan jujur, Walikota yang menyuruh kami membawa kalian, kami curiga kalian melakukan penyelendupan barang-barang ilegal. Maka karena itu menurut lah."
Wajahnya tersenyum seringai, aku rasa ini semacam jebakan. Mereka mengatakan dengan alasan barang penyelendupan tetapi mereka ingin mengambil barang-barang ku.. Huh baiklah ku ikuti permainan mu..
"Baiklah, karena kami tidak melakukan penyelendupan barang-barang kami bersedia mengikuti perkataan mu..." Aku menunjukkan wajah putus asa, ah ini akting yang lumayan seru.
'Bagus Hahaha, kami dapat domba gemuk lagi, walikota akan memberikan kami uang bonus Hahaha!'
"Baiklah ikuti kami..."
Ketiga orang berseragam hitam itu kemudian menunjukkan jalan kepada kami. Kami bertiga hanya mengikutinya, Kurumi dari awal sudah memiliki emosi kepada prajurit yang mengantar kami. Namun untungnya aku menahannya menggunakan telepati.
Sesampainya di dalam kediaman walikota, aku cukup terkejut dengan keadaan sekitarnya. Banyak sekali prajurit yang berjaga, aku heran kenapa walikota– ah aku ingat, Kurumi mengatakan ini juga sebelumnya. Karena walikota takut dengan keberadaan Kurumi, dia meminta banyak prajurit yang menjaga kediamannya.
'Heh apa dia pikir dengan jumlah akan menang? Naif sekali...'
...* *...
Pria tua yang gemuk, ah klise sekali, kenapa bangsawan jahat memiliki badan yang gemuk? Sekarang aku mengetahuinya, alasannya karena mereka menikmati banyak makanan tanpa harus bekerja banyak. Mereka sangat pemalas dan serakah.
"Jadi kami harus apa?" Aku bertanya langsung kepada intinya.
"Aku ingin kau memperlihatkan kepada kami barang-barang yang kau bawa, bisa saja barang itu adalah barang selundupan."
Ah wajahnya yang tersenyum seringai, membuatku ingin memukul wajahnya. Kurasa korbannya sudah banyak, sayangnya hari ini aku yang akan menang, hahaha.
'Tamat kau hari ini!' (Ling dan walikota mengucapkan kata bersamaan dalam hati)
____
Dalam novel ini terdapat sebuah kata-kata menyindir, bijaklah dalam berkomentar. Dan bila ada pertanyaan di chapter ini, aku sebagai author sebisa mungkin menjawabnya. Sekian terima kasih, btw tadi yang kata orang pake sihir pengikat, nyindir orang yang suka sok tau:D bye bye~
__ADS_1