Demon Lord System

Demon Lord System
Ch. 84 - Rencana penyerangan


__ADS_3

Pada akhirnya, hari itu Kurumi menginap di bangunan yang bernama Camp pasukan penerjang, sambil menyelidiki informasi yang ada, dia juga merencanakan strategi nya untuk lolos dari kemarahan tuannya jika saja tuannya marah karena keterlambatannya, meski hanya dugaan, tetapi apa salahnya untuk mempersiapkan?


Ke esokkan harinya atau lebih tepatnya ke esokkan paginya, Kurumi tengah menulis di sebuah buku yang diberikan oleh Ling, sejak semalam dia terus mengumpulkan informasi dan data-data yang tersimpan di dalam bangunan ini, Kurumi sendiri telah dapat menggerakkan tubuhnya saat waktu tengah malam telah tiba, dan saat itu pula, dia langsung mengumpulkan beberapa energi mana terlebih dahulu sebelum mengumpulkan informasi dari tempat ini, hasilnya, Kurumi mendapatkan beberapa informasi rahasia seperti informasi mengenai bahwa ini tidak dilakukan hanya di satu wilayah, tetapi tiga wilayah lainnya pun juga sama, lalu Kurumi juga mendapatkan informasi mengenai jumlah gelandangan yang kini berubah menjadi pasukan penerjang.


Namun di balik itu semua, Kurumi menduga bahwa raja berusaha menggunakan pengemis ini untuk di jadikan tumbal, mengingat mereka sama sekali tidak berguna untuk kerajaan Whazard ini, namun dibalik itu semua, Kurumi menjadi terpikirkan sesuatu, seperti, bagaimana jika dia membuat para pengemis/gelandangan itu menjadi beralih dan berpihak kepadanya? dia yakin tuannya dapat memberikan mereka pekerjaan yang layak, hanya saja Kurumi berfikir untuk menjadikan mereka semua pedagang kaki lima, itu semua agar mereka dapat mengumpulkan informasi-informasi.


Kurumi menutup bukunya dan menaruhnya di dalam dadanya, "Aku akan pergi ke ruang makan saja terlebih dahulu, tapi sebelum itu aku akan pergi dulu ke kamarnya Vamas." Kurumi membuka pintu kamarnya lalu berjalan ke arah kamar Vamas, saat dia mengetuk, dari dalam pintu tidak ada sama sekali responnya, namun Kurumi merasakan Vamas masihlah ada di dalam kamarnya, dia pun membuka paksa pintunya.


Boom


"Ah, sepertinya aku harus menyusahkan tuan lagi, semoga tuan tidak terlalu marah kepada ku." Kurumi menggaruk kepalanya pelan, dia sadar hal yang dilakukannya ini akan menyusahkan tuannya karena sebagai tuan darinya, Ling harus membayar ganti rugi ini.


Kurumi kemudian masuk kedalam kamarnya Vamas, sampai di dalam, dia menemukan sosok pria yang masih saja tertidur pulas di kasurnya, padahal seharusnya dia langsung bangun setelah mendengarkan suara pintu yang meledak.


Kurumi menyiram tubuh Vamas, tidak lama setelah itu, barulah Vamas bangun, dia melirik Kurumi dengan tatapan kosong, itu karena dia masih belum sadar seutuhnya, sampai beberapa detik kemudian, barulah Vamas kembali tersadar.


"Ah, nona Kurumi, kenapa kau masuk kedalam kamarku? apakah kau sangat merindukan ku?"


Bukkk


"Bilang lagi maka akan ku pastikan kau ku buat babak belur."


Mendengar hal itu, Vamas langsung menutup bibirnya dengan kedua tangannya, membuat ekspresi Kurumi yang melihatnya menjadi sedikit tertawa karena tingkahnya.

__ADS_1


Kurumi kemudian mengajak Vamas untuk ikut dengannya ke bawah, mereka pun makan bersama di bawah dengan beberapa mantan pengangguran yang kini telah mendapatkan pekerjaannya.


Begitulah, disaat Ling sudah sampai di kediaman keluarganya, Kurumi sedang berusaha mengumpulkan informasi-informasi yang bisa saja berguna untuk tuannya.


* * *


Di kediaman keluarga Gronth, para pelayan Undead Ling tiba-tiba saja merasa khawatir dengan tuannya, namun itu hanyalah firasat, jadi mereka tidak bisa memastikan kebenarannya, karena itu, salah seorang dari mereka pun mendapatkan tugas untuk mengecek tuannya yang berada di dalam kamar.


Leonard, dikarenakan penampilannya yang seperti anak kecil, mereka rasa yang paling mudah masuk ke kamar Ling hanya dia, dan tentu saja, itu juga karena fisik Leonard yang kuat, jadi jika dia dihajar oleh Ling karena berani masuk ke kamarnya tanpa izin, Leonard seharusnya bisa menahannya.


"Permisi tuan Ling." Leonard membuka kamar Ling pelan, kamar Ling sendiri tidaklah di kunci, mungkin karena saat tadi Ling menyelesaikan Dungeon nya, dia langsung masuk tanpa mengunci kamarnya terlebih dahulu.


"Hhm, sepertinya tuan baik-baik saja, dia terlihat sedang tidur di kasurnya, kalau begitu aku akan pergi saja, bisa-bisa aku mengganggu waktu tidur tuan."


Mereka semua menghela nafas lega mendengar laporan dari Leonard.


Suasana menjadi hening saat tidak ada yang berkata kata lagi.


"Ah, ngomong ngomong apa yang akan kita lakukan sekarang?" Tanya Levi berusaha memecahkan keheningan.


"Tidak tau." jawab ketiga Undead lainnya.


"Huh, kalau begitu kita lebih baik berlatih saja."

__ADS_1


Perkataan Levi mengakhiri pembicaraan, mereka semua kemudian kembali ke kamarnya masing-masing untuk berlatih.


* * *


Sedangkan itu, di lain tempat yang bernama Gunung Ballf, terlihat satu raksasa yang sedang bercerita kepada rekan-rekan raksasanya.


Raksasa yang sedang bercerita itu adalah raksasa yang mengikuti Xan Zhang sampai di kerajaan Whazard, namanya adalah Koffu, dia kini sedang bercerita tentang kejadian yang di alaminya di perjalanannya menuju kerajaan Bintang 7.


Koffu bercerita sebenarnya mereka bertiga itu berniat untuk pergi memantau ke kerajaan bintang tujuh yang bernama Shuza karena misi yang diberikan oleh pemimpin Viktor, namun di saat perjalanan, mereka bertemu dengan hewan hewan buas, karena itu mereka berhenti dahulu untuk mengisi perut mereka dengan memakan para hewan buas dan sihir itu, namun saat salah satu dari anggota mereka mencium bau masakan yang biasanya dibuat oleh manusia, mereka pun berniat pergi ke sana, hanya saja karena Koffu berkata ingin memakan Singa Relic Emas pada saat itu, kedua rekannya pun yang akhirnya pergi ke tempat Xan Zhang berada, namun sialnya, Koffu tidak menduga bahwa mereka akan di buat binasa oleh sekelompok manusia.


Seluruh Giant yang mendengarnya jelas sangat terkejut dengan cerita tersebut.


Kemudian, Koffu juga berkata bahwa di sana yang lebih parahnya lagi sama sekali tidak terlihat adanya korban, menunjukkan setidaknya di antara mereka ada seseorang yang sangat kuat.


Mendengar sambungan cerita dari Koffu, jelas mereka lebih terkejut, bagaimana mungkin ada manusia yang sekuat itu? mereka sama sekali tidak percaya jika belum melihat hal tersebut.


"Baiklah, aku sebagai ketua ras Giant biasa menyatakan kita akan menguasai kerajaan itu, kita tidak bisa membiarkan Giant ras hiu dan ras Giant elang menjadi pusat perhatian dari pemimpin Viktor, kita akan menguasai wilayah selatan, kalau begitu, satu minggu lewat dua hari dari sekarang adalah saatnya kita mengumpulkan bala tentara untuk menguasai kerajaan tersebut."


Giant Ras Elang dan Giant Ras hiu adalah rekan kerja sama, sedangkan Giant Ras biasa selalu bekerja sama dengan Giant Ras anjing, kedua kelompok ini selalu bersaing untuk memperebutkan wilayah wilayah di dunia ini, karena itu tidak heran para Giant selalu menyerang wilayah-wilayah kerajaan.


"Ouh yah, sampaikan ini juga kepada ketua ras anjing, salah satu korbannya berasal dari kelompoknya, aku yakin dia tidak akan mengampuni siapapun itu yang berani membunuh anggota kelompoknya, yah mungkin jika pemimpin Viktor yang membunuh anggota kelompoknya dia tidak akan berani berbuat apa-apa." Ketua ras Giant biasa tertawa lepas, dia kemudian melanjutkan perkataannya kembali.


"Terlebih, aku adalah sahabatnya, aku yakin dia akan membantuku." Tawa pada bibirnya kini berubah menjadi senyuman penuh nafsu membunuh.

__ADS_1


__ADS_2