
Sepanjang perjalanan, Arthur terus membantai para raksasa. Hingga beberapa lama kemudian, merekapun sampai di tembok Maria.
Arthur menyuruh mereka untuk menunggu di bawah sedangkan dirinya pergi ke atas tembok. Arthur mengecek sekelilingnya, dia tidak menemukan apapun. Arthur menyuruh keluarga Anggel untuk segera naik.
Wusshh...
Ratusan orang itu terbang ke atas tembok dengan cepat. Arthur kemudian melompat kembali ke bawah (Bagian luar tembok) semua orang mengikutinya.
Bwukkk...
Arthur mendarat dengan sempurna. Arthur membalikkan tubuhnya menunggu Keluarga Anggel untuk turun semua.
“Cepatlah, kita akan menuju hutan. Meskipun di sana terdapat monster, setidaknya di sana kita akan lebih aman.” Arthur memberitahu.
Semua orang segera mempercepat laju terbangnya, beberapa menit berlalu seluruh anggota keluarga Anggel yang berkumpul telah berada di luar tembok. Arthur mengarahkan tangannya dan dari bawah tanah itu. Muncul banyak lingkaran sihir yang mengeluarkan hewan yang terbuat dari api.
Serigala, Harimau dan musang, besar mereka sama. Yang membedakan hanyalah bentuknya. Tubuh mereka memiliki kebesaran hingga 7 meter.
“Kalian naiklah di masing-masing hewan yang kalian suka. Aku sudah memperhitungkan banyaknya hewan untuk membawa kalian ke hutan...”
Arthur sendiri berubah menjadi sosok harimau kecil, sebenarnya ini lebih dapat di sebut menjadi setengah harimau. Kepala Arthur di lindungi sebuah api biru yang berbentuk kepala harimau, tangannya juga di lindungi oleh api biru yang berbentuk tangan harimau. Kakinya juga di lindungi oleh sebuah api berbentuk kaki Harimau. Yang terakhir, Arthur memiliki sebuah ekor di belakangnya.
“Baiklah, kita pergi!”
* * *
Di lain tempat, Ling saat ini telah memporak-porandakan keluarga Saga. Namun rata-rata para pasukan Keluarga saga di bunuh oleh Ling karena menyerangnya dengan serius. Ling pada akhirnya hanya mendapatkan sekitar 30% kekuatan keluarga Saga.
Pemimpin dari keluarga Saga juga Ling dapatkan, itu menjadi point plus dari pertarungan ini.
“Tujuan selanjutnya, adalah kerajaa-”
__ADS_1
Boom!
Tembok-tembok yang berada di atas tempat Ling hancur, membuat Ling dan pelayannya tertimpa batu-batu yang besar itu.
Sedangkan itu di luar tembok.
“Hati-hati, kekuatan dari pemimpin organisasi revolusi sama sekali tidak bisa kita anggap remeh. Aku yakin ini tidak akan membuatnya terluka serius.” Ucap Nanako memberitahu lainnya.
“Baiklah, aku akan berhati-hati. Akan tetapi, karena atribut ku adalah kuning, ku rasa aku adalah orang yang paling tepat untuk dapat mengalahkannya...”
“Iya kau benar, namun sayangnya hanya kau yang memiliki atribut kuning di sini. Para mahluk buatan aku dan tuan, hanya memiliki atribut hitam dan lainnya kecuali kuning. Itu tidak akan terlalu mempengaruhinya namun ku rasa itu akan tetap berguna.”
Atribut, adalah sebuah jenis kekuatan, sama halnya dengan Class. Namun bedanya, ini seperti memberitahu esensi yang paling cocok di antara penyihir.
Hijau yang berarti tumbuhan, merah yang berarti api, biru muda yang berarti es, biru tua yang berarti air, ungu yang berarti petir, putih yang beratti angin, kuning yang berarti cahaya, Hitam yang berarti kegelapan.
Saat mereka sedang melakukan pembicaraan, bangunan kepala keluarga Saga yang sudah roboh itu terlihat hancur dari dalam. Bebatuan mulai berterbangan ke berbagai arah, tidak lama seorang pemuda yang topengnya sudah terlihat sedikit hancur di bagian bawah kanannya muncul dengan pedang di tangannya.
“Ah, ku kira kalian para pahlawan, ngomong-ngomong di mana para pahlawan. Tujuanku akan lebih mudah saat mereka ku buat mati semu-”
“Huah, untung saja aku dapat menghindar. Kalian ini, tidak bisakah menungguku selesai berbicara.” Tanya Ling tersenyum.
Orang-orang dari organisasi Hades menyadari senyuman Ling. Itu karena bagian bawah topeng Ling hancur di bagian kanannya.
“Kurang ajar, dia menertawakan kita? Tidak bisa di maafkan!” Seorang pria berambut cokelat dengan sorot mata yang tajam terlihat terprovokasi oleh Ling.
Ling yang melihat itu semakin tertawa, 1 hal yang dapat membuat Ling tertawa dulu. Yaitu saat lawannya marah, sedih dan putus asa. Ling akan tertawa, baginya itu sangatlah menghibur. Karena itu Ling sangat suka berperang.
“Yah, dulu di dunia Kultivator aku memiliki banyak jurus. Namun sepertinya aku belum pernah menggunakannya di dunia ini lebih dari 10 kali. Sepertinya aku akan menggunakannya sekarang...” Gumam Ling sambil memperhatikan lawannya.
Seorang pria botak dengan tato tengkorak di kepalanya dan memakai kacamata memegang bahu kanan pria berambut coklat itu.
__ADS_1
“Sun, tenangkan dirimu, lawan kita bukanlah orang biasa. Dia sangat berbeda karena memiliki kekuatan yang bahkan setara dengan keempat pahlawan lainnya...”
Pria botak berlambang tengkorak itu berpikir, Ling pastinya bukanlah orang yang dapat dikalahkan dengan mudah. Sosoknya bahkan adalah pemimpin, dan pemimpin pastinya memiliki tingkat yang sangat kuat.
Sun menenangkan dirinya setelah mendengar perkataan temannya, dia kemudian memalingkan wajahnya ke arah temannya itu, “Kau benar botak kacamata empat, aku terlalu terbawa emosi.”
“Betul, kau terlalu terbawa emosi. Tunggu, siapa yang kau panggil botak kacamata empat barusan sialan!”
“Tentu saja kau.”
“Kurang ajar kau tanah liat!”
“Siapa yang kau panggil tanah liat sialan?! Mau ku bunuh kau! Hah?!”
“Siapa yang takut sialan!”
Nanako memandang mereka dengan tatapan kosong, dalam batinnya dia berfikir kenapa tuannya harus memiliki teman sebodoh mereka ini.
Nanako pun kemudian menengahi mereka, “Diam, ini bukan waktunya bercanda. Lawan kita bukanlah orang biasa, jika kalian masih sayang nyawa sebaiknya akurlah dan serang dia bersama-sama.” Ucap Nanako menasehati mereka.
Ling hanya terkekeh kecil mendengar pertengkaran di antara botak berkacamata empat dan tanah liat. Dari belakangnya, muncul dua pelayannya.
“Maaf tuan, kami sedikit kesulitan untuk keluar dari sana.” Ucap Xiao Li dan Xiao Zhang bersamaan.
Ling memalingkan wajahnya ke arah kedua pelayanya itu, “Hahaha, tidak apa-apa. Lagipula kalian kan memang seharusnya berada di belakangku. Bagaimanapun juga kalian lebih hebat untuk mensupport ku dibandingkan menyerang.” Ling menunjukkan wajah senyumnya.
Kedua pelayan itu sangat senang melihat senyuman tuannya yang sangat enak dipandang. Meskipun tidak dapat dilihat secara jelas akibat topengnya, Xiao Li dan Xiao Zhang tetap dapat melihat senyuman indah tuannya itu. Mereka membalas tersenyum lalu berjalan sedikit maju di belakang Ling.
Ling melirik sebentar ke arah Xiao Li dan Xiao Zhang yang berada di kiri kanannya, dalam hati, ‘Suatu saat, jika kalian masih hidup ku rasa aku akan menjadikan kalian adik-adikku.’ Batin Ling tersenyum.
Ling kemudian mengalihkan kembali wajahnya ke arah para musuhnya, “5 Menit untuk mengalahkan kalian. 15 menit paling untuk mengalahkan kalian paling lambat.”
__ADS_1
_ _ _
......Besok, ku tidak tau bisa update seperti biasanya atau tidak, karena besok ku akan di temani banyak mata pelajaran HAHAHA. Yah, jadi ku tidak tau juga kapan bisa updatenya yah, semoga bisa update. See you next time~......