Demon Lord System

Demon Lord System
Ch. 159 - Serikat Petualang


__ADS_3

Ling melakukan perjalanan menuju pasar utama bersama Levi. Sepanjang perjalanan di pasar utama Ling melihat begitu banyak pemandangan yang memuakkan.


Di cuaca yang dingin ini, bahkan para budak tetap di rantai dan di pasang harga. Ling sebenarnya sudah sering melihat ini di kehidupan lama nya. Tetapi tetap saja Ling merasa sedikit geram.


"Tuan, sebaiknya kita tidak ikut campur. Persediaan makanan dan uang kita telah menipis, kita harus fokus mencari uang dan bertahan hidup."


"Iya, kau benar."


Ling mengalihkan pandangannya melanjutkan perjalanan, tidak seharusnya dia ikut campur terlebih kondisinya yang masih belum pulih seutuhnya.


Levi hanya tersenyum melihat tuannya mengerti dan mengikuti perkataannya, meskipun seharusnya dialah yang menerima perintah. Namun karena keterbatasan uang mereka harus menghemat biaya makan.


Ling dan Levi pun akhirnya membeli bahan pangan yang dibutuhkan, kebanyakan bahan pangan adalah daging. Di cuaca yang dingin ini, jarang terdapat sayuran dijual. Kalaupun ada mungkin harganya sangat mahal.


"Baiklah tuan, kita sudah membeli bahan pangan untuk 2 Minggu ke depan. Mari kita pergi."


Setelah selesai membayar uang kepada penjual, Levi berbalik badan tanpa melihat Ling yang berada disebelahnya. Namun saat dia berjalan pulang dia tidak merasakan kehadiran Ling yang mengikutinya. Levi pun memalingkan wajahnya dan melihat kebelakang.


Terlihat Ling sedang melihat ke suatu tempat yang diatasnya terdapat papan nama. Papan itu bertuliskan Serikat Petualang. Levi membuka mulutnya, dia baru saja melihat sebuah harapan untuk bertahan hidup, dengan menjadi anggota serikat petualang bukan tidak mungkin untuk dirinya kembali membeli rumah besar untuk tuannya.


Pikiran Levi tidak jauh berbeda dari apa yang dipikirkan Ling. Segera setelah melihat rumah kayu tersebut, Ling memalingkan wajahnya kebelakang ingin memberitahu kepada Levi. Tetapi setelah melihat Levi sedang menatap papan nama dari rumah kayu tersebut, Ling sadar Levi telah menyadarinya juga.


Levi berjalan mendekati Ling, "Tuan, pulanglah lebih dulu aku akan segera pulang setelah berhasil masuk serikat ini."


Ling menganggukkan kepala tanpa membalasnya dengan satu katapun, meskipun sebenarnya dia ingin juga ikut bergabung. Namun harus ada orang yang membawa bahan pangan ke penginapannya, tanpa menunda waktu lebih lama. Ling pergi terbang ke atas langit.


* *


Cuaca yang ekstrim memaksa Ling untuk beristirahat di bawah pohon, meskipun Ling masih sanggup untuk terus terbang ke penginapannya menerjang cuaca ekstrim. Namun berada di satu tempat yang sama terus menerus membuat Ling bosan, untuk alasan lainnya mungkin dikarenakan cuaca ektrim ini membuat Ling kedinginan.


Ling memanaskan tubuhnya dengan mengaliri api di sekujur tubuhnya, api itu sangat kecil sampai sama sekali tidak terlihat oleh mata orang biasa. Sambil menunggu cuaca ekstrim ini lebih reda, Ling membuat sebuah rumah dari es dan menyalakan api di dalam rumah es tersebut.


Tentunya Ling juga mensummon beberapa skeleton untuk menjaga di luar. Sambil menunggu Ling memasak daging yang dibelinya. Dan setelah daging tersebut matang, Ling mulai mengonsumsinya.


Sambil mengonsumsi daging tersebut, Ling membuka statusnya. Ling menatap pada statistik kekuatanya, dia ingin mencoba menaikan strength dan inteligen nya.

__ADS_1


< Pribadi >


Nama : Ling


Ras : Half Creature


Umur : 17


___________________________________________


< Status >


Job : 7


Gelar : 6


Gelar terkunci : 3


Skill : ∞


Point : 500k


Slot penyimpanan : [21/20.000]


___________________________________________


< Statistik >


Mana : 10.700


Tingkat : Epic


EXP : [ 0/110.000 ]


Point statistik : 100

__ADS_1


STR : 522 +


VIT : 489 +


DEX : 701 +


AGT : 810 +


LUC : 610 +


INT : 417 +


___________________________________________


Dari yang Ling pernah denger dari sistem miliknya, INT adalah intelligence. Status yang satu ini berguna untuk meningkatkan Magic Attack (MAtk) Magic Defense (MDef), max SP dan merecovery Mana Speed.


Jika Ling pikir-pikir, INT adalah yang paling berguna saat ini. Bukan hanya memperkuat serangan sihirnya, kekuatan untuk bertahan pun juga ikut meningkat. Terlebih terdapat bonus besar yang menguntungkan, mana Ling juga naik dari yang 10.700 menjadi 10.900. Otak Ling juga akan semakin pintar untuk mempelajari apa pun. Ling akhirnya memutuskan untuk menggunakan 100 poin statistik nya untuk inteligen.


Saat Ling selesai mentransfer poin statistik nya ke INT. Ling merasakan perubahan pada energi sihir di dalam tubuhnya (mana) energi sihir tersebut mengalir lebih deras ke seluruh tubuh melewati urat. Dan Energi sihir Ling sekarang juga lebih kuat dibandingkan sebelumnya.


Di saat bersamaan Ling juga telah menghabiskan daging di tangannya. Dia memutuskan untuk kembali ke penginapannya.


* *


Ling terbang sejauh 6 km tanpa beristirahat, dan akhirnya Ling pun sampai di depan pintu penginapannya.


Ling masuk ke dalam penginapannya, akan tetapi suara bising dan keras yang biasa di dengarnya tidak lagi terdengar. Itu membuat Ling curiga dan berhati-hati, namun dilihat dari kondisi penginapannya. Tidak ada tanda-tanda pertarungan. Namun bagi Ling itu tetap saja mencurigakan.


Selepas mencari ke beberapa ruang, Ling tidak menemukan siapapun. Membuatnya bingung dimana Arthur berada. Tidak biasanya Arthur pergi tanpa menaruh pesan ataupun meminta izin.


Ling pun menyerah dalam mencarinya, dia memiliki mata yang membuatnya dapat melihat tembus pandang. Namun Ling masih tidak dapat menemukan keberadaan Arthur, pada akhirnya Ling pergi menuju dapur untuk menaruh belanjaan. Sesampainya di sana Ling terkejut melihat Rafaela yang tergelatak di lantai.


Ling segera memeriksa keadaan Rafaela, denyut nadinya masih bergerak menandakan dirinya masih hidup, “Sebenarnya apa yang telah terjadi?”


Ling bingung namun dia juga harus segera membawa Rafaela beristirahat di kamarnya. Ling menggendong tubuh Rafaela di depannya, dan membawanya ke kamar Rafaela. Sampai di sana Ling meletakan tubuh Rafaela di atas kasur dan memasukan mana ke dalam tubuh Rafaela agar kondisinya lebih membaik.

__ADS_1


Selesai memberikan mana, wajah Rafaela yang pucat menjadi lebih baik, “Ku harap sesuatu yang buruk tidak terjadi dengannya.”


Ling menghela nafas berat, dia merasa bersalah kepada Hades karena membuat anaknya terluka. Meskipun Ling adalah pendekar berdarah dingin, tetap saja janji adalah janji, seorang pria tidak boleh mengingkari janjinya.


__ADS_2