Demon Lord System

Demon Lord System
Ch. 112 - Pertarungan yang tidak dapat dihindari


__ADS_3

Ling sama sekali tidak menyangka, bahwa nasibnya saat ini sungguh sial. Jika bertanya apa yang membuat Ling berfikir demikian adalah karena Ling merasakan keberadaan dari 4 aliansi lainnya.


"Cih... ku kira ini akan mudah. Aku tidak boleh memperlihatkan kekuatan asliku, tapi sepertinya aku masih bisa memperlihatkan teknik berpedangku..." Ling tersenyum seringai. Dia kemudian mengeluarkan pedang penguasa api miliknya itu.


Setelah mengeluarkan pedang tersebut dari tangannya, Ling melirik ke arah anggotanya.


"Semuanya selain Shukaku dan Kaito pergi, cepat! kita tidak ada waktu lagi..."


Ling saat ini berniat untuk bertarung bersama kedua rekannya itu. Dia yakin dengan kemampuan pedang miliknya di tambah kedua rekan terkuatnya. Ling pasti akan menang.


Semua anggota segera mematuhi apa yang dikatakan oleh Ling. Mereka segera pergi dengan cepat.


Ling kembali tersenyum tipis, setidaknya dengan mengirim 70% orangnya ketempat garis finis. Dirinya bisa lebih tenang untuk menghadapi beberapa aliansi yang akan datang kembali.


Beberapa orang dari aliansi Kisame memperlihatkan raut wajah marah saat Ling meminta anggotanya pergi. Namun, tiba-tiba dari belakang kerumunan aliansi Kisame, terlihat seorang wanita berambut pink dengan gaun hitam.


Ling segera menyadari bahwa itu adalah seorang ketua dari aliansi Kisame. Dalam peraturan, tertulis bahwa ketua dapat menggunakan pakaian yang berbeda untuk menjadi pusat perhatian dan untuk para penonton dapat membedakan ketua aliansi itu.


"Ah, bukankah ini nona Ino? Aku tidak menduga akan bertemu di sini..."


Ling tersenyum tipis, dia mengetahui Ino sebagai murid dalam yang menduduki posisi 10 terkuat. Ino di kenal karena kemahirannya dalam menggunakan ilusi. Tentu saja ino adalah seorang dengan Class ilusi.


"Ouh, anda tau saya rupanya. Saya merasa tersanjung bisa diingat oleh seorang pewaris Keluarga Gronth..."


Ino tersenyum tipis dengan menutupi bibir manisnya dengan tangannya.


"Sebenarnya aku dan kakak mu adalah seorang teman, tapi sayangnya kita bertemu di keadaan ini. Aku tidak akan menahan diri loh~"


Ling dapat melihat senyuman Ino adalah senyuman yang mengejek. Namun, Ling hanya tersenyum tipis, "Yah, sepertinya aku menunjukkan kekuatan ku tidak apalah yah. Karena sebentar lagi juga kerajaan akan di serang." Gumam Ling sambil menggaruk kepalanya itu.


Setelah di pikir-pikir tidak ada salahnya juga memperlihatkan kekuatanya kepada orang-orang. Namun, tentu saja Ling membantasi kekuatanya agar setara dengan tingkat emas hitam.


"Kaito." Ling mengalihkan pandangannya ke arah Kaito, "Keluarkan pedang mu sekarang." Ling kembali mengalihkan pandangannya ke arah Shukaku, "Shukaku, keluarkan katana milikmu."


Class milik Shukaku adalah Mage, Shukaku berfokus terhadap esensi listrik. Namun karena dia pintar dan sangat cerdas menggunakan kekuatannya. Senjata yang digunakannya bukanlah tongkat sihir melainkan katana.


"Baiklah." Jawab mereka serentak.


Kedua orang di belakang Ling pun mengeluarkan senjata mereka dari sarungnya. Mereka kemudian maju mensejajarkan dirinya dengan Ling.


Ino, tertawa lepas saat melihat ketiga orang di hadapannya.


"Kalian saja? Kalian yakin? Hahaha, aku tau kau bodoh. Tapi aku tidak menyangka kau ternyata lebih bodoh daripada yang kubayangkan..." Ino tertawa mengejek Ling sejadi-jadinya.


'Hhm, sepertinya mereka sangat percaya diri. kalau begitu...' Ling mengalihkan pandangannya kepada Shukaku, "Serang mereka dari jauh menggunakan tebasan listrik."


'Oke!" Shukaku tersenyum, ini adalah momentum yang sudah lama dirinya nanti-nanti.

__ADS_1


Shukaku menggerakkan pedangnya seperti layaknya menebas. Saat katana miliknya menebas udara, muncul sebuah tebasan berbentuk listrik yang mengarah kepada Ino.


"Ketua!"


Ino yang sedang tertawa kembali tersadar saat suara teriakan dari belakangnya. Ino tersadar namun sudah terlambat, tebasan listrik itu sudah berada beberapa cm dari mukanya.


Seketika itu juga, Ino langsung terpental ke belakangnya hingga membuat dua orang dibelakangnya ikut terluka akibat dirinya.


Sebagai wakil ketua, Absyr sangat marah saat Shukaku menyerang mereka tanpa aba-aba.


"Kau! Sialan! Kalian curang! Seharusnya kalian memberitahu lebih dulu sebelum memulai penyerangan!" Gerutunya kesal dengan Shukaku maupun dua orang lainnya.


"Pfft, Buahahaha." Ling maupun kedua orang dibelakangnya sama sekali tidak bisa menahan tawa saat Absyr berkata demikian.


"Hahahaha! Orang bodoh mana yang menyerang harus memberitahu musuhnya. Kepalamu sepertinya sudah rusak." Ling tertawa sambil memegang perutnya yang kini sudah sakit akibat tertawa terus.


"Kau! Sialan! Semuanya! Serang!" Teriak Absyr memerintahkan seluruh anggotanya.


"Sihir api - Hembusan naga!"


Tiga orang wanita mengarahkan tongkatnya ke arah Ling dan kawan-kawannya, bersamaan dengan itu. Sebuah lingkaran sihir muncul dari belakang mereka dan mengeluarkan sebuah api yang menyembur layaknya api naga.


Jumlah lingkaran sihir itu terdapat tiga, menandakan setidaknya satu wanita mengendalikan satu lingkaran sihir.


"Hhm, ini mudah." Ling menjentikkan jarinya, lalu secara tiba-tiba sebuah pelindung hologram berbentuk tembok muncul di hadapan Ling, menghalangi serangan musuh.


Kini rambut ino terlihat berdiri layaknya Gokuk dari anime...


"Kurang ajar! Berani-beraninya kau membuat wajahku terluka!" Ino sangat kesal, tubuhnya kini juga sedikit menghitam karena listrik yang mengenainya.


"Baik! Kau akan tau seberapa besar masalah yang kau timbulkan karena menyerang diriku..."


Ino terlihat mengeluarkan sebuah pisau dari pinggangnya, kini dua pisau telah berada di genggaman Ino. Ino menatap Ling kawanannya dengan sinis, dia kemudian memerintahkan kepada anggotanya untuk menyerang Ling dan kedua anggotanya.


Semua orang dari aliansi Kisame maju dengan wajah yang terlihat kesal. Begitu juga dengan Ino, dia mengikuti bawahannya dari belakang sambil tersenyum sinis kepada Ling.


Ling hanya tersenyum tipis, dia kemudian menyuruh anggotanya untuk lari karena menyadari sebentar lagi akan ada dua aliansi yang datang.


"Jangan lari kalian pengecut!"


"******** ini sangat rendah! Kembali kalian sialan!"


Ling dan kedua temannya dapat mendengar protes dan cacian dari para aliansi Kisame, Ling bukannya kesal namun tertawa. Ini adalah momentum yang sangat membuat dirinya senang.


Saat Ling sedang lari, Ling dapat melihat terdapat kedua kelompok orang dari depannya. itu bukan dan tidak lain adalah aliansi yang sudah diperkirakan oleh Ling akan sampai di sini.


Ling dengan segera berlari untuk menghindari kedua aliansi tersebut. Dia menggiring kedua aliansi itu kepada aliansi Kisame yang sudah tertinggal dibelakangnya. Tujuannya adalah untuk membuat ketiga aliansi ini bertarung dengan sendirinya.

__ADS_1


* *


"Sial, lari ketiga orang itu sangat cepat!" Abysr mendengus kesal karena tidak dapat mengejar mereka. Kini aliansi Kisame sedang mengistirahatkan tubuh di atas tanah.


Namun, beberapa saat kemudian. Mereka tiba-tiba melihat Ling dengan kedua rekannya yang kembali datang ke tempat mereka. Absyr tersenyum cerah, namun dia juga memandang Ling bodoh karena dirinya malah kembali.


"Hahahaha, mereka ternyata bodoh!" Salah satu dari aliansi Kisame tertawa meledek kawanan Ling.


Namun beberapa saat kemudian, mereka tersadar di belakang dari ketiga orang itu, terdapat gerombolan orang yang mengejar mereka.


"Siapa mereka?!"


"Tidak tau, ketua! Bagaimana ini?"


Seluruh anggota menjadi panik saat melihat banyaknya orang yang berada di belakang Ling.


* *


Ling tersenyum seringai, dia kemudian mempercepat gerakannya lalu mengalihkan pandangannya ke belakang.


"Kalian orang-orang bodoh tidak akan bisa mengalahkan ku, aku berasal dari aliansi Kisame. Dan lihat, aliansi Kisame sudah berada di depan untuk menolong kami. Kalian sampah yang sama sekali tidak akan bisa mengalahkan aliansi kami..."


Ling meledek beruntun kedua aliansi tersebut, itu semua dirinya lakukan untuk membuat kedua aliansi itu marah besar terhadap kelompok aliansi Kisame.


Dan benar saja, kedua aliansi di belakangnya itu marah besar dan kembali menjelek-jelekkan aliansi Kisame dengan omongan yang kasar.


'Bagus, mereka terpancing.' Ling kemudian mengalihkan pandangannya bergantian kepada kedua rekannya, mereka berdua mengangguk kemudian mendekat ke arah Ling. Dalam sekejap, Ling, Kaito dan Shukaku menghilang di belakang Aliansi Kisame.


Aliansi Kisame terkejut saat menyadari ternyata Ling sudah berada di belakangnya.


Ling mengalihkan pandangannya kepada ketua aliansi Kisame setelah menghilang di belakangnya.


"Terimakasih atas bantuannya yah, aliansi dibelakang kalian adalah hadiah dariku. Kalau begitu sampai jumpa di luar..."


Ling tersenyum lalu mengedipkan satu matanya, dia kemudian kembali menghilang dengan kedua rekannya yang berada di pelukannya.


Kedua aliansi yang mengejar Ling menatap benci kelompok aliansi Kisame, mereka tidak memperdulikan aliansi disebelahnya karena sudah terbakar amarah kepada aliansi Kisame.


Pada akhirnya, pertarungan yang tidak dapat dihindari pun terjadi diantara tiga aliansi, Ino yang menyadari bahwa Ling sengaja mengiring kedua aliansi tersebut kepadanya menjadi murka bukan main.


"Sialan kau bajing*n kecil! Akan ku hancurkan adik kecilmu nanti!!!"


_ _ _



Wkwkwkwk, di setiap bab mungkin saya akan kasih ini yah. Wkwkwkwk biar lebih keren...

__ADS_1


__ADS_2