
Saat ini, semua orang hanya dapat melihat bayangan dari sosok yang berada di balik kepulan asap. Saat asap itu sudah menghilang secara utuh, semua orang dapat melihat sosok pria berambut hitam.
Wajahnya tampan dan kostumnya sangat berbeda dari kedua Aliansi. Semua orang menjadi bingung dengan sosok yang berdiri di tengah-tengah orang.
Beberapa menit kemudian, salah satu penonton berdiri lalu berteriak.
"Itu bukannya pakaian dari aliansi Reven Gouse!"
Semua orang serentak terkejut dengan orang yang berkata demikian. Mereka juga langsung ikut berdiri dan memperhatikan dengan seksama.
"Ah iya, itu kostum Aliansi Reven Gouse! Kenapa dia ada di sana? Dan juga kedua Aliansi sudah terlihat tidak sadarkan diri! Siapa dia?"
"Kau benar, siapa dia?!"
Semua orang mulai menanyakan dan menebak orang tersebut.
Tidak berbeda jauh dengan penonton, para petinggi dari Akedemi Feniks juga ikut berdiri karena merasa terkejut dengan kostum orang itu.
"Ketua!"
"Iya aku tau, orang ini masuk ke pertandingan seenaknya. Bukankah jalan masuk ke pintu arena sudah di tutup?" Orang yang bertanya demikian bukan lain adalah kepala sekolah Akedemi Feniks.
Dia sangat terkejut dengan orang yang berasal dari aliansi Reven Gouse.
Tiba-tiba, sosok yang berada di tengah-tengah lapangan membalikkan tubuhnya dan memperlihatkan wajahnya.
Semua orang langsung terkejut melihat wajah dari sosok ketua aliansi Reven Gouse.
"Bukankah dia Ling dari aliansi Reven Gouse?!" Salah seorang dari bangku penonton khusus berdiri sambil berteriak.
"Iya, dia Ling dari aliansi Reven Gouse! Tapi kenapa dia ada di lapangan pertandingan?" Penonton yang berada di bangku khusus lainnya ikut berdiri dan berteriak.
"Aku tidak tau, sebaiknya kita serahkan ini kepada Kepala sekolah."
"Baiklah."
* *
Ling melirik ke arah penonton, dia dapat melihat banyak sekali penonton yang terkejut melihatnya. Ling saat ini berfikir bahwa kemampuannya sangatlah hebat, karena itu semua orang terkejut kepada dirinya.
'Limg asli pasti akan memuji ku. Ha-ha-ha.'
Perlu diketahui, saat ini yang berada di arena adalah Ling cloning. Di mana dia seperti robot yang akan mengikuti perintah Ling yang asli. Dan juga dia memiliki kesenangan tersendiri saat di puji oleh Ling yang asli.
Sedangkan itu, di ruang tunggu Aliansi Reven Gouse.
__ADS_1
"C -count, b -bukankah itu Ling?"
"Ha-ha-ha, i -tu tidak mungkin benar."
Shukaku, Count dan yang lainnya melirik ke arah sofa Ling. Mereka terkejut bukan main saat melihat Ling tidak ada di sofa.
Mereka semua langsung melirik kembali kristal itu, "Jadi itu benar-benar Ling!!!"
Semua orang terkejut bukan main, mereka langsung keluar dari ruangan tunggu lalu berjalan ke arah lapangan pertandingan lewat lorong.
Beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di ujung lorong. Ujung lorong itu sebenarnya ada pagar, namun Count dan teman-teman dapat melihat pagar itu penyok.
Mereka menelan ludah sendiri saat melihatnya, mereka yakin dengan pasti bahwa ini dilakukan oleh Ling.
Sesampainya di luar lorong, mereka dapat melihat bahwa Ling saat ini sedang mengobrol dengan pengawas pertandingan.
* *
"Namamu Ling bukan?"
"Iya." Ucap Ling dengan wajah datar.
"Kenapa kau masuk kedalam pertandingan?"
"Karena aku ingin menang." Jawab Ling santai.
Sedangkan itu, di waktu yang sama di tempat Ling yang asli.
"Hatchuhh!" Ling bersin dengan keras. Dia kemudian membersihkannya dengan sapu tangan miliknya.
"Tuan apakah kau baik-baik saja?" Tanya Miru khawatir.
"Ah, tidak apa-apa," Jawab Ling kemudian memasukan kembali sapu tangannya, "Ku rasa karena musim ini sudah memasuki musim dingin. Haha." Ucap Ling sambil menggaruk kepalanya.
Kembali ke area Colloseum. Petugas itu menghela nafas lalu berkata, "Tapi ini bukan pertandingan mu, kau tidak bisa masuk ke sini seenakmu." Petugas itu menunjuk-nunjuk Ling dengan jari telunjuknya.
Ling melirik ke dadanya yang dari tadi di tekan-tekan oleh petugas itu. Ling kembali melirik wajah petugas itu.
"Hhm." Pandang Ling dingin, dia kemudian menarik kerah petugas itu lalu di pukuli nya hingga babak belur.
Beberapa menit kemudian Ling kembali berdiri karena sudah membuat petugas itu kehilangan kesadarannya.
Anggota Reven Gouse menepuk kepalanya bersama-sama. Ada apa dengan Ling ini? Kenapa dia bisa berubah seperti ini? Kemana Ling yang dulu?!!!
Ling berjalan ke arah anggotanya.
__ADS_1
"Yo, aku sudah memenangkan pertandingannya." Ucap Ling sambil memasang sedikit senyuman.
Semua orang dari Aliansi Reven Gouse hanya memasang wajah kesal. Ling baru saja melakukan pelanggaran yang teramat besar, bagaimana dengan nasib Aliansi Reven Gouse kedepannya?
"Ling, kau tau apa yang baru saja kau lakukan?" Tanya Count sambil menggertakan gigi.
"Iya aku tau. Aku hebat dan aku tampan." Ucap Ling melebarkan senyumnya.
"Apa maksudmu sialan! Kenapa kau malah melakukan hal itu?" Tanya Count marah.
Shukaku yang berada di sampingnya mundur, dia tau betapa mengerikannya kekuatan Ling. Dia tidak ingin bermain-main dengan nyawa hanya karena masalah seperti ini.
Jika itu menyangkut keluarganya, Shukaku mungkin akan seperti Count saat ini.
Ling kembali memperlihatkan wajah dinginnya. Shukaku yang melihat itu segera menarik Count, dia tau Ling menjadi kesal karena perkataan Count. Namun sebelum itu terjadi, suara yang terasa sangat familiar terdengar dari belakang Ling.
"Ling!"
Pria dengan rambut hitam yang di tengah-tengahnya botak terlihat berjalan ke arah Ling dengan santai.
Ling berbalik badan, dia dapat melihat sosok guru nya yang bukan dan tidak lain adalah Queen.
"Guru?"
Queen berhenti tepat di depan Ling, kira-kira Queen berada beberapa langkah dari Ling saat ini.
"Ling, kenapa kau tiba-tiba menghajar petugas itu? Dan juga kenapa kau malah masuk pertandingan? Ini bukan pertandingan Aliansi mu." Ucap Queen dengan wajah yang lesu.
Dia sebenarnya khawatir bahwa murid didiknya ini akan didis kualifikasi kan.
"A -aku, aku, aku menghajarnya karena dia terlihat seperti ba*i yang kesurupan Guru." Ucap Ling dengan sedikit raut wajah.
Mungkin dikarenakan Queen adalah sosok yang membekas di hati Ling. Ling cloning menjadi memiliki sedikit perasaan bersalah kepadanya.
Queen hanya tersenyum kecut, dia saat ini menjadi tidak mengenal Ling lagi. Ling yang saat ini berada di depannya sangat berbeda dengan Ling muridnya. Entahlah, namun Queen berfikir seperti itu.
"Lalu, kenapa kau masuk pertandingan?" Tanya Queen.
"Itu, itu karena aku harus memenangkan turnamen Kasara guru." Ucap Ling dengan wajah yang tersenyum bangga.
"Hais," Guru Queen terlihat maju lalu meletakkan kedua tangannya di bahu Ling, "Ling. Dengar, saat ini aku tidak dapat menjamin kau akan lolos dari didiskualifikasi. Aku hanya dapat berharap dan membujuk kepala Akedemi untuk tidak mendidiskualifikasi dirimu." Ucap Queen tersenyum tipis.
"Semoga kau tidak didiskualifikasi. Yah, saranku kau hanya perlu untuk jujur dan hormat saat nanti berada di ruang tunggu." Ucap Tetua Queen.
"Itu saja."
__ADS_1
_ _ _
TO BE CONTINUE√ [ Hai hai hai, itu tulisannya udh bener atau masih ada yang salah nih? Mohon dijawab yah, aku author yang masih banyak kesalahan masalahnya. Itu saja, Terimakasih 🙇🙏🏻 ]